FAS LDII Madiun 2014

madiun14

Festival Anak Sholih (FAS) merupakan salah satu agenda besar DPD LDII Kota dan Kabupaten Madiun. Festival Anak Sholih tahun 2014 yang dihelat di gedung Asrama Haji Jln. Ringroad Barat kota Madiun ini mengambil tema “Dengan FAS kita wujudkan generasi yang tangguh, berahklakul karimah, faqih dan mandiri“.

Tujuan diadakannya FAS tahun 2014 adalah sebagai salah satu wujud pembinaan generasi penerus, mulai dari jenjang PAUD hingga tingkat SLTA. Disamping sebagai media evaluasi terhadap kegiatan belajar mengajar selama satu tahun, FAS juga sebagai media para remaja dan pra remaja dalam mengekspresikan potensi yang ada pada dirinya.

Ketua Panitia FAS, H.Mukarom Zakarya.ST, mengatakan bahwa festival ini diikuti remaja dari 25 PAC LDII se Kota dan Kab. Madiun dengan jumlah peserta 600 anak setingkat TK dan SD, 65 anak setingkat SLTP, dan 120 remaja tingkat SLTA. FAS juga diramaikan oleh para pedagang makanan sebanyak 19 pedagang dari umum.

Adapun ragam lomba yang dipertandingkan diantaranya adalah Lomba Yel-yel, Lomba Mewarnai, Lomba Kaligrafi, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Qiro’ah, Lomba Hafal Surat-surat Pendek, dan lain lain.

Acara dibuka langsung oleh Ketua Dewan Penasehat DPD LDII Madiun Drs. H. Abdus Somad, MM dimulai pukul 08.00 wib dan diakhiri pukul 12.00 wib.

Untuk menyegarkan suasana dalam acara pembukaan disuguhkan Seni beladiri Persinas ASAD beregu asuhan Sdr. Lambang dan seni tunggal oleh Rifki Maulana, salah satu juara Porda Kabupaten Madiun.

Pesan dan kesan orang tua dalam menyaksikan acara ini berharap, agar Festival Anak Sholih semacam ini bisa diadakan setiap tahun, sehingga para orang tua, Mubaligh dan Mubalighot bisa mengukur sejauh mana tingkat keberhasilan pendidikan dan pengajaran yang diberikan kepada anak-anak. Disamping itu FAS juga bisa sebagai sarana evaluasi hasil pembinaan selama setahun, sehingga ke depannya cita cita untuk menjadikan anak-anak yang faqih, berahklakul karimah dan mandiri benar-benar bisa diwujudkan./**

Advertisements

Menumbuhkan Jiwa Berwiraswasta Generus

Ada aktivitas berbeda di Masjid Nurul Muttaqin, Lagoa, Jakarta Utara, 20/4. Masjid yang biasanya dipergunakan untuk mengaji dan sholat berjamaah ini, pelatarannya dipenuhi botol bekas yang akan dibersihkan. Botol-botol tersebut nantinya akan menjadi wadah berbagai produk sabun hasil produksi remaja masjid. DPD LDII Jakarta Utara mengharapkan pembuatan produk sabun cair, shampo, dan berbagai produk lainnya ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian para remaja binannya.

Modal produksi berbagai sabun ini tidak membebani keuangan DPD LDII Jakut. Mereka secara mandiri melakukan wirausaha menjual berbagai produk kesehatan guna memperoleh modal. Alhasil modal yang terbilang tidak sedikit ini dapat mereka kumpulkan. Melihat peluang usaha yang dilakuakan mereka, tidak sedikit orang yang mulai melirik untuk menanamkan modal.

Sugeng Rubianto selaku pembina Generus LDII Jakarta Utara sangat mendukung inisiatif baik para remaja ini. “Kita sebagai orang tua cuma bisa mendukung dan mengarahkan anak-anak kita. Selain itu saya juga memberikan opsi-opsi baik dan buruknya keputusan yang akan mereka ambil,” ujar Sugeng.

Menurut Sugeng, orang tua seharusnya mendukung anaknya untuk maju, karena dengan melakukan kegiatan tersebut anak tidak hanya tumbuh jiwa mandiri, tetapi juga rasa tanggung jawab dalam diri mereka.

