Rp 1,4 miliar per tahun per Desa; Otonomi Desa Ubah Paradigma Pembangunan

Rp 1,4 miliar per tahun per Desa
Otonomi Desa Ubah Paradigma Pembangunan

Membangun desa berarti membangun negara yang kokoh. Desa harus dijadikan sebagai subjek pembangunan dengan cara memperkuat dan memajukan perekonomian masyarakat desa. Undang-Undang No. 6 tahun 2014 tentang Desa memberikan kewenangan kepada desa untuk pembangunan desanya. Ke depannya tiap desa bisa menerima anggaran dari APBN atau APBD sekitar Rp1,4 miliar tiap tahun. Besaran tiap desa akan berbeda-beda tergantung beberapa variabel penentu seperti jumlah penduduk, besaran wilayah, dan angka kemiskinan di desa masing-masing.

INILAH sejarah baru bagi pejabat desa di Indonesia. Adalah Lurah Desa Jatisura, Ginggi Syarif Hasyim, dan Camat Jatiwangi, Ono Haryono –keduanya pejabat desa di bawah Kabupaten Majalengka– diundang mengikuti pameran senirupa kontemporer: Mapping the Unmapped, di Fukuoka Asia Art Museum, Jepang. Museum itu meminta mereka mempresentasikan kegiatan seni kontemporer di desanya.

Awalnya adalah kedatangan kurator Masahiro Ushiroshoji di acara Festival OK Video di Galeri Nasional yang digagas komunitas Ruang Rupa. Ia tertarik dengan video karya Jatiwangi Art Factory (JAF).

Video itu menayangkan bagaimana camat menggalang ribuan warga desa berikrar setia pada genteng. Jatiwangi memang dikenal sebagai kawasan pembuat genteng. JAF sendiri adalah sebuah komunitas yang didirikan seniman Arief Yudhi. Sejak 2006, ia aktif mengundang seniman-seniman internasional untuk residensi. Dan hasilnya tak terduga, perupa dari Brasil sampai Mongolia mau tidur di rumah penduduk, mengikuti pembakaran tanah liat tradisional, lalu menciptakan karya.

Undangan Museum Fukuoka itu semakin meyakinkan Lurah Ginggi Syarif Hasyim dan Camat Ono Haryono, bahwa visi-visi kreatif JAF perlu didukung. Apalagi menyongsong penerapan Undang-Undang Desa Tahun 2015. Ketika UU Desa tersebut telah diterapkan, tiap-tiap desa bisa membuat badan-badan usaha sendiri, pabrik-pabrik seperti di Cina, atau apa saja demi kemajuan desa. Yang menjadi soal adalah, bila desa tak memiliki program terencana sejak awal. Sebuah desa yang tak siap, bisa terlanda konflik dan korupsi.

Tentang penerapan UU Desa ini, baik Lurah Desa Jatisura, Ginggi Syarif Hasyim, maupun Camat Jatiwangi, Ono Haryono, sependapat bahwa para kepala desa harus menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan sumber daya dan infrastruktur desa.

Jatiwangi sendiri lima tahun ke depan akan berubah. Sebuah bandara internasional dibangun di kawasan Kertajati, yang hanya lima belas menit dari Jatiwangi. Juga ratusan pabrik tekstil akan didirikan di sekitar Majalengka.

“Itu akan mengubah pola sosial budaya kami,” kata Pak Lurah. Ia berkisah, pada 1980-1990-an, di Jatiwangi ada sekitar tiga ratusan pabrik genteng. Mereka menguasai suplai perumahan Jawa barat. Tapi, kemudian krisis. Dan kini tinggal 100-an. Itulah sebabnya, Camat membayangkan di masa depan bakal memanfaatkan semua sarana itu dan merevitalisasi kerajinan tanah liat serta menjadikan industri kreatif dengan menggunakan jaringan internasional yang dimiliki JAF.

Mungkin, Jatiwangi adalah contoh kecil. Desa ini sedikit banyak memiliki bayangan ke depan. Entah terlaksana atau tidak. Dikhawatirkan, ratusan atau mungkin ribuan desa lain di seantero Indonesia masih belum memiliki orientasi saat dana dikucurkan, masih meraba-raba apa program mereka. Undang-undang desa adalah sebuah eksperimen besar yang menantang. Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, akan mengubah cara pandang baru dengan menjadikan desa sebagai subjek pembangunan.

Desa maju, Negara kokoh

Ketua Pansus RUU Desa Ahmad Muqowam mengatakan melalui UU Desa pembangunan suatu negara dimulai dari basis terkecil negara, yakni desa. Dengan begitu ke depan akan terjadi pembangunan yang berkesinambungan. “Pansus membuka ruang aspirasi yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang concern terhadap kesejahteraan masyarakat desa. UU ini membuka peran desa dalam pembangunan,” kata dia saat menyampaikan laporan RUU Desa dalam sidang paripurna di Gedung DPR kala itu. Lebih lanjut Muqowam mengatakan UU Desa ini didasarkan pada Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 18B ayat 2 sehingga UU ini telah menjadi dasar yang kokoh.

Membangun desa berarti membangun negara yang kokoh. Desa harus dijadikan sebagai subjek pembangunan dengan cara memperkuat dan memajukan perekonomian masyarakat desa. “RUU Desa ini memberikan kewenangan kepada desa untuk pembangunan desanya,” tandas dia.

Sementara, Wakil Ketua Pansus RUU Desa Budiman Sudjatmiko mengatakan, ke depannya tiap desa bisa menerima anggaran dari APBN atau APBD sekitar Rp1,4 miliar tiap tahun. Menurut dia, besaran tiap desa akan berbeda-beda tergantung beberapa variabel penentu seperti jumlah penduduk, besaran wilayah, dan angka kemiskinan di desa masing-masing.

Dengan begitu, nantinya akan terpenuhi unsur keadilan dan kemerataan bagi seluruh desa. Dalam RUU Desa Pasal 72 ayat 2 disebutkan desa mendapatkan 10% dari dan di luar Rp1800 triliun APBN 2014. “Untuk dana transfer daerah jatahnya kabupaten dan provinsi Rp592 triliun. Sebanyak 10%-nya berarti sekitar Rp59,2 triliun untuk 72.944 desa, itu jatahnya desa,” kata mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu. Selain itu, lanjutnya, dalam Pasal 72 ayat 4, 10% alokasi dana desa yang diambil dari dana perimbangan ke kabupaten setelah dikurangi dana alokasi khusus (DAK) berjumlah Rp 45,4 triliun.

Jadi, jika dijumlahkan dengan sumber dana di atas, desa mendapatkan Rp104,6 triliun untuk seluruh desa. Maka, jika dipukul rata, tiap desa mendapatkan sekitar Rp850 juta dari APBN. “Kalau digabung dari APBD, jumlahnya Rp1,4 miliar per desa per tahun,” jelasnya. Dia menambahkan, pemerintah meminta agar aliran dana ke desa dilakukan secara bertahap. Jadi, pemerintah tidak ingin langsung mengambil 10% dari APBN. Selain itu, aset desa akan dikelola desa, aset kabupaten dan nasional yang ada di desa tetap dikelola seperti sebelumnya. Tapi, desa boleh mendapatkan bagian keuntungan.

“Selama ini kan desa hanya dapat royalti atau ganti rugi penggusuran. Nanti bentuk share akan dibahas lewat Bumdes (Badan Usaha Milik Desa),” ujarnya. Menurut dia, Bumdes didirikan oleh Badan Musyawarah Desa (Musda) dan badan ini berdiri di atas kepala pemerintahan desa. Anggotanya dipilih langsung berdasarkan perwakilan ruang RT, RW, utusan rakyat seperti golongan petani, nelayan, pemuda, buruh, perempuan, dan golongan lain. “Semuanya ditentukan secara garis besar persentasenya oleh musyawarah desa,” imbuhnya. Oleh karena itu, lanjutnya, dengan adanya pengesahan RUU Desa tersebut, masyarakat desa harus bangkit dan berbenah diri dari ketertinggalannya selama ini.

Harus Tepat Sasaran

Dalam suatu kesempatan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengatakan, banyak yang harus diatur dalam mekanisme PP menyangkut UU Desa ini. Mendagri juga sudah membicarakan payung hukum lanjutan dengan beberapa dirjen seperti Dirjen Keuangan Daerah, Dirjen Pembinaan Keuangan Daerah, dan Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) untuk bersama-sama merumuskan PP ini.

“Supaya tidak ada kekhawatiran, supaya dana ini tepat sasaran dan tidak lagi bertambah orang masuk penjara karena melakukan penyelewengan, termasuk melakukan pelatihan-pelatihan,” kata Gamawan Fauzi.

Menurut dia, dengan pengesahan RUU Desa ini tentunya akan ada perubahan desain program di desa. Selama ini kementerian lembaga yang langsung turun untuk menjalankan program di desa. Keuangan ke desa pun selama ini diturunkan dalam bentuk dekonsentrasi di provinsi. Sekarang ini, semua dana dan kegiatan itu disatukan dan kemudian diserahkan ke desa.

“Kriteria luas wilayah, jumlah penduduk, masalah kesulitan geografis, tingkat pemahaman kemiskinan, ini yang diatur dalam PP. Ada variabel yang ditentukan,” jelas dia. Selain itu, katanya, pemerintah meminta pengaturan keuangan ini dilakukan secara bertahap. Sebab, pemerintah butuh waktu dan proses seperti pembuatan PP. Setelah PP selesai, baru dapat menentukan kemampuan keuangan daerah untuk desa di tahun pertama pemberlakuan UU Desa ini.

Sementara itu, Dirjen PMD Kemendagri Tarmizi A Karim mengatakan, ada tiga PP terkait UU Desa ini, yakni PP tentang pengelolaan, pengawasan keuangan dan aset desa. PP ini mengatur mekanisme pencairan anggaran desa, pengelolaan, pengawasan, serta pemberdayaan masyarakat desa yang meniru Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. “Dua PP lainnya adalah PP tentang desa dan kelurahan, serta PP tentang desa dan desa adat,” tegas dia. //**

Kepala Desa Bakal Gajian dan dapat Tunjangan Tetap

UNDANG-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa antara lain mengatur kedudukan dan jenis desa, penataan desa, kewenangan desa, penyelenggaraan pemerintahan desa, hak dan kewajiban desa dan masyarakat desa, keuangan desa dan aset desa, serta pembangunan desa dan pembangunan kawasan pedesaan.

Dalam UU ini disebutkan, desa berkedudukan di wilayah Kabupaten/Kota, terdiri atas Desa dan Desa Adat sesuai dengan penyebutan yang berlaku di daerah setempat. Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dapat melakukan penataan desa, yang meliputi pembentukan, penghapusan, penggabungan, perubahan status, dan penetapan desa.

Pembentukan desa sebagaimana dimaksud harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain batas usia desa induk paling sedikit 5 (lima) tahun terhitung sejak pembentukan. Kemudian jumlah penduduk untuk wilayah Jawa paling sedikit 6.000 jiwa atau 1.200 kepala keluarga (KK), Bali paling sedikit 5.000 jiwa atau 1.000 KK, Sumatera paling sedikit 4.000 jiwa atau 800 KK, Sulsel dan Sulut paling sedikit 3.000 jiwa atau 600 KK, NTB paling sedikit 2.500 jiwa atau 500 KK, Sulteng, Sulbar, Sultra, Gorontali dan Kalsel paling sedikit 2.000 jiwa atau 400 KK, Kaltim, Kalbar, Kalteng dan Kaltara paling sedikir 1.500 jiwa atau 300 KK, NTT, Maluku dan Maluku Utara 1.000 jiwa atau 200 KK, dan Papua/Papua Barat paling sedikit 500 jiwa atau 100 KK.

Disebutkan dalam UU itu, pembentukan desa dilakukan melalui Desa Persiapan yang merupakan bagian dari wilayah desa induk. “Desa persiapan dapat ditingkatkan statusnya menjadi desa dalam jangka waktu 1-3 tahun.

Desa juga dapat dihapus karena bencana alam dan/atau kepentingan program nasional yang strategis, dan dua desa atau lebih dapat digabung berdasarkan kesepakatan. Selain itu, desa dapat berubah status menjadi kelurahan berdasarkan prakarsa Pemerintah Desa dan Badan Permusyarawatan Desa dengan memperhatian saran dan pendapatan masyarakat desa.

“Pembentukan, penghapusan, penggabungan, dan/atau perubahan status desa menjadi kelurahan atau kelurahan menjadi desa ditetapkan dalam Peraturan Daerah,” bunyi Pasal 14 UU ini.

Adapun kewenangan desa meliputi kewenangan di bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul dan ada istiadat desa.

Pasal 23 UU ini menyebutkan, pemerintahan desa diselenggarakan oleh Pemerintah Desa, yaitu Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain yang dibantu oleh perangkat desa atau yang disebut dengan nama lain.

Kepala Desa bertugas menyelenggarakan pemerintahan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa. “Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Desa berhak menerima penghasilan tetap setiap bulan, tunjangan dan penerimaan lainnya yang sah, serta mendapat jaminan kesehatan, dan mendapatkan perlindungan hukum atas kebijakan yang dilaksanakan,” bunyi Pasal 26 Ayat (3c,d) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 itu.

Kepala Desa antara lain dilarang (a) merugikan kepentingan umum, (b) membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, pihak lain, dan/atau golongan tertentu, (c) melakukan tindakan diskriminatif terhadap warga dan/atau golongan masyarakat tertentu, (d) menjadi pengurus partai politik, (e) menjadi anggota dan/atau pengurus organisasi terlarang, (f) ikut serta dan/atau terlibat dalam kampanye pemilihan umum dan/atau pemilihan kepala daerah, serta (d) meninggalkan tugas selama 30 hari kerja berturut-turut tanpa alasan yang jelas.

Kepala Desa memegang jabatan selama 6 (enam) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan, dan dapat menjabat paling banyak 3 (tiga) kali masa jabatan secara berturut-turut atau tidak berturut-turut.

Adapun perangkat desa terdiri atas: Sekretaris Desa, Pelaksana Kewilayahan, dan Pelaksana Teknis, yang kesemuanya bertugas membantu Kepala Desa dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Perangkat desa diangkat oleh Kepala Desa setelah dikonsultasikan dengan Camat atas nama Bupati/Walikota.

Menurut UU ini, perangkat desa berpendidikan paling rendah sekolah menengah umum atau yang sederajat, berusia 20-42 tahun, dan terdaftar sebagai penduduk desa dan bertempat tinggal di desa paling kurang 1 (satu) tahun sebelum pendaftaran.

Pasal 67 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 ini menegaskan, desa berhak mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat berdasarkan hak asal-usul, adat istiadat, dan nilai sosial budaya masyarakat desa; menetapkan dan mengelola kelembagaan desa; dan mendapatkan sumber pendapatan.

Sementara masyarakat desa berhak meminta dan mendapatkan informasi dari Pemerintah Desa serta mengawasi kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa; serta memperoleh pelayanan yang sama dan adil.

Adapun pendapatan desa bersumber dari Pendapatan Asli Desa, alokasi APBN, bagian dari hasil pajak daerah dan retribusi daerah Kabupaten/Kota, alokasi dana desa yang merupakan bagian dari dana perimbangan yang diterima Kabupaten/Kota, bantuan keuangan dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota, hibah dan sumbangan yang tidak mengikat dari pihak ketiga, dan lain-lain pendapatan desa yang sah./**

Budiman Sudjatmiko, Wakil Ketua Pansus RUU Desa:
“Desa Harus Bersiap Sambut UU Desa”

budiUNDANG-Undang Desa yang sudah disahkan Pemerintah membawa banyak konsekuensi. Salah satu yang paling memperoleh perhatian adalah alokasi dana sekitar Rp1 miliar untuk setiap desa. Dana ini bermakna positif, tetapi juga dibayangi kemungkinan negatif, yaitu korupsi.

