Remaja Berbisnis, Kenapa Tidak?

kidsWIRAUSAHA bukan hanya pengetahuan yang bisa dituntut oleh mereka yang sudah dewasa, tetapi bisa juga diajarkan kepada remaja agar menjadi bagian dunianya sejak dini. Bedanya, pengetahuan bisnis yang dituntut oleh orang dewasa salah satunya sebagai alasan memperbaiki ekonomi dan menghasilkan uang secara langsung. Sedangkan untuk remaja lebih pada pembelajaran dan membentuk kepribadiannya dari modul pembelajaran yang diajarkan oleh guru dan orang tua.

Mengapa pengetahuan bisnis dan wirausaha menjadi penting diajarkan sejak dini? Jawabannya tidak lain agar menjadi pengetahuan yang bermanfaat untuk bekal masa depannya kelak. Menumbuhkan jiwa wirausahawan sejak dini membuat tumbuhnya pribadi kreatif dan kaya akan inovasi dalam menghadapi rintangan dan tantangan hidup.

Berikut 10 ide bisnis terbaik yang dapat membuat remaja bisa mendapatkan pendapatan dan membuka jalan menjadi salah satu pengusaha di masa mendatang, seperti dilansir situs SiliconIndia.

1. Tugas layanan antar

Pada era globalisasi yang bergerak cepat ini, waktu menjadi faktor penting bagi setiap orang. Terkadang seseorang membutuhkan jasa antar untuk sesuatu yang mereka butuhkan karena tak memiliki waktu mengambilnya sendiri. Kondisi ini bisa menjadi ide bagi remaja untuk menjalankan bisnis pelayanan antar barang atau hal lain. Anda dapat memulai dengan memberikan pelayanan antar barang-barang kecil seperti alat tulis, bahan makanan, dan lainnya. Lokasi bisnis bisa dimulai dari lingkungan sekitar. Pada akhirnya dari jasa ini akan ada pemasukan lumayan bagi kantong jika semuanya berjalan dengan baik. Bahkan ini bisa menjadi sumber yang baik dari pendapatan masa depan.

2. Konsultan media sosial

Dunia digital bukan hal aneh lagi saat ini. Internet menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Sebagian besar pengguna internet terdiri dari para remaja. Daripada membuang-buang waktu dalam mencari sesuatu, orang-orang sekarang lebih memilih untuk memiliki daftar apa yang mereka cari di internet. Para remaja bisa memanfaatkan ini sebagai sumber pendapatan mereka. Dengan membuat sebuah halaman hasil pencarian yang terbaik, misalkan untuk restoran, pusat perbelanjaan, taman terdekat atau nomor kontak dari layanan taksi, dan lainnya melalui pemasaran lewat media sosial.

3. Pengajar komputer

Orangtua zaman sekarang lebih peduli tentang bagaimana anak-anaknya bisa berkembang di masa depan. Komputer menjadi salah satu pertimbangan orang tua bagi anak-anaknya. Anda bisa memberikan bantuan kepada orang tua yang ingin anak-anaknya pandai atau sekedar mengetahui dasar-dasar komputer. Dengan memberikan pengajaran komputer akan ada tambahan uang saku dan juga dapat menghasilkan ide kewirausahaan di masa depan.

4. Penitipan bayi

Di hampir semua kantor, jumlah karyawan perempuan meningkat dari hari ke hari dan hampir setara dengan karyawan laki-laki. Nah, dengan peningkatan jumlah ibu yang bekerja, kemungkinan pekerjaan menjaga anak ikutan tumbuh. Penjaga bayi adalah cara yang paling cocok bagi remaja mendapatkan penghasilan. Kesabaran adalah hal yang paling dibutuhkan untuk melangkah ke usaha penitipan bayi tersebut.

5. Tukang angkut dan pengemasan barang

Pindah ke rumah baru selalu terdengar baik untuk sebagian besar orang. Tapi ketika datang untuk berkemas barang-barang rumah tangga, orang mulai malas melakukannya. Pengepakan dan memindahkan barang juga bisa menjadi salah satu cara termudah remaja untuk menjadi pengusaha. Memiliki sekelompok teman akan lebih bermanfaat dalam hal ini, untuk bekerjasama membuka usaha pemindahan barang.

6. Pekerja Lepas

Sebagian besar remaja suka menghabiskan waktu mereka di internet. Apakah itu jejaring sosial atau menemukan beberapa jawaban untuk tugas mereka. Pilihan bantuan melalui internet. Pekerja lepas dapat bermanfaat bagi para remaja untuk mendapatkan jumlah tambahan ketika menggunakan internet untuk berbagai alasan lain. Menulis konten, mempertahankan data-base, fotografi, editing, dan lainnya adalah berbagai bidang di mana pekerjaan lepas dapat dilakukan.

