Mahrom

Rubrik Konsultasi Agama
Diasuh oleh: Ustadz H. Aceng Karimullah

Assalaamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Pak Ustadz, batas-batas mahrom itu sampai di mana? Dan apa saja yang harus dan yang tidak boleh dengan adanya batasan mahrom tadi? Mohon penjelasan Pak Ustadz. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
Wassalaamu ‘alaikum wr.wb.

Rohmat – Jakarta Selatan

Wa ‘alaikumus-salaam warohmatulloohi wabarokaatuh.

Mahrom adalah seorang pria yang masih ada hubungan keluarga dekat dengan seoang wanita sehingga di antara keduanya haram untuk menikah.

Dari ayat-ayat Al-Quran surah An-Nisaa’ ayat 22 dan 23 dapat diketahui bahwa wanita yang mahrom bagi seorang pria adalah :

1. Wanita yang telah dinikahi oleh ayah, alias ibu tiri.
2. Ibu kandung
3. Anak perempuan kandung
4. Saudara perempuan (se-ayah se-ibu, se-ayah saja, atau se-ibu saja)
5. Saudara perempuan ayah (tante dari ayah)
6. Saudara perempuan ibu (tante dari ibu)
7. Anak perempuan dari saudara laki-laki (keponakan)
8. Anak perempuan dari saudara perempuan (keponakan)
9. Ibu susuan
10. Saudara perempuan sepersusuan
11. Mertua perempuan
12. Menantu perempuan
13. Anak tiri perempuan dari isteri yang telah digauli.

Di samping yang 13 golongan tersebut, bagi seorang pria masih ada wanita yang haram untuk dinikahi walaupun tidak termasuk keluarga dekat, merujuk pada ayat 23 dan 24 dari surah An-Nisaa’ dan hadits riwayat Imam Muslim, yaitu:

14. Saudara perempuan isteri (ipar perempuan)
15. Setiap wanita yang bersuami
16. Saudara perempuan dari mertua perempuan (tantenya isteri dari pihak ibunya)
17. Saudara perempuan dari mertua laki-laki (tantenya isteri dari pihak ayahnya)

Untuk nomor 14 sampai 17 di atas ini, meskipun tidak termasuk mahrom namun termasuk muharromaat (wanita yang haram dinikahi).

Untuk nomor 14 bunyi ayatnya: ”Dan (diharamkan) mewayuh antara dua wanita bersaudara”. Sedangkan untuk nomor 16 dan 17 bunyi hadits-nya: ”Tidak boleh mewayuh seorang wanita dengan tantenya dari pihak ibunya maupun tantenya dari pihak bapaknya”.

Keharusan bagi wanita muslimah ketika berhadapan dengan pria yang bukan mahromnya adalah berjilbab.

Adapun hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang pria muslim dan wanita muslimah terhadap lawan jenisnya yang bukan mahrom adalah:

• Ber-khalwat (menyepi, berdua-duaan)
• Bersentuhan
• Dan yang paling berat tentu saja adalah perzinahan.

Larangan ber-khalwat tergambar dalam hadits yang berbunyi: ”Tidak menyepi seorang pria dengan seorang wanita yang bukan mahromnya kecuali di situ mesti ada syetan yang menjadi pihak ketiganya”. (HR At-Tirmidzi).

Larangan bersentuhan tergambar dari hadits yang berbunyi: ”Niscaya jika ditusuk kepala seseorang dengan jarum yang terbuat dari besi itu masih lebih baik baginya ketimbang dia bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahromnya”. (HR At-Thobroni).

Dalil tentang beratnya resiko orang berzina banyak sekali dijelaskan dalam Al-Quran maupun dalam Al-Hadits. Demikian penjelasan singkat dari saya, mudah-mudahan ada manfaat dan barokahnya. Walloohul-musta’aan, wa laa haula wa laa quwwata illaa billah.

Wassalaamu ’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s