Banyak Mengaji Dapat Menjaga Kerukunan Umat Beragama

KH Abdul Muthalib, Ketua MUI Kabupaten Kapuas, Kalteng:
Banyak Mengaji Dapat Menjaga Kerukunan Umat Beragama

muthalibBHINEKA Tunggal Ika merupakan semboyan Bumi Pertiwi yang menyatakan keanekaragaman masyarakat, sosial, budaya, agama dan lain sebagainya. Suatu konflik, baik yang bersifat vertikal ataupun horizontal akan dekat kehadirannya dalam suatu keanekaragaman. Konflik mempunyai sisi negatif yang kental dan seyogyanya harus dihindari sejauh mungkin. Dengan konflik, huru-hara, kerusuhan serta kehancuran di muka bumi ini akan semakin menjadi-jadi. Untuk mengatasi dan menangkal terjadinya konflik vertikal maupun horizontal itu dibutuhkan toleransi yang mungkin akan datang sebagai obat dan solusi.

Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam rangka pemeliharaan kerukuan umat beragama sangat dibutuhkan terutama dalam pencerahan mentradisikan sikap terbuka dan jujur dalam relasi antar umat beragama.

Kerukunan umat beragama adalah hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya.

Kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Meskipun sampai sejauh ini Kabupaten Kapuas belum ditemui adanya konflik atau pertentangan antar umat beragama, akan tetapi perlu bagi kita untuk waspada dan meningkatkan kedinamisan antara sesama, menjaga, memelihara kerukunan umat beragama, serta saling bekerjasama dalam pembangunan daerah, bangsa dan Negara.

Ketua MUI Kabupaten Kapuas KH Abdul Muthalib mengajak seluruh umat agar menjaga dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan dan dalam membangun daerah. “Sesama muslim agar saling membantu,” ajak Guru Thalib, panggilan akrab KH Abdul Muthalib.

Dalam kesempatan membuka secara resmi Khataman Hadits Sunan Ibnu Majjah III di Masjid LDII Kabupaten Kapuas belum lama ini, Guru Thalib kembali menegaskan bahwa salah satu cara menjaga kerukunan umat beragama adalah dengan mendalam ilmu agama yang dianutnya.

“Salah satunya adalah seperti yang sedang kita lakukan saat ini. Dengan banyak mengaji, banyak mempelajari ilmu agama secara mendalam, kita harapkan kerukunan umat beragama di Kabupaten Kapuas khususnya, dan Kalimantan Tengah secara umum bisa semakin kondusif,” papar KH Abdul Muthalib.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kab. Kapuas Kalteng, H. Subagio, SST, kepada Nuansa mengatakan bahwa kerukunan adalah perbuatan hati mulia yang tidak ada unek-unek jelek, iri hati kepada sesamanya. Rukun adalah sifat saling mengasihi, bantu-membantu dalam kebaikan, tolong menolong, saling menguatkan dan saling mendoakan yang baik.

Subagio menjelaskan, bahwa untuk mewujudkan kerukunan yang diidamkan ini LDII telah membuat lima rumusan atau syarat-syarat yang harus ditetapi, yaitu (1) Menerampilkan berbicara yang baik, enak didengar, sopan santun, pahit madu; (2) Berwatak jujur, bisa percaya dan bisa dipercaya; (3) Banyak sabar, keporo ngalah, rebutan ngalah, mengalah untuk mulia dan menang; (4) Tidak merusak sesama manusia, baik terhadap dirinya, harta miliknya, hak asasinya maupun kehormatannya; dan (5) Saling memperhatikan dan saling menjaga perasaan./**

Advertisements

Komunikasi dapat Wujudkan Harmonisasi antar Umat Beragama

DPD LDII Kab. Karimun

HARMONISASI serta kedamaian hubungan antarumat beragama dapat meningkatkan daya saing Kabupaten Karimun sebagai daerah tujuan investasi. “Kalau tidak ada damai, Karimun tidak akan berdaya saing dalam menarik investasi. Sebaliknya, kalau damai, maka daya saing Karimun akan semakin kuat,” kata salah seorang tokoh agama dalam acara Temu Tokoh Agama di Kab. Karimun beberapa waktu silam.

Ketua MUI Kabupaten Karimun yang juga Ketua FKUB Kabupaten Karimun, H. Azhar Hasyim, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan, bahwa peranan FKUB sangat dominan dalam menciptakan suasana hubungan antarumat yang harmonis dan penuh kedamaian.

