Tetap Batuk Sepulang dari Ibadah Haji

bat

Saat ini jamaah haji Indonesia secara bertahap kembali ke tanah air. Selain berbagai oleh-oleh yang dibawa, sebagian besar dari para jamaah haji ini juga mengalami batuk. Dari pengalaman sebelumnya, hampir 80 % jamaah akan mengalami batuk pada waktu di tanah suci. Bahkan batuk tersebut terbawa juga sampai ke tanah air. Bahkan ada joke, diantara para jamaah hanya unta yang tidak batuk. Sebenarnya, kenapa para jamaah tersebut mengalami batuk dan bahkan batuk tersebut terbawa sampai tanah air?

Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Pengurus Besar PAPDI Bidang Advokasi, Praktisi Klinis, dan Mantan Petugas Haji Reguler dan Haji Khusus menjelaskan, batuk dapat terjadi karena adanya rangsangan pada saluran pernapasan kita. Batuk juga bisa merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran pernafasan kita. Batuk yang terjadi bisa batuk produktif dengan banyak lendir atau dahak. Batuk bisa tanpa dahak atau batuk kering. Batuk yang terjadi juga bisa saja karena memang jamaah tersebut sudah mempunyai permasalahan paru-paru sebelumnya misal berupa Bronkitis, sinusitis atau Asma bronkiale yang memburuk saat berada di tanah suci.

Menurut dr. Ari Fahrial Syam, Rangsangan yang menyebabkan batuk dapat terjadi karena berbagai hal karena adanya iritasi pada saluran pernafasan atas tersebut. Ini juga bisa terjadi karena adanya infeksi (virus, bakteri atau jamur) atau hanya reaksi alergi misal karena debu, atau karena asap. Atau karena memang adanya rangsangan dari asam lambung yang naik ke atas yang merangsang ke tenggorokan tersebut.

“Kita mengetahui bahwa memang ada perbedaan cuaca antara cuaca di tanah suci dan cuaca di Indonesia. Kelembaban udara di tanah suci yang rendah dan udara kering dan panas. Hal ini akan mencetuskan terjadinya iritasi pada saluran pernafasan atas. Apalagi kalau para jamaah kurang minum. Selain itu aktifitas jamaah yang sering melakukan zikir dan berdoa yang kadang-kadang dilafazkan sehingga juga bisa membuat tenggorokan bertambah kering. Selain batuk maka kondisi ini juga bisa membuat peradangan pada pita suara sehingga para jamaah yang mengalami kondisi tersebut suaranya menjadi serak,” dr. Ari Fahrial Syam.

Bicara soal makanan umumnya makanan yang tersedia selama di tanah suci adalah memang makanan tinggi lemak dan berminyak sehingga menambah resiko menyebabkan iritasi lambung. Kelelahan memperberat tenggorokan yang telah mengalami iritasi tersebut mengalami infeksi. Lemak yang berlebihan yang dikonsumsi di tanah suci juga akan menyebabkan pengosongan lambung menjadi terlambat, dan akhirnya akan mencetuskan terjadinya refluks, yaitu berbalik arahnya isi dan asam lambung naik ke atas sampai ke kerongkongan dan berlanjut sampai ke tenggorokan.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana mensiasati batuk setelah sampai di tanah air? Karena sebagian besar jamaah masih mengalami batuk sampai saat di bumi Indonesia. Kondisi ini akan diperberat karena para jamaah juga biasanya tidak bisa beristirahat dengan baik sesampainya di tanah air. Sanak keluarga akan menyambangi para jamaah haji tersebut untuk mendengar berbagai cerita, dan tentu kadangkala hal ini akan memperburuk batuk yang terjadi.

Dokter Ari Fahrial Syam menyarankan, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi batuk tersebut adalah: usahakan istirahat yang cukup, banyak minum air putih terutama air hangat, menghindari makanan yang berminyak, terlalu manis dan dingin. Selain itu juga mengurangi makanan yang berlemak. Jika gangguan batuk berlanjut, sebaiknya berobat ke dokter. Apalagi kalau batuk sudah lebih dari 2 minggu setelah diobati sebaiknya perlu pemeriksaan Foto thoraks (foto dada) untuk menilai kondisi paru-paru. Nanti dokter akan menilai apakah batuk yang dialami saat ini disebabkan oleh infeksi atau hanya alergi atau karena asam lambung berlebih.