Pekerjaan sederhana seperti mencuci botol bekas dan melakukan sterilisasi dengan alkohol dan proses pasteurisasi tersebut menurutnya sangat baik dilakukan sendiri, bandingkan mereka harus membeli botol baru. Hal ini menurutnya dapat menimbulkan rasa menghargai terhadap proses dan mengerti setiap peluang bisnis dari dasar.

Koordinator Generus Jakarta Utara Agih Gatra Wijaksana,S.St mengaku sebelumnya mereka sempat melakukan beberapa pelatihan serupa. Selain meningkatkan kemandirian lewat wirausaha, pihaknya mengaku juga mengembangkan jurnalistik di kalangan remaja. Mereka dengan bergotong royong mendirikan portal dan majalah komunitas bernama Galang guna menampung hasil karya mereka.

Agih dan kawan-kawan mendatangkan analis kimia produk, Ike Ari Priyanti guna membimbing mereka. Ike yang sudah lama berkecimpung di dunia industri farmasi dan makanan, mengaku bangga dengan kegigihan anak-anak ini. Dirinya sangat antusias bila dirinya diminta mengajarkan membuat berbagai produk lainnya.

Dalam seminar tersebut Ike Ari Priyanti menceritakan tentang sejarah dirinya meniti karir sebagai seorang tenaga marketing di sebuah perusahaan sampai dengan saat ini bisa menjadi seorang pengusaha. Ike memberi kan pengetahuan perincian perhitungan berapa keuntungan yang kita dapat serta berwirausaha yang berbasis Qur’an Hadist.

“Menjadi seorang enterpreneur tidak hanya sukses dalam keduniaan, namun tetap harus dibarengi dengan tuntunan menjadi entrepreneur secara Qur’an Hadis. Dalam menggapai kesuksesan itu tidak mudah, butuh perjuangan dan tidak boleh putus asa. Kita harus mau bersusah dahulu sebelum menikmati kesuksesan kita. Kekuatan doa sangat berperan penting untuk mendukung kesuksesan kita dan menerapkan sikap enam tobiat luhur dalam berbisnis,” ujar Ike.

Menurut Agih Gatra Wijaksana, seminar tersebut dibuat untuk memberikan wawasan , pengetahuan, serta aplikasi bagaimana cara dalam membangun sebuah bisnis khususnya untuk para kaum muda . Selain itu menurut pengurus PPG Jakarta Utara Samidjo, “Harapan dari seminar ini adalah membangun jiwa dan semangat remaja khususnya remaja Jakarta Utara untuk menjadi wiraswastawan muda dimana anak muda zaman sekarang seharusnya sudah waktunya tidak bergantung lagi pada orang tuanya. Mereka harus mempunyai jiwa yang mandiri dan tidak bergantung pada orang lain,”
Ratusan remaja dari perwakilan PC dan PAC LDII di Jakarta Utara ini mengaku senang dan antusias mengikuti acara ini. Hernandes, salah seorang peserta acara ini mengaku sangat tertarik mengengikuti pelatihan demi pelatihan yang diadakan. Meskipun harus mengumpulkan botol bekas dan mencucinya ia tidak keberatan menjalaninya.

Untuk menpercantik botol bekas tersebut, dirinya membumbuhi label stiker guna memudahkan pemasaran nanti. Rencananya ribuan botol sabun mandi cair, sabun cuci cair, dan shampo hasil produksi mereka akan dipasarkan di koperasi masjid binaan PC dan PAC LDII di lingkungan Jakarta Utara. Mereka berharap kedepan produk mereka dapat diterima oleh masyarakat luar. [agih-bahrun-khoir/lines/d86]

Remaja Berbisnis, Kenapa Tidak?

kidsWIRAUSAHA bukan hanya pengetahuan yang bisa dituntut oleh mereka yang sudah dewasa, tetapi bisa juga diajarkan kepada remaja agar menjadi bagian dunianya sejak dini. Bedanya, pengetahuan bisnis yang dituntut oleh orang dewasa salah satunya sebagai alasan memperbaiki ekonomi dan menghasilkan uang secara langsung. Sedangkan untuk remaja lebih pada pembelajaran dan membentuk kepribadiannya dari modul pembelajaran yang diajarkan oleh guru dan orang tua.

