Tetap Batuk Sepulang dari Ibadah Haji

bat

Saat ini jamaah haji Indonesia secara bertahap kembali ke tanah air. Selain berbagai oleh-oleh yang dibawa, sebagian besar dari para jamaah haji ini juga mengalami batuk. Dari pengalaman sebelumnya, hampir 80 % jamaah akan mengalami batuk pada waktu di tanah suci. Bahkan batuk tersebut terbawa juga sampai ke tanah air. Bahkan ada joke, diantara para jamaah hanya unta yang tidak batuk. Sebenarnya, kenapa para jamaah tersebut mengalami batuk dan bahkan batuk tersebut terbawa sampai tanah air?

Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Pengurus Besar PAPDI Bidang Advokasi, Praktisi Klinis, dan Mantan Petugas Haji Reguler dan Haji Khusus menjelaskan, batuk dapat terjadi karena adanya rangsangan pada saluran pernapasan kita. Batuk juga bisa merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran pernafasan kita. Batuk yang terjadi bisa batuk produktif dengan banyak lendir atau dahak. Batuk bisa tanpa dahak atau batuk kering. Batuk yang terjadi juga bisa saja karena memang jamaah tersebut sudah mempunyai permasalahan paru-paru sebelumnya misal berupa Bronkitis, sinusitis atau Asma bronkiale yang memburuk saat berada di tanah suci.

Menurut dr. Ari Fahrial Syam, Rangsangan yang menyebabkan batuk dapat terjadi karena berbagai hal karena adanya iritasi pada saluran pernafasan atas tersebut. Ini juga bisa terjadi karena adanya infeksi (virus, bakteri atau jamur) atau hanya reaksi alergi misal karena debu, atau karena asap. Atau karena memang adanya rangsangan dari asam lambung yang naik ke atas yang merangsang ke tenggorokan tersebut.

“Kita mengetahui bahwa memang ada perbedaan cuaca antara cuaca di tanah suci dan cuaca di Indonesia. Kelembaban udara di tanah suci yang rendah dan udara kering dan panas. Hal ini akan mencetuskan terjadinya iritasi pada saluran pernafasan atas. Apalagi kalau para jamaah kurang minum. Selain itu aktifitas jamaah yang sering melakukan zikir dan berdoa yang kadang-kadang dilafazkan sehingga juga bisa membuat tenggorokan bertambah kering. Selain batuk maka kondisi ini juga bisa membuat peradangan pada pita suara sehingga para jamaah yang mengalami kondisi tersebut suaranya menjadi serak,” dr. Ari Fahrial Syam.

Bicara soal makanan umumnya makanan yang tersedia selama di tanah suci adalah memang makanan tinggi lemak dan berminyak sehingga menambah resiko menyebabkan iritasi lambung. Kelelahan memperberat tenggorokan yang telah mengalami iritasi tersebut mengalami infeksi. Lemak yang berlebihan yang dikonsumsi di tanah suci juga akan menyebabkan pengosongan lambung menjadi terlambat, dan akhirnya akan mencetuskan terjadinya refluks, yaitu berbalik arahnya isi dan asam lambung naik ke atas sampai ke kerongkongan dan berlanjut sampai ke tenggorokan.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana mensiasati batuk setelah sampai di tanah air? Karena sebagian besar jamaah masih mengalami batuk sampai saat di bumi Indonesia. Kondisi ini akan diperberat karena para jamaah juga biasanya tidak bisa beristirahat dengan baik sesampainya di tanah air. Sanak keluarga akan menyambangi para jamaah haji tersebut untuk mendengar berbagai cerita, dan tentu kadangkala hal ini akan memperburuk batuk yang terjadi.

Dokter Ari Fahrial Syam menyarankan, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi batuk tersebut adalah: usahakan istirahat yang cukup, banyak minum air putih terutama air hangat, menghindari makanan yang berminyak, terlalu manis dan dingin. Selain itu juga mengurangi makanan yang berlemak. Jika gangguan batuk berlanjut, sebaiknya berobat ke dokter. Apalagi kalau batuk sudah lebih dari 2 minggu setelah diobati sebaiknya perlu pemeriksaan Foto thoraks (foto dada) untuk menilai kondisi paru-paru. Nanti dokter akan menilai apakah batuk yang dialami saat ini disebabkan oleh infeksi atau hanya alergi atau karena asam lambung berlebih.

Pengobatan yang diberikan tentu disesuaikan dengan penyebab dari kondisi batuk tersebut. Jika batuk karena infeksi perlu antibiotika, jika karena ada unsur alergi perlu obat anti alergi, jika batuk karena sakit kronis (seperti bronchitis, sinusitis, asma bronkiale) yang kambuh, maka penyakit dasarnya harus diobati. Dan jika karena asam lambung yang berlebih perlu obat-obat penekan asam lambung. Walaupun tampaknya sederhana batuk yang tetap terbawa sampai di tanah air ini harus dievaluasi jika berlanjut.

Selain itu, para jamaah akan kembali ke kehidupan normal setelah berada di tanah air dengan aktifitas rutin yang bermacam-macam. Oleh karena itu faktor kesehatan menjadi hal utama untuk diperhatikan. Apalagi bisa saja pekerjaan yang harus diselesaikan sangat bertumpuk mengingat sebagian pekerjaan tersebut ditinggalkan selama para jamaah tersebut berangkat ke tanah suci. /**

Resep Obat Batuk Tradisional

Di sekitar kita, ternyata banyak sekali bahan-bahan yang bisa digunakan untuk mengobati batuk. Diantaranya jahe, jeruk nipis, kapulaga, kayu putih, dll. Di bawah ini resepnya.

1. Asam jawa dan gula merah
Bahan: 10 gram daging buah asam jawa, gula merah secukupnya, dan air panas sebanyak satu gelas. Cara pengobatan: Daging buah asam jawa diseduh dengan segelas air panas, kemudian ditambahkan gula merah secukupnya. Minum ramuan tersebut sewaktu masih hangat.

2. Cabe jawa dan madu
Bahan: 6 gram buah cabe jawa kering, madu secukupnya. Cara pengobatan: Cabe jawa kering ditumbuk hingga halus, kemudian diminum bersama dengan satu sendok makan madu satu kali sehari. Lakukan pengobatan ini secara rutin sampai batuk sembuh.

3. Ramuan jeruk nipis
Bahan: 1 buah jeruk nipis, kapur sirih secukupnya dan gula batu juga secukupnya. Cara pengobatan: Buah jeruk nipis dibelah menjadi dua bagian. Bagian yang terbelah dibalur dengan kapur sirih, lalu diamkan beberapa saat. Setelah itu, kulit luar dibakar sampai berbuih. Air jeruk diperas, lalu tambahkan gula batu. Setelah tercampur rata, air perasan tersebut lalu diminum.