Pengobatan yang diberikan tentu disesuaikan dengan penyebab dari kondisi batuk tersebut. Jika batuk karena infeksi perlu antibiotika, jika karena ada unsur alergi perlu obat anti alergi, jika batuk karena sakit kronis (seperti bronchitis, sinusitis, asma bronkiale) yang kambuh, maka penyakit dasarnya harus diobati. Dan jika karena asam lambung yang berlebih perlu obat-obat penekan asam lambung. Walaupun tampaknya sederhana batuk yang tetap terbawa sampai di tanah air ini harus dievaluasi jika berlanjut.

Selain itu, para jamaah akan kembali ke kehidupan normal setelah berada di tanah air dengan aktifitas rutin yang bermacam-macam. Oleh karena itu faktor kesehatan menjadi hal utama untuk diperhatikan. Apalagi bisa saja pekerjaan yang harus diselesaikan sangat bertumpuk mengingat sebagian pekerjaan tersebut ditinggalkan selama para jamaah tersebut berangkat ke tanah suci. /**

Resep Obat Batuk Tradisional

Di sekitar kita, ternyata banyak sekali bahan-bahan yang bisa digunakan untuk mengobati batuk. Diantaranya jahe, jeruk nipis, kapulaga, kayu putih, dll. Di bawah ini resepnya.

1. Asam jawa dan gula merah
Bahan: 10 gram daging buah asam jawa, gula merah secukupnya, dan air panas sebanyak satu gelas. Cara pengobatan: Daging buah asam jawa diseduh dengan segelas air panas, kemudian ditambahkan gula merah secukupnya. Minum ramuan tersebut sewaktu masih hangat.

2. Cabe jawa dan madu
Bahan: 6 gram buah cabe jawa kering, madu secukupnya. Cara pengobatan: Cabe jawa kering ditumbuk hingga halus, kemudian diminum bersama dengan satu sendok makan madu satu kali sehari. Lakukan pengobatan ini secara rutin sampai batuk sembuh.

3. Ramuan jeruk nipis
Bahan: 1 buah jeruk nipis, kapur sirih secukupnya dan gula batu juga secukupnya. Cara pengobatan: Buah jeruk nipis dibelah menjadi dua bagian. Bagian yang terbelah dibalur dengan kapur sirih, lalu diamkan beberapa saat. Setelah itu, kulit luar dibakar sampai berbuih. Air jeruk diperas, lalu tambahkan gula batu. Setelah tercampur rata, air perasan tersebut lalu diminum.

4. Buah kapulaga
Buah kapulaga atau disebut kapol, ternyata juga berkhasiat untuk mengobati batuk. Caranya, ambil 5 butir buah kapulaga dan satu gelas air bersih. Buah kapulaga dicuci bersih, kemudian direbus dengan satu gelas air hingga mendidih. Minum air rebusan kapulaga tersebut selagi masih hangat.

5. Daun kayu putih
Tanaman kayu putih biasanya diambil minyaknya untuk digunakan sebagai minyak telon yang sifatnya menghangatkan. Namun ternyata daun kayu putih juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit batuk. Caranya, rebus 10-15 gram daun kayu putih dalam tiga gelas air hingga tersisa satu gelas. Kemudian airnya diminum sekaligus selagi masih hangat.

6. Cara mengobati batuk kering
Batuk kering adalah batuk yang terjadi tanpa disertai dahak atau riak dan tanpa sekresi pada saluran napas. Akibatnya, terjadi iritasi pada saluran tenggorokan dan timbul rasa sakit.
Umbi bidara upas: Caranya ambil umbi bidara upas sebanyak satu jari saja. Kemudian dipotong-potong tipis, lalu dikunyah dan telan airnya. Sementara ampasnya dibuang.
Jahe merah: Caranya, seperti umbi bidara upas, yaitu dengan dikunyah kemudian airnya ditelan sementara ampasnya dibuang.