Mengapa pengetahuan bisnis dan wirausaha menjadi penting diajarkan sejak dini? Jawabannya tidak lain agar menjadi pengetahuan yang bermanfaat untuk bekal masa depannya kelak. Menumbuhkan jiwa wirausahawan sejak dini membuat tumbuhnya pribadi kreatif dan kaya akan inovasi dalam menghadapi rintangan dan tantangan hidup.

Berikut 10 ide bisnis terbaik yang dapat membuat remaja bisa mendapatkan pendapatan dan membuka jalan menjadi salah satu pengusaha di masa mendatang, seperti dilansir situs SiliconIndia.

1. Tugas layanan antar

Pada era globalisasi yang bergerak cepat ini, waktu menjadi faktor penting bagi setiap orang. Terkadang seseorang membutuhkan jasa antar untuk sesuatu yang mereka butuhkan karena tak memiliki waktu mengambilnya sendiri. Kondisi ini bisa menjadi ide bagi remaja untuk menjalankan bisnis pelayanan antar barang atau hal lain. Anda dapat memulai dengan memberikan pelayanan antar barang-barang kecil seperti alat tulis, bahan makanan, dan lainnya. Lokasi bisnis bisa dimulai dari lingkungan sekitar. Pada akhirnya dari jasa ini akan ada pemasukan lumayan bagi kantong jika semuanya berjalan dengan baik. Bahkan ini bisa menjadi sumber yang baik dari pendapatan masa depan.

2. Konsultan media sosial

Dunia digital bukan hal aneh lagi saat ini. Internet menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Sebagian besar pengguna internet terdiri dari para remaja. Daripada membuang-buang waktu dalam mencari sesuatu, orang-orang sekarang lebih memilih untuk memiliki daftar apa yang mereka cari di internet. Para remaja bisa memanfaatkan ini sebagai sumber pendapatan mereka. Dengan membuat sebuah halaman hasil pencarian yang terbaik, misalkan untuk restoran, pusat perbelanjaan, taman terdekat atau nomor kontak dari layanan taksi, dan lainnya melalui pemasaran lewat media sosial.

3. Pengajar komputer

Orangtua zaman sekarang lebih peduli tentang bagaimana anak-anaknya bisa berkembang di masa depan. Komputer menjadi salah satu pertimbangan orang tua bagi anak-anaknya. Anda bisa memberikan bantuan kepada orang tua yang ingin anak-anaknya pandai atau sekedar mengetahui dasar-dasar komputer. Dengan memberikan pengajaran komputer akan ada tambahan uang saku dan juga dapat menghasilkan ide kewirausahaan di masa depan.

4. Penitipan bayi

Di hampir semua kantor, jumlah karyawan perempuan meningkat dari hari ke hari dan hampir setara dengan karyawan laki-laki. Nah, dengan peningkatan jumlah ibu yang bekerja, kemungkinan pekerjaan menjaga anak ikutan tumbuh. Penjaga bayi adalah cara yang paling cocok bagi remaja mendapatkan penghasilan. Kesabaran adalah hal yang paling dibutuhkan untuk melangkah ke usaha penitipan bayi tersebut.

5. Tukang angkut dan pengemasan barang

Pindah ke rumah baru selalu terdengar baik untuk sebagian besar orang. Tapi ketika datang untuk berkemas barang-barang rumah tangga, orang mulai malas melakukannya. Pengepakan dan memindahkan barang juga bisa menjadi salah satu cara termudah remaja untuk menjadi pengusaha. Memiliki sekelompok teman akan lebih bermanfaat dalam hal ini, untuk bekerjasama membuka usaha pemindahan barang.

6. Pekerja Lepas

Sebagian besar remaja suka menghabiskan waktu mereka di internet. Apakah itu jejaring sosial atau menemukan beberapa jawaban untuk tugas mereka. Pilihan bantuan melalui internet. Pekerja lepas dapat bermanfaat bagi para remaja untuk mendapatkan jumlah tambahan ketika menggunakan internet untuk berbagai alasan lain. Menulis konten, mempertahankan data-base, fotografi, editing, dan lainnya adalah berbagai bidang di mana pekerjaan lepas dapat dilakukan.