“Di sinilah tantangannya. Masyarakat desa harus melakukan pengawasan sendiri penggunaan dana itu,” kata Budiman Sudjatmiko, Wakil Ketua Pansus RUU Desa, dalam sosialisasi UU Desa di aula Kecamatan Windhusari, Magelang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Dengan UU Desa ini, pemerintahan desa tidak hanya memiliki wilayah dan penduduk, tetapi juga anggaran. Selama ini, problem yang dialami adalah karena desa memiliki wilayah dan penduduk tetapi tidak memiliki dana. Undang-undang ini, kata Budiman, merupakan wujud tanggung jawab negara terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.
“Dulu, masyarakat minta bantuan jalan, bisa diberi masjid. Minta masjid, diberi sekolah. Minta sekolah diberi irigasi. Karena uangnya dipegang pemerintah. Sekarang, uangnya dipegang desa,” tambah Budiman.

Masyarakat desa dengan undang-undang ini memutuskan sendiri penggunaan dana yang diberikan pemerintah. Pada titik inilah sebenarnya, kata Budiman, pemberdayaan masyarakat menjadi sangat penting. Masyarakat harus bisa mengawasi penggunaan dananya.

Di samping itu, pengawasan juga akan dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Desa harus mengumumkan penggunaan dananya secara terbuka. “Saya mengajak seluruh pihak, mari kita awasi bersama penggunaan dana ini. Karena pengawasan ini akan menghapus keraguan kita akan kemampuan desa mengelola anggaran,” tambah Budiman.
Selaku Wakil Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Desa Budiman meyakini, UU Desa akan mampu menghapus politik uang di pedesaan. Masyarakat yang berdaya tidak akan mampu digoda oleh uang recehan. Mereka akan lebih menuntut politisi untuk memahami aspirasi masyarakat desa sendiri. “Politisi atau calon kepala daerah yang ingin mencalonkan diri sulit mendekati masyarakat dengan uang,” paparnya. /**

Alokasi Dana Desa dan Tantangannya

PADA 15 Januari 2014 yang lalu telah diundangkan Undang-Undang No. 06 Tahun 2014 tentang Desa. Para kepala desa gegap gempita menyambut lahirnya undang-undang ini, setelah sebelumnya terjadi gerakan demonstrasi dari kepala desa di berbagai daerah untuk segera mengesahkan Undang-Undang tentang Desa yang baru.

Dalam Undang-Undang itu disebutkan, bahwa desa merupakan sebuah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat yang bertempat tinggal di desa, tentunya diperlukan pendapatan desa agar tujuan membangun desa dan desa membangun tercapai. Salah satu sumber pendapatan desa yang diatur dalam UU Desa adalah Alokasi Dana Desa (ADD).

Apa keistimewaan UU 6/2014 ini dibandingkan undang-undang terdahulu yang mengatur tentang desa?

Pertama, jabatan kepala desa diperpanjang selama 6 tahun. Kepala desa juga dapat menjabat paling banyak 3 (tiga) kali masa jabatan secara berturut-turut atau tidak secara berturut-turut. Kedua, kepala desa dan perangkat desa memperoleh penghasilan tetap setiap bulannya. Ketiga, adanya kewenangan tambahan bagi kepala desa untuk mengatur pendapatan dari desa. Keempat, lembaga desa diberikan kewenangan mengawasi kinerja kepala desa. Kelima, tiap desa akan mendapatkan kucuran dana dari APBN (alokasi dana desa) berkisar Rp 1,4 milyar/tahun/desa. Untuk yang terakhir ini menarik dicermati, di mana sebelumnya, desa belum pernah mendapatkan porsi anggaran dari APBN.

Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan bagian dari dana perimbangan yang diterima Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota paling sedikit 10% (sepuluh perseratus) setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus. Pasca diundangkannya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, tiap desa akan mendapatkan ADD berkisar antara Rp 800 juta sampai Rp 1,4 milyar.
Saat ini, di Indonesia terdapat sekitar 73.000 desa. Dengan adanya dana bantuan dari pemerintah tersebut, tiap desa akan mendapatkan ADD berbeda-beda, dengan memperhatikan jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah, dan tingkat kesulitan geografisnya. Jadi tiap desa akan mendapatkan dana alokasi desa sekitar Rp 1,4 milyar. ADD tersebut digunakan untuk meningkatkan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan Desa.

Jika setiap desa mendapatkan ADD sebesar Rp 1,4 milyar per tahun, tantangan terbesarnya adalah dengan keterbatasan SDM yang ada di desa. Mampukah desa mengelola dana sebesar itu? Kekhawatiran muncul jika dana tersebut disalahgunakan karena masih terbatasnya kemampuan SDM untuk mengelola keuangan desa.

Jika berkaca pada era otonomi daerah sekarang, sebanyak 525 kepala daerah terjerat kasus korupsi akibat penyelewengan keuangan negara. Jika desa memperoleh dana milyaran dalam setahun, bukan hal yang mustahil jika di kemudian hari, banyak kepala desa yang berurusan dengan hukum karena telah merugikan keuangan negara. Praktik korupsi pun dikhawatirkan akan berpindah dari kota ke desa.

Di berbagai daerah di Indonesia, masih banyak kepala desa yang tingkat pendidikannya hanya sampai pada sekolah menengah tingkat pertama. Peraturan daerah Kabupaten/Kotanya masih memberikan peluang kepada masyarakat untuk mencalonkan sebagai kepala desa dengan tingkat pendidikan minimal sekolah menengah pertama. Apalagi di daerah terpencil, sangat sulit untuk mencari orang yang berpendidikan sarjana. Masih minimnya tingkat pendidikan kepala desa/aparatur desa untuk mampu mengelola dana yang demikian besar tersebut menjadi catatan penting agar penggunaan dana ADD tersebut mendapat kawalan dari berbagai elemen baik dari masyarakat maupun dari pemerintah.

Untuk itulah, diperlukan mekanisme kontrol dari masyarakat untuk mengawasi penggunaan ADD ini, agar dana tersebut sesuai dengan peruntukannya, yaitu meningkatkan pembangunan di desa.

Mengingat Keuangan Desa yang semakin kuat pada era sekarang, penyelenggaraan Pemerintahan Desa dituntut agar lebih akuntabel, yang didukung dengan sistem pengawasan dan keseimbangan antara Pemerintah Desa dan lembaga Desa. Lembaga Desa, khususnya Badan Permusyawaratan Desa, dalam kedudukannya mempunyai fungsi penting dalam menyiapkan kebijakan pemerintahan desa bersama kepala desa. Adanya kewenangan tambahan bagi Badan Permusyawaratan Desa untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja kepala desa, harus dijalankan sungguh-sungguh oleh Badan Permusyawaratan Desa sebagai penjelmaan dari masyarakat desa, terutama dalam hal penggunaan keuangan desa. Adanya mekanisme ‘check and balance’ ini akan meminimalisir penyalahgunaan keuangan desa.

Di sisi lain, transparansi penggunaan ADD harus benar-benar dijalankan. Dengan adanya Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, setiap orang berhak meminta informasi terkait penggunaan anggaran, salah satunya penggunaan ADD. Dengan demikian penggunaan ADD bisa diawasi oleh masyarakat, agar ADD tersebut benar-benar digunakan untuk meningkatkan pelayanan publik di desa.

Agar penyelenggaraan pemerintahan di desa berjalan lancar, pemerintah perlu melakukan pembinaan serta pengawasan jalannya pemerintahan di desa. Pemerintah bisa mendelegasikan pembinaan dan pengawasannya kepada pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota. Pembinaan dan Pengawasan tersebut bisa dilakukan dengan cara melakukan pengawasan dalam penetapan anggaran, evaluasi anggaran dan pertanggungjawaban anggaran, melakukan pendampingan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan pembangunan desa, melakukan peningkatan kapasitas kepala desa, perangkat desa, dan Badan Permusyawaratan Desa serta memberikan sanksi atas penyimpangan yang dilakukan oleh Kepala Desa.

Karena dana yang dikelola begitu besar, maka penting bagi kepala desa untuk membekali diri dengan keterampilan mengelola keuangan, membuat pembukuan yang baik, akuntabel dan transparan. Mampukah kepala desa menjawab tantangan tersebut? /**

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas:
“Masyarakat Sipil Harus Kawal Dana Desa”

busyroWAKIL akil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengajak seluruh masyarakat sipil untuk mengawal dana desa. Dana untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan desa seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 itu jadi peluang korupsi di tingkat bawah.

“Peluang korupsi itu bisa di-backup melalui program pencegahan dengan melibatkan masyarakat sipil daerah-daerah,” kata dia di Cisarua, Bogor. Busyro lebih menekankan pada pengawalan, bukan pengawasan. Sebab, dia berharap masyarakat sipil bisa membantu mendesain penggunaan dana yang setiap desa mendapat jatah bervariasi antara Rp 500 juta, Rp 700 juta, hingga Rp 900 juta, hingga Rp1 miliar tiap tahunnya.

Dia mencontohkan kegunaan dana desa yang mendasarkan pada kemampuan mengenali masalah-masalah masyarakat desa setempat. Kemudian, lanjutnya, bisa dilakukan kalkulasi anggaran problem itu setiap tahunnya, baru tahapan pembelanjaan.

KPK, kata Busyro, juga sudah meneken kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan pusat dan daerah di seluruh Indonesia sejak 2012. Kegiatannya, antara lain melakukan pemetaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Apakah berbasis sistem transparan atau pada paradigma pembangunan yang mencerminkan Pasal 33 UUD 1945,” ujarnya.

Dia mengatakan KPK telah melakukan riset dan menemukan indikasi banyaknya daerah yang 75 persen APBD-nya untuk belanja pegawai, sisanya untuk rakyat. Penelitian itu juga menemukan beberapa unsur fraud (kegagalan) yang hasilnya akan dikaji. Susunan APBN maupun APBD itu, menurut Busyro, tidak berdasarkan pemberdayaan masyarakat. “Anggaran daerah memang harus di-backup sehingga melakukan pencegahan di level bawah,” ujarnya.

Sebelumnya, tepatnya pada 30 Mei 2014 yang lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dengan pertimbangan melaksanakan sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, serta untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan Desa.

PP yang disahkan oleh Presiden itu setebal 91 halaman dan memuat sejumlah aturan. Antara lain mengenai Penataan Desa, Kewenangan, Pemerintahan Desa, Tata Cara Penyusunan Peraturan Desa, Keuangan dan Kekayaan Desa, Pembangunan Desa dan Pembangunan Kawasan Perdesaan, Badan Usaha Milik Desa, Kerjasama Desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa, dan Pembinaan dan Pengawasan Desa oleh Camat atau sebutan lain.

Peraturan Pemerintah Nomor 43/2014 ini juga mengatur tentang pemilihan kepala desa secara serentak di seluruh wilayah kabupaten/kota, dan dapat dilaksanakan bergelombang paling banyak tiga kali dalam jangka waktu 6 tahun. Kepala Desa memegang jabatan selama 6 (enam) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan, dan dapat menjabat paling lama tiga kali secara berturut-turut atau tidak secara berturut-turut. Apabila terjadi kekosongan jabatan, kepala desa dalam penyelenggaraan pemilihan kepala desa serentak, bupati/walikota menunjuk penjabat kepala desa.

Peraturan Pemerintah ini juga menyebutkan bahwa penghasilan tetap kepala desa dan perangkat desa dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB-) Desa yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang merupakan pendapatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain menerima penghasilan tetap, Kepala Desa dan Perangkat Desa menerima tunjangan dan penerimaan lain yang sah, yang dapat bersumber dari APB Desa.

PP ini juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten/Kota mengalokasikan bagian dari hasil pajak dan retribusi daerah kabupaten/kota kepada Desa paling sedikit 10% dari realisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah kabupaten/kota. Adapun rumus perhitungannya adalah: 60% dari bagian 10% itu dibagi secara merata kepada seluruh desa, dan 40% sisanya dibagi secara proporsional sesuai realisasi penerimaan hasil pajak dan retribusi dari Desa masing-masing.

PP 43/2014 juga membatasi dana ADD yang boleh digunakan untuk menggaji perangkat desa termasuk kepala desa. Di antaranya, desa yang mendapat ADD kurang dari Rp 500 juta digunakan maksimal 60 persen. ADD Rp 500 juta-700 juta digunakan maksimal 50 persen. ADD Rp 700 juta-900 juta digunakan maksimal 40 persen, dan ADD di atas Rp 900 juta digunakan maksimal 30 persen. /**

Advertisements

Wanita Hebat di Belakang Pria Hebat

WANITA memegang peranan penting di dalam rumah tangga. Wanita umumnya selalu bangun lebih pagi dari suami atau anak-anaknya. Mereka lah yang menyiapkan sarapan, menyambut keluarga dengan senyuman dan memberikan warna serta semangat di awal hari anggota keluarganya. Banyak yang harus dilakukannya. Menjadi istri, menjadi ibu, mengurus rumah, apalagi bila dia juga mengemban karir di luar rumah.

Wanita memiliki peran penting meski ia tidak sedang berada pada jabatan-jabatan yang tampak tak penting. Wanita adalah titik awal lahirnya pemimpin-pemimpin dunia dan dia adalah sosok yang berarti di balik kesuksesan seorang suami. Mengapa demikian? Mungkin banyak yang tidak menyadari, ketika pria sering termakan ambisi dan cenderung melakukan langkah yang terburu-buru, wanita yang mendampinginya yang mampu membantu mengontrol dorongan-dorongan tersebut. Berikut bagaimana wanita bisa
menjadi sosok yang berpengaruh pada kehidupan seorang suami.

1. Memberikan rasa percaya diri
Wanita dapat memberikan rasa percaya diri pada suami karena suami merasa dipercaya, disayangi dan diandalkan. Wanita sendiri menjadi kebanggaan suami karena bisa memiliki dan membuat hidupnya lebih bermakna.

2. Menjadi pengendali
Wanita senang saat pasangannya memiliki ambisi, motivasi dan dedikasi. Dan saat semua itu mulai tidak pada kadar yang semestinya, wanita lah yang mampu melindungi mereka dari ambisius berlebihan dengan pemikiran istrinya.

3. Menawarkan support
Wanita adalah orang terdekat yang mampu memberikan semangat. Ya, pria-pria memang penuh dengan ambisi, namun ada saat di mana mereka hampa dan saat itulah bahkan hanya sentuhan tangan wanita di punggung mereka sudah mampu membantu mereka merasa kuat kembali.

4. Mengijinkan suami mengambil resiko
Orang hebat itu berani mengambil resiko. Wanita tahu benar suaminya sehingga dia percaya suaminya mampu melewatinya. Wanita memberikan rasa optimis, dukungan dan kepercayaan pada suaminya. Tidak takut bila suaminya gagal, karena sekalipun gagal, sang istri sudah siap menyelamatkan batin dan pikirannya agar ia mampu melangkah kembali.

5. Memberikan pandangan
Istri bukan hanya buntut suami. Namun juga menjadi inspirasi atas pemikiran-pemikiran nya. Suami akan membutuhkan pandangan sang istri untuk menyeimbangkan ketimpangan dalam pikiran dan hatinnya. Suami juga bisa terkesan dengan perbuatan sang istri dan itu sangat memengaruhi pandangannya juga.

6. Menangani rumah tangga
Kembali pada apa yang menjadi kodrat. Wanita mengurus rumah, suami dan anak. Wanita adalah rumah itu sendiri, tempat mereka akan pulang. Anda tahu istri para orang besar seperti Obama dan Kennedy? Mereka tidak meninggalkan apa yang harus mereka kerjakan sebagai istri dan ibu dari anak-anak mereka.