7. Cara mengobati batuk berdahak
Batuk berdahak disebabkan oleh adanya peradangan pada lapisan lendir saluran pernapasan. Ada batuk berdahak akut karena infeksi disebabkan oleh bakteri atau virus, misalnya tubercolosa, influenza, dan campak. Berikut ini ramuan tradisional untuk menyembuhkannya:
Bahan: Air jahe 2 sendok makan, Air kunyit 2 sendok makan, Perasan air satu buah jeruk nipis, Madu asli satu 1 sendok makan.
Cara pengobatan: Parut jahe dan kunyit lalu campurkan dengan sedikit air dan saring untuk menghasilkan air jahe atau kunyit. Peras 1 buah jeruk nipis dan saring ke dalam gelas, lalu campurkan 2 sendok makan air jahe dan kunyit, serta 1 sendok madu asli. Minum ramuan tersebut setiap hari./**

SPIRULINA, Ganggang Penggempur Segala Penyakit

Pekerjaan Lianawati sehari-hari mengunjungi dan menghibur para pasien di sebuah panti. Namun, pada suatu saat, jangankan menghibur mereka, menghibur diri sendiri pun tak mampu. Ia mengurung diri di kamar sejak dokter mendiagnosis ia mengidap hepatitis C. Penyakit maut itu ketahuan bercokol di hatinya ketika ia mengecek kondisi kesehatan untuk memperoleh polis asuransi. Ibu itu pun menolak dijenguk lantaran ia enggan mendengar lagi ucapan: “Hepatitis C tak dapat disembuhkan.”

LIANAWATI ingin mengelak dari diagnosis itu. Sayang, ketika mengecek ke laboratorium lain, hasilnya sama: hepatitis C. Sepekan setelah diagnosis itu, perempuan asal Padang Sumbar itu ambruk. Ia tak bertenaga seolah tubuh tanpa tulang-belulang. Seluruh aktivitas dilangsungkan di atas pembaringan. Seorang dokter dan 3 sinse dipanggil untuk menangani kesehatannya.

Namun, kondisinya kian memburuk, tubuhnya kurus kering. Sebulan berselang atas saran kerabat, nenek 4 cucu itu mencoba spirulina dengan dosis sesuai anjuran. Keesokan harinya ia menghentikan konsumsi seluruh obat dokter. Pada hari kedua, ia merasa amat bertenaga. Enam bulan berselang, Liana mengecek kondisi lever. Hasilnya, virus mematikan penyebab hepatitis C itu enyah. Liana sembuh.

Ir. Badriatur Rahmaniah (43 tahun) juga merasakan faedah spirulina. Alumnus Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor itu menderita kanker payudara stadium II B. Operasi yang disarankan dokter ditolak. Beruntung seorang dokter memperkenalkan spirulina. Ia mengkonsumsi 1 sachet spirulina sehari. Rasanya tubuh lebih segar. Selanjutnya, dua sachet spirulina diminum setiap hari. Dua pekan berselang, benjolan mengecil.

Hasil pemeriksaan di RSAD Gatot Subroto, sel kanker mengecil, dari 2,5 x 1,5 x 1,0 cm3 menjadi 1 x 0,62 x 0,62 cm3. Bobot tubuh meningkat dari 45 kg menjadi 50 kg. Yang merasakan manfaat spirulina tak hanya Lianawati dan Badriatur. Kusnadi Prawira yang mengidap jantung koroner, Tri Ayurina (kanker payudara), Andreana Subiyati (stroke), dan beberapa pasien sembuh setelah mengkonsumsi spirulina.

Membangun Sel

Menurut Dr Mangestuti Agil, Farmakolog Universitas Airlangga, orang sakit karena kekurangan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk metabolisme sel. “Kerja sel tidak benar sehingga terjadi ketidakseimbangan,” ujarnya. Oleh karena itu setiap sel harus mendapat nutrisi yang lengkap agar dapat bekerja dengan baik. Menurut dr Oetjoeng Handajanto, ahli terapi kolon, salah satu sumber nutrisi terbaik bagi sel adalah spirulina.

siprulinaKandungan gizi spirulina lengkap dan mudah diserap tubuh sehingga melancarkan pencernaan. Dengan kandungan gizi lengkap, tubuh memperbaiki sel-sel rusak. Hal senada diungkapkan dr Zen Djaja MD, di Malang, Jawa Timur. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atmajaya itu spirulina memulihkan penyakit degeneratif alias menurunnya fungsi-fungsi sel.