7. Pembuat Lilin

Saat ini, tidak hanya selama festival, namun lilin telah menjadi salah satu item dekoratif yang paling dipuja dalam acara pertemuan dan lainnya. Pembuatan lilin tidak memerlukan pelatihan yang ketat dan dapat dilakukan dalam sebuah ruangan kecil. Para remaja dapat memilih untuk membuat lilin di kamar atau di halaman belakang. Jadilah mereka seorang pengusaha lilin.

8. Petugas perawatan

Siapa yang tidak suka bunga atau yang tidak ingin memiliki halaman bersih di depan rumah mereka? Jawaban atas pertanyaan ini adalah ‘tidak ada’. Semua orang ingin rumah, apartemen atau bungalow miliknya tampil cantik dan menarik. Tetapi untuk melakukan hal tersebut adalah pekerjaan yang sulit bagi beberapa orang. Memberikan perawatan dapat membantu remaja untuk menjadi pengusaha. Bahkan hal ini dapat membantu mereka untuk memiliki masa depan yang mapan di hari mendatang.

9. Penjaga hewan

Hewan menambah keakraban dan juga membawa sukacita dalam setiap keluarga. Kucing salah satu hewan peliharaan yang paling disukai. Tak cukup sebagai pelengkap kebahagiaan. Ada kewajiban yang harus dilakukan terhadap hewan tersebut, seperti pemeriksaan ke dokter, atau hal lain. Para remaja, yang memiliki kelembutan dan menyayangi hewan peliharaan, dapat membuat usaha perawatan hewan.

10. Pembuat Perhiasan

Perhiasan menjadi pelengkap wanita tampil cantik. Sebab itu perhiasan adalah salah satu karakteristik penting dari perempuan. Remaja, yang memiliki sedikit rasa seni dan kerajinan dapat dengan mudah membuat perhiasan tersebut. Pada awalnya, bantuan orang tua mungkin diperlukan. Namun seiring dengan waktu dan pengalaman, mereka bisa menjadi desainer independen dan bisa menjadi pengusaha perhiasan sendiri.//**

Shauta Salaam Rusadi: Karateka yang Ingin Jadi Pilot

UthaDI BELAKANG kesuksesan seorang remaja dalam bidang apapun seringkali karena dukungan penuh dari kedua orangtuanya. Tidak jauh berbeda dengan atlet karate Shauta Salaam Rusadi, atau yang akrab dipanggil Utha. Dengan pola asuh dan support penuh seorang ibu, remaja kelahiran Malang 14 Februari 1997 dari ayah Ir. Rusadi Soedjono Dorestia dan Ibu Ir. Reny Widya ini dapat mengukir berbagai prestasi di bidang olahraga keras, beladiri karate.

Pada tahun 2013 ini saja Utha berhasil meraih Medali Emas pada Kejurnas Karate Piala Mendagri XVII Bali 29-31 Agustus 2013, Medali Perak pada Kejuaaraan Karate Wadokai Jakarta Open 2013, dan Medali Emas Kejuaraan Karate Open Shinkaido Open pada 21-25 Juni 2013 di Batam.

Sebelum itu, pelajar Kelas II SMA Negeri 3 Batam ini juga berhasil memperoleh Medali Perak pada Olimpiade Siswa Nasional tingkat SMP se Prov. Kepri tahun 2010, Medali Perak pada Kejuaraan Karate Piala Bupati Karimun tahun 2009, Medali Perunggu dan Emas pada Kejuaraan Karate Terbuka Piala walikota Tanjung Pinang tahun 2010, Medali Perak dan Emas pada Kejuaraan Karate Terbuka Piala Walikota Batam tahun 2008. “Perjuangan Mama telah menginspirasi Utha untuk berhasil dalam bidang yang Utha tekuni,” ujarnya.