4. Buah kapulaga
Buah kapulaga atau disebut kapol, ternyata juga berkhasiat untuk mengobati batuk. Caranya, ambil 5 butir buah kapulaga dan satu gelas air bersih. Buah kapulaga dicuci bersih, kemudian direbus dengan satu gelas air hingga mendidih. Minum air rebusan kapulaga tersebut selagi masih hangat.

5. Daun kayu putih
Tanaman kayu putih biasanya diambil minyaknya untuk digunakan sebagai minyak telon yang sifatnya menghangatkan. Namun ternyata daun kayu putih juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit batuk. Caranya, rebus 10-15 gram daun kayu putih dalam tiga gelas air hingga tersisa satu gelas. Kemudian airnya diminum sekaligus selagi masih hangat.

6. Cara mengobati batuk kering
Batuk kering adalah batuk yang terjadi tanpa disertai dahak atau riak dan tanpa sekresi pada saluran napas. Akibatnya, terjadi iritasi pada saluran tenggorokan dan timbul rasa sakit.
Umbi bidara upas: Caranya ambil umbi bidara upas sebanyak satu jari saja. Kemudian dipotong-potong tipis, lalu dikunyah dan telan airnya. Sementara ampasnya dibuang.
Jahe merah: Caranya, seperti umbi bidara upas, yaitu dengan dikunyah kemudian airnya ditelan sementara ampasnya dibuang.

7. Cara mengobati batuk berdahak
Batuk berdahak disebabkan oleh adanya peradangan pada lapisan lendir saluran pernapasan. Ada batuk berdahak akut karena infeksi disebabkan oleh bakteri atau virus, misalnya tubercolosa, influenza, dan campak. Berikut ini ramuan tradisional untuk menyembuhkannya:
Bahan: Air jahe 2 sendok makan, Air kunyit 2 sendok makan, Perasan air satu buah jeruk nipis, Madu asli satu 1 sendok makan.
Cara pengobatan: Parut jahe dan kunyit lalu campurkan dengan sedikit air dan saring untuk menghasilkan air jahe atau kunyit. Peras 1 buah jeruk nipis dan saring ke dalam gelas, lalu campurkan 2 sendok makan air jahe dan kunyit, serta 1 sendok madu asli. Minum ramuan tersebut setiap hari./**

Advertisements

SPIRULINA, Ganggang Penggempur Segala Penyakit

Pekerjaan Lianawati sehari-hari mengunjungi dan menghibur para pasien di sebuah panti. Namun, pada suatu saat, jangankan menghibur mereka, menghibur diri sendiri pun tak mampu. Ia mengurung diri di kamar sejak dokter mendiagnosis ia mengidap hepatitis C. Penyakit maut itu ketahuan bercokol di hatinya ketika ia mengecek kondisi kesehatan untuk memperoleh polis asuransi. Ibu itu pun menolak dijenguk lantaran ia enggan mendengar lagi ucapan: “Hepatitis C tak dapat disembuhkan.”

LIANAWATI ingin mengelak dari diagnosis itu. Sayang, ketika mengecek ke laboratorium lain, hasilnya sama: hepatitis C. Sepekan setelah diagnosis itu, perempuan asal Padang Sumbar itu ambruk. Ia tak bertenaga seolah tubuh tanpa tulang-belulang. Seluruh aktivitas dilangsungkan di atas pembaringan. Seorang dokter dan 3 sinse dipanggil untuk menangani kesehatannya.

Namun, kondisinya kian memburuk, tubuhnya kurus kering. Sebulan berselang atas saran kerabat, nenek 4 cucu itu mencoba spirulina dengan dosis sesuai anjuran. Keesokan harinya ia menghentikan konsumsi seluruh obat dokter. Pada hari kedua, ia merasa amat bertenaga. Enam bulan berselang, Liana mengecek kondisi lever. Hasilnya, virus mematikan penyebab hepatitis C itu enyah. Liana sembuh.

Ir. Badriatur Rahmaniah (43 tahun) juga merasakan faedah spirulina. Alumnus Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor itu menderita kanker payudara stadium II B. Operasi yang disarankan dokter ditolak. Beruntung seorang dokter memperkenalkan spirulina. Ia mengkonsumsi 1 sachet spirulina sehari. Rasanya tubuh lebih segar. Selanjutnya, dua sachet spirulina diminum setiap hari. Dua pekan berselang, benjolan mengecil.

Hasil pemeriksaan di RSAD Gatot Subroto, sel kanker mengecil, dari 2,5 x 1,5 x 1,0 cm3 menjadi 1 x 0,62 x 0,62 cm3. Bobot tubuh meningkat dari 45 kg menjadi 50 kg. Yang merasakan manfaat spirulina tak hanya Lianawati dan Badriatur. Kusnadi Prawira yang mengidap jantung koroner, Tri Ayurina (kanker payudara), Andreana Subiyati (stroke), dan beberapa pasien sembuh setelah mengkonsumsi spirulina.

Membangun Sel

Menurut Dr Mangestuti Agil, Farmakolog Universitas Airlangga, orang sakit karena kekurangan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk metabolisme sel. “Kerja sel tidak benar sehingga terjadi ketidakseimbangan,” ujarnya. Oleh karena itu setiap sel harus mendapat nutrisi yang lengkap agar dapat bekerja dengan baik. Menurut dr Oetjoeng Handajanto, ahli terapi kolon, salah satu sumber nutrisi terbaik bagi sel adalah spirulina.

siprulinaKandungan gizi spirulina lengkap dan mudah diserap tubuh sehingga melancarkan pencernaan. Dengan kandungan gizi lengkap, tubuh memperbaiki sel-sel rusak. Hal senada diungkapkan dr Zen Djaja MD, di Malang, Jawa Timur. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atmajaya itu spirulina memulihkan penyakit degeneratif alias menurunnya fungsi-fungsi sel.

“Protein yang lengkap dengan asam amino esensial berfungsi membangun sel-sel tubuh. Pada kasus stroke, spirulina membantu mengarahkan sel-sel otak sehingga mencegah stroke ulangan sekaligus mendorong regenerasi sel,” katanya. Namun, menurut Dr Komari tingginya kandungan protein pada spirulina-mencapai 70%, tidak serta-merta meregenerasi sel. “Tergantung bagaimana tubuh mencerna zat itu. Oleh tubuh protein bisa dicerna menjadi asam amino, hormon, atau hanya menjadi energi. Protein adalah salah satu sumber energi,” ujarnya.

Komari, doktor gizi, mengatakan kelebihan lain spirulina adalah kandungan vitamin A dan D sangat baik bagi kesehatan mata dan tulang. Kadar vitamin K mencapai 2,5 kali lipat dari kebutuhan dan zat besi yang memenuhi 80% kebutuhan tubuh melancarkan peredaran darah. Kandungan kromium pada spirulina mencapai 21% dari kebutuhan tubuh juga baik bagi penderita diabetes untuk merangsang kinerja pankreas memproduksi insulin.