“Protein yang lengkap dengan asam amino esensial berfungsi membangun sel-sel tubuh. Pada kasus stroke, spirulina membantu mengarahkan sel-sel otak sehingga mencegah stroke ulangan sekaligus mendorong regenerasi sel,” katanya. Namun, menurut Dr Komari tingginya kandungan protein pada spirulina-mencapai 70%, tidak serta-merta meregenerasi sel. “Tergantung bagaimana tubuh mencerna zat itu. Oleh tubuh protein bisa dicerna menjadi asam amino, hormon, atau hanya menjadi energi. Protein adalah salah satu sumber energi,” ujarnya.

Komari, doktor gizi, mengatakan kelebihan lain spirulina adalah kandungan vitamin A dan D sangat baik bagi kesehatan mata dan tulang. Kadar vitamin K mencapai 2,5 kali lipat dari kebutuhan dan zat besi yang memenuhi 80% kebutuhan tubuh melancarkan peredaran darah. Kandungan kromium pada spirulina mencapai 21% dari kebutuhan tubuh juga baik bagi penderita diabetes untuk merangsang kinerja pankreas memproduksi insulin.

Masih ada faedah lain spirulina. “Klorofil yang tinggi berguna sebagai detoksifikasi atau mengeluarkan racun termasuk radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas memicu beragam penyakit seperti kanker,” ujar dr Maria Theresia Karnadi di Cilandak, Jakarta Selatan. Spirulina juga kaya enzim superoksida dismutase (SOD), mencapai 332-647. Peran SOD juga mengikat radikal bebas.

Radikal bebas merupakan atom yang tak memiliki pasangan sehingga reaktif merusak jaringan. Disebut radikal bebas karena mempunyai kebebasan untuk melakukan pengikatan-pengikatan dengan senyawa-senyawa sekitar. “Stres dan pancaran sinar matahari menimbulkan radikal bebas,” ujar dr Oetjoeng Handajanto lulusan Fakultas Kedokteran Universität Bochum Jerman. Nah, SOD mampu mengikat radikal bebas sehingga menjadi sesuatu yang tidak lagi mampu mengikat.

Singkat kata thallophyta-tumbuhan tanpa akar, batang, dan daun sejati-itu mampu mendongkrak kekebalan tubuh. “Jika daya tahan tubuh meningkat, mengurangi serangan penyakit. Bila daya tahan tubuh rendah, sel darah putih tak mampu melawan penyebab penyakit,” ujar dr Oetjoeng Handajanto.

Banyak Cara

Selain bersifat preventif, spirulina pun dapat digunakan sebagai terapi kuratif untuk mengatasi beragam penyakit. Menurut Yana Maolana Syah MS PhD, peneliti bahan alam Institut Teknologi Bandung, spirulina mempunyai komponen yang khas bernama oligosakarida. “Ternyata oligosakarida menjadi antivirus, antitumor, dan mencegah penyebaran kanker,” ujar doktor Kimia alumnus University of Western Australia itu.

Bagaimana spirulina mengatasi sel kanker? Itu lantaran spirulina mampu menghasilkan faktor alfa seperti disampaikan Ali Khomsan. Alfa zat kimia yang tokcer menggempur sel tumor. Mekanisme lain, lantaran tumbuhan itu mengandung polisakarida yang mampu memperbaiki sintesis kode gen deoxynucleutide acid (DNA). Spirulina juga meningkatkan aktivitas enzim inti sel sehingga membuat DNA dalam kondisi baik dan sehat.

Dokter Oetjoeng menuturkan pada kasus kanker, spirulina berperan mengatrol pH darah. Harap mafhum, tingkat keasaman darah penderita kanker amat rendah 5,7-6,5. Padahal, idealnya pH darah 7,3. “Bila pH darah turun terus, darah kehabisan oksigen dan berakibat kematian,” ujar dokter itu. Spirulina dapat meningkatkan pH darah lantaran bersifat basa.

Sel kanker memang dipicu oleh makanan yang bersifat asam seperti daging, telur, dan soda. Konsumsi berlebihan makanan bersifat asam menyebabkan oksigenasi darah menurun. Akibatnya, tubuh lemas, lesu, dan capai. Tubuh cuma memerlukan makanan asam 20%; basa, 80%. Keistimewaan spirulina tak cuma itu.