“Adanya gesekan-gesekan kecil yang terkadang terjadi di beberapa tempat, berkat komunikasi para tokoh agama semuanya dapat diselesaikan dengan baik tanpa memunculkan konflik seperti di daerah lain. Ini semua berkat kebersamaan semua pemeluk dan tokoh agama dalam FKUB,” ucapnya.

Kepada NUANSA dan H. Aprilzal (Ketua LDII Karimun) ketika kami melakukan audiensi beberapa waktu lalu, H. Azhar Hasyim mengatakan bahwa FKUB Kabupaten Karimun adalah forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk mewujudkan kerukunan dan kesejahteraan masyarakat kabupaten karimun.

Dijelaskannya, bahwa untuk menjaga Karimun tetap kondusif, FKUB Kabupaten Karimun mempunyai banyak tugas. Pertama, melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat; Kedua, menampung aspirasi ormas-ormas keagamaan dan masyarakat; Ketiga, menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan bupati Karimun; Keempat, melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan umat beragama; Kelima, membentuk sektariat bersama; dan Keenam, melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Bupati Karimun.

Menurut H. Azhar Hasyim, masing-masing tokoh agama selain berusaha menciptakan dan menjaga kerukunan antar umat beragama juga harus bisa menciptakan dan menjaga kerukunan intern umat beragama.

“Jadi masing-masing tokoh agama harus menjaga kerukunan internal agamanya, karena permasalahan internal umat beragama bukan menjadi kewenangan FKUB, jadi masing-masing tokoh agama harus bisa menjaga dan menciptakan kerukunan internal di agamanya karena FKUB tidak bisa masuk jika ada permasalahan di internal agama,” jelasnya.

Sependapat dengan H. Azhar Hasyim, Ketua LDII Karimun H. Aprilzal kepada NUANSA mengatakan bahwa Karimun sudah sejak dulu penuh kedamaian. Masyarakat yang terdiri atas berbagai agama, suku dan ras hidup rukun di tengah keanekaragaman. “Perdamaian ibarat merajut kain berwarna-warni yang memperlihatkan keindahan di tengah perbedaan,” ujarnya.

H. Aprilzal adalah tokoh pemuda di Kab. Karimun. Selain sebagai Ketua DPD LDII Kab. Karimun, beliau juga adalah Ketua KNPI Karimun, Anggota Bidang Litbang MUI Kab. Karimun, Direktur Eksekutif KADIN, dan Sekretaris Gapensi. Dalam kepengurusan FKUB Karimun periode sebelumnya, H. Aprilzal juga masuk dalam jajaran kepengurusan. //**

karimun

Ketua LDII Kab. Karimun H. Aprilzal menyerahkan Majalah NUANSA kepada Ketua MUI/Ketua FKUB Kab. Karimun H. Azhar Hasyim.

LDII Kab. Badung Perkuat Empat Pilar Kebangsaan Melalui Green Dakwah

BUPATI Badung, A.A Gde Agung menyambut baik peran-serta para pendakwah dari LDII Badung, Bali, yang memilki peran strategis dan amat sangat penting dalam membangun suasana kehidupan beragama dan bernegara secara harmonis di Bali, sehingga dapat memperkuat Tri Kerukunan hidup beragama. Gde Agung berharap pesan dakwah yang disampaikan dapat meneduhkan serta menumbuhkan rasa hidup berdampingan yang harmonis sebagai bagian dari NKRI.

“Materi dakwah haruslah disampaikan dengan cara yang menyejukkan pula. Untuk itu pesan dakwah perlu dikemas berupa pesan-pesan moral yang dapat membangun kesadaran kolektif untuk ikut menjaga ketertiban dan suasana hidup berdampingan dimanapun berada,” ujar Bupati.

Hal tersebut disampaikan Bupati Gde Agung saat menerima audiensi Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Badung Hardilan SH yang didampingi Wakil Ketua Hikmat Pertemuan, di ruang pertemuan Puspem Badung Mangupraja Mandala.

Bupati Badung berharap, pesan-pesan dakwah yang menyejukkan tersebut dapat memperkuat empat pilar kebangsaan yang pada akhirnya dapat memperkuat dan mendorong pertumbuhan. “Empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1954, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus tetap dijaga dan dipegang teguh serta merupakan harga mati dan tidak bisa ditawar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” papar Gde Agung.