7. Selalu di sisi suami
Dalam suka maupun duka. Dalam semangat yang berkobar maupun ketika redup, Istri yang akan berada di sisi suami. Istri memberikan 6 hal di atas dengan selalu berada di sisinya. Inilah yang suami butuhkan, kehadiran istri sebagai separuh jiwa mereka. Ini berarti sebagai ibu rumah tangga pun istri begitu berarti.

Mengutip perkataan ibu Ainun Habibie: “Mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu. Namun saya pikir, buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan risiko kami sendiri kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya ketambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk sendiri pribadinya? Anak saya akan tidak mempunyai ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orangtua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Tiga setengah tahun kami bertiga hidup begitu.”

Ainun Habibie adalah sosok wanita yang hebat di balik Pak Habibie yang luar biasa. Beliau juga sudah menjadi panutan bagi anak-anaknya, bahkan menjadi inspirasi banyak wanita di Indonesia.

Namun Anda, para wanita, punya pilihan bila suami mengijinkan Anda mencapai kesuksesan yang Anda dambakan. Yang paling penting adalah menjadi wanita seutuhnya bagi diri Anda, suami dan anak-anak Anda. Jadilah rumah bagi mereka kembali pada Anda. Semoga keluarga Anda selalu bahagia. //**

Siti Khadijah, Inspirasi Wanita Modern

SIAPAKAH wanita paling beruntung, yang hidup dalam cinta dan bimbingan menuju surga dari suami terbaik yang pernah berjalan di muka bumi ini? Ia adalah ummu mukminin pertama, Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah SAW. Sebagai istri, Siti Khadijah selalu menemani suaminya apapun kondisinya. Saat Muhammad pertama kali menerima wahyu dan pulang ke rumah dengan menggigil, Khadijah menyelimuti dan menghapus kegundahan hatinya. Ia percaya akan semua perkataan suaminya. Ialah wanita pertama yang masuk islam.

Kehidupan rumah tangga mereka begitu bahagia dengan anak-anak yang dilahirkan Khadijah. Meskipun Khadijah adalah saudagar yang kaya raya, Rasulullah tidaklah berpangku tangan. Ia tetap berdagang dan juga membantu pekerjaan rumah tangga.

Sebagai wanita, para ibu bisa belajar banyak dari sosok teladan seorang Siti Khadijah. Inilah beberapa di antaranya:

1. Menjadi seorang janda terhormat
Di masa kehidupan seorang Siti Khadijah, wanita adalah kaum yang dikucilkan dan tidak ada harganya, apalagi seorang janda. Siti Khadijah pernah diceraikan suaminya, tetapi beliau justru memiliki takdir sebagai pendamping seorang Rasulullah. Inilah bukti bahwa tidak selamanya seorang janda itu hina dan boleh dipandang sebelah mata (seperti cap yang diberikan masyarakat hingga saat ini). Jika sang wanita bisa menghormati diri dan perilakunya, maka status apapun yang disandang, dia pantas menjadi wanita mulia yang suatu saat akan memuliakan seorang pria dan keluarganya.

2. Mandiri sebagai saudagar
Sudah bukan rahasia bahwa Siti Khadijah adalah seorang wirausaha atau saudagar sukses dan kaya raya. Tidak banyak wanita yang mandiri di masa itu, apalagi menjadi seorang saudagar sukses. Inilah bukti bahwa wanita bukan makhluk yang lemah atau bodoh. Wanita bisa menghargai dirinya sendiri dengan menjemput rezekinya dengan mandiri. Dengan menjadi saudagar atau wirausaha, maka terbukalah kesempatan dan rezeki yang lebih besar untuk orang lain.

3. Tidak menilai pria dari kekayaannya
Sebagai wanita cantik dan kaya, banyak pria kaya yang ingin melamar Siti Khadijah. Beberapa pelamar itu adalah orang-orang yang berasal dari keluarga kaya dan bersedia membayar berapapun mas kawin yang diinginkan Siti Khadijah. Tetapi wanita mulia tersebut menolak secara halus lamaran yang datang. Bagi Khadijah harta bukanlah variable untuk memilih pasangan hidup.

4. Melamar terlebih dahulu
Jika Anda sering membaca kisah cinta Siti Khadijah dan Nabi Muhammad SAW, Anda pasti tahu bahwa Siti Khadijah yang terlebih dahulu menyatakan keinginannya untuk menikah dengan Rasulullah. Melalui sahabatnya, Siti Khadijah menyampaikan keinginan itu. Hal ini menjadi sebuah jalan bagi wanita untuk tidak malu atau takut mengutarakan keinginan hatinya menikah dengan seorang pria baik, sholeh dan berakhlak mulia. Menikah adalah tujuan yang mulia, jadi tidak perlu malu untuk sebuah tujuan mulia yang suci. Kalaupun lamaran itu tidak diterima, janganlah malu, karena Allah SWT pasti punya jawaban terbaik untuk menjawab jodoh seorang wanita.

5. Istri yang taat pada suami
Dibandingkan dengan pria kaya-raya yang melamar Siti Khadijah, harta Rasulullah saat menikahi Siti Khadijah tidaklah banyak. Tetapi Siti Khadijah memilih pria dengan akhlak mulia. Beliau tahu bahwa tugas seorang istri adalah mendampingi suami. Siti Khadijah juga taat dan tidak membawa nama besar keluarganya atau kekayaan yang dimiliki untuk mengurangi rasa hormatnya pada Rasulullah. Pilihlah pria yang taat dan memiliki akhlak mulia, juga pria yang rajin dan pantang menyerah menjemput rezeki halal. //**

Istri Sholehah Menjadi Ratunya Bidadari di Surga

LAKI-LAKI manapun pasti menginginkan seorang istri sholehah yang mampu menenangkan hatinya saat gundah, mampu menjadi teman diskusi yang komunikatif, seorang istri yang mampu merawat dan mengurus dirinya dengan telaten dan menjaga anak-anak serta rumah dengan rapi. Dan dengan cinta kasih bersama-sama berharap kelak akan berkumpul di surga yang kekal abadi sehingga kebahagiaan yang dirasa akan sempurna, bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.
Istri sholehah adalah seorang istri yang taat dan tunduk pada suaminya. Ketika ketaatan dan ketundukkan ditampilkan oleh seorang istri akan membuat rasa tenteram tumbuh di hati suami. Suami pun akan merasakan rasa tenteram dalam mencari nafkah, meringankan semua tugasnya yang berkaitan dengan agama dan dunia. Termasuk pekerjaan suami ketika membantu dalam mengurus anak-anak.

Istri sholehah memang sudah seharusnya berusaha meraih ridho sang suami dan menjauhi segala perbuatan ataupun hal yang akan melukai hati suami. Apabila seorang istri bertindak di luar batas sebagai seorang istri dan suaminya tidak ridho serta merasa tersakiti, maka bisa terjadi bencana dalam rumah tangga. Pernikahan yang telah dibangun begitu lama, akan sia-sia karena bisa saja sang suami marah akan tindakan sang istri yang dirasanya tak pantas. Akibatnya, tak menutup kemungkinan akan terjadi perceraian. Kalau sudah seperti ini, anak-anaklah yang akan menjadi korban kedua orangtuanya.

Kebahagiaan seorang suami akan juga menjadi kebahagiaan istri. Ketika istri menjadi seorang sosok istri sholehah dan bertakwa kepada Allah Swt, suami akan bersyukur dan bebannya sebagai imam rumah tangga akan menjadi ringan.

Istri sholehah, atau wanita solehah telah dijamin oleh Allah Swt bisa masuk surga dari pintu mana pun. Betapa bahagianya menjadi seorang wanita, apalagi jika ia menjadi seorang istri sholehah. Ketika suami telah ridho dengannya, maka tak ada alasan bagi Allah Swt memberinya segudang pahala berlimbah.

Istri sholehah akan menjadi seorang ibu yang bisa menempatkan diri secara proposional pada keluarganya. Dia akan menjadi madrasah paling pertama bagi anak-anaknya, sebab anak-anak mendapat pelajaran pertama kali dari ibunya. Jadi, ketika orangtua berharap anak-anaknya tumbuh menjadi anak sholeh, harus terlebih dahulu orangtuanya menjadi orangtua yang sholeh sehingga anak akan menjadikan kedua orangtua sebagai panutan.

Tugas seorang istri sholehah sebanding dengan ganjaran pahala yang akan didapatkannya. Mendidik, merawat, menjaga anak dan suami. Menjadi partner yang baik bagi suami, menjadi penenang saat suami sedang mengalami kegundahan, dan belum lagi mengerjakan segudang pekerjaan rumah tangga yang rasanya tak akan pernah ada habisnya.
Menjadi seorang sholehah gampang-gampang susah. Namun, jika istri mengerti batasan dan porsinya dalam rumah tangga, maka menjadi seorang istri sholehah akan terasa mudah. Apalagi jika seorang istri tersebut paham dan mengerti tentang agama dan aturan yang telah diterapkan oleh Allah Swt.

Hal yang paling mendasar agar menjadi seorang istri yang solehah adalah menghargai suami. Sudah bukan cerita baru lagi, di zaman sekarang tak sedikit istri yang tak lagi menghargai suaminya. Apalagi jika ditunjang dengan keadaan karir dan finansial istri lebih tinggi dibanding sang suami. Saat kondisi seperti ini, banyak para istri yang hanya menjadikan suami sebagai status pelengkap saja.

Menghargai suami hukumnya wajib bagi seorang istri. Seorang istri tidak boleh merendahkan apalagi menghina keadaan suami. Seorang istri harus sadar betul akan keberadaannya dan posisinya dalam menciptakan sebuah keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah.

Pernikahan adalah ibadah dan merupakan perjalanan separuh dari agama. Saat wanita memutuskan menikah dengan seseorang, dia harus benar-benar menerima keadaan sang suami. Seorang istri harus bisa menerima baik kekurangan maupun kelebihan suami. Jangan sesekali memandang suami dari segi materi dan fisik belaka. Seorang istri wajib menghormati dan menghargai suami karena sosok suami merupakan imam rumah tangga.

Tips Menjadi Istri Sholehah

ISTRI sholehah memang dambaan setiap suami. Agar para wanita muslim bisa menjadi istri sholehah, beberapa tips berikut bisa diterapkan dalam berrumah-tangga.

1. Hati-hati melarang atau membatasi hobi suami
Biasanya, suami paling tidak senang ketika seorang istri melarang atau bahkan membatasi hobi dan kegemarannya. Apalagi, jika hobi tersebut bagi suami adalah hal yang sangat menyenangkan hatinya. Seorang istri sholehah tak akan melarang atau membatasi hobi suami. Tetapi jika hobi suami dianggap sudah berlebihan hingga lupa waktu, istri bisa mengingatkannya dengan bahasa yang santun dan tidak marah-marah.

2. Hentikan kebiasaan banyak aturan pada suami
Seorang istri jangan bersikap terlalu mengatur suami, misalnya membuat statement seperti, “pokoknya, sepulang kerja tidak boleh keluyuran. Harus langsung pulang ke rumah!” Jika sang istri membuat aturan tegas seperti itu, sang suami akan merasa tertekan dan bisa jadi marah-marah. Lebih baik ingatkan suami dengan cara yang santun dan halus. Katakan saja pada suami kalau anak-anak selalu menunggu kepulangannya untuk makan malam bersama. Terpenting, gunakan cara-cara yang manis untuk mengingatkan suami.

3. Hati-hati meminta suami untuk mengubah penampilan
Suami pasti akan merasa jengah dan kesal jika sang istri selalu memintanya berubah. Misalnya, ketika sebelum menikah dengan Anda, sosok suami adalah orang yang berpenampilan cuek. Ketika sesudah menikah, Anda ingin sekali mengubahnya menjadi lebih rapi. Jika Anda ingin melihatnya berpenampilan berbeda dari biasanya, sebaiknya Anda memberi masukan saat suasana hatinya sedang baik.

4. Jangan terlalu cemburu dan curiga
Banyak yang bilang kalau cemburu adalah tanda cinta. Namun, suami pada umumnya tidak senang dicemburui dan dicurigai. Apalagi jika Anda cemburu dan curiga berlebihan. Seorang istri yang sholehah tidak akan melakukan hal seperti itu. Jika Anda merasa suami sedang berubah, jangan dulu mencurigainya dia mulai melirik wanita lain. Ada baiknya Anda menyelidikinya terlebih dahulu. Mungkin saja suami kurang perhatian karena sedang mengerjakan sesuatu pekerjaan yang memang menyita perhatiannya.

5. Jangan mengeluarkan emosi meluap-luap
Ketika terjadi perbedaan pendapat atau perselisihan, biasanya tak jarang istri akan meledak emosinya. Meskipun dalam keadaan marah dan merasa kesal pada perbuatan suami, sebaiknya seorang istri tidak boleh memarahi atau membentak suami. Emosi boleh-boleh saja jika yang dilakukan oleh suami memang melanggar sesuatu yang salah. Namun, harus selalu diingat agar tidak meledak-ledak. Lebih baik menegur suami ketika kondisi santai saat Anda berduaan. Ungkapkan rasa kecewa dan kekesalan yang anda rasakan pada suami dengan bahasa yang santun.

6. Selalu menghargai suami
Menghargai dan menghormati suami dalam kondisi apapun. Jangan pernah menganggap rendah suami walaupun suami dalam keadaan yang sulit. So, menjadi seorang istri sholehah gampang, bukan? Jangan sekali-sekali memandang suami dari sekadar fisik atau merendahkan diri suami. Raihlah ridho suami dalam membina pernikahan, karena Allah Swt akan memberikan surga bagi wanita dan istri sholehah. //**

Kasih Ibu Sepanjang Masa

Jika perjalanan bumi mengelilingi matahari terukur sejak fajar hingga saat terbenam, maka perjalanan kasih ibu berjalan sepanjang masa. Sejak dalam kandungan hingga tumbuh menjadi manusia mandiri, ibu memegang peranan penting perjalanan anak manusia. Kasih ibu tak berujung, karena seorang ibu tak ubahnya sebuah sekolah bagi anak-anaknya.

Ibu Rumah Tangga Bukan Pembantu Rumah Tangga

Suatu hari seeseorang datang menghadap Rasulullah SAW dan bertanya, “Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik?” Rasulullah SAW menjawab, “Ibumu.” Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah SAW menjawab, “Kemudian ibumu.” Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah SAW menjawab, “Kemudian ibumu.” Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah SAW menjawab lagi, “Kemudian ayahmu.” (Shahih Muslim No.4621).

MENURUT penjelasan seorang teman, penyebutan “ibu” sampai tiga kali dan “ayah” hanya sekali, itu artinya dalam satu rumah harus ada “tiga ibu” dan “satu ayah”.… Hadeh! Ini tentu saja hanya guyonan. Yang benar adalah, bahwa pengulangan kata “ibu” sampai tiga kali menunjukkan bahwa seorang ibu lebih berhak atas anaknya dengan bagian yang lebih lengkap dibanding ayahnya. Bahwa ibu memiliki tiga kali hak lebih banyak daripada ayahnya, bisa dipahami dari kerepotan sang ibu ketika dia hamil, melahirkan, dan menyusui. Tiga hal ini hanya bisa dikerjakan oleh sang ibu, dengan berbagai penderitaannya.

motherSeorang ibu bisa membuat anaknya nyaman berada di sisinya dan ketika anak dewasa dia akan lebih mampu menyelesaikan masalah yang ada dengan baik. Dia akan lebih mampu mengatasi masalah yang ada dan hidupnya lebih seimbang. Jadi, baik tidaknya seorang anak sangat dipengaruhi oleh ibu yang mengasuh dan mendidiknya.

Peran ibu sebagai pengelola rumah tangga memang sangat kompleks. Tidak sedikit wanita yang merasa bahwa ia menjadi ibu rumah tangga seolah menjadi pembantu rumah tangga. Pekerjaannya menumpuk dan ia harus melakukannya sendirian, karena banyak kaum bapak yang mengira bahwa itu adalah pekerjaan istrinya. Terlalu tega sebenarnya laki-laki yang membiarkan istrinya melakukan semua pekerjaan rumah tangga dan ia sendiri masih ingin dilayani. Istrinya pasti akan sangat lelah dan tidak mempunyai waktu untuk dirinya sendiri.