Dalam khazanah pengobatan China, hai zao alias spirulina segar bersifat dingin dan asin. Bahan bersifat asin berfungsi melunakkan atau menghancurkan. “Oleh karena itu bagus diberikan untuk penyakit yang mengalami pembengkakan atau benjolan di tubuh, termasuk tumor dan kanker. Bengkak itu biasanya panas sehingga diobati dengan bahan yang bersifat dingin,” ujar William Aditeja, dokter alumnus Beijing University of Traditional Chinese Medicine. //**

sumber: Majalah Trubus

Sakit Ginjal Sembuh Setelah Konsumsi Daun Sukun

sukun-caratonoBSBERSYUKUR sekali Dadang Subrata, mantan pegawai sebuah bank swasta di Jakarta, karena dia tidak harus menjalani cuci darah rutin atau bahkan sampai kehilangan ginjalnya, setelah dia mengkonsumsi daun sukun, seperti disarankan oleh kerabatnya.

Rebusan daun sukun yang rutin diminum membuat ia bebas beraktivitas. Sebelum minum ramuan tradisional, rasa sakit pada bagian pinggang selalu mengganggu aktivitasnya. Badan menjadi sangat cepat lelah, lesu, dan wajah tampak pucat lusuh. Apalagi jika ingin buang air kecil, “Benar-benar tersiksa luar biasa. Bisa berjam-jam hanya untuk setetes air seni,” paparnya. Saran untuk minum air rebusan daun sukun itu datang di saat kritis.

Ketika itu hasil pemeriksaan intensif di RS Gatot Soebroto memperlihatkan ginjal kiri pria berusia 70 tahun itu sudah tak berfungsi. Dadang mengetahui penyakitnya setelah kronis. Sebelumnya dia tidak ada keluhan dengan ginjal. Sesekali dia pernah merasakan sakit pinggang. Namun dia pikir itu hanya karena capai karena kerja saja. Apalagi dia tak merasakan sakit saat buang urine. Toh, Dadang tetap ragu sebab bobot badan turun, dari 80kg drastis menjadi 60kg. Awalnya ia dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita. Namun, jantungnya dinyatakan sehat dan tidak masalah. Akhirya dia datang ke RSPAD Gatot Soebroto untuk pemeriksaan kondisi ginjal, yang akhirnya diketahui dia mengalami gagal ginjal bagian kiri.

Masih beruntung Dadang tidak harus cuci darah. Menurut dokter yang memeriksanya, pasien gagal ginjal tak selalu harus cuci darah bila hanya satu ginjal tak berfungsi. Fungsinya masih bisa dilakukan oleh bagian ginjal yang sehat. Namun, ginjal yang sehat harus bekerja ekstra untuk menanggung pula fungsi ginjal lain yang rusak. Lama-kelamaan kinerjanya juga bakal turun sehingga tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Ginjal berfungsi mengeluarkan racun atau zat-zat berlebihan di darah. Ia juga menjaga tekanan darah dan memproduksi hormon untuk membuat sel darah baru. Bila fungsi ginjal terganggu, penderita bisa mengalami kekurangan darah (anemia), tekanan darah tak normal, atau kadar racun dalam darah naik. Sehingga penderita harus menjalani tambah darah, cuci darah atau berpantang makanan penyebab kencing manis atau darah tinggi.

Tidak berfungsinya ginjal, bisa karena beberapa sebab: endapan batu ginjal, pembesaran prostat, kencing manis, darah tinggi, atau penyakit imunologi. Dalam kasus Dadang, gagal ginjal disebabkan pembesaran prostat. Penurunan fungsi ginjal karena faktor usia pun akan lebih cepat berlangsung karena pembesaran prostat menyumbat saluran kemih. Seperti kebanyakan penderita, Dadang baru merasakan keluhan setelah fungsi ginjal sudah berkurang 25%-30%.

Empat bulan sembuh dengan daun sukun

Apa pun penyebab penyakitnya, Dadang boleh bersyukur. Penyakitnya sembuh setelah dia mengkonsumsi rebusan daun sukun. Cara meramunya juga sederhana. Cukup merebus tiga lembar daun sukun kering, lalu minum airnya. Namun, tak gampang menemukan daun itu di kota besar seperti Jakarta, dan daun yang diperlukan tak cukup satu-dua lembar saja karena harus diminum setiap hari. Perburuan dilanjutkan sampai ke daerah. Daun itu lalu digodok dan diminum setiap kali haus. Pokoknya, sejak saat itu rebusan daun sukun menjadi minuman sehari-hari layaknya air putih saja. Mula-mula reaksinya belum terasa secara langsung. Sebulan kemudian Dadang merasakan ada perubahan pada kondisi fisiknya. Badan mulai terasa fit, lebih segar, dan air seni terasa makin lancar. Yang membuatnya makin yakin, keluhan sakit pinggang berkurang.

