Penawaran Space Iklan

Bagi Anda yang berjiwa entrepreneur sejati, majalah online NuansaOnline.net saat ini membuka kesempatan untuk mempromosikan usaha Anda. Bagaimana caranya? silakan cek disini: http://nuansaonline.net/w1/space-iklan

Semoga barokah!

Advertisements

Nuansa Online Tampil Fresh!

Saat ini website NUANSA PERSADA versi online tampil dengan gaya baru. Klik gambar dibawah untuk mengetahui tampilan baru kami. In-syaa Allaah mulai saat ini seluruh berita dan artikel akan kami muat pada WWW.NUANSAONLINE.NET

Kami tunggu kontribusi Anda!

Penyuluhan Wawasan Kebangsaan

Acara penyuluhan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Musi Rawas. Beliau memberikan apresiasi yang baik seperti yang disampaikan dalam sambutannya, bahwa acara ini luar biasa saya juga tidak menyangka sama sekali, organisasi keagamaan mampu melaksanakan kegiatan yang luar biasa, demikian tertibnya, pesertanya juga banyak dan satu lagi yang sangat mengagumkan adalah sikap disiplinnya, karena selama ini kalau kita ada cara selalu molor terus.

Disiplinnya ini artinya kita ada harapan besar ke depannya LDII untuk bersama-sama mengisi, membangun daerah yang kita cintai ini. Tadi jelas karena Musi Rawas mempunyai cita-cita demikian besar, tanpa dukungan, tanpa kebersamaan kita, tanpa gotong royong kita, tanpa persatuan dan kesatuan, cita-cita besar ini dak tahu kapan akan terwujudnya.

Setelah dibuka secara resmi oleh Wabub Musi Rawas Bapak Ir. H. HENDRA GUNAWAN, acara dilanjutkan dengan materi penyuluhan. Diawali materi dari Dandim 0406 Musi Rawas, Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara yang disampaikan oleh MAYOR INFANTERI KHOIRUL ANSHORI.

Materi kedua dari Badan Kesbangpol Kab. Musi Rawas disampaikan oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Musi Rawas, Bapak NAWAWI, M.M. Materi ketiga dari Polres Musi Rawas yang disampaikan oleh Kapolsek Tugumulyo Bapak IPTU SUARDIN T.

Kegiatan Awal Tahun ala LDII Madiun

Remaja LDII Kecamatan Manguharjo Madiun Kota mengadakan pengajian semalam suntuk dengan tema “BENTENGI GENERASI MUDA DARI NARKOBA DAN FAHAM RADIKAL” pada 31 Desember 2014 lalu. Acara ini juga menghadirkan dua narasumber dari Kepolisian Polresta Madiun Kota dan dari unsur TNI Kodim 0803 Madiun.

AKP. Sigit Siswadi S.Sos selaku Kasat Bimas Polresta Madiun menekankan kepada jajaran LDII se wilayah Kecamatan Manguharjo agar bekerjasama dengan aparat kepolisian dalam rangka memberantas berkembangnya narkoba dan obat adaftif lainnya. “ Sebagai generasi muda jangan sampai berurusan dengan polisi karena urusan hukum, dampaknya kalau kalian mau melamar kerja nanti perlu SKCK, di situ jejak kalian direkam,” papar Sigit.

Sementara, Kapten Jayadi, Danramil Kecamatan Manguharjo memberikan materi tentang wawasan kebangsaan dan bela Negara. Jayadi wanti wanti agar generasi muda LDII jangan sampai terpengaruh oleh ajakan ISIS yang ingin mendirikan Negara berdasarkan Kekholifahan. Diajak berjihad di Syuriah dan Irak.

Ketua PC LDII Kecamatan Manguharjo Madiun Kota, H. Mukarom Zakarya, ST mengatakan, bahwa kegiatan ini digelar rutin setiap tahun. Tujuannya untuk memberikan pembelajaran kepada generasi muda agar dapat memanfaatkan momentum pergantian tahun sebagai saat yang tepat untuk merefleksikan diri.

Deklarasi Penolakan dan Pemusnahan MIRAS di Kabupaten Sumedang

Lebih dari 2000 botol minuman keras dan minuman oplosan dimusnahkan di halaman belakang Kantor Pemda Kab. Sumedang. Kegiatan tgl 16 Desember 2014 tsb adalah rangkaian acara deklarasi penolakan peredaran minuman keras dan oplosan di Kab. Sumedang.

