Banyak Mengaji Dapat Menjaga Kerukunan Umat Beragama

KH Abdul Muthalib, Ketua MUI Kabupaten Kapuas, Kalteng:
Banyak Mengaji Dapat Menjaga Kerukunan Umat Beragama

muthalibBHINEKA Tunggal Ika merupakan semboyan Bumi Pertiwi yang menyatakan keanekaragaman masyarakat, sosial, budaya, agama dan lain sebagainya. Suatu konflik, baik yang bersifat vertikal ataupun horizontal akan dekat kehadirannya dalam suatu keanekaragaman. Konflik mempunyai sisi negatif yang kental dan seyogyanya harus dihindari sejauh mungkin. Dengan konflik, huru-hara, kerusuhan serta kehancuran di muka bumi ini akan semakin menjadi-jadi. Untuk mengatasi dan menangkal terjadinya konflik vertikal maupun horizontal itu dibutuhkan toleransi yang mungkin akan datang sebagai obat dan solusi.

Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam rangka pemeliharaan kerukuan umat beragama sangat dibutuhkan terutama dalam pencerahan mentradisikan sikap terbuka dan jujur dalam relasi antar umat beragama.

Kerukunan umat beragama adalah hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya.

Kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Meskipun sampai sejauh ini Kabupaten Kapuas belum ditemui adanya konflik atau pertentangan antar umat beragama, akan tetapi perlu bagi kita untuk waspada dan meningkatkan kedinamisan antara sesama, menjaga, memelihara kerukunan umat beragama, serta saling bekerjasama dalam pembangunan daerah, bangsa dan Negara.

Ketua MUI Kabupaten Kapuas KH Abdul Muthalib mengajak seluruh umat agar menjaga dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan dan dalam membangun daerah. “Sesama muslim agar saling membantu,” ajak Guru Thalib, panggilan akrab KH Abdul Muthalib.

Dalam kesempatan membuka secara resmi Khataman Hadits Sunan Ibnu Majjah III di Masjid LDII Kabupaten Kapuas belum lama ini, Guru Thalib kembali menegaskan bahwa salah satu cara menjaga kerukunan umat beragama adalah dengan mendalam ilmu agama yang dianutnya.

“Salah satunya adalah seperti yang sedang kita lakukan saat ini. Dengan banyak mengaji, banyak mempelajari ilmu agama secara mendalam, kita harapkan kerukunan umat beragama di Kabupaten Kapuas khususnya, dan Kalimantan Tengah secara umum bisa semakin kondusif,” papar KH Abdul Muthalib.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kab. Kapuas Kalteng, H. Subagio, SST, kepada Nuansa mengatakan bahwa kerukunan adalah perbuatan hati mulia yang tidak ada unek-unek jelek, iri hati kepada sesamanya. Rukun adalah sifat saling mengasihi, bantu-membantu dalam kebaikan, tolong menolong, saling menguatkan dan saling mendoakan yang baik.

Subagio menjelaskan, bahwa untuk mewujudkan kerukunan yang diidamkan ini LDII telah membuat lima rumusan atau syarat-syarat yang harus ditetapi, yaitu (1) Menerampilkan berbicara yang baik, enak didengar, sopan santun, pahit madu; (2) Berwatak jujur, bisa percaya dan bisa dipercaya; (3) Banyak sabar, keporo ngalah, rebutan ngalah, mengalah untuk mulia dan menang; (4) Tidak merusak sesama manusia, baik terhadap dirinya, harta miliknya, hak asasinya maupun kehormatannya; dan (5) Saling memperhatikan dan saling menjaga perasaan./**

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s