Kesembuhan total akhirnya dinikmati 4 bulan kemudian. Dokter yang menanganinya menyatakan sehat. Meskipun tidak melalui pemeriksaan laboratorium dan peralatan scanning, tetapi dia yakin ginjalnya kini tak bermasalah.

Dadang memilih daun yang masih menempel di dahan dan yang sudah tua. Ciri-cirinya, daun berwarna hijau tua. Kadar kandungan kimia berkhasiat pada duan tua lebih maksimal. Daun terpilih kemudian dicuci bersih dan dirajang. Hasil rajangan sebanyak 3 helai dijemur hingga kering lalu digodok dalam 2 liter air sampai tinggal separuh.

Kemudian ditambah lagi seliter air dan direbus sampai mendidih. Kemudian, ramuan diangkat dan disaring. Air rebusan yang sudah jadi warnanya merah seperti air teh dan pahit. Dosisnya dianjurkan memang seperti itu. Air rebusan hari itu harus dihabiskan hari itu juga. Tidak bisa disisakan untuk esok hari. Dadang menghindarkan pemakaian panci alumunium untuk wadah godokan. Ia memakai panci berbahan stainless steel. Dikhawatirkan alumunium akan termakan kandungan kimia daun sukun. Paling baik sebenarnya memakai bahan periuk tanah.

Dadang punya kiat untuk memudahkan pembuatan ramuan yang hanya butuh 3 helai setiap hari. Begitu pasokan datang, daun segera dirajang dan dipisah-pisahkan setiap 3 helai lalu dijemur dalam kelompok-kelompok tersendiri. Setelah menjadi kering, setiap tumpukan rajangan daun dibungkus kantung plastik dan dapat disimpan. Setiap hari, satu bungkus dibuka untuk direbus. Sekarung daun sukun habis setelah 1-2 bulan.

Dadang telah merasakan langsung daun sukun. Semoga lebih banyak orang yang mendapatkan manfaat dari obat tradisional ini. //** sumber: daunsukun.com

————

DAUN SUKUN dapat mengatasi berbagai gangguan pada kesehatan, diantaranya:

1. Membuat ginjal sehat
Daun sukun bisa dijadikan alternative untuk menjaga ginjal anda agar tetap sehat.
Cara pengolahan: Daun sukun direbus hingga mendidih. Minum 1 gelas setiap hari secara rutin dan teratur untuk menjaga ginjal anda agar tetap sehat dan berjalan sesuai rutinitas hariannya tetap berjalan.

2. Mengobati sakit jantung
Daun sukun juga dapat mengobati penyakit jantung. Karena daun sukun sangat baik untuk menjaga kesehatan dalam pembuluh darah maupun pada jantung.
Cara pengolahan: Sediakan 1 lembar daun sukun yang sudah tua yang masih berada di pohon (memiliki kadar zat kimia maksimal). Cuci hingga bersih kemudian dijemur hingga kering. Rebus dengan 5 gelas air, tunggu hingga mendidih dan airnya tersisa menjadi separuhnya. Tambahkan kembali airnya sehingga menjadi 5 gelas kemudian disaring dan siap untuk diminum langsung.

3. Menurunkan kadar kolestrol
Cara pengolahan: Sediakan segenggam daun sukun yang sudah dikeringkan dan bangle yang diseduh dengan air panas. Sama dengan membuat teh dapat diminum setiap hari.

4. Anti kanker
Selain untuk mengobati penyakit jantung, daun sukun juga bisa untuk mencegah inflamasi atau peradangan. Dari beberapa sumber mengatakan bahwa daun sukun khasiatnya bisa sebagai antiinflamasi.
Cara pengolahan: Sediakan 1 lembar daun sukun yang sudah tua, lalu dicuci hingga bersih dan kemudian direbuh dengan menggunakan 5 gelas air. Setelah mendidih tambahkan 5 gelas dan ditunggu sampai mendidih, hingga airnya tersisa menjadi separuhnya. Tambahkan kembali airnya sehingga menjadi 5 gelas kemudian disaring dan siap untuk diminum langsung. Konsumsi selama 1 bulan. //**