Masih ada faedah lain spirulina. “Klorofil yang tinggi berguna sebagai detoksifikasi atau mengeluarkan racun termasuk radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas memicu beragam penyakit seperti kanker,” ujar dr Maria Theresia Karnadi di Cilandak, Jakarta Selatan. Spirulina juga kaya enzim superoksida dismutase (SOD), mencapai 332-647. Peran SOD juga mengikat radikal bebas.

Radikal bebas merupakan atom yang tak memiliki pasangan sehingga reaktif merusak jaringan. Disebut radikal bebas karena mempunyai kebebasan untuk melakukan pengikatan-pengikatan dengan senyawa-senyawa sekitar. “Stres dan pancaran sinar matahari menimbulkan radikal bebas,” ujar dr Oetjoeng Handajanto lulusan Fakultas Kedokteran Universität Bochum Jerman. Nah, SOD mampu mengikat radikal bebas sehingga menjadi sesuatu yang tidak lagi mampu mengikat.

Singkat kata thallophyta-tumbuhan tanpa akar, batang, dan daun sejati-itu mampu mendongkrak kekebalan tubuh. “Jika daya tahan tubuh meningkat, mengurangi serangan penyakit. Bila daya tahan tubuh rendah, sel darah putih tak mampu melawan penyebab penyakit,” ujar dr Oetjoeng Handajanto.

Banyak Cara

Selain bersifat preventif, spirulina pun dapat digunakan sebagai terapi kuratif untuk mengatasi beragam penyakit. Menurut Yana Maolana Syah MS PhD, peneliti bahan alam Institut Teknologi Bandung, spirulina mempunyai komponen yang khas bernama oligosakarida. “Ternyata oligosakarida menjadi antivirus, antitumor, dan mencegah penyebaran kanker,” ujar doktor Kimia alumnus University of Western Australia itu.

Bagaimana spirulina mengatasi sel kanker? Itu lantaran spirulina mampu menghasilkan faktor alfa seperti disampaikan Ali Khomsan. Alfa zat kimia yang tokcer menggempur sel tumor. Mekanisme lain, lantaran tumbuhan itu mengandung polisakarida yang mampu memperbaiki sintesis kode gen deoxynucleutide acid (DNA). Spirulina juga meningkatkan aktivitas enzim inti sel sehingga membuat DNA dalam kondisi baik dan sehat.

Dokter Oetjoeng menuturkan pada kasus kanker, spirulina berperan mengatrol pH darah. Harap mafhum, tingkat keasaman darah penderita kanker amat rendah 5,7-6,5. Padahal, idealnya pH darah 7,3. “Bila pH darah turun terus, darah kehabisan oksigen dan berakibat kematian,” ujar dokter itu. Spirulina dapat meningkatkan pH darah lantaran bersifat basa.

Sel kanker memang dipicu oleh makanan yang bersifat asam seperti daging, telur, dan soda. Konsumsi berlebihan makanan bersifat asam menyebabkan oksigenasi darah menurun. Akibatnya, tubuh lemas, lesu, dan capai. Tubuh cuma memerlukan makanan asam 20%; basa, 80%. Keistimewaan spirulina tak cuma itu.

Dalam khazanah pengobatan China, hai zao alias spirulina segar bersifat dingin dan asin. Bahan bersifat asin berfungsi melunakkan atau menghancurkan. “Oleh karena itu bagus diberikan untuk penyakit yang mengalami pembengkakan atau benjolan di tubuh, termasuk tumor dan kanker. Bengkak itu biasanya panas sehingga diobati dengan bahan yang bersifat dingin,” ujar William Aditeja, dokter alumnus Beijing University of Traditional Chinese Medicine. //**

sumber: Majalah Trubus

Sakit Ginjal Sembuh Setelah Konsumsi Daun Sukun

sukun-caratonoBSBERSYUKUR sekali Dadang Subrata, mantan pegawai sebuah bank swasta di Jakarta, karena dia tidak harus menjalani cuci darah rutin atau bahkan sampai kehilangan ginjalnya, setelah dia mengkonsumsi daun sukun, seperti disarankan oleh kerabatnya.

Rebusan daun sukun yang rutin diminum membuat ia bebas beraktivitas. Sebelum minum ramuan tradisional, rasa sakit pada bagian pinggang selalu mengganggu aktivitasnya. Badan menjadi sangat cepat lelah, lesu, dan wajah tampak pucat lusuh. Apalagi jika ingin buang air kecil, “Benar-benar tersiksa luar biasa. Bisa berjam-jam hanya untuk setetes air seni,” paparnya. Saran untuk minum air rebusan daun sukun itu datang di saat kritis.

Ketika itu hasil pemeriksaan intensif di RS Gatot Soebroto memperlihatkan ginjal kiri pria berusia 70 tahun itu sudah tak berfungsi. Dadang mengetahui penyakitnya setelah kronis. Sebelumnya dia tidak ada keluhan dengan ginjal. Sesekali dia pernah merasakan sakit pinggang. Namun dia pikir itu hanya karena capai karena kerja saja. Apalagi dia tak merasakan sakit saat buang urine. Toh, Dadang tetap ragu sebab bobot badan turun, dari 80kg drastis menjadi 60kg. Awalnya ia dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita. Namun, jantungnya dinyatakan sehat dan tidak masalah. Akhirya dia datang ke RSPAD Gatot Soebroto untuk pemeriksaan kondisi ginjal, yang akhirnya diketahui dia mengalami gagal ginjal bagian kiri.

Masih beruntung Dadang tidak harus cuci darah. Menurut dokter yang memeriksanya, pasien gagal ginjal tak selalu harus cuci darah bila hanya satu ginjal tak berfungsi. Fungsinya masih bisa dilakukan oleh bagian ginjal yang sehat. Namun, ginjal yang sehat harus bekerja ekstra untuk menanggung pula fungsi ginjal lain yang rusak. Lama-kelamaan kinerjanya juga bakal turun sehingga tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Ginjal berfungsi mengeluarkan racun atau zat-zat berlebihan di darah. Ia juga menjaga tekanan darah dan memproduksi hormon untuk membuat sel darah baru. Bila fungsi ginjal terganggu, penderita bisa mengalami kekurangan darah (anemia), tekanan darah tak normal, atau kadar racun dalam darah naik. Sehingga penderita harus menjalani tambah darah, cuci darah atau berpantang makanan penyebab kencing manis atau darah tinggi.

Tidak berfungsinya ginjal, bisa karena beberapa sebab: endapan batu ginjal, pembesaran prostat, kencing manis, darah tinggi, atau penyakit imunologi. Dalam kasus Dadang, gagal ginjal disebabkan pembesaran prostat. Penurunan fungsi ginjal karena faktor usia pun akan lebih cepat berlangsung karena pembesaran prostat menyumbat saluran kemih. Seperti kebanyakan penderita, Dadang baru merasakan keluhan setelah fungsi ginjal sudah berkurang 25%-30%.