Diawali apel pagi yg diikuti karyawan di lingkungan Pemda Kab. Sumedang, jajaran TNI & POLRI, LSM, Ormas dan Siswa sekolah. Apel dpimpin oleh Wakapolda Jawa Barat, Brigjen. Pol. Drs. Taufik, dihadiri oleh Bupati Sumedang, Kapolres Sumedang, Dandim 0610 Sumedang, Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang, Ketua Pengadilan Negeri Sumedang dan pejabat pejabat lain.

Pada kegiatan tersebut dilaksanakan juga tes urine bagi para pejabat di lingkungan Pemda Kab Sumedang, Polres Sumedang dan Kodim 0610 Sumedang. Ketua DPD LDII kab Sumedang hadir mngikuti rangkaian acara tersebut dan ikut membubuhkan tanda tangan sebagai dukungan pernyataan penolakan peredaran minuman keras di Kab. Sumedang.

Lebih dari 2000 botol minuman keras dan minuman oplosan dimusnahkan di halaman belakang Kantor Pemda Kab. Sumedang. Kegiatan tgl 16 Desember 2014 tsb adalah rangkaian acara deklarasi penolakan peredaran minuman keras dan oplosan di Kab. Sumedang.

Diawali apel pagi yg diikuti karyawan di lingkungan Pemda Kab. Sumedang, jajaran TNI & POLRI, LSM, Ormas dan Siswa sekolah. Apel dpimpin oleh Wakapolda Jawa Barat, Brigjen. Pol. Drs. Taufik, dihadiri oleh Bupati Sumedang, Kapolres Sumedang, Dandim 0610 Sumedang, Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang, Ketua Pengadilan Negeri Sumedang dan pejabat pejabat lain.

Pada kegiatan tersebut dilaksanakan juga tes urine bagi para pejabat di lingkungan Pemda Kab Sumedang, Polres Sumedang dan Kodim 0610 Sumedang. Ketua DPD LDII kab Sumedang hadir mngikuti rangkaian acara tersebut dan ikut membubuhkan tanda tangan sebagai dukungan pernyataan penolakan peredaran minuman keras di Kab. Sumedang.

LDII Balikpapan Cegah Maraknya Radikalisme

BALIKPAPAN – Krisis kebangsaan terkait berkembangnya isu radikalisme mengatasnamakan Islam akhir-akhir ini cukup meresahkan sebagian masyarakat. Sebagai wujud kepedulian terhadap nasib bangsa, LDII Kota Balikpapan menyelenggarakan dialog kebangsaan dan bela negara, yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Sabtu (31/1/2015).

“Tujuan diselenggarakan kegiatan ini agar para mubaligh-mubalighot, para dai-daiyah, yang menjadi tulang punggung LDII memiliki pandangan yang luas tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, diatas kepentingan pribadi dan golongan,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Kalimantan Timur, H Sutamsis SH MH MKn, ketika memberikan sambutan.

“Jika pemahaman berbangsa dan bernegara dilaksanakan dengan baik oleh kader-kader LDII, baik yang berkiprah dalam organisasi masyarakat, pemerintahan, dan jabatan-jabatan penting lainnya, insyaa Allah, segala kebijakan, langkah, dan keputusan yang diambil akan senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara,” terang H Sutamsis.

Ketua DPW LDII Kalimantan Timur pun tak lupa menyampaikan terima kasih kepada pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Balikpapan yang telah melaksanakan kegiatan ini. Ia berjanji akan mendorong daerah-daerah lain di Kalimantan Timur untuk melaksanakan kegiatan serupa, mengingat kegiatan tersebut sesuai dengan program kerja organisasi.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Balikpapan, H Abdul Rachman Zain SE, dalam sambutannya menyoroti pentingnya pemahaman wawasan kebangsaan secara menyeluruh di berbagai lapisan masyarakat, tidak terputus antar generasi sehingga terwujud rasa aman dalam menjaga ketahanan kota, daerah, serta ketahanan nasional dan bangsa hingga ke gererasi berikutnya.

“Kita bisa bayangkan, jika negara dalam keadaan aman dan sehat, maka warga negara secara bersama-sama dapat mengembangkan dirinya menjadi lebih baik, umat beragama pun dapat menjalankan ibadah serta mengembangkan diri dengan baik,” jelas H Abdul Rachman Zain.