Dalam rangka membangun Badung yang kita cintai ini, lanjut Bupati Gde Agung, sebagai pelayan krama Badung Pemerintah berkewajiban melayani segenap masyarakatnya. Demikian pula krama Badung juga berkewajiban menjaga kondisi Badung agar selalu kondusif serta dapat menjaga kehidupan penuh dengan rasa kekeluargaan serta mendukung pembangunan Badung yang dilandasi oleh lima prinsip dasar pembangunan berkelanjutan. ”Tugas bersama seluruh komponen masyarakat adalah turut serta menjaga agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik,” pungkas Bupati.

Sementara itu Ketua DPDLDII Badung Hardilan SH mengatakan, tujuan dilaksanakan kunjungan ini merupakan bentuk silaturrahim antara Lembaga Dakwah Islam Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Badung.

Pada kesempatan tersebut, Hardilan menyerahkan Susunan Kepengurusan DPD LDII Kabupaten Badung masa bakti 2009-2014, diserahkan juga Kalender Bali, Buku Hasil RAPIMNAS LDII serta Majalah Nuansa Persada terbitan DPP LDII, yang diterima langsung oleh Bapak Bupati Badung A.A.Gede Agung, SH.

Disampaikan Hardilan, bahwa Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) merupakan organisasi legal yang telah memiliki cabang di seluruh wilayah Republik Indonesia. Untuk menjalankan tugas dan amanat organisasi, LDII Kabupaten Badung yang keberadaannya di bawah payung besar MUI Badung, maka diperlukan susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Badung.

Dilaporkan, DPD LDII Kabupaten Badung memiliki 3 PC (Pimpinan Cabang) dan 4 PAC (Pimpinan Anak Cabang), yaitu PC Kuta, PC Kuta Selatan, PC Kuta Utara, PAC Benoa, PAC Jimbaran, PAC Tuban, dan PAC  Luk Luk.//**

Pengurus Harian DPD LDII Badung:

1. Ketua: Hardilan, SH.
2. Wakil Ketua:    H. Samsudin SE, Hikmat Pertemuan, H. Reki Usman Susilo Reskiyanto AMDk.
3. Sekretaris: Bambang Risnanda, ST
4. Wakil Sekretaris: Winarto, Ssi.
5. Bendahara: Sukamto, SE.
6. Wakil bendahara: Bastomi Yuliron

— *** —

H. Ahmad Shoim, Ketua MUI Kab. Badung: “Tingkatkan Kesejahteraan Umat dengan CAPU”

KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Badung, H. Ahmad Shoim, telah melaksanakan pembinaan umat dengan melakukan kunjungan kerja di berbagai kecamatan, yakni Petang, Abiansemal, Mengwi, Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan.

Ditemui di rumahnya, di Kori Nuansa Jimbaran, ia mengatakan bahwa MUI Badung telah mengadakan musyawarah dengan menghadirkan para tokoh agama se-Bali. Acara ini menghasilkan 4 aspirasi dalam Capu (Catur Program Umat) para ulama, zuama (tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat) dan cendekiawan muslim yang hadir. Hasil Capu ini dijadikan acuan kerja sampai tahun 2030.

Capu pertama, meningkatkan kualitas beragama dan pengamalan agama berbasis masjid. Dalam hal ini pihaknya berupaya merangsang umat untuk gemar datang ke masjid. ”Tak hanya untuk beribadah melainkan juga menyelenggarakan pernikahan di masjid,” katanya.

Capu kedua, meningkatkan SDM umat Islam melalui pendidikan dan tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Tiap tahun MUI Badung bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung memberikan pelatihan agama kepada para guru agama non madrasah (SD, SMP dan SMA). Tujuannya, agar para guru memiliki pengetahuan lebih luas dan diharapkan bisa mengajar ilmu agama yang dikaitkan dengan ilmu pengetahuan.

Capu ketiga, meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan umat melalui gerakan zakat, shodakoh, infak, koperasi, dan wakab. Warga Bali asal kota Kebumen ini mengatakan tiap tahun jumlah penerima zakat, infak dan shodakoh bukan menurun malah meningkat. Dengan gerakan ini diharapkan, mereka yang tahun ini tak mampu, tahun depan bisa berzakat. MUI Badung berupaya menggerakkan panitia zakat dan pengurus masjid agar lebih berdaya dan berhasil guna. Salah satunya  agar mereka memberikan bantuan modal kepada masyarakat miskin seperti mesin jahit, gerobak, sebagai modal usaha.