Mengurai perjalanan pengabdian kaum ibu tak akan terukur. Pasalnya, kelewat panjang dan tidak memiliki ujung akhir. Pengabdiannya selaku manusia bisa jadi paling berat dibanding kaum bapak. “Bagi seorang ibu, mengabdi pada keluarga, atau anak dan suami adalah ibadah,” ujar Dra Hj Cri Puspa Dewi Motik Pramono, MSi atau akrab dipanggil Dewi Motik dalam suatu kesempatan.

Bahkan Nabi Muhammad SAW pun mengungkapkan dengan penegasan kepada kaumnya dengan menyebut ibu ‘tiga’ kali, selanjutnya baru bapak dan seterusnya. Artinya, ini sebuah gambaran, ibu merupakan kaum yang harus diutamakan.

“Menjadi seorang ibu itu sangat berat, tapi bila dijalani dengan ikhlas, tulus dan penuh kesadaran bahwa menjadi ibu sangat mulia, maka yang muncul rasa kebahagiaan,” kata Dewi Motik. Terlebih, lanjutnya, bila anak-anak sudah mampu mandiri dan bertanggung jawab pada perjalanan masa depan selanjutnya, serta suasana keluarga terjaga dalam keadaan harmonis, serasi penuh kedamaian, tentu sangat membahagiakan, niscaya itu merupakan anugerah dari Allah SWT.

Lebih lanjut dicontohkan mengenai betapa hebatnya kaum ibu, khususnya di Indonesia. “Di kala negeri ini mengalami krisis ekonomi, banyak kaum ibu harus berjuang keras banting tulang membantu mencari nafkah untuk keluarga. Tak sedikit ibu-ibu berjuang sendirian bekerja mencari nafkah karena suami mereka mengalami goncangan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK), sementara mencari pekerjaan baru sangat sulit. Sungguh luar biasa,” ungkapnya.

Perihal beratnya tugas seorang ibu di Indonesia, juga diungkapkan dr Lucky Safitri Wydya Kusuma, SpOG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUP Persahabatan dan RS Husni Thamrin Jakarta. Menurutnya, seorang ibu di Indonesia tidak saja mengurusi rumah tangga, tapi bekerja di luar rumah. Sementara di sisi lain harus memikirkan gizi anak-anak, terlebih jika sedang mengandung.

“Tapi, yang terjadi di Indonesia, banyak ibu yang tengah hamil tetap bekerja di luar rumah,” katanya. Mengapa demikian? Karena pada umumnya kondisi masyarakat masih hidup dalam status ekonomi menengah ke bawah. Lain hal dengan negara-negara maju. Seperti Jepang, Amerika, negara-negara Eropa, dan lain sebagainya, banyak kaum ibu lebih memilih tinggal di rumah merawat anak-anak dan rela melepaskan pekerjaan maupun kariernya.

Pilihan menjadi perempuan karier atau ‘bekerja’ menjadikan tugas keseharian sebagai seorang ibu bertambah berat. Pasalnya, menilai pekerjaan mengurus keluarga saja sudah cukup berat, apalagi harus membantu mencari nafkah di saat kondisi perekonomian sangat sulit. Sementara di bagian lain, di era sekarang ini banyak ‘polusi’ yang dapat meracuni keluarga dan anak-anak.
“Maraknya narkoba, pergaulan bebas, mudahnya mengakses informasi, seperti lewat internet yang notabene banyak yang tidak bertanggung jawab, juga film-film dan VCD porno dan sebagainya, hal ini semakin menjadikan tugas berat seorang ibu dalam hal pengawasan serta pendidikan anak dan keluarga,” tukas dr Lucky.

Begitu banyak dan kompleksnya permasalahan yang dihadapi kaum ibu Indonesia sepertinya perlu pemikiran serta sumbangsih pemikiran, minimal bagaimana upaya membagi waktu yang padat tersebut bagi pencurahan perhatian kepada anak dan keluarga.

Baik Dewi Motik maupun Lucky Safitry sependapat jika sesedikit apapun waktu luang, seorang ibu tetaplah mesti ‘menemui’ anak-anak.

Karena, menurut kedua perempuan karier tersebut, anak-anak dan keluarga merupakan bagian nomor satu yang harus diperhatikan. Untuk diperlukan sebuah kesadaran dan pemahaman bahwa tugas dan seberat apapun tugas seorang ibu tak ubahnya merupakan ibadah. Itu sebabnya, harus dijalankan dengan baik, ikhlas, tulus dan penuh kesadaran, karena tugas tersebut merupakan suatu ibadah.

Dalam menjalankan tugas sekaligus ibadah dan ‘multi job’ tersebut, seorang ibu hendaknya tetap mengutamakan keluarga, terutama dalam hal pemberian bekal pendidikan kepada anak-anaknya. Misalnya, pendidikan etika dan agama. Sebab, pendidikan etika dan agama merupakan fundamen sekaligus bekal bagi anak-anak untuk perjalanan hidup selanjutnya.

Sebagai ibu yang baik, mereka harus bisa menjadi suri tauladan untuk anak-anaknya. Ibu yang baik harus bisa memberikan perhatian terbaik pada anaknya karena perhatian dari seorang ibu mampu mencetak generasi bangsa yang unggul dan dapat diandalkan di kemudian hari. Ibu adalah kunci kesuksesan hidup seorang anak, baik untuk agama dan akhlaknya.

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban seorang anak untuk berbakti kepada sang ibu yang memang mempunyai hak untuk dihormati sampai tiga tingkatan. Dan tidak berlebihan kiranya jika dikatakan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu. //**

Mabrur-kah Haji Anda?

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bersabda,  “Tidak ada balasan bagi haji mabrur, melainkan surga”. Subhanallah, sungguh luar biasa balasan yang diberikan Allah kepada orang yang menunaikan ibadah haji. Predikat yang didapatnya adalah haji  mabrur. Balasannya adalah surga. Haji mabrur merupakan hasil maksimal yang didambakan oleh setiap jama’ah haji karena haji yang seperti itu menjamin pelakunya untuk masuk surga. Lantas apakah kriteria haji mabrur? Anda tergolong yang mana?

Haji Mabrur Menjadi Kerinduan Setiap Jiwa yang Beriman

Secara umum, kemabruran ibadah haji seseorang ditunjukkan melalui perubahan sikap, mental, dan perilaku seseorang hingga menjadi lebih baik dari sebelum melaksanakan ibadah haji dan meningkatnya kualitas ibadah. Seseorang yang kembali dari tanah haram, dia akan memulai hidupnya dengan lembaran baru, menapak jalan yang kokoh dalam beribadah, dalam pergaulan dan dalam berakhlak. Maka dia menjadi orang yang tampil beda dengan sikap jujur dalam kerjasama, banyak melakukan kebaikan, mencurahkan amar ma’ruf dan hatinya bersih. Inilah kerinduan setiap jiwa yang beriman.

IBADAH haji termasuk rukun Islam yang ke-5. Hukumnya wajib bagi yang sudah mampu. Berbeda dengan kewajiban syariat Islam yang lainnya, kewajiban menunaikan ibadah haji bisa dikatakan cukup berat. Karena ibadah ini sangat mengandalkan kekuatan fisik dan mental. Lamanya berada di tanah suci juga terkadang membuat kerinduan yang begitu mendalam terhadap keluarga. Itulah sebabnya kisah seseorang tentang perjalanan ibadah haji selalu menarik untuk didengarkan. Ibadah haji ke Mekah al Mukaromah menghadapi resiko berat. Mulai kesengsaraan di perjalanan, ancaman kematian karena berdesakan, hingga terinjak-injak oleh sesama jamaah haji saat menjalankan rangkaian ibadah haji. Bahkan tahun 2008 jamaah haji asal Indonesia pernah  mengalami kelaparan akibat manajemen yang kurang baik dari panitia penyelenggara haji.

Sering kita mendengar, banyak jamaah haji yang begitu bahagia menginjakkan kaki di tanah suci sehingga tidak mengatur tenaga dangan baik. Di awal kehadirannya, ia  selalu pergi ke masjid dan tidak mengindahkan kesehatan. Akhirnya ketika hari H yang dinantikan tiba, ia sakit dan tidak mampu melakukan kewajiban haji. Padahal ibadah haji ini adalah ibadah fisik. Lingkungan yang baru dengan suhu yang terkadang cukup ekstrim, membutuhkan strategi dan harus sangat mengenal keadaan diri sendiri.
Kalau sekiranya sudah terasa sakit dan tempat menginap jauh dari masjid, ada baiknya tidak memaksakan diri, dan menghemat tenaga untuk rukun haji yang memang wajib dilakukan. Berbeda kalau tenaga cukup kuat dan badan terasa sehat. Perjalanan ke masjid yang berjarak 3-4 km itu tidak terasa berat karena memang niat ibadah telah memberikan suntikan tenaga yang sangat luar biasa. Apalagi ditunjang dengan asupan makanan dengan gizi seimbang dan multi vitamin yang memang telah disiapkan.

Tidak heran kalau dalam menunaikan haji ini, pemerintah menyarankan agar orang-orang yang berusia muda secepatnya mendaftarkan diri untuk berhaji. Dengan demikian diharapkan bahwa ibadah yang akan dijalankan selama kurang lebih satu bulan penuh itu akan terlaksana dengan baik. Tetapi tidak bisa juga dipukul rata bahwa orang yang usia lanjut itu tidak mampu melakukan ibadah seutuhnya. Banyak peristiwa yang membuktikan kekuasaan Alalh Swt.

Orang tua yang berusia 70 tahunan, malah tampak gagah dan tidak kekurangan apapun. Allah Swt membuatnya kuat beribadah. Tidak hanya yang laki-laki, wanita yang berusia lanjut pun mampu melaksankan semua rukun haji dengan baik. Mereka terlihat tidak kekurangan apapun. Usia senja membuat mereka lebih pasrah dan tawakal. Sikap inilah yang membuat mereka tidak sombong dan tidak merasa hebat dan sehat. Kekurangan mereka membuat mereka merasa bahwa mereka harus berpasrah selalu.

Akhirnya dengan doa yang tak terputus itulah mereka bisa menunaikan rukun Islam ke-5 dengan mulus dan lancar. Sebaliknya, anak muda yang merasa sangat sehat ketika di tanah air yang dibuktikan dengan pemeriksaan kesehatan, akhirnya jatuh sakit. Ia tidak mampu melakukan kewajiban hajinya sendiri. Kesombongan walau sedikit pun ternyata menjadi bumerang yang menyakitkan.

Tiada yang sulit kalau dibuat mudah dan tiada yang mudah kalau dibuat sulit. Tawakal dan selalu berpasrah adalah kunci berhaji yang harus dicamkan oleh orang-orang yang telah memasang niat melangkah ke tanah suci. Setelah kembali ke tanah air pun, tidak perlu memasang titel haji di depan nama karena sesungguhnya gelar haji itu bukan sesuatu yang menjadi pembeda dalam status sosial. Kalau dipasangkan titel haji, ditakutkan malah akan terserang penyakit riya’.

Berhaji Zaman Dahulu Lebih Berat

Kalau sekarang saja masih begitu banyak rintangan yang dihadapi ketika berhaji lalu bagaimanakah resiko yang dihadapi oleh jamaah haji ratusan tahun yang lalu? Beratnya perjuangan itu pasti akan membuat banyak orang berpikir lama untuk mempersiapkan bekal berangkat ke  tanah haram. Kalau sekarang saja jamaah haji reguler itu minimal meluangkan waktu sekira 40 hari, jamaah haji zaman dahulu harus mempersiapkan waktu selama setengah tahun. Atau bahkan lebih. Perjalanan dengan kapal laut saja bisa mencapai 30 hari. Pulang pergi, 60 hari.

Tentu kita tahu para jamaah haji di zaman dulu tidak naik pesawat terbang sebagai transportasi haji. Transportasi darat yang diandalkan saat itu hanyalah unta dan kuda. Bisa kita bayangkan, betapa berat ujian yang harus diterima oleh jamaah haji yang bertempat tinggal jauh dari tanah suci seperti Indonesia. Sehingga pada masa  dahulu, perjalanan ibadah haji selalu dilepas kepergiannya dengan tangisan, karena khawatir tidak akan kembali lagi ke tanah air.

Dulu perjalanan haji dari Indonesia menuju Mekkah bisa jadi harus mencapai 2 hingga 6 bulan. Perjalanan menyeberangi pulau-pulau hanya bisa dilakukan dengan kapal layar sederhana. Untuk melaksanakan perjalanan ibadah haji, sesorang harus mempersiapkan segala kemungkinan terburuk. Saat itu jamaah haji ada yang ditemukan tertunda sampai di tanah suci karena kehabisan bekal ataupun menderita sakit.

Para bajak laut, perampok, angin topan dan badai juga cukup mengancam, maka diperlukan kewaspadaan yang tinggi bagi para kafilah haji. Dalam masa-masa semacam ini mereka tinggal di negara-negara tempat perahu layar mereka singgah. Beratnya perjuangan untuk menunaikan perjalanan ibadah haji pada masa itu, membuat kita yang hidup di zaman modern ini bisa memahami mengapa bila di masa lalu seorang muslim yang telah berhasil melaksanakan ibadah haji bisa mendapatkan kedudukan terhormat di kalangan masyarakat begitu kembali ke negeri asalnya.

Mereka  kemudian mendapatkan gelar “haji” ataupun “hajjah” di depan nama panggilannya. Sebuah gelar yang umum disandang para jamaah haji yang tinggal jauh dari Baitullah, seperti mereka yang berasal dari Negara Indonesia ataupun Malaysia. Sedangkan gelar ini tidak populer di negara-negara di Timur Tengah yang dekat dengan Baitullah.

Tetapi bukan gelar ini yang mestinya dikejar setiap muslim yang sudah memantapkan hatinya berangkat ke Tanah Haram untuk menunaikan rukun Islam yang kelima tersebut. Ada yang lebih penting dari gelar haji atau hajjah, yaitu perubahan sikap menjadi lebih baik selepas itu. Jangan sampai, walaupun insan muslim tersebut sudah berhaji tetapi kondisinya sama saja atau bahkan imannya lebih “down” dari sebelumnya. Karena sebaik-baik haji adalah haji mabrur yang balasannya surga. Kenikmatan surga dan bisa terhindar dari siksa neraka, inilah kerinduan kita bersama. //**

Tips Aman di Tanah Haram

WALAUPUN kota Mekkah dan kota Madinah merupakan kota haram yang masing-masing memiliki keistimewaan, para jamaah haji tetap harus hati-hati kalau tidak ingin menderita di negeri orang karena tas atau koper kita telah berpindah tangan untuk selamanya. Berikut adalah tips aman yang patut diwaspadai para Jamaah Haji ketika berada di Tanah Suci, diantaranya:

1. Potong rambut untuk tahalul
Usahakan Anda membawa gunting untuk bertahalul, jangan sampai Anda melakukan tahalul dengan menyewa gunting di bukit marwah, karena anda akan terjebak dengan harganya. Jika anda langsung mengiyakan untuk meminjam/menyewa gunting dari orang-orang yang tidak anda kenal, maka Anda akan ditipu dari masalah harga. Biasanya berkisar antara 50-150 real. Sungguh harga yang bukan seharusnya. Atau jika Anda akan menggunduli rambut, lakukanlah di barber shop ketika telah keluar dari Masjidil Haram.