Acara resmi dibuka secara simbolis, ditandai dengan pemukulan gong oleh Drs Bahriansyah MSi mewakili Wali Kota Balikpapan, yang disaksikan oleh pengurus LDII, baik tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) atau setingkat kelurahan, Pimpinan Cabang (PC) setingkat kecamatan, hingga pengurus DPD berserta sekira 150 peserta dan undangan.

Dalam dialog kebangsaan ini, panitia mengundang narasumber yang cukup berpengalaman dan berkompeten di bidangnya. “Ada Kepala Kesbangpol Kota Balikpapan Drs Astani, kemudian Mayor (Inf) Masrukhan Kepala Staf Kodim 0905, dan yang ketiga AKP H Sarbini, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Balikpapan Utara, yang mewakili Kapolres Kota Balikpapan,” ujar H Asrul Sani BA, ketua panitia kegiatan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan Bidang Dakwah dan Ukhuwah Islamiyah, Drs KH M Idris, turut hadir memenuhi undangan, meski sebelum memasuki sesi inti meminta ijin atau pamit mengikuti kegiatan di tempat lain.

Dialog Kebangsaan

Memasuki sesi inti, satu persatu narasumber mengupas materi yang telah dibagikan kepada peserta. Sesi pertama Kepala Kesbangpol Kota Balikpapan Drs Astani memberikan paparan mengenai mengapa wawasan kebangsaan dibutuhkan oleh setiap warga negara.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kurangnya wawasan kebangsaan, yaitu menonjolnya kepentingan kelompok dan golongan, primordialisme, penggunaan kekerasan dan pemaksaan kehendak, masuknya budaya asing dan menghujat budaya sendiri, hingga sikap apatis terhadap pembangunan nasional.

Meski sisa waktu terbatas, dari pukul 10.00 – 12.30 WITA, dan isi materi umumnya menjemukan, namun Mayor Masrukhan mampu membuat suasana jadi segar. Ada hal-hal baru yang diungkap.

Menurutnya, negara akan berhasil mencapai tujuannya ditentukan oleh lima komponen bangsa, yaitu agamawan, cendekiawan, pemerintah, ekonomi yang stabil dan kekuatan angkatan bersenjata.

Komponen agamawan menjadi perhatian penting baginya dan sangat tepat dalam dialog ini. Ini mengingat LDII merupakan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang keagamaan. “Komponen agamawan punya peran sangat penting. Dengan moral baik, bangsa akan terhindar dari tindakan yang mengarah pada penyimpangan peraturan dan agama,” ujar Mayor Masrukhan, yang asli kelahiran Lamongan Jawa Timur ini.

Sesi berikutnya pun tak kalah hebohnya, bahkan suasana makin segar dan beberapa kali applause menggema serentak. Ini karena H Sarbini, yang juga ahli dalam berdakwah ini membawa ayat-ayat Alquran ketika menyampaikan materi wawasan kebangsaan.

“Jadi, berbicara tentang NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia itu harga mati, itu bukan jawaban dari polisi atau tentara. Lebih dari itu, justru Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman (agar menjaga negara),” ujar H Sarbini, sambil mengutip Alquran Surat Ali Imron ayat 200 dan 103.

“Adakah butir-butir Pancasila itu bertentangan dengan ayat-ayat Alquran?” ujar putra Madura ini lantang kepada peserta. Peserta pun menjawab tidak ada. Menurutnya, orang-orang yang mengatakan Pancasila bertentangan dengan Alquran adalah generasi baru, yang tidak pernah melihat dan mengalami beratnya perjuangan melawan penjajah.

Menginjak akhir sesi, H Abdul Rachman Zain, sempat membuat peserta terhibur dan acara kembali heboh, padahal moderator bermaksud menutup acara mengingat waktu telah berakhir. Kedua narasumber, baik dari TNI/Polri, diajak maju ke depan, dan ditanya mengenai perbedaan posisi topi baret yang dikenakannya. Keduanya pun menjawab ramah dengan sedikit dibumbui canda.

Menurut Mayor Masrukhan, untuk TNI topi baret miring ke kanan sebagai simbol kesatuan pasukan tempur siap membela negara dari ancaman luar. Sedangkan untuk kepolisian, lanjutnya, topi baret miring ke kiri menunjukkan kesatuan non tempur, tetapi menegakkan hukum.