Capu keempat, meningkatkan wawasan kebangsaan dalam berbangsa dan bernegara dengan menjalin kerukunan umat. ”Salah satunya melalui Festival Budaya Islam,” kata guru agama di SD 4 Tuban, SMPAngkasa, dan SMP Sunariloka Kuta, ini.//**

LDII Kota Sawahlunto; Meningkatkan Kualitas Kehidupan Bermasyarakat

Sebagai ormas Islam, LDII mempunyai tujuan meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang Islami, serta berperan aktif dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

DALAM peran sertanya mewujudkan tujuan nasional, LDII Kota Sawahlunto senantiasa konsisten melakukan amal nyata melalui upaya meningkatkan kualitas manusia Indonesia dengan menitikberatkan usaha-usaha yang diarahkan kepada kualitas keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, terpeliharanya kerukunan diantara sesama umat beragama dan pemerintah, sebagaimana digariskan dalam Anggaran Rumah Tangga serta Peraturan Organisasi LDII.

Sebagai organisasi kemasyarakatan, LDII Kota Sawahlunto akan terus berusaha melakukan dakwah agar umat Islam secara keseluruhan memiliki kehidupan yang sejahtera berbasis kejujuran, amanah, hemat, dan kerja keras, rukun, kompak, dan dapat bekerjasama dengan baik.

LDII juga senantiasa berusaha dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara melalui dakwah yang dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan dan terintegrasi sesuai posisinya sebagai komponen bangsa.

”Pengajian di LDII sangat padat. Kami ada pengajian umum, pengajian remaja, dan pengajian anak atau PAUD,” ujar Ketua DPD LDII Kota Sawahlunto, HM Sunarto, kepada NUANSA.

Disamping itu, LDII juga memiliki program meliputi peningkatan kinerja organisasi, peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan potensi LDII, dan peningkatan peran serta sosial kemasyarakatan.

Dalam jangka pendek, LDII Kota Sawahlunto memiliki program untuk menertibkan administrasi organisasi sejak dari tingkat PAC hingga DPD, dan melakukan konsolidasi organisasi secara intern. Disamping itu juga terus melakukan penataan sistem manajemen organisasi, dan melanjutkan kegiatan rutin yang selama ini telah berjalan baik. Secara rutin LDII Sawahlunto terus melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan audiensi dengan aparat terkait.

Untuk jangka menengah, lembaga ini akan terus mengadakan pembinaan di bidang organisasi, yang nantinya dapat mendukung kesejahteraan warga, serta melaksanakan program dakwah secara berkesinambungan. Sedangkan dalam jangka panjang LDII memprogramkan untuk meneruskan pembangunan sarana pendidikan yang menitikberatkan pada bobot keislaman yang saat ini masih terus berlangsung. Disamping itu juga terus menjalin komunikasi dengan semua elemen masyarakat.

Mengenai kebijakan umum program organisasi ini ke depan, LDII akan senantiasa melakukan peningkatan kinerja organisasi, meningkatkan kualitas SDM, memperdayakan potensi LDII, dan meningkatkan kerukunan inter dan antar ummat beragama. Khusus mengenai kualitas sumber daya manusia, LDII berpandangan bahwa keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari kualitas SDM yang memiliki ketrampilan profesionalisme yang berbasis pada penguasaan IPTEK. Secara umum LDII juga akan tetap memprioritaskan kegiatan pembelajaran Al-quran dan Al Hadits, serta memperbanyak aktivitas sosial yang menyentuh kehidupan kerukunan antar umat beragama, dengan tetap mengacu pada AD/ART organisasi.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Sawahlunto, H. Zainal Arifin Datuk Rangkayo Tangah, mengharapkan LDII sebagai ormas Islam dapat terus meningkatkan perannya dalam membimbing umat. Dapat terus menjaga solidaritas dan kerjasama yang baik agar kondisi kerukunan umar beragama di Sawahlunto tetap kondusif.

”Di sini sejak dulu tidak pernah terjadi gesekan, baik sesama Islam maupun antar umat beragama,” ujar H. Zainal yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua FKUB Sawahlunto ini.

Kuncinya adalah komunikasi. Di FKUB kami mengadakan pertemuan minimal 3 bulan sekali untuk membahas permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul di masyarakat. Intinya kami akan selalu bekerjasama dengan semua golongan, dengan berpegang pada tuntunan Al Quran dan Al Hadits.