Empat bulan sembuh dengan daun sukun

Apa pun penyebab penyakitnya, Dadang boleh bersyukur. Penyakitnya sembuh setelah dia mengkonsumsi rebusan daun sukun. Cara meramunya juga sederhana. Cukup merebus tiga lembar daun sukun kering, lalu minum airnya. Namun, tak gampang menemukan daun itu di kota besar seperti Jakarta, dan daun yang diperlukan tak cukup satu-dua lembar saja karena harus diminum setiap hari. Perburuan dilanjutkan sampai ke daerah. Daun itu lalu digodok dan diminum setiap kali haus. Pokoknya, sejak saat itu rebusan daun sukun menjadi minuman sehari-hari layaknya air putih saja. Mula-mula reaksinya belum terasa secara langsung. Sebulan kemudian Dadang merasakan ada perubahan pada kondisi fisiknya. Badan mulai terasa fit, lebih segar, dan air seni terasa makin lancar. Yang membuatnya makin yakin, keluhan sakit pinggang berkurang.

Kesembuhan total akhirnya dinikmati 4 bulan kemudian. Dokter yang menanganinya menyatakan sehat. Meskipun tidak melalui pemeriksaan laboratorium dan peralatan scanning, tetapi dia yakin ginjalnya kini tak bermasalah.

Dadang memilih daun yang masih menempel di dahan dan yang sudah tua. Ciri-cirinya, daun berwarna hijau tua. Kadar kandungan kimia berkhasiat pada duan tua lebih maksimal. Daun terpilih kemudian dicuci bersih dan dirajang. Hasil rajangan sebanyak 3 helai dijemur hingga kering lalu digodok dalam 2 liter air sampai tinggal separuh.

Kemudian ditambah lagi seliter air dan direbus sampai mendidih. Kemudian, ramuan diangkat dan disaring. Air rebusan yang sudah jadi warnanya merah seperti air teh dan pahit. Dosisnya dianjurkan memang seperti itu. Air rebusan hari itu harus dihabiskan hari itu juga. Tidak bisa disisakan untuk esok hari. Dadang menghindarkan pemakaian panci alumunium untuk wadah godokan. Ia memakai panci berbahan stainless steel. Dikhawatirkan alumunium akan termakan kandungan kimia daun sukun. Paling baik sebenarnya memakai bahan periuk tanah.

Dadang punya kiat untuk memudahkan pembuatan ramuan yang hanya butuh 3 helai setiap hari. Begitu pasokan datang, daun segera dirajang dan dipisah-pisahkan setiap 3 helai lalu dijemur dalam kelompok-kelompok tersendiri. Setelah menjadi kering, setiap tumpukan rajangan daun dibungkus kantung plastik dan dapat disimpan. Setiap hari, satu bungkus dibuka untuk direbus. Sekarung daun sukun habis setelah 1-2 bulan.

Dadang telah merasakan langsung daun sukun. Semoga lebih banyak orang yang mendapatkan manfaat dari obat tradisional ini. //** sumber: daunsukun.com

————

DAUN SUKUN dapat mengatasi berbagai gangguan pada kesehatan, diantaranya:

1. Membuat ginjal sehat
Daun sukun bisa dijadikan alternative untuk menjaga ginjal anda agar tetap sehat.
Cara pengolahan: Daun sukun direbus hingga mendidih. Minum 1 gelas setiap hari secara rutin dan teratur untuk menjaga ginjal anda agar tetap sehat dan berjalan sesuai rutinitas hariannya tetap berjalan.

2. Mengobati sakit jantung
Daun sukun juga dapat mengobati penyakit jantung. Karena daun sukun sangat baik untuk menjaga kesehatan dalam pembuluh darah maupun pada jantung.
Cara pengolahan: Sediakan 1 lembar daun sukun yang sudah tua yang masih berada di pohon (memiliki kadar zat kimia maksimal). Cuci hingga bersih kemudian dijemur hingga kering. Rebus dengan 5 gelas air, tunggu hingga mendidih dan airnya tersisa menjadi separuhnya. Tambahkan kembali airnya sehingga menjadi 5 gelas kemudian disaring dan siap untuk diminum langsung.

3. Menurunkan kadar kolestrol
Cara pengolahan: Sediakan segenggam daun sukun yang sudah dikeringkan dan bangle yang diseduh dengan air panas. Sama dengan membuat teh dapat diminum setiap hari.

4. Anti kanker
Selain untuk mengobati penyakit jantung, daun sukun juga bisa untuk mencegah inflamasi atau peradangan. Dari beberapa sumber mengatakan bahwa daun sukun khasiatnya bisa sebagai antiinflamasi.
Cara pengolahan: Sediakan 1 lembar daun sukun yang sudah tua, lalu dicuci hingga bersih dan kemudian direbuh dengan menggunakan 5 gelas air. Setelah mendidih tambahkan 5 gelas dan ditunggu sampai mendidih, hingga airnya tersisa menjadi separuhnya. Tambahkan kembali airnya sehingga menjadi 5 gelas kemudian disaring dan siap untuk diminum langsung. Konsumsi selama 1 bulan. //**

Jangan Minum Jamu Sembarangan

jamuDEWASA ini, harapan masyarakat perihal obat tradisional semakin tinggi. Bagi masyarakat, obat tradisonal yang bagus adalah yang memberikan reaksi cepat terhadap penyakit yang diderita. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Cara kerja obat tradisional berbeda dengan obat-obatan kimia. Jika obat-obatan kimia bekerja langsung pada target rasa sakit, sehingga membutuhkan waktu yang sebentar untuk menyembuhkan. Tapi berbeda dengan obat tradisional yang justru bekerja pada seluruh jaringan. Selain itu, obat kimia kebanyakan penyembuhannya bersifat sementara, atau bahkan hanya mengurangi gejala rasa sakit. Sedangkan obat tradisional bersifat memperbaiki jaringan yang rusak. Karenanya, waktu kerja obat tradisonal tidak cepat, karena obat tradisional memiliki fungsi memperbaiki keseluruhan jaringan yang mengalami kerusakan.

Sayangnya, lagi-lagi masyarakat menginginkan pengobatan yang cepat dan minim efek samping. Pemilihan obat tradisional yang memang minim efek samping dijadikan pilihan yang tepat, hanya saja obat tradisional tidak mungkin bekerja seperti obat kimia.

Lalu bagaimana jika obat tradisional memiliki efek penyembuhan yang cepat? Bisa jadi itu adalah jamu palsu atau mengandung bahan kimia berbahaya. Untuk membedakannya, menurut  Kepala Unit Pengobatan Integritas Rumah Sakit Darmais, dr. Akdrin Nelwan Sp. AK., MARS., MKes., M.Biomed, jamu palsu dirasakan dari reaksinya, jika semakin memburuk maka itu dikatakan palsu.