Shauta Salaam Rusadi yang kini tergabung di Wadokai Batam, Kepulauan Riau, tersebut memimpikan bisa mempersungguh belajar Persinas ASAD dan berprestasi untuk mengharumkan nama daerahnya, Kota Batam, Kepulauan Riau. Sekarang, dibawah pola pembinaan seorang ibu, selain rutin berlatih Karate, Utha juga sibuk di berbagai kegiatan, seperti Futsal dan Sepakbola, juga di bidang tarik suara dan melukis graffiti. //**

Aprilia Islamia: If I Want Everything, I Will Get Nothing

aprilia1

SAAT ini industri busana muslim kian berkembang, khususnya di Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia kerap dijadikan sebagai barometer fashion muslim dunia. Itu dibuktikan dengan hadirnya desainer-desainer busana muslim serta buku-buku yang membahas fashion muslim.

Islamia Aprilia Waskito (20 tahun), tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Sejak 2011 silam putri ketiga dari ayah H. Mochammad Sidik Waskito, Bsc dan Ibu Hj. Lilik Rachmawati ini telah mantap menggeluti busana muslim dan telah pula memperoleh berbagai penghargaan. Diantaranya adalah penghargaan dalam Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2013, Aprilia termasuk sebagai 15 designer busana muslim ternama Indonesia. Gadis kelahiran 6 April 1993 ini pada tahun 2012 juga memperoleh awards 2nd Best Tenant periode January-June 2012 at MOSHAICT dan 2nd Best Tenant periode July-December 2012 at MOSHAICT.

Dan untuk mendukung profesinya sebagai desainer busana muslim, Islamia Aprilia juga menulis buku berjudul Moslema Style. Dalam buku ini, Mia –demikian biasa disapa– memberikan beberapa gaya berbusana yang sesuai dengan karakter rancangannya yang girlie, vintage, dan romantic. Selain itu, ada juga sketsa-sketsa rancangannya serta pola yang bisa dicontoh untuk membuat blazer dan rok.

Mengenai profesi sebagai Hijab Stylist, Mia yakin bahwa profesi ini akan terus berkembang sebagaimana Fashion, dan masyarakat akan terus menghargai seni kreasi kerudung ini. Disamping itu juga karena muslimah Indonesia makin menyadari pentingnya menutup aurat atau kerudung sebagai kewajiban, sehingga para muslimah juga akan menggunakan kreasi jilbab.

aprilia2Dan agar para perempuan muslimah dalam berpakaian menutupi aurat tetap bisa tampil gaya dan modis, merek busana muslim Aprilia berusaha menghadirkan koleksi yang modern, mengikuti tren, tetapi masih sesuai dengan syariat ajaran agama Islam. Koleksi busana muslim Aprilia banyak diburu oleh para hijabers, design yang cantik, bahan yang  nyaman dipakai, serta berbagai pilihan warna menjadi andalan. Koleksi Aprilia meliputi dress, blouse, pants, skirt, veil, dan juga accessories. Aprilia Colletctions mengutamakan  kualitas, cutting dan detail yang berkelas.

Kepada NUANSA Mia mengatakan, selain sibuk dengan brand Aprilia yang sekarang konsen di busana-busana pesta Ready to wear dan Haute Couture (premium), dia juga ingin meluaskan kategori brand Aprilia dengan Aprilia Bridal (busana pengantin), Aprilia Casual-ready to wear (busana sehari-hari), Aprilia Kidz dan Aprilia Men. “Saya juga baru membuat brand  Drape, yang menyediakan dekorasi-dekorasi rumah dan pelaminan pernikahan,” paparnya.

Ke depan, gadis penghobi traveling dan baca buku ini ingin mengembangkan bisnisnya agar lebih dikenal masyarakat, menjadi desainer yang bisa membuat bangga bangsa Indonesia di mata dunia. “Saya berharap bisa berhasil juga dalam usaha-usaha atau bisnis yang sedang proses maupun yang baru diangan-angan, agar bisa lebih banyak lagi menyerap tenaga kerja. Bahkan bisnis properti pun saya juga tertarik dan mungkin suatu saat saya akan mencobanya. Tetapi saya akan lakukan ini semua dengan step by step karena motto saya, if I want everything, I will get nothing. Insya Alloh. //**

PPG Fair 2013 Jakarta Menuju Generasi Emas

UNTUK pembinaan generasi penerus, DPD LDII Jakarta Barat menghelat PPG Fair, yang telah dilaksanakan sejak 1996/1997 dengan nama Bazar 1, kemudian sekitar tahun 2006/2007 acara Bazar ini merubah namanya menjadi PPG Fair. Hal ini diselaraskan dengan program DPP LDII dalam membentuk generasi penerus yang berakhlak mulia, mandiri, dan memiliki pengetahuan agama yang tinggi, maka Bazar 1 diubah menjadi Penggerak Pembina Generasi Penerus (PPG) Fair.

