LDII Prihatin Atas Konflik Internal PPP

Detik.com – Kubu Sekjen PPP Romahurmuziy (Romi) memberhentikan sementara Ketum PPP Suryadharma Ali (SDA) sehari setelah mendukung Gerindra. SDA tegas menyatakan Rapimnas yang dilakukan Romi Cs itu liar.

“Rapimnas itu liar, ketua umum tidak bertanggungjawab kepada Sekjen. Ketua umum hanya bertanggungjawab kepada muktamar,” kata SDA di kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).

Penyataan ini disampaikannya sesaat sebelum meninggalkan kantor partai berlambang Ka’bah. Ini adalah kedatangan pertama kali SDA ke DPP PPP setelah diberhentikan melalui Rapimnas yang digagas kubu Romi Cs. SDA tiba pada pukul 19.30 WIB dan meninggalkan kantor DPP PPP pada pukul 22.00 WIB.

Dia menjelaskan, sesuai aturan Rapimnas yang sah harus dilaksanakan bersama dengan ketua umum. SDA mengkritik Romi Cs karena melaksanakan Rapimnas tanpa persetujuan dirinya.

“Forumnya liar karena tidak dilaksanakan ketua umum, organisasi ada aturannya tidak bisa seenaknya,” ujarnya dengan nada datar.

Dia juga menyatakan bila ada tiga Ormas Islam yang menyatakan keprihatinnya atas konflik yang menimpa PPP. Tiga Ormas itu adalah Sarikat Islam, LDII, dan Persis.

“Mereka berharap agar konflik bisa diselesaikan karena harus menyiapkan proses Pemilu presiden,” ujarnya.

 (ahy/bpn)
sumber: http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/04/20/224530/2560097/1562/sda-rapimnas-kubu-romi-cs-liar
Advertisements

Peningkatan Komunikasi Demi Memelihara Sikap Empati Antar Umat Beragama

fdg_mar14

Jakarta – Prof. DR. KH. Ahmad Syafii Mufid Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta memberikan materi dalam acara Focus Group Discussion (FGD), dengan tema “Kerukunan Umat Beragama dalam Kerangka Integrasi Bangsa” dikantor DPP LDII Jl. Arteri Tentara Pelajar No. 28 Senayan, sabtu (22/3/2014).

Ahmad Syafi’i Mufid mengatakan, kerukunan antar umat beragama dibangun antara lain untuk mencegah konflik sosial dan bisa mengancam integrasi bangsa.

“Saat ini FKUB telah berdiri di seluruh provinsi dan lebih dari 500 kabupaten dan kota. Sekarang FKUB telah menjadi bagian dari institusi yang mengintegrasikan bangsa lewat peran edukasi, advokasi, dan silaturahmi antar tokoh agama,” imbuhya.

Ketua Umum DPP LDII, Prof Dr Abdullah Syam MSc dalam sambutannya menyampaikan cara diskusi tersebut merupakan bagian dari salah satu materi untuk dipersiapkan pada Rapimnas LDII yang akan diselenggarakan pada tanggal 13–15 Mei 2014 mendatang.

Dalam Rapimnas nanti akan dibahas berbagai materi yang nantinya akan disampaikan kepada para calon presiden sebagai salah satu kontribusi dan aspirasi dari LDII, katanya.

Hadir sebagai pembicara Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (DKI Jakarta) Prof Dr Ahmad Syafi’i Mufid, Ketua DPP LDII bidang Pendidikan Agama Dakwah, Ir Chriswanto Santoso MSc, dosen Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, Pdt Dr Martin Lukito Sinaga, dan Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Bachtiar M Nurhadi.

Ketua DPP LDII, Chriswanto Santoso, antara lain menyampaikan kendala antar-umat beragama dan proses terbentuknya ukhuwah.

“Tugas besar kita adalah bagaimana membangun komunikasi antar umat beragama dan memelihara sikap empati dengan sesama sejak dini karena dasar manusia diciptakan dengan sikap empatinya,” katanya.