Sementara, menurut Kasubdit Bina Produksi dan Distribusi Obat-obatan dan Tradisional, dra. Nadira Rahim, Apt. Mkes,  kiat memilih obat tradisional adalah dengan memperhatikan labelnya. “Pada label harus memuat nama produk, logo, nomor izin edar, tanggal kedaluwarsa, komposisi bahan, aturan pakai, jumlah tiap wadah, peringatan, khasiat, nomor kode produksi dan nama perusahaan,” kata dra. Nadira.

Ketua Usaha Jamu Gendong Lestari, Lasmi juga berbagi tips membedakan jamu asli dan palsu, “Kalau jamu asli itu tidak lengket di tenggorokan seperti minum air putih biasa saja, aromanya juga wangi tidak tengik itu yang membedakan dengan yang palsu.”

Berikut ini beberapa zat kimia yang kerap ditemukan dalam produk jamu ilegal beserta risiko dan efek yang tidak diinginkan dari penggunaan bahan kimia obat tanpa pengawasan dokter atau apoteker:

Sildenafil Sitrat: dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, mual, nyeri perut, gangguan penglihatan, rinitis (radang hidung), dan kematian. Fenilbutason: dapat menyebabkan mual, muntah, ruam kulit, oedema, pendarahan lambung, nyeri lambung, reaksi hipersensitivitas, hepatitis, gagal ginjal. Asam Mefenamat: dapat menyebabkan mengantuk, diare, ruam kulit, dan kejang, serta dikontraindikasikan bagi penderita tukak lambung/usus, asma, dan ginjal.

Prednison: dapat menyebabkan moon face (=wajah bulat seperti bulan, tembem); gangguan saluran cerna seperti mual dan tukak lambung; tulang keropos, dll. Metampiron: dapat menyebabkan gangguan saluran cerna seperti mual, pendarahan lambung, rasa terbakar, serta gangguan sistem saraf seperti tinitus (telinga berdenging) dll. Parasetamol: dalam penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kerusakan hati.

BPOM memperingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi produk-produk jamu yang mengandung bahan-bahan tersebut. Karena, termasuk dalam kategori zat yang berbahaya bagi tubuh.

Bahan kimia obat (BKO), adalah kategori obat keras. Biasanya, di dalam obat ada takaran atau dosisnya karena kalau obat-obat itu lebih dari dosisnya. Maka, akan berdampak buruk pada kesehatan. Apabila masyarakat mengkonsumsi obat tradisional atau jamu yang mengandung BKO tersebut, akan mengalami risiko gangguan kesehatan serius, terutama pada lambung, jantung, ginjal, dan hati. Bahkan, bisa berujung pada kematian.

Berdasarkan temuan BPOM dalam kurun waktu 10 tahun, obat-obat tradisional yang sering kali mengandung BKO adalah obat diet, obat kuat, obat rematik, dan obat penghilang rasa sakit. Padahal, obat tradisional harusnya herbal, tidak boleh sama sekali ada bahan kimia. //**

_________ 00O00 _________

BEGINI cara mengetahui produk obat tradisional yang sudah terdaftar di BPOM:

1. Produk Obat Tradisional yang terdaftar di BPOM dapat dilihat pada kode registrasi yang tercantum dalam kemasan/label yang terdiri dari kode POM kode huruf  2 (dua) digit dan diikuti angka sebanyak 9 (sembilan) digit.

Sebagai contoh: No. Reg. TR 002700032 untuk jamu “X” maksudnya adalah (TR): jamu ini berbahan local; (00): mulai didaftarkan pada tahun 2000; (2): jamu ini dibuat oleh pabrik jamu (IOT); (7): jamu ini dalam bentuk sediaan salep atau krim, (0003): jamu ini memiliki nomor urut 0003 yang terdaftar dari pabrik tersebut, (2): kemasan 30 ml

2. Untuk mengetahui Produk Obat Tradisional yang sudah terdaftar dapat dilihat pada website badan POM di http://www.pom.go.id, klik “komoditi”, klik “obat tradisional”, klik “registrasi”, klik “produk teregistrasi”, kemudian masukkan nama produk atau nomor registrasi, dan klik “cari”. Dengan demikian diharapkan masyarakat lebih teliti dalam memilih produk obat tradisional dan terhindar dari bahaya jamu berbahan kimia obat.

“Virus Kucing” Bisa Akibatkan Sulit Hamil, Keguguran atau Bayi Lahir Cacat

BAGI orang normal dan sehat, infeksi tokso tidak menimbulkan gangguan berarti. Kondisinya yang selalu “tidur” memungkinkan hal itu. Dokter dari RS Bunda Jakarta, dr. Indra Anwar, Sp.OG, mengungkapkan, meski begitu parasit tokso memiliki sifat oportunis. Jika daya tahan tubuh orang yang didiaminya kuat, adanya virus ini memang tidak mengakibatkan gangguan berarti. Barulah ketika daya tahan tubuh lemah, virus tokso akan menimbulkan bahaya. Itulah mengapa, infeksi tokso bisa muncul kapan saja. Juga, tak ada jaminan bahwa seseorang yang sudah divonis bebas tokso, tiga bulan lagi akan tetap bebas dari virus tersebut.

Di dalam tubuh, parasit ini akan merusak sel-sel berinti, termasuk sel telur. Pada wanita, bisa saja sel telurnya yang sudah matang dan siap dibuahi dirusak oleh parasit toksoplasma, sehingga kehamilan sulit terjadi. Selanjutnya, jika infeksi ini terjadi pada ibu hamil, selain keguguran, toksoplasmosis dapat mengakibatkan cacat pada janin. Kalaupun bayi bisa lahir dalam keadaan hidup, umumnya diiringi berbagai gangguan dan cacat bawaan seperti hidrosefalus atau mikrosefalus, juga gangguan penglihatan.

Dampak dari infeksi tersebut ada yang bisa dilihat begitu bayi dilahirkan, ada juga yang lama setelah lahir. Jadi, bisa saja pada saat dilahirkan bayi tampak sehat, tetapi kemudian dalam perkembangannya muncul gejala-gejala kelainan mata seperti korioretinis (gangguan penglihatan) dan strabismus (juling), atau hidrosefalus (penumpukan cairan dalam rongga otak), dan kejang.

Yang jelas, sekitar 40% ibu hamil berisiko terkena infeksi toksoplasma. Semakin dini toksoplasma menyerang, semakin besar dampak yang ditimbulkan pada janin. Contohnya, jika ibu hamil terinfeksi parasit tokso di trimester pertama, kemungkinan bahwa janin akan terinfeksi mencapai 17 persen. Sekitar 60 persen dari janin yang terinfeksi tersebut mengalami toksoplasmosis berat dan 40 persennya ringan. Jika parasit ini menyerang di trimester II, maka peluang terkena infeksi sebesar 24 persen, dimana sekitar 30 persennya mengalami toksoplasmosis berat. Terakhir, jika parasit tokso menyerang di trimester III, kemungkinan bayi terinfeksi 62 persen, tetapi dari jumlah tersebut tidak ada satu pun yang menderita toksoplasmosis berat. Artinya, meskipun ibu positif, maka janinnya belum tentu.