PPG Fair ini menjadi barometer kemandirian, moralitas, dan pemahaman terhadap nilai agama yang tinggi dari anak-anak muda di PAC LDII Jakarta Barat. PPG Fair ini menjadi agenda tahunan Forum Komunikasi Mahasiswa Jakarta Barat (FKMJB) di bawah naungan Departemen Pemuda, Kepanduan, Olahaga, dan Seni Budaya DPD LDII Kota Jakarta Barat.

PPG Fair menghadirkan beberapa event menarik untuk mengisi acara ini semisal Festival Anak Soleh (FAS), Olahraga, Pentas Seni, Seminar, Pameran dan Lomba Fotografi serta Bazaar Kemandirian. Acara PPG Fair ini diikuti oleh delapan PC LDII yang ada di Wilayah Kota Jakarta Barat, seperti: PC Kembangan, PC Grogol Petamburan, PC Kebon Jeruk, PC Grogol, PC Tanah Abang, PC Pal Merah, PC Petamburan Gambir, PC Petamburan.

“Acara PPG Fair ini dimaksudkan untuk mempersiapkan Generasi Penerus, dengan sarana edukasi, khususnya pelajar mulai dari raman kanak-kanak hingga mahasiswa serta masyarakat umum,” ujar Ketua DPD LDII Jakarta Barat Arifin Rusdi.

Menurut Arifin untuk mewujudkan generasi emas pada masa datang, pemahaman nilai-nilai agama harus ditanamkan sejak dini, untuk membentuk karakter yang kuat dan memiliki kualitas personal yang kuat. Agar terwujudnya generasi yang alim, faqih, berakhlakul karimah serta menjadi generus yang mandiri.

Di acara PPG Fair ini ada salah satu kegiatan yang menarik yaitu Parenting Skill, yang diikuti oleh para ibu-ibu dengan tema “Berbagi Karya Untuk Keluarga”. Acara ini ditujukan untuk para ibu-ibu agar memiliki pengetahuan dalam membina rumah tangga dan mendidik anak-anak mereka. Acara ini diisi oleh artis senior Ida Royani. //**

Kajian Diajeng “I LOVE MOM”

This slideshow requires JavaScript.

Minggu, 20 Oktober 2013 lalu terlihat tetesan air mata keluar dari mata beberapa remaja putri dan ibunya di GOR Klebengan, Yogyakarta. Peserta menangis bukan karena kalah atau pun menang tanding. Akan tetapi, terharu karena penyampaian materi pengajian “I Love Mom”.

Pada hari itu Tim Diajeng Yogyakarta Kota dibawah binaan Bapak Mulyono mengadakan pengajian bertajuk MAMAMIA dengan judul “I Love Mom”. Pengajian diadakan khusus untuk remaja putri usia kelas 2 SMP sampai kelas 3 SMA. Lain dari biasanya, pada pengajian kali ini peserta diundang berpasang-pasang dengan ibu atau wali putri.

Pengajian mamamia “I Love Mom” diselengggarakan mengingat akhir-akhir ini banyak terjadi kenakalan remaja. Disinyalir penyebabnya adalah kurang terciptanya suasana nyaman dan aman di rumah sehingga remaja cenderung mencari pelarian ke luar rumah. Hal ini bisa sangat berbahaya bagi kelurga tersebut, terutama anak. Untuk itu lah pengajian mamamia “I Love Mom” diadakan agar kejadian kenakalan remaja bisa diturunkan bahkan diantisipasi.