Sementara itu, Pdt Dr Martin Lukito Sinaga dari perwakilan PGI mengatakan, ada pengerasan identitas karena rasa cemas akibat terpaan keras dunia modern. Sebaiknya, di dunia modern ini, agama tidak lagi diperlukan untuk melegitimasi politik suatu bangsa.

FGD itu dihadiri berbagai perwakilan antara lain dari Walubi, PITI, PGI serta ormas keagamaan berjalan dengan suasana kekeluargaan dan kondusif.//**

sumber: fkub.org

KH. Abdullah Syam: Ikhtilaf itu Bukan Ekslusif

kh_asBandar Lampung – Jumat, 21 Maret 2014, DPW LDII Bandar Lampung mengadakan kegiatan konsolidasi yang memfokuskan pada pembangunan sumber daya manusia di bidang ICT & Citizen Journalism. Acara ini dimaksudkan agar LDII sebagai lembaga dakwah, turut berpartisipasi dalam membangun citra Islam yang baik dan toleran di mata dunia. Karena pada hakikatnya Islam merupakan agama yang mengajarkan umatnya agar menjadi umat yang santun dan terhormat.

Seiring perjalanan zaman, Islam mengalami perkembangan yang sangat signifikan terutama di bidang fiqih. Namun perbedaan cara pandang dalam Islam masih dapat dibenarkan selama tidak merusak tatanan akidah. Indonesia sebagai negara multi ras, etnis, maupun kepercayaan, memandang perlunya saling menghargai diantara sesama pemeluk agama dan keyakinan. Sikap ini didasari kesadaran bahwa negara kesatuan Republik Indonesia bukanlah sebuah negara yang mengadopsi undang-undang dari sebuah kitab suci salah satu agama.

KH. Abdullah Syam, Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), yang turut menjadi pembicara pada acara tersebut mengemukakan bahwa warga LDII wajib menyadari pentingnya arti kerukunan dan kekompakan. Kerukunan dan kekompakan yang dibangun tidak saja hanya kepada sesama warga LDII, namun lebih luas juga mesti dibangun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Semua warga masyarakat, termasuk warga LDII harus menyadari bahwa segala peri kehidupan yang berkembang di masyarakat memiliki sisi perbedaan. Namun perbedaan-perbedaan ini tidak boleh dianggap sebagai ekslusifitas. Dalam Islam hal demikian itu disebut ‘ikhtilaf’. Semua orang wajib menghormati ikhtilaf (perbedaan cara pandang, red). Semisal warga LDII yang tidak mengucap ‘usholli’ dalam salatnya, harus dihormati oleh para muslimin yang melafalkan niatnya ketika berdiri untuk salat. Sebaliknya, warga LDII pun wajib tasamuh (toleransi) kepada umat Islam lain yang mempunyai keyakinan bahwa ucapan niat itu wajib dibaca sebelum salat”, terangnya.

Acara konsolidasi ini masih berlangsung hingga Sabtu, 22 Maret 2014 dan insya Allah akan dihadiri oleh beberapa tokoh agama dan masyarakat setempat.//** (TG)

LDII Bogor Siapkan Generasi Emas

cai_bogor

Dalam kegiatan outdoor tahunan yang dinamakan Cinta Alam Indonesia (CAI) yang dilaksanakan pada 30 Agustus hingga 1 September 2013, LDII Bogor menitikberatkan pada pembinaan kualitas generasi muda yang disinyalir mulai mengendur jika ditilik pada sisi militansi. Kekhawatiran generasi tua bahwa generasi muda akan semakin tidak mengerti jati diri, segera direspon dan diantisipasi dengan dilaksanakannya aktivitas outdoor yang dikemas secara apik namun berbobot.

Tidak hanya berbicara soal agama, LDII Bogor memandang pentingnya pengetahuan umum agar para pemuda mengerti tantangan zaman sesungguhnya. Materi yang disampaikan sangat beragam, dari soal ibadah hingga masalah yang sedang trend semisal pemanfaatan internet untuk mewujudkan manusia Indonesia yang mandiri, fakih, dan berakhlakul karimah.