Bila parasit sampai menginfeksi janin, berarti proses tersebut berlangsung secara kongenital. Dari tubuh ibu, parasit disalurkan melalui plasenta ke tubuh janin. Lalu, Toxoplasma gondii merambah ke otak dan saraf janin tanpa ada perlawanan karena parasit ini masuk sebelum antibodi janin mampu memusnahkannya.

Penularan infeksi toksoplasma, menurut Indra dibedakan ke dalam tiga macam tahap atau cara. Pertama, lewat makanan seperti daging, buah, atau sayur yang telah terpapar parasit tokso. Kedua, lewat transfusi darah. Ketiga, lewat transplantasi organ tubuh.

Perlu diketahui, hewan kucing merupakan induk semang definitif dari virus toksoplasma. Karena itu terkadang kita menyebutnya sebagai “virus kucing” Di dalam usus kucinglah parasit tokso berkembang biak. Telur-telur tokso yang berjumlah jutaan akan keluar bersama tinja kucing. Jumlahnya bisa mencapai 10 juta telur sehari. Jika telur tertelan oleh kita, ia akan tumbuh dan berkembang biak, lalu masuk ke jaringan otak, jantung, dan otot. Di sana telur akan berkembang menjadi kista.

Di alam terbuka, telur parasit tokso dapat bertahan sampai berbulan-bulan, terutama di tanah yang lembap. Penyebaran akan lebih parah jika kucing bebas berkeliaran masuk rumah, termasuk untuk membuang kotorannya. Nah, tanah yang tercemari kotoran kucing dan mengandung kista toksoplasma, nantinya dapat saja menularkan infeksi pada makanan atau binatang lain, seperti tikus. Jika tikus itu mengacak-acak makanan dan buah-buahan di dapur, maka makanan itu pun akan tercemar parasit ini.

Tanah juga bisa menjadi sarana penularan infeksi bagi binatang piaraan lain, seperti kambing, sapi, dan babi. Anak-anak yang biasa bermain di tanah pun dapat terinfeksi, bila tanah tersebut tercemar kotoran kucing yang telah terinfeksi tokso.

Parasit ini memiliki daya kerja yang unik. Jika sudah masuk ke dalam tubuh binatang, maka kistanya akan terselip di antara serat-serat daging dan ikut masuk ke dalam tubuh manusia melalui usus. Dari usus, tokso kemudian menyebar ke seluruh tubuh, melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening.

Dengan begitu, toksoplasma tidak hanya menginfeksi kucing, tetapi juga kelinci, anjing, babi, burung, kambing, dan hewan lainnya. Bedanya, kista toksoplasma dalam daging manusia bukan merupakan sumber penularan. Itu sebabnya manusia bisa diserang parasit ini meski tidak semua pemakan daging terkena toksoplasmosis.

Sebagai gambaran, penelitian yang dilakukan oleh Dr. dr. Adi Priyana, Sp.PK, yang dimuat harian Kompas, 1 Oktober 2003, juga menyimpulkan, ayam buras (ayam kampung) di Indonesia banyak yang terpajan toksoplasma, dan jantung ayam merupakan salah satu tempat melekatnya Toxoplasma gondii. “Namun, ibu-ibu tak perlu kelewat khawatir, karena parasit tokso akan mati bila daging itu dimasak dengan matang di atas 67 derajat Celcius,” ungkap Indra. //**

_________________________________________________________________________________________

TIPS AGAR TERHINDAR DARI INFEKSI TOKSO

Ibu hamil hendaknya melakukan beberapa tindakan pencegahan agar terhindar dari parasit tokso. Berikut tips yang diberikan Indra:

1.    Cucilah tangan sebelum makan, sebab mungkin saja secara tidak sadar tangan Anda telah menyentuh benda-benda atau barang yang mengandung parasit tokso. Cuci juga sayuran atau buah hingga bersih sebelum dikonsumsi.

2.    Jika hobi memelihara binatang peliharaan, seperti kucing atau anjing, sebaiknya binatang peliharaan tersebut diperiksa secara rutin ke dokter hewan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah binatang itu terjangkit parasit tokso secara aktif atau tidak.

3.    Apabila kucing atau binatang piaraan tersebut berada pada masa penularan aktif (sekitar 6 minggu), titipkan binatang piaraan tersebut pada tempat penitipan binatang piaraan.

4.    Jangan biarkan binatang peliharaan Anda memburu mangsanya sendiri di luar rumah dan jangan pula berikan makanan daging mentah kepadanya.

5.    Jangan mengadakan kontak langsung, baik dengan kandang maupun kotoran hewan piaraan. Mintalah orang lain untuk membersihkannya. Jika terpaksa harus membersihkan sendiri, pakailah sarung tangan, dan cucilah tangan sampai bersih. Karena parasit tersebut sangat aktif, jangan lupa untuk membersihkan kandang setiap hari.

6.    Hindarkan mengonsumsi makanan yang tidak matang atau setengah matang. Juga jangan minum susu yang belum disterilkan.

7.    Jangan sekali-kali makan daging setengah matang atau daging yang telah dibekukan kurang dari 20 derajat Celcius selama dua hari.

8.    Jangan khawatir saat hendak mengonsumsi daging yang tercemar toksoplasma (Toxoplasma gondii). Sepanjang daging tersebut dimasak matang, maka parasit penyebab toksoplasma itu akan mati. //**

Solusi Diabetes itu Undur Undur

mundur-mundurBinatang ini tergolong unik, lantaran menjadi satu-satunya binatang yang berjalan mundur. Karena itulah dia diberi nama undur-undur. Bentuknya kecil, lebih kecil dari lebah dan lebih besar dari kutu. Hidupnya di debu kering di dekat rumah. Biasanya, hewan kecil ini digunakan untuk mainan anak-anak dengan mengikat benang tipis pada kaki undur-undur.

TERNYATA, tidak hanya untuk mainan, hewan unik ini diyakini oleh sebagian masyarakat dapat menghilangkan penyakit diabetes. Caranya, undur-undur itu tinggal ditelan mentah-mentah dengan dicuci dulu sebelumnya. Bila nggak tahan, dapat dicampur dengan makanan lain atau air putih seperti menelan obat. “Saya dikasih tahu ibu saya. Katanya obat tradisional buat ngilangin diabetes,” kata Lestari (45), warga Koja, Jakarta Utara saat “berburu” undur-undur di Jl Yos Sudarso, akhir Januari lalu.

Di ruas jalan tersebut, tepatnya di dekat traffic light Polres Jakarta Utara, setidaknya berjajar 6 penjual undur-undur. Undur-undur itu diletakkan dalam nampan plastik berisi debu. Tersedia sendok plastik guna mengais undur-undur saat pembeli memintanya. “Cuma Rp 1.500 per ekor. Saya carinya ke anak-anak di kampung-kampung. Saya belinya Rp. 1.000 per ekor,” kata Darman (34), salah satu penjual undur-undur.