2. Dalih “jasa mencium Hajar Aswad”
Banyak sekali di sana orang yang akan menawarkan kepada Anda “Jasa untuk bisa mencium Hajar Aswad”.  Hati-hati, jangan sampai Anda tertipu. Ibadah Haji adalah untuk bertemu dan mengharap keridhaan Allah SWT dan bukan untuk saling mendholimi sesama jamaah. Biasanya “jasa” di atas adalah akan mengawal Anda ke dekat Hajar Aswad tanpa memperhitungkan keberadaan jamaah lain yang sedang bertawaf. Mereka tidak perduli ada jamaah lain terdzolimi. Mencium Hajar Aswad adalah hal Sunah, sehingga segala perbuatan Anda jangan sampai menggugurkan nilai ibadah haji anda karena melakukan perbuatan dzolim terhadap orang lain. Mintalah kepada Allah SWT untuk digampangkan jalannya, insya Allah Anda akan bisa mencium Hajar Aswad tanpa harus keluar biaya ratusan real dengan menyewa jasa-jasa yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan.

3. Pengemis
Hati-hatilah terhadap pengemis yang berada di sekitar luar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, karena sebenarnya diantara mereka ada yang berpura-pura mengemis, padahal tujuannya ingin mencuri dan menjambret tas dan dompet yang anda bawa. Mereka biasanya tertutup dengan Hijab berwarna hitam, sehingga anda tidak akan mengetahui sebenarnya apakah mereka benar-benar pengemis ataukah mereka adalah penjambret.

4. Hati-hati menyimpan dompet
Usahakan menyimpan dompet di kaos yang memiliki resleting, Kaos ini biasa dijual dengan harga Rp 25.000 dan bisa anda beli di toko oleh-oleh haji di tanah air sebelum anda berangkat ke tanah suci. Jangan pernah menyimpan dompet di Tas ataupun saku celana belakang, karena kejadian penjambretan dan pencopetan sering terjadi.

5. Jebakan onta hias
Hal ini terjadi di sekitar Jabal Rahmah. Di sana banyak sekali orang yang menawarkan untuk menaiki onta yang telah dihiasi pernak-pernik arab. Di saat Anda akan menungganginya silakan lakukan tawar-menawar terlebih dahulu sebelumnya. Jika si pemilik melakukan pemotretan, maka jangan sampai Anda tertipu, karena semua foto yang telah dia potret harus semuanya Anda beli.

6. Biasakan menawar ketika berbelanja
Jika anda berbelanja, lakukan tawar-menawar terlebih dahulu, karena harga yang ditawarkan mahalnya bukan main. Jika anda bisa menawar maka harga sebenarnya adalah sekitar 25% saja dari harga yang mereka tawarkan. Akan tetapi tidak selamanya demikian. Biasanya hal ini terjadi ketika anda berbelanja di toko-toko yang berada di emper jalan. Lebih aman berbelanja di Mal atau toko-toko di dalam zam-zam tower atau di bin dawood mall , karena selain barang terjamin kualitasnya, harga yang ditawarkan pun harga yang sewajarnya. Dan Anda insya Allah tidak akan tertipu. //**

Serba-serbi Haji

SEORANG jamaah haji asal Purwokerto, sebut saja namanya Fulan, sedang menunggu angkutan di sebuah halte dekat maktabnya untuk ke Masjidil Haram. Setiap kali bus datang, dia mengurungkan niatnya untuk naik. Bus datang lagi, urung lagi. Datang lagi, urung lagi. Begitu seterusnya dari pagi sampai menjelang waktu zhuhur tiba.

Usut punya usut ternyata si Fulan tidak berani naik ke bus karena setiap berhenti di halte, kernetnya teriak: “Haram! Haram!”.  Si Fulan mengira kalau dia tak boleh naik ke bus karena kernetnya bilang `Haram.Haram!` seperti kondektur Metromini Jakarta yang bilang `Grogol… Grogol`.

Saat dikasih tahu bahwa Fulan bukan tidak boleh naik bus melainkan bus itu memang jurusan Masjidil Haram, dia punya ide besar. Kelak jika kembali ke Tanah Air, dia akan bangun sebuah mesjid yang akan dia beri nama “Masjidil Halal”. Supaya jangan ada orang terkecoh seperti dirinya. “Dikira Haram, ternyata Halal,” kata si Fulan.

Kisah lucu lain seputar jamaah haji juga dialami para jamaah haji yang berasal dari desa yang masih lugu-lugu, dan baru keluar negeri untuk pertama kalinya. Ibaratnya, mereka tembak langsung ke Mekkah dari desanya di Jawa sana.

Persoalannya adalah sejak di pesawat jamaah asal ndeso itu tidak faham bagaimana menggunakan toilet. Toilet di pesawat menjadi bau karena jamaah ada yang pipis di lantai kamar mandi. Ada juga yang buang air besar tidak disiram karena tidak tahu cara menekan tombol “Flush”-nya.

Begitu juga yang terjadi di pemondokan. Sang muthowif menemukan ada jamaah yang kencing di wastafel, sehingga tempat cuci tangan dan cuci muka itu bau pesing. Jamaah yang ditanya tidak ada yang mengaku. Lalu muthowif itu mengumpulkan jamaahnya untuk mencari tahu siapa yang kencing tidak pada tempatnya itu.

Sang muthowif melakukan semacam “brainstorming” untuk meminta pendapat jamaah bagaimana kamar mandi yang bersih, khususnya urinoir yang diidamkan oleh jamaah. “Apakah tempat kencing di pemondokan ini sudah baik?” tanya sang muthowif memancing.

Seorang kakek menjawab dengan lugunya, “Sebenarnya yang sekarang sudah baik Pak Kyai, cuma terlalu tinggi. Tadi pagi saya kencing susah, karena ketinggian saya bawa kursi ke kamar mandi…”  Maka tahulah sang muthowif siapa oknum jamaah yang kencing di westafel tersebut. //**

Sukses Menunaikan Ibadah Haji

SETIAP muslim yang merindukan kedekatan dengan sang Kholik, tentulah sangat mendambakan untuk bisa menunaikan ibadah haji atau setidaknya ibadah umrah. Dengan melaksanakan ibadah haji ini maka umat muslim telah menyelesaikan rukun Islam secara lengkap.

Dijelaskan dalam sebuah hadits, Muhammad Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang memiliki bekal dan kendaraan, yang dapat membawanya ke Masjidil Haram, tetapi tidak melaksanakan haji, maka ia akan mati seperti seorang Yahudi atau Nasrani” (HR Tirmidzi).

Begitu tegas Rasulullah SAW bersabda, bahwa orang yang mampu tetapi tidak menjalankan ibadah haji maka ancamannya adalah mati bukan sebagai seorang muslim. Hal ini yang menjadi sebuah renungan bagi kita semua untuk mengupayakan diri agar bisa mengunjungi rumah Allah SWT dan menjalankan rukun Islam yang kelima tersebut.
Dalam pelaksanaannya, ibadah ini tidaklah mudah. Ada banyak hal yang perlu Anda siapkan dengan matang dan terencana agar ibadah Anda lancar dan mabrur. Untuk itu, berikut ini beberapa tips yang bisa dijadikan panduan agar sukses menunaikan ibadah haji.

1. Mencari informasi
Sebelum Anda berangkat ke tanah suci, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya.  Bila anda ingin berangkat dengan Haji Plus, informasi yang harus anda ketahui diantaranya tentang agen travel yang menyediakan layanan yang baik bagi keberangkatan haji, hotel yang sesuai keinginan dan budget Anda, dan fasilitas lainnya yang berkaitan dengan akomodasi Anda selama berada di tanah suci. Informasi ini dapat membantu anda dalam menjalankan ibadah haji. Bila perlu, anda bisa membuat daftar atau list mengenai informasi yang anda butuhkan dalam menjalankan ibadah haji agar tidak lupa.

2. Persiapan mental
Sebelum kita menunaikan ibadah ke tanah suci, alangkah baiknya jika Anda berusaha untuk menyucikan hati dari segala kesalahan dan penyakit hati selama ini. Persiapan ini merupakan hal utama yang harus dilakukan bagi seorang calon haji. Membersihkan hati dari dosa dan kesalahan, baik langsung kepada Allah Swt ataupun sesama manusia merupakan persiapan yang menjadi penting dalam menjalankan ibadah haji.
Niatkan ibadah semata-mata hanya karena mengharap keridhaan Allah. Persiapan ini akan bermanfaat saat kita mengikuti seluruh rangkaian ibadah yang menuntut kesabaran, keikhlasan, dan tawakal kepada Allah Ta’ala.

3. Persiapan fisik
Pada saat melaksanakan ibadah haji, kondisi fisik mutlak untuk diperhatikan. Di sana akan ada serangkaian kegiatan yang harus Anda laksanakan, belum lagi kondisi cuaca yang berbeda. Jika kondisi badan Anda kuat, insya Allah Anda akan mampu melewati semua kegiatan selama ibadah haji berlangsung.

Persiapan secara fisik ini merupakan persiapan yang harus diperhatikan secara matang. Hal ini dikarenakan cuaca, iklim di Mekkah berbeda dengan iklim di Indonesia. Sehingga diperlukan persiapan dan ketahanan tubuh yang kuat bagi siapa saja yang menjalankan ibadah haji di Masjidil Haram tersebut.

4. Persiapan biaya
Hal ini tentu menjadi persiapan yang tak kalah penting. Pastikan Anda menyiapkan uang pecahan riyal dalam bentuk recehan, seperti 1 riyal, 5 riyal, atau 10 riyal. Pecahan uang ini dapat anda gunakan sebagai uang untuk memberi sedekah dan lain sebagainya. Pastikan juga Anda sudah memperhitungkan uang saku untuk belanja keperluan oleh-oleh dan sebagainya karena sudah tentu kegiatan ini masuk dalam jadwal kosong Anda ketika berada di Tanah suci. Akan tetapi, ada baiknya jika setiap jamaah bersikap bijaksana dan lebih teliti dalam berbelanja. Hal ini dikarenakan bannyak barang Indonesia yang juga dijual di Tanah suci.

5. Persiapan logistik
Selain mempersiapkan mental, fisik, dan biaya, persiapan lain yang tidak kalah penting adalah persiapan logistik. Persiapan logistik ini adalah persiapan yang menjadi perlengkapan pribadi yang dibutuhkan, seperti:

• Pelembab wajah, lotion, dan pelembab bibir. Hal ini untuk mengatasi kulit dari kekeringan akibat cuaca di sana.
• P3K sekadarnya, seperti minyak kayu putih, plester, obat sakit perut, dan sebagainya.
• Pakaian secukupnya, jangan terlalu banyak.
• Jangan lupa menyiapkan obat-obatan pribadi, jika Anda mengidap penyakit tertentu.
• Lengkapi juga peralatan Anda dengan tas jinjing atau tas ransel. Tas ini akan Anda rasakan manfaatnya ketika melakukan rangkaian ibadah selama di tanah suci.
• Jangan lupa membawa buku doa-doa dan dzikir.
• Hal kecil namun penting adalah membawa botol minuman yang memiliki tali untuk disampirkan di pundak atau leher. Botol ini berguna untuk membawa air zam-zam, agar Anda tidak kehausan.

Persiapan dalam pelaksanaan ibadah haji memang dirasa sangat diperlukan, mengingat rangkaian ibadah haji membutuhkan waktu, energi, dan biaya yang besar agar dapat membuat ibadah haji tersebut berjalan dengan lancar.

Terakhir, hal yang harus diperhatikan lainnya adalah berhati-hati dan selalu waspada ketika berada di Tanah suci. Kejahatan tidak hanya ada di wilayah-wilayah tertentu saja, kejahatan bisa terjadi dimana saja termasuk juga kejahatan di Tanah Suci.

Kejahatan sering terjadi akibat kecerobohan yang dilakukan oleh para jamaah haji. Banyak kejahatan yang terjadi di Tanah suci, seperti pencopetan, pencurian, pemerasan, penculikan, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak bepergian sendiri selama berada di sana. Ajaklah beberapa teman jika Anda ingin pergi ke suatu tempat. Di tanah suci tersebut ada banyak pencuri yang selalu siap mengambil harta benda saat Anda lengah!

Akhir kata, dengan adanya artikel yang membahas tentang tips dalam menjalankan ibadah haji ini, semoga Anda benar-benar bisa melakukan persiapan yang lebih baik dan pulang ke tanah air dengan selamat dan mendapatkan haji yang mabrur. Amiin. //**

Olahraga Sebelum Berangkat ke Tanah Suci  

PENYESUAIAN kemampuan fisik untuk melakukan aktivitas haji selama di Arab Saudi mutlak diperlukan. Sebelum berangkat, calon jamaah sangat dianjurkan melakukan aktivitas olahraga rutin yang ringan atau aklimatisasi.

Jenis olahraga ringan seperti rutin berjalan kaki cepat atau melakukan joging ringan. Ini agar kondisi tubuh lebih mudah mengalami penyesuaian saat melaksanakan ibadah haji.

Tapi, jangan sampai tubuh kelelahan menjelang keberangkatan. “Yang perlu diingat, kondisi tubuh dijaga agar tidak terlalu lelah menjelang hari keberangkatan ke Tanah Suci,” ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama.

Untuk mendapatkan aktivitas yang optimal, kegiatan yang dilakukan sebelum berangkat agar disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing. Calon jamaah harus menyusun rencana waktu dan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Selain itu, sangat dianjurkan mengenal proses perjalanan ibadah selama di Tanah Suci dan kondisi alam di Arab Saudi.

Berikut beberapa tips mempersiapkan diri untuk berangkat haji:

• Lakukan general check up. Jika sedang menderita suatu penyakit terutama penyakit infeksi segera hubungi dokter. Apabila Anda mempunyai sakit bawaan, penyakit menetap, mintalah semua perlengkapan medis yang dibutuhkan untuk mencegah penyakit tersebut kambuh pada saat melaksanakan ibadah.

• Melakukan gaya hidup sehat dengan makanan yang seimbang dan olahraga yang teratur. Olahraga dapat menjaga kebugaran tubuh anda. Tentu saja, olahraga ini harus jauh-jauh hari dilakukan sebelum Anda berangkat haji.

• Cuaca di tanah suci sangat ekstrim. Membawa payung, hand body yang sesuai dengan kulit, serta pakaian yang dirasa nyaman tentu akan sangat membantu sekali. Sangat disarankan untuk menyiapkan baju hangat, kaus kaki, kaus tangan, dan tutup kepala.

• Membiasakan banyak minum air putih tentu akan sangat membantu sekali. Banyak minum air, akan mengurangi resiko Anda untuk terkena dehidrasi. //**

Menggugat Kualitas Manusia Indonesia

Indonesia Mencari Manajer

Fenomena perusahaan lokal di Indonesia mempekerjakan tenaga kerja untuk level atas seperti manajer dari orang-orang asing, sudah menjadi hal yang biasa. Alasannya, selain kemampuan yang sudah teruji, manajer impor ini lebih memiliki komitmen dibanding pekerja lokal. Sementara, sampai saat ini tidak banyak orang Indonesia yang mempunyai semangat merebut posisi itu.

Menggugat Kualitas Manusia Indonesia

Perekonomian Indonesia diperkirakan dapat masuk dalam 15 besar ekonomi dunia dalam satu dasawarsa mendatang. Namun, banyak perusahaan yang akan tertinggal, kecuali mereka mampu mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja berkualitas. Ada apa dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia?

DI TENGAH krisis ekonomi global, perekonomian Indonesia yang tumbuh cukup bagus ternyata mempunyai masalah dalam hal sumber daya manusia. Terbukti, hingga saat ini masih banyak kalangan pengusaha Indonesia yang cenderung memilih mempekerjakan tenaga kerja asing untuk mengisi posisi manajer level menengah karena masih rendahnya kualitas pasar tenaga kerja Indonesia.