“Narasi kondisi terkini wajib dipaparkan kepada generasi muda agar mereka siap untuk dapat bersaing di era Free Flow Skilled Worker yang rencananya akan dimulai pada tahun 2016 nanti, ” tutur Frediansyah Firdaus, salah seorang fasilitator acara.//** (G)

Berita LDII Pekalongan, Jawa Tengah

KEGIATAN SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pekalongan dalam peringatan hari sumpah pemuda melaksanakan upacara bendera yang diikuti dari dinas terkait seperti Polri, TNI, KORPRI, Pramuka, dan Organisasi Kepemudaan (OKP) dari Pemuda Pancasila, KOKAM, AMRI, FATAYAT, PEMUDA LDII, yaitu salah satunya dari Pemuda LDII yang diketuai oleh Sutrisno dan wakilnya M Usman. Dalam upacara tersebut PEMUDA LDII diminta dari  KNPI dan DINPORAPAR untuk mengirimkan satu pleton dan Komandan Pleton untuk mengikuti upacara yang dilaksanakan di alun-alun Kajen Kabupaten Pekalongan pada hari Minggu,28 Oktober 2012. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan khidmat.

***

PEMUDA LDII KABUPATEN PEKALONGAN MENJADI JUARA SATU STAND TERBAIK BAZAR SUMPAH PEMUDA

Dinas Pemuda OlahRaga Pariwisata dan Kebudayaan (DINPORAPAR) Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada hari Senin, 29 Oktober 2012 melaksanakan kegiatan Bazar dan Ajang Kreatifitas Pemuda, Pameran buku, Donor Darah, Lomba Vokal Grup antar SMA/SMK/MA dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda di halaman Gedung Kesenian Kajen Kabupaten Pekalongan yang diikuti oleh semua organisasi Kepemudan (OKP) Kabupaten Pekalongan seperti Pemuda Pelopor, IRM, AMRI, IPNU, IPPNU, FATAYAT NU, PEMUDA LDII dll. Dalam acara tersebut juga ditampilkan atraksi pencak silat dari PEMUDA LDII yang atraktif saat berduel dan sangat menarik perhatian penonton. Yang lebih membanggakan lagi dalam acara tersebut dari Kabid DINPORAPAR H julian Akbar dan Ketua KNPI H Witoni Andung Basuki menyatakan  PEMUDA LDII dinobatkan sebagai juara satu stand bazar terbaik dan terfavorit.

PP Walibarokah Selenggarakan Kajian Hadits Faraid

Faraid adalah bentuk jamak dari al-faridhah yang bermakna sesuatu yang diwajibkan, atau pembagian yang telah ditentukan sesuai dengan kadarnya masing-masing. Ilmu Faraid adalah ilmu yang mempelajari tentang perhitungan dan tata cara pembagian harta warisan untuk setiap ahli waris berdasarkan syariat Islam.

Ilmu faraid merupakan salah satu disiplin ilmu didalam Islam yang sangat utama untuk dipelajari. Dengan menguasai ilmu Faraid, maka Insya Allah akan dapat mencegah perselisihan-perselisihan dalam pembagian harta warisan, sehingga orang yang mempelajarinya akan mempunyai kedudukan yang tinggi dan mendapatkan pahala yang besar disisi Allah SWT.

Abdullah bin Amr bin al-Ash RA. berkata bahwa Nabi SAW bersabda: “Ilmu itu ada tiga, selain yang tiga hanya bersifat tambahan (sekunder), yaitu ayat-ayat muhakkamah (yang dijadikan hukum), sunnah Nabi SAW yang dilaksanakan, dan ilmu Faraid yang adil“. (HR Ibnu Majah)

Ibnu Mas’ud RA berkata, bahwa Nabi SAW bersabda: “Pelajarilah ilmu Faraid serta ajarkanlah kepada orang-orang, karena aku adalah orang yang akan direnggut (wafat), sedang ilmu itu akan diangkat dan fitnah akan tampak, sehingga dua orang yang bertengkar tentang pembagian warisan, mereka berdua tidak menemukan seorang pun yang sanggup meleraikan (menyelesaikan perselisihan pembagian hak waris) mereka.” (HR Imam Ahmad, at-Tirmidzi, dan al-Hakim)