Khasiat undur-undur sudah menjadi perbincangan lama. Di beberapa milis, manfaat undur-undur lebih mengarah kepada pengobatan tradisional meski terus diperdebatkan secara akademis. Sampai-sampai, konon, RA Kartini pernah menyebut beberapa serangga sawah bisa menyembuhkan penyakit yang membuat ahli kedokteran ilmiah menyerah. Pengalaman mengkonsumsi undur-undur untuk mengobati diabetes yang diidapnya juga dialami Sukirno. Sejak 2002 lelaki berusia 61 ini menderita diabetes. Tahun 2005 ia menderita penyakit tambahan karena adanya luka akibat kadar gula darah yang tidak kunjung stabil. Penyakitnya adalah gangren di kaki kanan.

Meski telah minum berbagai obat, luka di bawah jempol kaki kanan tak kunjung, sembuh, malah bertambah parah. Tak ayal, dokter menganjurkan agar kakinya diamputasi. Beruntung, ia bertemu Dr. Budi Sugiarto Widjaja, TCM, yang menganjurkan agar ia mengonsumsi undur-undur hidup. Setelah selama sebulan mengonsumsi undur-undur, luka di kakinya mengering tanpa berbekas. Kadar gula darahnya pun mulai stabil.

Sementara itu, Suganda (45) merasa tambah bugar setelah mengonsumsi dua ekor undur-undur setiap hari. Pria yang tinggal di Cirebon, Jawa Barat ini, juga memberikan undur-undur bagi burung perkututnya. Suganda dan para penggemar perkutut di daerahnya percaya, undur-undur membuat burung peliharaan mereka memiliki suara merdu. la juga yakin undur-undur bisa meningkatkan stamina perkutut, sehingga tak mudah terserang flu. Katanya lagi, undur-undur mampu mengatasi diabetes, migrain, dan rematik.

Asam Lemak Omega-3
Undur-undur ada dua jenis, yaitu yang hidup di darat dan di laut. Pertama, undur-undur darat. Jenis ini banyak ditemui di sekitar rumah yang halamannya berpasir. Rumahnya sebagai perangkap (seperti laba-laba), terlihat seperti lingkaran atau lubang di pasir. Serangga atau semut yang lewat akan terjebak dalam lubang pasir tadi, dan menjadi santapan lezat si undur-undur.

Binatang ini masuk dalam ordo neuroptera (serangga bersayap jala). Cirinya, mulut menggigit dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk jala. Siklus hidupnya dari telur, larva, pupa (kepompong), imago. Jadi, undur-undur merupakan larva dari suatu fase dalam metamorfosis sempurna serangga. Kedua, undur-undur laut. Biasanya dipakai sebagai umpan untuk memancing. Undur-undur laut memiliki khasiat sama dengan undur-undur darat. Binatang ini mengandung asam lemak omega-3 (EPA dan DHA) tinggi.

Hasil penelitian mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, yakni Dindin Hidayatul Mursyidin, Salahuddin Muhammad, Dian Pribadi Perkasa, Sekendriana, dan Prabowo, menunjukkan bahwa undur-undur laut mengandung lemak total antara 17,22-21,56 persen. Kandungan asam lemak omega-3 total (EPA dan DHA) juga cukup tinggi, berkisar antara 7,75-14,48 persen lebih tinggi dibandingkan dengan jenis crustacea lain seperti udang, lobster, dan beberapa jenis kepiting.

Kandungan EPA (6,41-8,43 persen) lebih tinggi daripada DHA (1,34 – 6,57 persen). Penelitian kelima mahasiswa ini telah dipresentasikan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) di Surakarta. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, undur-undur dapat dikonsumsi langsung. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut tentang kandungan gizi yang lain, seperti mineral atau protein. Juga mengenai senyawa yang merugikan seperti logam berat dan racun.

Harus dalam Keadaan Hidup
Sebuah penelitian lain menyatakan, binatang ini berfungsi sebagai antidiabetes karena mengandung sulfonilurea. Zat ini melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi insulin. Ketika insulin dalam tubuh menurun, sementara kadar glukosa darah meningkat, akan terjadi ketidakseimbangan. Insulin sebagai penghasil energi berkurang, sehingga tubuh mudah terkena penyakit.

Sulfonilurea termasuk agen oral hipoglikemik (zat yang berfungsi menurunkan glukosa darah) pada pengidap diabetes tipe-2. Sulfonilurea meningkatkan pengeluaran hormon insulin oleh pankreas. Adanya asam lemak omega-3 dalam undur-undur diyakini dapat menaikkan kadar insulin, sehingga bisa menurunkan kadar gula pada pasien DM. Walaupun sudah terbukti khasiatnya, undur-undur sebagai obat alternatif bagi diabetesi masih menjadi polemik di dunia kedokteran.
Dr. Budi kerap meresepkan undur-undur untuk mengatasi gangguan gangren akibat kadar gula darah tinggi. Dalam teori Traditional Chinese Medicine (TCM), kata Dr. Budi, serangga ini berkhasiat melancarkan peredaran darah. Hewan ini mirip cacing tanah dan lintah yang dapat menembus atau menghancurkan gumpalan-gumpalan dalam pembuluh darah.

Diyakininya, undur-undur dapat membuat regenerasi sel menjadi lebih baik. “Mungkin karena sifat hewan ini suka mengerik tanah, hingga mampu menghancurkan plak-plak di dalam pembuluh darah,” ujarnya. Cara mengonsumsinya ada dua macam. Pertama, langsung ditelan sebanyak 3-5 ekor, sehari dua kali. Kedua, dimasukkan ke dalam kapsul, lalu diminum sehari dua kali (pagi dan sore).

Untuk kasus seperti Sukirno, Dr. Budi menganjurkan minum 2 kapsul undur-undur dua kali sehari. Setiap kapsul berisi 5 ekor undur-undur. Dr. Budi mengingatkan undur-undur itu harus dalam keadaan hidup. “Undur-undur bisa bertahan hidup di dalam kapsul selama empat jam. Undur-undur yang sudah mati, khasiatnya akan jauh berkurang,” katanya. Mau coba? //**

Mengatasi Mata Lelah Akibat Layar Komputer

Untuk pekerja kantoran, mantengin layar komputer sudah menjadi ‘santapan’ sehari-hari. Meski tak sehat, risiko ini harus dijalani demi profesionalisme kerja. Mata lelah dan tambah minus pun dianggap hal biasa.

Mata lelah kerap dikeluhkan oleh orang yang sehari-hari bekerja di belakang meja dan harus menghadapi layar komputer. Otot mata menjadi cepat lelah karena bekerja untuk memfokuskan benda agar bisa terlihat dengan jelas.

“Karena terfokus, makanya jadi capek. Kalau terlalu lama, otot juga akan mengalami kelelahan, seperti tangan jika mengangkat beban terlalu lama juga akan mengalami kelelahan otot,” jelas Dr. Surya Utama, SpM, Spesialis Mata dari Eka Hospital Pekanbaru.