Sebagai Ketua FKUB, H. Zainal Arifin Dt. Rangkayo Tangah, mengatakan bahwa kegiatan di FKUB dilaksanakan untuk memberikan pembinaan serta melakukan dialog dengan para pemuka agama dan masyarakat. Selain itu juga untuk menampung aspirasi dari para peserta dan mencoba untuk menyalurkan aspirasi tersebut kepada pihak-pihak terkait.
Dalam kesempatan terpisah, Wakil Walikota Sawahlunto, H. Erizal Ridwan, ST, menyatakan bahwa kebersamaan merupakan pondasi yang sangat penting dalam memngembangkan dan memajukan Kota Sawahlunto.

H. Erizal menghimbau agar para pemuka agama di Sawahlunto dapat memanfaatkan forum yang ada, seperti FKUB, dengan sebaik-baiknya. “Hendaknya dalam forum tersebut para peserta dapat menyampaikan semua permasalahan yang dirasakan dalam mencipkatan kerukunan hidup antar umat beragama. Sehingga didalam forum ini nantinya, kita dapat mencarikan jalan keluarnya. Selain itu, diharapkan dengan adanya pembinaan keagamaan, kerukukan hidup antar umat beragama di Kota Sawahlunto dapat lebih ditingkatkan lagi.”

“Kita semua mengetahui, bahwa Kota Sawahlunto ini lahir dikarenakan adanya rasa kebersamaan. Walaupun masyarakat Kota Sawahlunto terdiri dari berbagai suku bangsa, namun hal itu tidak menjadi penghalang bagi kita untuk terus bersatu dan bersama-sama membangun kota yang kita cintai ini. Malahan, perbedaan yang ada dimasyarakat kita ini, telah kita jadikan suatu potensi Kota dalam mencapai visi dan misi kedepannya, yakni menjadi kota wisata yang berbudaya,” jelas Erizal. //**

DPD LDII Kota Bekasi; Mensinergikan Program Kerja dengan Pemerintah

DIBAWAH kepemimpinan Nurhadi, LDII Kota Bekasi bergerak dinamis dalam menyusun berbagai program kerja yang bersinergi dengan program kerja Pemerintah Kota Bekasi. “Kami memiliki berbagai program yang melibatkan ormas lain terutama dalam menggalang aktifitas positif di kalangan remaja dan pemuda, seperti go green, program kemandirian, olah raga, dan lain-lain. Hal ini sesuai dengan visi misi Pemkot Bekasi,” katanya.

Seperti diketahui, bahwa visi Pemerintah Kota Bekasi tahun 2008 – 2013 adalah “Bekasi Sehat, Cerdas dan Ihsan“. Untuk mewujudkan visi sebagaimana yang diharapkan tersebut perlu dukungan seluruh masyarakat Kota Bekasi termasuk dukungan stakeholders.

Walikota Bekasi, Dr. Rahmat  Effendi, menyampaikan, bahwa dalam mewujudkan Bekasi yang Ihsan diperlukan partisipasi aktif warga dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan yang ada. Hal ini agar tercipta toleransi dan nilai-nilai kebersamaan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Tujuan dari Bekasi yang Ihsan yaitu mendidik masyarakat untuk memiliki karakter jiwa budaya yang bersih, seperti yang dilakukan LDII selama ini,” ujarnya.

HM Nurhadi, yang oleh teman sejawatnya dikenal sebagai sosok yang supel, kembali terpilih sebagai Ketua DPD LDII Kota Bekasi, Jawa Barat, periode 2011-2016 melalui Musda tahun 2011 silam. Di bidang pembinaan keagamaan, berbagai pondok pesantren dan pendidikan anak usia dini didirikan. Diantaranya adalah Ponpes Baitul Karim, Pekayon Jaya Bekasi Selatan, Ponpes Baitul Haq dan PAUD Baitul Haq di Kayuringin Jaya Bekasi Selatan, dan berbagai majlis taklim di tingkat Pimpinan Cabang (PC) maupun Pimpinan Anak Cabang (PAC) di wilayah Kota Bekasi.

Untuk mengevaluasi kurikulum pelajaran di masing-masing ponpes atau majlis taklim, DPD LDII Kota Bekasi secara berkala mengadakan munaqashah, diantaranya hafalan ayat-ayat suci Al Quran, hafalan doa-doa harian, dan lain-lain.

Di bidang ekonomi mandiri, Nurhadi juga menekankan agar tiap-tiap PC memiliki koperasi, atau lebih dikenal dengan istilah UB (Usaha Bersama). Koperasi yang cukup besar yang dimilikinya adalah Koperasi Syariah Baitul Karim di Ruko Pondok Hijau Permai Bekasi Timur dan UB Al Khoir di Patuha Utara Bekasi Selatan.