Rendahnya kualitas pasar tenaga kerja nasional terlihat dari data yang menunjukkan tenaga kerja terdidik yang dimiliki RI hanya sekitar 30% dari total penduduk yang bekerja sebanyak 110.808.154. Sisanya, sebesar 68,27% adalah tenaga kerja kurang terdidik yang berpendidikan di bawah SD dan SMP.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Tenaga Kerja, Benny Soetrisno mengakui, minimnya jumlah tenaga kerja terdidik, membuat kalangan pengusaha dilematis mencomot tenaker dalam negeri. Apalagi menyongsong masyarakat ekonomi ASEAN 2015, banyak perusahaan menggenjot produktivitas.
“Kalau saya merekrut manajer dalam negeri, maupun ekspatriat, semua ada aturannya. Yang jelas perusahaan sebagai institusi profit oriented, tentu lebih memilih tenaga kerja yang paling produktif,” kata Benny.

Benny menyebutkan sejumlah keuntungan yang diperoleh perusahaan jika mempekerjakan orang asing. Pertama, pekerja asing lebih teratur sesuai perjanjian dan pemberhentian kerja bisa lebih muda. Lain halnya, jika mempekerjakan tenaga kerja lokal. Apabila seorang karyawan melakukan one prestasi, perusahaan tidak bisa dengan mudah mengeluarkannya karena beberapa aturan.

Senada dengan pernyataan Benny Soetrisno, The Boston Consulting Group (BCG) dalam laporannya yang berjudul “Growing Pains, Lasting Advantage: Tackling Indonesia’s Talent Challenges, melihat bahwa Indonesia bakal kekurangan tenaga kerja yang berkualitas. Jika tidak diatasi segera, lembaga ini memprediksi selisih permintaan dan penawaran akan tenaga kerja tersebut akan semakin melebar.

Dalam rilisnya yang dikeluarkan akhir Mei 2013 lalu BCG menyebutkan bahwa saat ini Indonesia sudah menghadapi kekurangan manajer tingkat menengah. Dan di tahun 2020, kesenjangan antara permintaan dan penawaran akan semakin tinggi, yaitu mencapai 56 persen. Padahal ekonomi Indonesia diprediksi akan masuk dalam 15 besar dunia dalam sepuluh tahun mendatang.

Menurut BCG, pada tahun 2020 nanti perusahaan-perusahaan besar di Indonesia hanya bisa mengisi sekitar setengah kebutuhan pekerja tingkat pemula dengan kandidat yang benar-benar berkualitas. Di tingkat senior, dari segi jumlah, tingkat kekurangan diperkirakan akan lebih rendah. Akan tetapi, banyak kandidat kurang memiliki pengalaman global dan kemampuan memimpin yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan.

Penyebab dari kondisi ini karena lemahnya sistem pendidikan kita dalam mempersiapkan pelajar untuk menghadapi dunia kerja. Akibatnya, sumber daya manusia di Indonesia tidak siap menghadapi pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, maupun pertumbuhan sektor  jasa yang sangat cepat.

Dari populasi usia kuliah SDM di Indonesia hanya sekitar 22% yang melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas. Persentase ini lebih rendah dibandingkan dengan Brasil, Rusia, dan China. Persoalan semakin diperburuk dengan fakta bahwa hampir 60 persen lulusan berganti pekerjaan pada tiga tahun pertama dan lebih dari sepertiganya berganti pekerjaan lebih dari sekali.

“Meskipun kondisi tenaga kerja ini terlihat suram di masa depan, perusahaan tidak perlu merasa kalah. Dengan mengatasi masalah ini sekarang, mereka bisa melompat jauh dibandingkan kompetitor yang kurang berpandangan jauh ke depan,” ungkap Dean Tong, Partner BCG dan salah satu penulis laporan.

BCG dalam laporannya menyatakan, untuk menyelesaikan permasalahan SDM ini, perusahaan harus secara komprehensif mengatasi masalah tenaga kerja dan kepemimpinan. Perusahaan tidak bisa bergantung pada strategi jangka pendek, seperti merekrut pekerja dari perusahaan kompetitor. Karena, berburu tenaga kerja dari kompetitor akan mengirim pesan tidak sehat pada karyawan, yakni bila mereka ingin meningkatkan karirnya maka mereka harus berganti pekerjaan.

Lebih lanjut BCG menyarankan beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk perencanaan tenaga kerja, yaitu rekrutmen, pelatihan, pengembangan karir, manajemen kinerja, merek perusahaan, keahlian pekerja, dan sistem meritokrasi. Beberapa perusahaan di Indonesia telah mulai menerapkan beberapa elemen dari pendekatan ini. Astra International, salah satu contohnya, telah membangun Astra Management Development Institute, yang mengelola program pengembangan untuk para pegawai baru dan dua tingkatan teratas pemimpin perusahaan.

Sementara perusahaan Badan Usaha Milik Negara, Pertamina, menggunakan media sosial dalam usaha merekrut pegawai. Perusahaan tersebut memiliki 50.000 pengikut di Twitter dan Facebook. Pertamina menggunakan kedua media tersebut untuk berinteraksi dengan tenaga kerja potensial.

“Menciptakan sistem pengelolaan tenaga kerja yang terbaik membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dicapai dan seumur hidup untuk dijaga,” tambah Bernd Waltermann, Senior Partner BCG dan salah satu penulis laporan. //**

Mengintip Astra Internasional Membina SDM

ASTRA Internasional merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang sukses dalam mempertahankan reputasinya. Reputasi baik yang selama ini melekat pada perusahaan ini ternyata memberikan dampak yang besar hingga akhirnya perusahaan ini mampu mencuri hati masyarakat untuk selalu percaya dan yakin dengan produk-produknya.

Di balik kesuksesan Astra Internasional ternyata ada peran besar perusahaan dalam meningkatkan pengembangan SDM. Sebagai perusahaan yang telah mendapatkan pengakuan dunia, perusahaan ini memiliki rahasia tersendiri hingga akhirnya mampu mencapai puncak keberhasilan.

Salah satu poin penting yang selalu menjadi perhatian dari perusahaan ini adalah pengembangan human capital yang sukses. Melalui strategi yang tepat dalam menciptakan SDM yang berkualitas, Astra Internasional akhirnya mampu membuktikan bahwa perusahaan ini memiliki eksistensi dan terus bisa bersaing dengan pelaku bisnis yang lain.

1. Menerapkan pengembangan SDM melalui career planning.

Sebagai perusahaan yang telah menjangkau pasar hingga ke seluruh dunia, perusahaan ini memang telah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Bahkan bekerja di naungan perusahaan ini merupakan kebanggaan yang sangat luar biasa. Semangat ini tampaknya juga memberikan energy positif untuk para karyawannya. Banyaknya karyawan yang dimiliki, perusahaan menerapkan manajemen sistem manajerial yang cukup banyak. Kondisi ini terbukti dapat memudahkan perusahaan dalam melakukan pegembangan melalui rotasi pegawai.

2. Memberikan sistem pembekalan kepada setiap manajer.

Langkah ini sangat diperlukan untuk membentuk karakter seorang manajer yang berkualitas dan mampu mengarahkan karyawan yang ada di bawahnya. Pembekalan yang diberikan bisa berupa pelatihan hingga memberikan kesempatan kepada setiap manajer untuk mendapatkan pengetahuan yang dibutuhkan secara bertahap. Proses pendidikan yang dibutuhkan di sini sebenarnya bertujuan untuk menyiapkan para leader yang memiliki kompetensi yang tinggi hingga mampu memberikan kontribusi yang besar untuk perusahaan.

3. Menyediakan pusat pendidikan (learning center) yang dirancang dan dikelola secara profesional.

Di Astra Internasional, pusat pendidikan tersebut dikenal dengan AMDI (Astra Management Development Institute) yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas SDM-nya. Melalui pusat pendidikan, perusahaan berharap bisa membentuk SDM yang berkualitas dan memiliki motivasi yang tinggi.

Selain tiga hal di atas, kreativitas dan inovasi yang terus lahir dari orang-orang yang berperan di Astra Internasional juga menjadi tujuan tersendiri hingga akhirnya perusahaan bisa menghasilkan berbagai produk yang unggul di kelasnya. Tanpa itu semua, pastinya perusahaan akan sulit untuk menjadi seperti sekarang ini.

Kerja keras dan sistem manajemen yang baik memang menjadi kunci pokok keberhasilan. Tampaknya hal ini pulalah yang diterapkan oleh perusahaan dalam rangka menyusun strategi yang mampu membantu perusahaan untuk mencapai tujuan.

Meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai cara merupakan bagian dari manajemen human capital yang akhirnya mampu menemukan cara yang tepat untuk membentuk pribadi karyawan yang siap untuk berjuang di dunia bisnis. //**

Sekolah Pencetak “Great People”

SEKOLAH bisnis manakah yang layak disebut sebagai terbaik di dunia? Anda mungkin akan menyebut nama Harvard Business School, atau Wharton School of Business, atau mungkin MIT. Namun bagi sebagian yang lain, mungkin akan menyebut GE Campus at Crottonville. Sekolah yang terakhir ini, berdasar survei, ternyata lebih banyak menghasilkan CEO dan business leaders hebat dibanding sekolah bisnis manapun di dunia.

GE Campus yang berlokasi di Crottonville, USA, boleh jadi merupakan contoh terbaik tentang proses pengembangan corporate university. Di sinilah, segenap manajer GE dari seluruh dunia digembleng dan ditempa untuk menjadi great leaders yang mampu menggerakkan roda bisnis GE menuju kesempurnaan prestasi. Ketika masih menjabat CEO GE, Jack Welch senantiasa menyebut GE Campus sebagai salah satu elemen terpenting bagi kegemilangan prestasi bisnis GE.

Bagi banyak organisasi kelas dunia, konsep pendirian kampus perusahaan semacam GE Campus telah banyak dilakoni. Selain GE Campus, kampus perusahaan lain yang juga tenar adalah Motorola University yang dikenal sebagai pelopor gerakan mutu Six Sigma. Contoh lainnya adalah McDonald University, tempat dimana semua calon pemilik usaha franchise McD dari seluruh dunia digembleng untuk memahami bagaimana menjual hamburger.

Sementara, dalam konteks lokal, kita mengenal Astra Internasional yang memiliki kampus bernama Astra Management Development Institute. Atau juga TNI AD, yang SESKOAD-nya yang mungkin layak dianggap sebagai salah satu kampus yang paling teruji dalam mencetak future leaders.

Sejumlah nama yang disebut di atas merupakan contoh organisasi yang percaya akan keampuhan corporate university bagi peningkatan kapasitas SDM mereka. Seperti namanya, konsep corporate university ini sebenarnya merujuk pada pengembangan suatu  “universitas” di dalam entitas suatu perusahaan – tempat dimana para karyawan menjalani proses pendidikan dan pelatihan yang terpadu dan sistematis. Pendeknya, tempat ini ibarat kawah candradimuka dimana suatu perusahaan menggembleng calon-calon eksekutifnya di masa depan.

Lalu, langkah semacam apa yang mesti dilakoni untuk mendesain corporate university? Di sini terdapat sejumlah proses yang layak disebut. Yang pertama-tama harus dilakukan adalah menentukan desain kurikulum yang komprehensif dan terpadu. Desain kurikulum ini mestilah mengacu pada arah strategi bisnis masa depan — sehingga dengan demikian akan ada koneksi yang kuat antara pengembangan SDM dengan kebutuhan strategis perusahaan. Pada sisi lain, perancangan kurikulum ini juga mesti berbasis pada profil kompetensi yang dibutuhkan untuk peningkatan kinerja karyawan. Melalui desain kurikulum ini pula, dapat dirancang matriks pendidikan yang harus dilalui oleh karyawan untuk menaiki jenjang karir yang diharapkan. Dengan kata lain, untuk menjadi manajer misalnya, seseorang wajib terlebih dahulu melewati sejumlah program pelatihan/pendidikan yang telah tercantum dalam desain kurikulum.

Langkah berikutnya adalah mendesain modul-modul pendidikan dan pelatihan serta metodologi pengajaran yang akan digunakan — baik berupa metode class room, on the job learning, e-learning ataupun action-based training. Perancangan modul ini juga mesti mengacu pada profil kompetensi yang dibutuhkan sehingga kelak akan mampu menjawab kebutuhan pengembangan kompetensi para karyawan.

Langkah lain yang juga diperlukan adalah mendesain metode untuk mengevaluasi efektivitas program pendidikan dan pelatihan yang telah diberikan kepada para partisipan. Proses evaluasi ini seyogyanya tak hanya mencakup tingkat kepuasan peserta akan program-program pendidikan yang telah mereka ikuti — satu hal yang lazim dilakukan oleh banyak perusahaan. Lebih dari itu, proses evaluasi ini juga harus menguji sejauh mana materi pendidikan mampu diaplikasikan secara rill di tempat kerja, serta mampu meningkatkan perilaku dan kinerja karyawan dalam konteks situasi nyata.

Di masa-masa mendatang, rasanya konsep  corporate university akan menjadi kebutuhan yang making penting bagi perusahaan — terutama bagi mereka yang benar-benar yakin bahwa modal SDM yang bermutu merupakan bekal pamungkas untuk membawa kejayaan korporasi. //**

Siap-siap Menghadapi AEC 2015

Persada-AEC1BANYAK yang memperkirakan Indonesia tak akan siap menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun 2015. Kekurangan tenaga terampil di Indonesia yang terjadi saat ini, diperkirakan terus berlanjut hingga AEC dilaksanakan. Daya saing Indonesia dikhawatirkan semakin menurun karena kondisi itu.

Jika AEC diterapkan, arus bebas tenaga kerja tak bisa lagi dilarang. Indonesia kini hanya bisa mencukupi kurang dari 20 persen kebutuhan tenaga terampil. Saat ini, jumlah tenaga kerja setingkat manajer saja belum memadai. Kondisi itu dinilai sangat memprihatinkan karena Indonesia mendatangkan manajer asing.

Defisit tenaga terampil sudah berlangsung setidaknya selama 10 tahun terakhir. Jika AEC diberlakukan tanpa disertai kesiapan, daya saing Indonesia dicemaskan semakin turun. Peringkat daya saing Indonesia pada tahun 2012 menempati urutan ke-44. Untuk itu Kadin Indonesia mengimbau semua pihak untuk membenahi kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional.

Banyak pula yang mengkhawatirkan, dengan dilaksanakannya Asean Economic Community (AEC) 2015 malah akan mematikan produk-produk Indonesia. Sebabnya adalah, karena daya saing baik produk maupun Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih kalah jika dibandingkan dengan produk impor lainnya.

Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah terus melakukan terobosan, antara lain dengan membentuk komite khusus. Dalam acara Indonesian Young Leaders Forum HIPMI di Jakarta, beberapa waktu lalu dinyatakan bahwa pemerintah akan membuat komite khusus untuk persiapan menyambut AEC 2015 tersebut.

Dalam rencana pembentukan ASEAN Community pada tahun 2015, Negara-negara ASEAN menyepakati untuk mewujudkan ASEAN Community tahun 2015 yang terbangun atas tiga pilar utama.

Pilar pertama adalah ASEAN Political-Security Community. Konsep yang diajukan oleh Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama politik dan keamanan antar negara anggota. Pilar kedua adalah ASEAN Economic Community. Pengusul utama dari ASEAN Economic Community adalah Singapura dan Thailand. Pilar ketiga adalah ASEAN Social dan Cultural Community.

Dari ketiga pilar itu, ASEAN Economic Community paling mengundang perhatian dan menjadi bahasan banyak pihak. Hal itu lantaran ASEAN Economic Community akan membawa dampak besar tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga dalam segala aspek kehidupan lain.

Tujuan utama ASEAN Economic Community adalah untuk mendorong efisiensi dan daya saing ekonomi kawasan ASEAN yang tercermin dalam empat hal: (1) ASEAN sebagai aliran bebas barang, bebas jasa, bebas investasi, bebas tenaga kerja terdidik, dan bebas modal (single market and production base); (2) ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing tinggi (a highly competitive economic region); (3) ASEAN sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata dengan elemen pengembangan usaha kecil menengah (a region of equitable economic development); dan (4) ASEAN sebagai kawasan terintegrasi (a region fully integrated in to the global economy).