Dr. Surya menjelaskan mata lelah biasanya dicirikan dengan kemerahan, berair, sakit di sekitar alis mata yang lama-lama akan menyebabkan sakit kepala. Selain mata lelah, terlalu lama di depan komputer juga berpotensi menambah minus pada mata. Kondisi ini biasanya terjadi karena penggunaan mata yang terlalu lama sehingga dapat mengubah bentuk bola mata, yang akhirnya menyebabkan kenaikan minus. Mata minus juga bisa terjadi akibat menatap satu objek terlalu lama, seperti membaca.

Berikut cara mengatasi mata lelah, gatal, kering, atau justru berair, akibat terlalu lama memandang layar komputer atau laptop.

1. Mengedipkan mata
Berkedip sangat penting untuk mata, karena memberikan kelembaban dan mencegah mata dari rasa gatal dan kering. Ketika tengah berfokus memandangi layar komputer Anda, termasuk menatap huruf dan ketikan, atau memainkan game online, tak ada salahnya Anda lebih sering mengedipkan mata.

2. Sesuaikan tingkat kontras dan kecerahan layar
Ada baiknya jika Anda mengatur pencahayaan yang terkait brightness dan kontras pada layar komputer atau laptop anda. Anda juga perlu menyesuaikan ukuran huruf (font) layar. Hal tersebut perlu dilakukan agar Anda tak sering-sering memicingkan mata saat menatap layar. Ini akan memberikan mata Anda istirahat agar tidak terlalu bekerja keras memandangi layar.

3. Mengatur pencahayaan ruangan
Pastikan saat menggunakan komputer atau laptop, Anda berada di ruangan yang terang dengan tingkat pencahayaan yang cukup. Ruangan yang gelap dapat membuat mata Anda lebih cepat lelah dalam menatap layar. Namun ruangan yang terlampau terang pun akan membuat mata Anda tegang karena silau. Terutama, ketika cahaya itu berasal dari sinar matahari siang yang masuk melalui jendela.

4. Istirahat yang cukup
Saat sudah merasa terlalu lama di depan komputer, cobalah beristirahat sejenak dengan melepaskan diri Anda dari meja kerja dan layar komputer. Selain berfungsi untuk membuat mata Anda lebih santai, waktu break ini juga dapat Anda gunakan untuk sedikit melakukan peregangan tubuh untuk mendapatkan sirkulasi darah yang cukup.

5. Memindahkan layar komputer
Jika layar komputer terletak di tempat yang sempit dan menyudut, ada baiknya jika Anda memindahkannya. Posisikan layar dengan membelakangi area lebih luas. Ini berfungsi saat mata Anda lelah menghadap layar, Anda dapat memindahkan pandangan ke area luas di belakang layar untuk mengurangi ketegangan pada mata.

6. Lakukan senam mata
Anda bisa mencegah atau meminimalisir ketegangan mata dengan senam mata sederhana. Cobalah pandangi objek yang terletak di kejauhan selama beberapa menit, kemudian gosok kedua telapak tangan Anda sampai hangat, lalu tempelkan tangan hangat Anda ke mata. Maka mata Anda akan terasa lebih rileks. Anda juga bisa memejamkan mata Anda sejenak lalu putar leher Anda dengan gerakan perlahan yang seirama. Biarkan Anda menikmati rasa santai itu selama beberapa menit. Selain meminimalisir rasa lelah pada mata, cara ini juga akan menghilangkan rasa nyeri pada bahu Anda.

7. Percikan sedikit air ke mata
Selain obat tetes mata, Anda juga bisa memercikkan sedikit air ke mata Anda. Lakukanlah jika mata Anda terasa panas. Biarkan air itu perlahan mengering sendiri di mata, baru kemudian Anda bisa lanjutkan lagi pekerjaan Anda.

8. Lakukan pijatan pada wajah
Anda bisa gunakan selembar handuk yang sudah dibasahi dengan air hangat. Secara perlahan gosokkan handuk hangat itu ke pipi, dahi dan leher Anda. Lanjutkanlah dengan memijat area-area wajah tanpa menggosok mata Anda. Hal tersebut bisa merangsang syaraf di sekitar mata dan menghilangkan ketegangan karena terlalu lama menatap layar.//**

Aneka Resep untuk Memelihara Mata

BERIKUT ini berbagai bahan alami yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai keluhan pada mata. Beberapa di antaranya bersumber pada buku Perawatan Tubuh dan Pengobatan Tradisional karya R. Sartono.

1. Mata Lelah
Gunakan alpukat untuk mendinginkan dan menyegarkan mata yang lelah atau sembab. Alpukat bermanfaat karena banyak mengandung vitamin A, C, E, zat besi, potasium, niasin, asam pantatenik, dan protein.

Caranya: Kupas sebuah alpukat lalu dipotong tipis-tipis menyerupai lempengan. Tempelkan pada mata yang lelah atau sembab, lalu diamkan selama 20 menit. Bersihkan sisa alpukat dengan air dingin. Mata yang letih juga bisa diatasi dengan mengusapkan es batu di sekeliling mata selama beberapa menit. Tindakan ini akan mengembalikan kelancaran peredaran darah dan menyegarkan mata.

2. Lingkaran Hitam
Masalah lingkaran hitam yang sering muncul di bawah mata, bisa ditangani dengan mentimun yang murah dan mudah didapat. Dalam sayuran ini terkandung banyak mineral dan air. Caranya: Ambil mentimun dan diiris tipis. Gunakan irisan mentimun untuk mengompres mata selama 15 menit.

3. Mata Merah
Mata yang memerah dan lelah bisa diatasi dengan merambang dengan air rebusan daun sirih. Caranya: Segenggam daun sirih beserta batangnya yang muda dan tangkai daunnya direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Setelah dingin, gunakan air rebusannya untuk merambang bola mata. Boleh juga dengan cara meneteskan air tersebut pada mata. Untuk mengatasi mata merah akibat kurang tidur, lakukan kompres mata dengan air teh hitam yang sudah diendapkan satu malam.

4. Mata Bengkak
Untuk menghilangkan bengkak di mata, sekaligus menyejukkan bisa dicoba masker yang mengandung hazelnut, bunga mawar atau bunga jagung.

5. Pencuci Mata
Untuk membersihkan mata yang keruh, ambil segenggam bunga melati, lalu dibersihkan. Rendam bunga melati dengan segelas penuh air matang yang sudah dingin dan biarkan semalam. Esoknya air tersebut disaring, lalu digunakan untuk merambang atau merendam biji mata.

6. Membuat Bola Mata Bening
Satu sendok teh diseduh dengan segelas air. Biarkan semalam dan esok paginya baru disaring. Gunakan air ini untuk mencuci mata dengan merambang mata selama 3-5 menit. Semula akan terasa perih, namun perlahan akan terasa dingin dan mata pun terasa nyaman.

[sumber: kompas.com, inilah.com]