Abu Hurairah RA berkata, bahwa Nabi SAW bersabda: “Pelajarilah ilmu Faraid serta ajarkanlah kepada orang lain, karena sesungguhnya, ilmu Faraid itu setengahnya ilmu, ia akan dilupakan, dan ia ilmu pertama yang akan diangkat dari umatku.” (HR Ibnu Majah dan ad-Darquthni)

Dalam riwayat lain disebutkan, “Pelajarilah ilmu faraid, karena ia termasuk bagian dari agamamu dan setengah dari ilmu. Ilmu ini adalah yang pertama kali akan dicabut dari umatku.” (HR Ibnu Majah, al-Hakim, dan Baihaqi)

Karena pentingnya ilmu Faraid ini, maka Pondok Pesantren Walibarokah Kediri mengadakan kajian serta pendalaman yang di ikuti oleh para muballigh-muballigh alumni Pondok Pesantren Walibarokah yang tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan selama sembilan hari mulai hari Rabo 12 Desember 2012 sampai dengan 20 Desember 2012 yang di ikuti oleh kurang lebih 3000 peserta pengajian yang hadir dari seluruh Indonesia.

Sementara itu Ketua Pondok Pesantren Walibarokah Drs. H. Sunarto, M.Si mengharapkan agar semua peserta pengajian Faraid dapat memahami dan kemudian menyampaikan kepada seluruh masyarakat. “Ojo piya piye, yang penting Anda semua dapat menerima dan memahami ilmu langka ini yang selanjutnya dapat disampaikan kepada semua jamaah sehingga menjadi pencerahan bagi kita semua”, ucap Pak Narto dalam sambutannya. (gB)

sumber: http://www.walibarokah.org

PBNU & LDII Teken MoU Cegah Radikalisme


Foto: angling adhitya p/detikcom


Semarang
Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) sepakat mengadakan kerjasama dalam bidang dakwah, pendidikan, lingkungan hidup, penanggulangan bencana, kedaulatan pangan, dan menjaga tegaknya NKRI.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih. Ketua umum PBNU, Said Agil Siradj mengatakan, dengan adanya kesepakatan itu nantinya bisa membawa bangsa untuk menghadapi era globalisasi yang keras.

“Bangsa ini kalau tidak bersatu ya sudah. Kita ini memasuki era globalisasi yang sangat keras,” kata Said usai acara penandatanganan MoU di Ketileng, Semarang, Minggu (14/10/2012).

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam mengatakan, radikalisme yang selama ini menjadi penyebab adanya tindakan terorisme sebenarnya tidak ada dalam ajaran agama. Kemungkinan paham tersebut justru datang dari luar agama. Oleh sebab itu salah satu poin dari MoU tersebut adalah dakwah deradikalisasi.

“Dari konsep Islam tidak ada radikal, proses radikalisasi itu datang justru dari eksternal. Oleh sebab itu perlu kita kembalikan, perlu suatu dakwah. Tapi kita tidak bisa sendri, oleh karena itu kita mengajak pihak yang terkait, kita gagas salah satunya dengan NU,” terang Abdullah.

Ia menambahkan, pihaknya akan memperluas wilayah dakwah dan sosialisasi hingga kecamatan bahkan kelurahan. “Kita setuju sekali ada kerjasama ini untuk menghadapi masalah bangsa,” imbuh Abdullah.

Rencananya kerjasama tersebut tidak hanya di Jawa Tengah namun juga berbagai daerah di Indonesia. Selain penandatangan MoU, dalam acara tersebut dilaksanakan juga peresmian kantor DPW LDII Provinsi Jawa Tengah yang berdiri di lahan seluas 11 ribu meter persegi di Jl. Ketileng Raya 1 Semarang.

(alg/try)
sumber: Detik.Com