AKP Sarbini menambahkan, itulah mengapa posisi TNI ada di sebelah kanan Polri saat keduanya berbaris disejajarkan. “Jadi, TNI miring ke kanan, Polri miring ke kiri, maknanya untuk melindungi,” ujar Sarbini, sambil memberi isyarat kedua tangan miring ke kiri dan ke kanan. Keduanya pun menjelaskan bahwa hal itu sudah menjadi ketentuan TNI/Polri. (SA/Yasin/LINES)

LDII-Polda Sulsel Siap MoU Dai Kamtibmas

MAKASSAR – Tidak hanya berfokus berdakwah secara lisan (dakwah bil lisan), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) juga mengembangkan dakwah dengan perbuatan (dakwah bil hal). Sehubungan dengan hal tersebut, LDII diberbagai wilayah di Indonesia telah melakukan langkah strategis.

“Kita (LDII) berbicara soal go green, bicara ekonomi syariah, pemberdayaan masyarakat pesisir di Bantaeng, dan mangrove di Kendari. Go green, kita sudah canangkan secara nasional,” kata Ketua DPP LDII Hidayat Nahwi Rasul saat bertemu Kapolda Sulsel, Irjenpol Drs Anton Setiadji SH MH di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 16, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/1/2015).

Menurut Hidayat, bagi LDII, menanam pohon adalah suatu amal jariah. Orang islam yang menanam pohon, lanjut Hidayat, lalu buahnya dimakan oleh binatang atau manusia, maka itu menjadi ladang jariah. Meskipun yang menanamnya telah meninggal dunia, pahala tetap mengalir.

Hidayat menambahkan, LDII juga berpartisipasi dan bekerjasama menciptakan suasana yang kondusif ditengah masyarakat. “Dalam suasana tertib sosial dan keamanan itu, justeru tempat lahirnya manusia-manusia berkualitas,” ujarnya.

Disamping itu, soal mewujudkan keamanan dan ketertertiban masyarakat, kata Hidayat, bukanlah tanggungjawab polri semata. Akan tetapi juga tanggung jawab masyarakat.

Dilain pihak, Kapolda Sulsel Anton Setiadji memaparkan persepsi masyarakat terhadap institusi kepolisian. Selama ini, kata Anton, masyarakat masih menganggap negatif terhadap aparat.

“Kalau aura negatif dikeluarkan terus, jadinya negatif. Makanya saya selalu mengajak agar kita selalu positive thinking,” kata Anton.
Namun, Anton berusaha keras untuk memperbaiki institusi yang ia pimpin.

“Saya tidak ingin merubah mindset masyarakat tentang polisi. Tetapi, saya ingin merubah polisi dengan baik,” kata mantan Kadiv Hukum Polri tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW LDII Sulsel Dr Sukardi Weda dalam kesempatan yang sama memaparkan rencana Musyawarah Wilayah (Muswil) yang akan LDII Sulsel gelar. Sukardi menjelaskan, LDII Sulsel akan melaksanakan Muswil pada 28-29 Maret 2015 di Hotel Singgasana Makassar.

“Di dalam Muswil nanti tema yang kami angkat adalah LDII sebagai Learning Organization Berkontribusi untuk Mewujudkan Indonesia yang Semakin Bermartabat,” imbuh Sukardi. Dalam Muswil ke VI tersebut, LDII Sulsel mengangkat 4 kluster.

Kluster pertama yang LDII angkat, jelas Sukardi, perihal bela negara dan wawasan kebangsaan. Kluster kedua, keamanan dan ketertiban masyarakat. Kluster ketiga mencakup pendidikan, peradaban, dan ipteks. Sedangkan kluster keempat berkenaan dengan produktivitas dan entrepreneurship.

“Keempat kluster ini menjadi roh dari Muswil,” tutur dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) tersebut.

Sehubungan dengan kluster keamanan dan ketertiban masyarakat, kata Sukardi, LDII Sulsel mengusulkan kerjasama dengan Polda dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU). Sebelumnya, Kapolda Sulsel telah mencanangkan 9 program unggulan yang salah satunya ialah “Program Kampung Kamtibmas”.

“Kami berharap, ada sinergitas antara “Dai Kamtibmas” yang LDII lakukan dengan Kampung Kamtibmas dari Polda,” ujar Sukardi.

Kapolda Sulsel menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas niat dan maksud LDII tersebut. (*)