Penyatuan ini akan menciptakan pasar yang mencakup wilayah seluas 4,47 juta km persegi dengan potensi lebih kurang sebesar 601 juta jiwa. Karena itu, sebagaimana dikatakan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, diperlukan keseriusan dan kesiapan Indonesia untuk menghadapi ASEAN Economic Community. Kesiapan itu dibutuhkan agar Indonesia mampu menjadi pemain utama, bukan hanya sekadar partisipan di dalam ASEAN Economic Community .

Jika kita cermati bersama, apabila dibandingkan dengan sembilan negara anggota ASEAN lain Indonesia memiliki sejumlah keunggulan yang dapat difungsikan menjadi modal berharga dalam menghadapi ASEAN Economic Community.

Pertama, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 237,6 juta jiwa atau bertambah 32,5 juta dari sensus penduduk tahun 2000.

Dari perspektif ekonomi fakta ini tentu menggambarkan bahwa Indonesia memeiliki ketersediaan sumber daya manusia sangat mencukupi untuk bersaing di kompetisi ekonomi regional. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 39 persen dari total penduduk ASEAN sebanyak 608 juta jiwa, Indonesia berpotensi memberikan pengaruh besar bagi terwujudnya ASEAN Economic Community.

Kedua, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang cenderung lengkap ketimbang negara-negara ASEAN lain. Sejumlah komoditas utama di sektor pertanian dan pertambangan yang dikonsumsi negara-negara ASEAN berasal dari Indonesia.

Ketiga, Indonesia memiliki pengalaman penting dan berharga dalam menghadapi berbagai tantangan dan kendala, terutama saat diterpa krisis moneter pada kurun waktu 1997-1998. Pengalaman pahit ini telah menjadikan Indonesia jauh lebih matang dan siap dalam mengarungi lautan ekonomi global.

Keempat, keanggotaan Indonesia di berbagai forum kerjasama ekonomi global, terutama G20. G20 adalah forum resmi kerja sama ekonomi global pengganti Kelompok 8 (G8). Forum ini dibentuk untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dunia dengan memperkokoh fondasi keuangan internasional. G20 merupakan reperesentasi produk domestik bruto dua per tiga penduduk dunia. Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang tergabung di dalam G20.

Kelima, pertumbumbuhan ekonomi Indonesia positif dalam beberapa tahun terakhir sebagai buah keberhasilan mengelola ekonomi makro. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat di tengah awan kelabu krisis global yang melanda langit sebagian besar negara di Eropa dan Amerika Serikat.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan trend positif selalu berada di atas enam persen. Pada tahun 2012, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,3 persen. Pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia setelah China. Tingkat konsumsi, investasi, dan ekspor akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara serentak.

Meskipun memiliki lima modal penting itu, Indonesia juga harus melakukan sejumlah perbaikan mendasar guna memantapkan diri dalam menghadapi ASEAN Economic Community. Ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi, seperti akselerasi kesiapan infrastruktur, konsentrasi industri manufaktur di pulau Jawa, struktur ketenagakerjaan yang masih didominasi lulusan sekolah menengah umum atau sederajat ke bawah, dan pengelolaan maritim.//**

Krisis Air Global

Krisis air secara global yang kerap terjadi dengan intensitas yang cukup mengkhawatirkan akan membuat bangsa-bangsa di dunia ke depan semakin sulit memperoleh air. Jumlah air yang bisa diperoleh per kepala akan menurun drastis pada masa-masa yang akan datang. Padahal, realitas menunjukkan kebutuhan air antarsektor terus meningkat baik secara kuantitas, kualitas, maupun kontinuitasnya. Itu sangat berpengaruh bagi semua aspek kehidupan manusia, bahkan makhluk hidup lainnya, sebagai efek langsung dari krisis air itu.

Sisakan Air untuk Generasi Mendatang

Dulu air dianggap tak memiliki nilai ekonomis. Air bersih dapat ditemukan di mana-mana. Nenek moyang kita yang meminum air tanpa direbus pun tak memberi dampak buruk bagi kesehatan mereka. Sekarang, air menjadi sesuatu yang bernilai tinggi jika dirupiahkan. Air tak lagi dapat langsung dikonsumsi seperti sebelumnya.

NENEK moyang kita mungkin tak pernah menyangka jika pada saat ini akan ada orang yang membeli air. Demikian pula hal yang dialami oleh suatu perusahaan air minum dalam kemasan yang mendapat cemoohan ketika hendak memulai usahanya. Nada-nada pesimis muncul dari orang-orang sekitar yang meragukan ide sang pengusaha. “Mana ada orang yang mau membeli air dalam kemasan.” Namun cemoohan orang tersebut akhirnya terbantahkan. Pada hari ini perusahaan air minum dalam kemasan tersebut mampu bertahan dan bahkan menjadi perusahaan nomor satu di Indonesia.

Menengok kedua hal di atas, kita dapat mengambil suatu hikmah. Bahwa air yang dahulunya dianggap tak memiliki nilai ekonomis, akhirnya menjadi sesuatu yang bernilai tinggi. Hal ini dapat menjadi bahan renungan bagi orang yang kritis melihat perubahan yang ada. Bagaimana air yang dulunya adalah sesuatu yang dengan mudah diperoleh, namun kini perlahan telah berubah. Air tak lagi dapat langsung digunakan seperti sebelumnya.

Sekarang ini air sebelum digunakan harus melalui berbagai proses terlebih dahulu. Bahkan perusahaan air minum yang bermunculan di mana-mana menandakan bahwa perlahan air berubah menjadi seuatu yang sulit didapatkan. Dan hal yang lebih penting adalah bahwa persediaam air yang dapat dimanfaatkan sangatlah terbatas dibandingkan dengan jumlah air secara keseluruhan.

Seiring perkembangan zaman, pola perilaku kehidupan pun kian berubah. Berbagai kepentingan manusia modern yang akhirnya berbenturan dengan kelestarian alam. Ekploitasi sumber daya alam secara besar-besaran memberi dampak negatif terhadap alam. Pencemaran udara, rusaknya struktur tanah, pemanasan global, berubahnya iklim secara ekstrem dan banyak lagi dampak negatif lainnya. Pundi-pundi air di dalam perut bumi perlahan dikuras oleh orang-orang yang tak berpikir panjang. Mereka hanya mementingkan diri tanpa memikirkan nasib generasi berikutnya. Kegiatan penambangan yang berdalih demi kesejahteraan manusia berdampak sebaliknya dengan hilangnya simpanan air di dalam perut bumi.

Bersyukurlah kita sebagai bangsa Indonesia yang dikaruaniai sumber air melimpah. Tinggal bagaimana kita bijaksana dalam mengelola dan memanfaatkannya. Banjir dan kekeringan yang telah melanda sebagian wilayah adalah peringatan besar bagi kita. Diketahui bersama bahwa terjadinya banjir dikarenakan tidak adanya penyerapan terhadap air hujan, sehingga air menggenang kemana-mana di permukaan tanah. Air hujan yang melimpah akhirnya mengalir ke muara setelah merendam pemukiman warga. Setelah musim berganti, kemarau tiba. Kekeringan pun tak terelakkan. Air yang melimpah pada musim hujan tak tersimpan baik sehingga masyarakat mengalami kekurangan air.

Manusia tidak bisa memproduksi air, kita hanya bisa memindahkannya dan membuatnya murni atau tercemar. Di bumi, Alloh menuangkan ±70% permukaannya dengan air. Bahkan dalam tubuh manusia pun, rata-rata 65% -nya terdiri atas air. Alloh juga menciptakan fenomena hujan untuk mengatur persebaran air secara alami di tempat manusia berpijak.

Di bangku Sekolah Dasar, kita dapati pemahaman bahwa air termasuk benda yang dapat diperbarui. Namun kenyataanya, kepadatan manusia yang tinggi terus memanfaatkan dan sekaligus mencemar air bersih, dengan kecepatan yang melebihi kemampuan sistem hidrologi alam untuk membersihkannya kembali. Sebuah teguran bagi kita, apakah kita sudah andil memperbarui atau belum?

Bercermin pada perkotaan Indonesia, ternyata kemajuan teknologi kita dan perputaran perekonomian masyarakat yang cepat bukan jadi jaminan pengelolaan air bersih oleh manusia. Sadar atau tidak, air bersih sekarang sudah merupakan komoditi yang “langka” dan relatif mahal – khususnya di perkotaan.

Menengok pada Ibu Kota Jakarta, maka didapati sekitar 20% dari penduduknya belum memiliki kakus. Ini berarti kurang lebih kotoran dari dua juta manusia setiap harinya langsung dilepas  dalam resapan tanan, aliran kali, sungai serta pesisir. Demikian pula soal sampah, berat limbah padat yang mencemari dalam sistem air tanah dan sungai Jakarta diperkirakan setara dengan beban 140 gajah (kalikan ±6 ton) – setiap hari. Belum lagi sekitar 400.000 liter limbah cair yang setiap hari “dituang” ke dalam sistem kali dan sungai Ibu Kota.

Terima atau tidak, ketidaksyukuran yang sistematis ini membawa petaka yang dihadapi bersama. Berdasarkan pengamatan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLDH) 60% air bersih di Jakarta sudah tidak layak minum serta 13 aliran sungai besar di Jakarta berstatus tercemar berat. Tingginya eskploitasi air tanah di Jakarta juga sebabkan hilangnya air dari bebatuan purba, bukan dari resapan air. Air tanah yang diambil bukan lagi hasil serapan. Pembangunan hunian baru pun bukan berarti menyesuaikan, menurut BPLDH 50% hunian apartemen Jakarta tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah.

Proses pemanfaatan air yang  ternyata memberikan umpan balik negatif pada lingkungan tidak membuat sistem sosial kita berhenti, dan mengevaluasi. Tidak ada pengawasan kuat membuat pengeboran bor artesis seakan liar, baik kebutuhan rumah pribadi hingga gedung. Ditambah dengan beban bangunan yang memadati Jakarta. Hal tersebut telah akibatkan penurunan permukaan tanah Jakarta di beberapa tempat hingga secepat 25 cm pertahun. Hasil penelitian konsorsium Jakarta Coastal Defence Strategy di tahun 2010 menyebutkan sekitar 40% wilayah Jakarta berada di permukaan Laut. Tidak hanya Jakarta, intrusi air laut ke dalam deposit air tanah kini sudah lazim terjadi di kota besar pesisir.

Kelengahan kita mengelola air membawa konsekuensi finansial. Air bersih di Jakarta termasuk yang termahal di dunia. Tarif air yang besar harus ditanggung sekitar separuh penduduk Jakarta yang bisa menikmati fasilitas penyaluran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Separuh lainnya ‘berebutan’ memanfaatkan air tanah melalui pengeboran sumur-sumur, itupun jika beruntung cadangan air tanah masih ada dan layak minum. Alternatif lainnya adalah membeli air jerigen eceran, dengan harga yang berlipat-lipat kali lebih mahal dari PDAM.

Setiap hari kita menggunakan air, namun permulaan kisah perjalanan air yang kita tahu hanya sebatas dari keran di tempat tinggal kita. Tapi kenyataanya,  kini mata air yang titik awal kemunculan air di hulu, semakin menyusut jumlah sumberannya akibat aktifitas penebangan hutan besar-besaran, khususnya hutan resapan. Sebab ini, hemat penggunaan benda berbahan dasar kayu, kertas dan tissue juga bagian dari pelestarian air bersih.
Dengan ironi air saat ini, akankah membuat kita lebih bijak mengelola air? Ataukah terus berlomba-lomba mengambil yang tersisa. Sejauh apa kesadaran kita mau bertanggung-jawab pada alam? Terpenting, sebarapa besar kesungguhan kita untuk menyisakan air bersih untuk Generasi Penerus?.//**

Tampung Air Hujan dengan Sumur Resapan

SUMUR Resapan adalah sistem peresepan yang mampu menampung air hujan yang langsung melalui atap atau pipa talang bangunan. Bentuknya bisa berupa sumur, kolam, parit, atau lubang biopori.

Fungsinya adalah untuk meresapkan air ke dalam tanah atau mengisi kembali air tanah yang dangkal. Tujuannya untuk mengurangi erosi, menyimpan dan menaikan permukaan air tanah dalam rangka penyelamatan sumberdaya air.

Air yang diresapkan haruslah air hujan yang tidak tercemar limbah industri maupun limbah rumah tangga (minimal mutu air kelas tiga).

Bagaimana sebenarnya sumur resapan itu bekerja? Air hujan yang jatuh ke halaman kita setidaknya 85 persen harus bias diserap oleh halaman tersebut agar tidak meluapkan banjir. Halaman rumah kita secara alamiah bisa menyerap curahan air hujanyang jatuh, termasuk dari atap rumah, yang mengalir melalui talang. Di sini sumur resapan akan mengurangi sumbangan bencana banjir dengan mengurangi sumbangan run off air hujan.

Di bawah tanah, resapan ini akan masuk merembes lapisan tanah yang disebut sebagai lapisan tidak jenuh, dimana tanah (dari berbagai jenis) masih bisa menyerap air, kemudian masuk menembus permukaan tanah (water table) di mana di bawahnya terdapat air tanah (ground water) yang terperangkap di lapisan tanah yang jenuh. Air tanah inilah yang sebenarnya kita konsumsi.

Masuknya air hujan melalui peresapan inilah yang menjaga cadangan air tanah agar tetap bisa dicapai dengan mudah. Ini karena permukaan air tanah memang bisa berubah-ubah, tergantung dari suplai dan eksploitasinya. Dengan teralirkan ke dalam sumur resapan, air hujan yang jatuh di areal rumah kita tidak terbuang percuma ke selokan lalu mengalir ke sungai.

Bagaimana sebaiknya Sumur Resapan di pekarangan rumah kita dibuat? Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor: 06-2459-2002 tentang Spesifikasi Sumur Resapan Air Hujan untuk Lahan Pekarangan menetapkan beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi sebuah sumur resapan yaitu:

1. Sumur resapan harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam atau labil.
2. Sumur resapan harus dijauhkan dari tempat penimbunan sampah, jauh dari septic tank (minimum 5 meter diukur dari tepi), dan berjarak minimum 1 meter dari fondasi bangunan.
3. Penggalian sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah. Kedalaman muka air (water table) tanah minimum 1,50 meter pada musim hujan.
4. Struktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah (kemampuan tanah menyerap air) lebih besar atau sama dengan 2,0 cm per jam (artinya, genangan air setinggi 2 cm akan teresap habis dalam 1 jam), dengan tiga klasifikasi, yaitu: (1) Permeabilitas sedang, yaitu 2,0-3,6 cm per jam; (2) Permeabilitas tanah agak cepat (pasir halus), yaitu 3,6-36 cm per jam; dan (3) Permeabilitas tanah cepat (pasir kasar), yaitu lebih besar dari 36 cm per jam.