Pengajian  mamamia “I Love Mom” menitikberatkan pada terciptanya hubungan yang harmonis antara remaja putri dan ibunya. Arahannya agar anak bisa lebih terbuka dengan ibu dan menjadikan ibu sebagai tempat curhat. Begitu pula ibu, juga diarahkan agar bisa lebih terbuka dengan anak sehingga anak tidak malu dan ragu untuk curhat padanya.

Pengajian dimulai dari pukul 08.30 sampai 12.00 WIB. Acara dibuka MC oleh saudari Intan Puspita Sari. Acara diisi dengan pengkajian dalil-dalil yang mendukung oleh Ibu Izza. Disampaikan dalil bab kewajiban berbuat baik anak pada kedua orang tua, terutama ibu, dan akibat jika durhaka kepada orang tua. Sedangkan dari sisi ibu, dikajikan dalil bahwa anak merupakan tambang  emas bagi orang tuanya. Untuk mendukung agar pesannya sampai, Ibu Izza menyisipkan syair dan puisi dalam penyampaian dalil tersebut. Banyak peserta tertangkap kamera dengan air mata membasahi pipi mereka.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi utama oleh Ibu Nurul Baiti didampingi saudari Fahma sebagai moderator. Ibu Nurul adalah seorang guru Bahasa Inggris di salah satu MTs di Yogyakarta sehingga memiliki banyak pengalaman berinteraksi dengan remaja.  Beliau menyampaikan tentang komunikasi yang positif dan efektif, hal-hal yang dapat mempengaruhi komunikasi, dan peran remaja putri maupun ibu dalam mewujudkan komunikasi tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Beliau juga menekankan pada pentingnya pemahaman agama dan kekuatan doa agar hubungan yang harmonis tersebut dapat tercapai. Antusias peserta cukup baik dalam mengikuti materi demi materi yang disampaikan Ibu Nurul melalui power point. Terlihat banyak peserta pengajian, terutama remaja, meneteskan air mata ketika sampai pada salah satu slide yang berisi gambar ungkapan dukungan seorang anak pada ibunya “Jangan menangis, ibu… kami semua sayang padamu”. Setelah penyampaian materi, dibuka sesi tanya jawab.

Acara berikutnya adalah implementasi. Sebelumnya implementasi, diisi ice breaking yang dipandu saudari Aulia. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok dengan 4 macam tepuk. Peserta diminta bertepuk tangan sesuai instruksi pamandu dan tidak boleh berubah iramanya saat disusul oleh tepukan kelompok lain. Semua bertepuk sesuai jenis tepukan sehingga menghasilkan irama yang harmoni. Inti dari ice breaking tersebut adalah remaja dan ibu memiliki perannya masing-masing. Saat keduanya menyadari dan menjalankan perannya dengan benar, maka akan tercipta hubungan yang harmonis pula.

Implementasi dilakukan dengan cara Ibu dan anak diberikan kartu ucapan. Pembawa acara memberikan instruksi kepada anak untuk menuliskan kalimat maaf dan ungkapan sayang mereka kepada ibunya. Sedangkan bagi ibu, diminta untuk menuliskan harapan bagi anaknya semenjak anak masih dalam kandungan hingga sekarang. Peserta diberi waktu 5 menit untuk menulis diiringi lagu “Bunda”. Lagi, air mata kembali bercucuran. Selanjutnya, salah seorang ibu dan anak diminta ke depan untuk mambacakan suratnya. Lagi dan lagi, suasana semakin mengharu biru, air mata semakin banyak bercucuran.

Untuk menambah kesemangatan peserta, panitia menyediakan 10 doorprize yang diberikan kepada penanya pada sesi sebelumnya. Sisanya dibagikan kepada peserta yang menyimpan foto ibunya di dompet. “Siapa yang meyimpan foto ibunya di dompet silakan maju ke depan.” Cepat-cepat tiga orang peserta remaja putri berlari ke depan menunjukkan fotonya dan sedikit bercerita tentang alasan mereka menyimpan foto tersebut. Terakhir, acara ditutup dengan doa oleh Ibu Izza. Dari serangkaian acara yang sudah dilalui, jangan ragu katakan “I Love Mom”.//** (Tim Keputrian Yogyakarta 2)