Sementara, untuk kegiatan olahraga selain mengikutkan para remajanya di Persinas ASAD, Nurhadi juga bekerjasama dengan Yayasan Baitul Haq membentuk SSB Muda Jaya Football Academy yang diketuai oleh H. Dimas Lili Rubiyanto ST  dengan siswa  Sekolah Sepak Bola (SSB) sebanyak 360 orang dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas./**

DPD LDII Kota Balikpapan: Green Dakwah Menuju Generasi yang Profesional Religius

GREEN dakwah merupakan salah satu bentuk komunikasi yang dapat menciptakan kondusifitas wilayah organisasi yang tentu ikut andil dalam menciptakan generasi professional yang religious. Ini bagian dari program yang sedang getol dilaksanakan LDII umumnya dan DPD LDII Kota Balikpapan pada khususnya, dengan nuansa paradigma baru LDII.

Hal di atas dapat dicapai apabila jajaran organisasi dalam mengemban amanah yang cukup berat ini memiliki komitmen yang tinggi. Tanpa kerja keras dan kesungguhan, mustahil bisa dicapai. Karena pada tatanan pekerjaan, pengurus umumnya belum memprioritaskan aktifitasnya di organisasi. Fakta ini sering terlihat dalam musyawarah menyangkut kepentingan organisasi.

DPD LDII Kota Balikpapan yang dimotori  H. Abdul Rachman Zain telah menunjukkan kiprahnya sebagai organisasi yang semakin matang. Dengan berbagai kendala yang dihadapi LDII Balikpapan lambat laun dapat menunjukkan eksistensinya.

inset: H. Abdul Rachman Zain (Ketua DPD LDII Kota Balikpapan)

Hal ini dapat dibuktikan dengan semakin solidnya hubungan dengan lembaga lain seperti Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama Kota Balikpapan, FKUB, Pengurus Nahdlatul Ulama, Muhammdiyah dan sebagainya. Begitu juga dengan aparat Pemerintah seperti Jajaran Pemkot Balikpapan, dengan jajaran DPRD, Polres, Kodim dan instansi terkait lainnya. “Strategi yang dibangun untuk membangun citra organisasi adalah menjalin silaturrahim,” papar H. Rachman.

Pimpinan DPD LDII Balikpaan dalam menciptakan suasana yang kondusif merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kebijakan yang selalu didengungkan dalam setiap kesempatan, diantaranya mendukung program kota dengan pencanangan Clean, Green & Healthy (CGH) dimana salah satu kompleks LDII mendapat penghargaan peringkat kelima pada tahun 2010 yaitu lingkungan  Masjid Al-Mubarok Balikpapan Selatan.

Himbauan dan keharusan setiap warga LDII untuk selalu patuh dan tunduk kepada peraturan Pemerintah yang sah sangat mendapat perhatian dari seluruh warganya. Hal ini terlihat dari kondisi masyarakat LDII pada umumnya yang memberikan keteladanan di setiap lingkungan, sehingga memberikan citra yang positif bagi LDII dengan pencanangan paradigma barunya.

Kondisi Kota Balikpapan yang heterogen memiliki penduduk sekitar 600 ribu jiwa ini Alhamdulillah telah dapat menerima kehadliran LDII yang semakin hari menunjukkan sikap, perilaku, dan kontribusi nyata terhadap di masyarakat.

Seluruh kegiatan LDII Kota Balikpapan tidak lepas dari program rutin yang dilaksanakan oleh organisasi. Hal ini perlu disosialisasikan dan diinformasikan kepada khalayak, sehingga tidak menimbulkan prasangka buruk dan menjadi bias karena akan dianggap tidak pada umumnya, terutama di wilayah baru yang mengadakan pengajian-pengajian rutin, dimana banyaknya tempat baru hasil pemekaran di tingkat Pimpinan Anak Cabang di seluruh Kota Balikpapan.

Kota Balikpapan yang terdiri dari wilayah pesisir dan hutan kota terdapat 5 Pimpinan Cabang (PC) di tingkat kecamatan dan 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tingkat kelurahan. Warga LDII yang tersebar di seluruh kota memiliki berbagai macam profesi, dari pekerjaan non formal di tingkat bawah hingga yang memiliki posisi penting di berbagai instansi. Ini adalah komposisi heterogen yang akan terus diupayakan untuk menjaga kondusifitas kota agar Balikpapan tetap menjadi kota yang bersih, hijau, dan sehat. //**

Jajaran Pengurus DPD LDII Kota Balikpapan