Adapun beberapa ketentuan lain untuk pembangunan konstruksi sumur resapan adalah:

1. Sumur resapan harus memiliki tangkapan air hujan berupa suatu bentang lahan baik berupa lahan pertanian atau atap rumah.
2. Sebaiknya dilakukan penyaringan air di bak  kontrol terlebih dahulu sebelum masuk kedalam sumur resapan.
3. Bak kontrol terdiri dari beberapa lapisan  berturut-turut adalah lapisan gravel (kerikil), pasir kasar, pasir dan   ijuk.
4. Dasar sumur yang berada di lapisan kedap air diisi batu pecah ukuran 10-20 cm, pecahan bata merah ukuran 5-10 cm setebal 15 cm, ijuk, serta arang. Pecahan batu tersebut disusun berongga.
5. Menggunakan pipa PVC berdiameter 110 mm untuk pipa pemasukan dan pipa pengeluaran. Untuk pipa pengeluaran letaknya lebih rendah dari pada pipa pemasukan sebagai antisipasi manakala terjadi overflow/luapan air di dalam sumur.
6. Diameter sumur bervariasi tergantung pada besarnya curah hujan, luas tangkapan air, konduktifitas hidrolika lapisan aquifer, tebal lapisan aquifer dan daya tampung lapisan aquifer. Pada umumnya diameter berkisar antara 1 – 1,5 m sedalam ± 1,5 m
7. Tergantung pada tingkat kelabilan/kondisi lapisan tanah dan ketersediaan dana yang ada, dinding sumur dapat dilapis pasangan batu bata kosong atau buis beton. Akan lebih baik bila dinding sumur dibuat lubang-lubang air dapat meresap juga secara horizontal.
8. Untuk menghindari terjadinya gangguan atau kecelakaan maka bibir sumur dapat dipertinggi dengan pasangan bata dan atau ditutup dengan papan/plesteran atau plat beton.//**

Teknologi Desalinasi untuk Menyuling Air Laut

PENGOLAHAN air laut menjadi air tawar layak pakai dan minum dikenal juga dengan istilah desalinasi. Proses ini dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu, pertama, proses destilasi atau poses penyulingan. Air laut dengan kandungan berbagai zat dipisahkan dengan cara pemanasan sehingga unsur air akan menguap. Selanjutnya uap air ini didinginkan menjadi titik air yang selanjutnya dapat ditampung menjadi sekumpulan air bersih layak pakai dan minum. Komponen lain seprti logam atau garam yang ada dalam air laut akan tertinggal  dengan sendirinya berdasarkan kaedah gravitasi.

Dalam desalinasi selain menghasilkan air yang layak minum, proses ini dapat juga menghasilkan garam dapur ataupun air berkadar garam tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai kolam apung sebagaimana salah satu wahana di Taman Impian Jaya Ancol.

Dengan memanfaatkan air laut dan mengolahnya sebagai air minum berarti juga mengurangi pemakaian air bawah tanah yang diyakini sebagai penyebab utama penurunan tanah di berbagai tempat terutama di Jakarta. Bahkan, tingkat penurunan tanah akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan di Jakarta, membuat kita was-was akan bahaya tenggelamnya ibu kota negara kita dalam beberapa puluh tahun kedepan.

Teknologi desalinasi bukan sesuatu yang mustahil dan tidak mungkin. Dalam penanganan bencana tsunami di Aceh, Australia telah membuktikan penerapan teknologi ini dengan mengolah air laut menjadi air minum yang layak konsumsi bagi korban bencana alam.

Indonesia juga telah menerapkan teknologi desalinasi ini. PT Pembangunan Jaya Ancol, pengelola Taman Impian Jaya Ancol menggunakan teknologi desalinasi guna menghasilkan air tawar untuk memenuhi kebutuhan tempat rekreasi tersebut sekaligus menghasilkan air berkadar garam sangat tinggi sebagai hasil sampingan. Air berkadar garam sangat tinggi ini dialirkan dalam Kolam Apung Wahana Atlantis Ancol.

Berbagai negara juga telah menerapkan teknologi desalinasi ini, seperti Amerika Serikat (el Paso, Texas; memproduksi 104 ribu meter kubik air/hari). Uni Emirat Arab (mempunyai 3 lokasi, salah satunya Fujairah F2 yang memproduksi 492 juta liter/hari). Kemudian Inggris, Israel, Trinidad, Cyprus dan beberapa negara lainnya.

Terdapat beberapa cara dan metode desalinasi diantaranya yang tradisonal adalah dengan menggunakan metode vacuum distillation. Prinsipnya yaitu dengan memanaskan air laut untuk menghasilkan uap air, yang selanjutnya dikondensasi untuk menghasilkan air bersih.

Cara yang paling umum adalah menggunakan metode osmosis terbalik (reverse osmosis atau RO). Osmosis terbalik dianggap yang paling efektif dalam melakukan desalinasi dalam skala besar. Prinsip kerja metode ini adalah dengan mendesak air laut melewati membran-membran semi-permeabel untuk menyaring kandungan garamnya.

Dengan metode osmosis terbalik (reverse osmosis) Taman Impian Jaya Ancol mampu menyulap 7.000 meter kubik air laut menjadi 5.000 m kubik air tawar dan 2.000 m kubik air berkadar garam sangat tinggi. Untuk menghasilkan air bersih dari air laut ini dibutuhkan energi listrik sebesar 4,72 kilowatt jam per meter kubik. Dengan rata-rata tarif listrik yang Rp 1000 /kw, untuk memproduksi 1 liter air bersih melalui desalinasi membutuhkan biaya sekitar Rp 4.700.

Sepertinya sudah saatnya pemerintah melalui PDAM melirik teknologi desalinasi ini sebagai salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan air bersih sekaligus menghentikan laju penurunan tanah. //**

Perlu Komitmen Kuat untuk Hemat Air

KRISIS air tidak datang seketika, tapi merupakan dampak kolaborasi aktifitas manusia. Demikian juga solusinya, tergantung bagaimana kita serentak dan rutin memberi kesempatan alam untuk pulihkan air. Kita juga sudah tahu air bersih semakin menipis. Tidak sedikit juga di antara kita yang sulit mendapatkanya. Maka pastikan kita mulai irit menggunakan air, jangan isrof, berlebihan.

Di tahun 2006, Departemen Pekerjaan Umum mensurvei bahwa setiap orang di perkotaan rata-rata menggunakan air sebanyak 144 liter perharinya. Sekitar 45% atau 60 liter digunakan untuk mandi per orang per hari. Ini belum bicara “memandikan” kendaraan pribadi kita.

Hal yang tidak kalah penting adalah mendaur-ulang air. Bantu tanah menyerap air kembali dengan membuat lubang biopori. Biopori membantu memaksimalkan kembali kemampuan tanah menambah volume air tanah. Biopori bukan sebuah saran, namun sebuah kewajiban.

Kemudian, jika memungkinkan, pastikan ada sumur resapan terdapat di rumah tinggal Anda. Membuat sumur resapan membutuhkan biaya lebih besar dari lubang resapan biopori. Namun lebih efektif dalam menyerapkan hujan kembali ke dalam tanah.

Lubang biopori adalah sebuah lubang dengan diameter 10 sampai 30 cm dengan panjang 30 sampai 100 cm yang ditutupi oleh sampah organik yang berfungsi untuk menjebak air yang mengalir di sekitarnya, sehingga dapat menjadi sumber cadangan air bagi air bawah tanah, tumbuhan di sekitarnya serta dapat juga membantu pelapukan sampah organic menjadi kompos yang bisa dipakai untuk pupuk bagi tumbuh-tumbuhan.

Sedangkan sumur resapan adalah bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan yang jatuh di atas atap rumah atau daerah kedap air dan meresapkannya ke dalam tanah.

Sudah lazim, saat musim hujan, masyarakat perkotaan, seperti di Jakarta misalnya, kerap mengkonotasikan hujan dengan banjir. Potensi hujan sebagai sumber daya air seakan terlupakan. Padahal pengumpulan air hujan di Indonesia sudah lama menjadi strategi konservasi air masyarakat pedesaan dan transmigran – terutama penduduk yang menghuni jauh dari aliran sungai.

Rainwater Harvesting (RWH), atau ‘panen hujan’ adalah proses menampung air hujan dan air ini digunakan kembali untuk berbagai kepentingan, misalnya keperluan irigasi (taman dan kawasan hijau), mencuci, bilasan toilet, hingga bisa juga untuk diminum (setelah diproses sehingga kualitasnya memenuhi standar air minum).

Di kota besar di Korea, sistem RWH lazim digunakan untuk keperluan irigasi (menyirami tanaman), serta membilas toilet. Untuk keperluan mencuci dan minum, juga bisa, namun membutuhkan proses analisa, filtering, dan sterilisasi lebih lanjut. Professor Mooyoung Han, seorang pakar RWH, saat mengunjungi Aceh pasca-tsunami, sempat mendisain sistem penampungan air ujan senilai Rp 500.000,- saja. Bagi kita yang sedang dilanda kesulitan akses air, strategi rendah biaya semacam ini berharga sekali.

Demikian juga Jepang, mereka memiliki sistem RWH di kota besar bernama ‘rojison’, namun lebih menekankan fungsi keamanan dan perlindungan lingkungan. Prinsipnya sama dengan RWH, namun air hujan atau air salju ditampung di tangki bawah tanah dengan pompa yang bisa diakses publik dari atas. Penggunaan air diutamakan bagi masyarakat untuk pencegahan awal kebakaran serta sanitasi darurat (mandi, mencuci) di saat musim panas dan cadangan air tanah sangat sedikit.

Membangun kebiasaan posistif perlu komitmen kuat. Tidak itu saja. Tindakan konservatif atau hemat juga membangun kesabaran, baik waktu dan emosi. Di masyarakat kita, kadang perilaku hemat dibalas dengan stigma sosial sebagai ‘tidak-mampu’ atau ‘miskin’. Demikian juga itu dampak positif  kadang tidak terasa atau terlihat saat itu juga. Namun jiwa yang sehat dan teguh akan mudah menepis ini. Ini perlu dibekali keyakinan kuat, bahwa berpengaruh atau tidaknya tindakan positif kita, Alloh jua yang akan membalasnya. //**

Jangan Isrof, Gunakan Air Secukupnya

BANYAK cara mudah yang dapat dilakukan untuk menghemat air di rumah. Kiat-kiat hemat air itu diantaranya adalah:

1. Matikan keran saat sedang menggosok gigi.  Membiarkan keran terbuka 1 menit sama saja dengan membiarkan 9 liter air terbuang percuma. Akan lebih hemat lagi jika menggunakan gelas sehingga air tidak mengucur terus menerus.
2. Jika mungkin, mandilah dengan menggunakan shower. Mandi dengan shower 3 kali lebih hemat air daripada mandi dengan gayung.
3. Segera perbaiki keran yang bocor. Keran bocor bisa membuang air bersih hingga 13 liter air per hari.
4. Gunakan kloset yang mengunakan dua sistem pembilasan air. Setiap sistem pembilasan bekerja sesuai dengan volume air yang dikeluarkan. Bila kloset hanya digunakan untuk buang air kecil, gunakan pembilasan dengan volume kecil yang tentunya lebih hemat konsumsi air.
5. Pilihlah jenis mesin cuci yang hanya membutuhkan sedikit air.
6. Jika minum air memakai gelas, isilah gelas dengan secukupnya sehingga air habis terminum seluruhnya. Hindari meminum air hanya separuh gelas atau tidak menghabiskan air minum dalam kemasan plastik.
7. Letakkan sebuah ember atau tempat penampungan dibawah kran wudhu, air yang tertampung selama berwudhu bisa digunakan untuk membersih kamar mandi, WC, atau untuk menyiram tanaman.
8. Gunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman. Selain hemat, air bekas cucian sayur, buah dan daging ternyata bisa menyuburkan tanaman.
9. Jika mungkin, hindari penggunaan selang. Gunakan kaleng penyiram tanaman atau ember untuk mencuci mobil.
10. Siramlah tanaman di sore atau pagi hari agar air mudah meresap ke dalam akar. Penyiraman pada siang hari hanya membuat air menguap percuma.
11. Buatlah lubang-lubang biopori di taman atau di sekitar rumah. Lubang ini membantu mempercepat proses penyerapan air ke dalam tanah, sehingga dapat mengurangi jumlah air yang menguap bebas ke alam.//**

[SihamAfatta/ei]

Pekerjaan Rumah Pemerintah di Masa Datang

Keberagaman bangsa Indonesia meliputi suku dan bahasa adalah modal sosial. Namun salah kelola, sama halnya menunggu bom waktu. Inilah pekerjaan rumah pemerintah yang tak akan ada habisnya.

Maraknya konflik sosial sepanjang 2012, adalah akumulasi dari kelengahan pemerintah dalam menjaga kebhinekaan bangsa Indonesia. Meski menggagas sosialisasi 4 pilar bangsa: Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak tahun lalu, toh kerusuhan sosial tak bisa dihentikan.

Litbang Harian Kompas dalam jajak pendapat yang dihelat pada 31 Oktober hingga 2 November 2012, memberi gambaran yang jelas, bahwa pemerintah pusat dan daerah harus bekerja lebih keras, meredam kerusuhan sosial. Sebab, dalam polling-nya yang melibatkan 770 responden, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap kinerjanya dalam menjaga dan melastarikan kebhinekaan.

54,8 persen responden menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah dalam menjaga kebhinekaan. Lalu, perihal mencegah ancaman kerukunan hidup beragama 55,8 persen menyatakan tidak puas. 58,8 persen responden tidak puas dengan kinerja pemerintah dalam mencegah potensi konflik karena perbedaan etnis. Konflik sosial terus berlanjut karena penegakan hukum yang lemah. Inilah yang membuat 76,2 persen menilai penegakan hukum dan keamanan tidak dilakukan secara konsisten untuk meredam kerusuhan sosial.

Kebijakan Pemerintah yang Rentan Menciptakan Konflik

Kebijakan pemerintah yang rentan memicu konflik ini adalah persoalan yang bersifat struktur. Olah karena itu, “Maka pemerintah harus berkonsentrasi merampungkan masalah struktural di masyarakat itu,” kata sosiolog Imam B Prasodjo. Masalah yang bersifat struktural, terutama di bidang pertanahan. ”Pengelolaan tanah kita lemah. Persoalannya mulai dari batas tanah hingga izin yang berlapis-lapis. Kita tidak pernah serius menangani persoalan ini,” tuturnya.

Dalam soal kependudukan, persoalan struktural mengemuka dengan adanya pola yang mengelompok atau mengkluster. Ini adalah dampak dari transmigrasi bedol desa pada masa lalu. Warga transmigran dari daerah yang sama tinggal berkelompok. Ketika terjadi kemajuan ekonomi yang tidak seimbang di daerah tujuan transmigrasi, transmigran itu menjadi kambing hitam.
Di sisi lain, Imam mengakui, Indonesia kekurangan lembaga mediasi. Lembaga semacam ini penting untuk menyelenggarakan dialog antarpihak yang berkonflik. Mediator harus memiliki kemampuan, berwibawa, dan dihormati oleh kedua belah pihak.

Posisi Penting Tokoh Masyarakat

Meredam kerusuhan sosial bukanlah beban yang semata-mata ditanggungkan ke pundak pemerintah, tokoh masyarakat memiliki tanggung jawab yang besar dalam hal ini. LDII meyakini tokoh masyarakat dan ormas adalah mediator terpenting dalam kehidupan sosial masyarakat, “Setiap ormas seharusnya menjadi kelompok penengah, karena mereka adalah kekuatan utama dalam masyarakat madani,” ujar Ketua Umum DPP LDII, Prof DR Abdullah Syam, Msi.

Abdullah Syam menekankan, agar warga LDII memiliki budi pekerti yang mulia, dengan demikian bisa menjadi contoh yang baik dalam kehidupan bermasyarakat. Prilaku yang baik, bijaksana, dan mampu menjadi penengah secara tak langsung membuat masyarakat merasa nyaman dan percaya, untuk menjadikan seseorang sebagai penengah atau mediator konflik.

Kebijakan pemerintah dalam SARA dan peran aktif masyarakat dipercaya dapat menyelesaikan persoalan sebelum menjadi pertikaian berdarah. Jajak pendapat Harian Kompas juga menekankan pentingnya peran pemerintah.

Tokoh informal atau tokok organisasi kemasyaratan menjadi ujung tombak pemerintah dalam penyelesaian kerusuhan sosial, lantaran mereka berada di tengah-tengah masyarakat dan mengerti berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.