7. Pembuat Lilin

Saat ini, tidak hanya selama festival, namun lilin telah menjadi salah satu item dekoratif yang paling dipuja dalam acara pertemuan dan lainnya. Pembuatan lilin tidak memerlukan pelatihan yang ketat dan dapat dilakukan dalam sebuah ruangan kecil. Para remaja dapat memilih untuk membuat lilin di kamar atau di halaman belakang. Jadilah mereka seorang pengusaha lilin.

8. Petugas perawatan

Siapa yang tidak suka bunga atau yang tidak ingin memiliki halaman bersih di depan rumah mereka? Jawaban atas pertanyaan ini adalah ‘tidak ada’. Semua orang ingin rumah, apartemen atau bungalow miliknya tampil cantik dan menarik. Tetapi untuk melakukan hal tersebut adalah pekerjaan yang sulit bagi beberapa orang. Memberikan perawatan dapat membantu remaja untuk menjadi pengusaha. Bahkan hal ini dapat membantu mereka untuk memiliki masa depan yang mapan di hari mendatang.

9. Penjaga hewan

Hewan menambah keakraban dan juga membawa sukacita dalam setiap keluarga. Kucing salah satu hewan peliharaan yang paling disukai. Tak cukup sebagai pelengkap kebahagiaan. Ada kewajiban yang harus dilakukan terhadap hewan tersebut, seperti pemeriksaan ke dokter, atau hal lain. Para remaja, yang memiliki kelembutan dan menyayangi hewan peliharaan, dapat membuat usaha perawatan hewan.

10. Pembuat Perhiasan

Perhiasan menjadi pelengkap wanita tampil cantik. Sebab itu perhiasan adalah salah satu karakteristik penting dari perempuan. Remaja, yang memiliki sedikit rasa seni dan kerajinan dapat dengan mudah membuat perhiasan tersebut. Pada awalnya, bantuan orang tua mungkin diperlukan. Namun seiring dengan waktu dan pengalaman, mereka bisa menjadi desainer independen dan bisa menjadi pengusaha perhiasan sendiri.//**

Advertisements

Jebakan Gaya Hidup Mewah

Gaya hidup mewah di Indonesia sebetulnya tidak disebabkan pada tingkat ekonomi rata-rata penduduk Indonesia yang sudah mapan atau lebih dari mapan. Namun, gaya hidup mewah di sini lebih disebabkan masyarakat Indonesia adalah masyarakat konsumtif. Berapa banyak merek elektronik keluaran terbaru yang harganya sangat mahal, namun masyarakat kita memberondongnya dengan antusias. Bukan karena mereka memiliki uang cukup untuk membeli barang-barang mewah tersebut, melainkan rasa gengsi dan ingin dipuji adalah motif utama di balik gaya hidup mewah ini. Banyak karyawan yang sebetulnya gaji bulanannya pas-pasan, namun memiliki gadget canggih dan mewah. Mereka rela mengirit makan hanya demi gadget keluaran terbaru. Atau membelinya dengan cara kredit. Mau bergaya hidup mewah kok hutang?!

Bersikap Bijak Manfaatkan Teknologi

Di jejaring sosial twitter, Indonesia menjadi trending topic, bahwa Negara kita ini adalah market terbesar smartphone Blackberry atau hape jenis Android. Indonesia juga dinobatkan sebagai pengguna terbesar facebook di Asia. Wow… Luar biasa! Apa artinya ini?

KONDISI masyarakat terus bergerak maju, teknologi semakin berkembang, dan pastinya kehidupan pun turut mengimbangi kemajuan tersebut. Perubahan-perubahan yang terjadi, secara otomatis, ikut mengubah gaya hidup.

Anak muda sebagai bagian dari masyarakat sudah tentu tak luput berkontribusi dalam perubahan-perubahan tadi. Kelompok anak muda saling berhubungan, mereka bersosialisasi, baik dengan lingkungan maupun bersama komunitasnya. Mereka juga bergerak dengan mobilitas tinggi. Anak muda, dengan gaya hidupnya, menggerakkan pasar gaya hidup dengan sangat hebat. Dari cara mereka berpakaian, makanan dan minuman yang mereka santap, aktivitasnya sangat beragam, teknologi yang digunakan, dan tentunya cara mereka berkomunikasi, semuanya sangat hebat. Masyarakat Indonesia memang telah mengalami perubahan gaya hidup yang luar biasa. Hal tersebut mempunyai rantai informasi yang sama, yaitu dampak dari perkembangan teknologi informasi! Indonesia tengah mengalami perubahan gaya hidup dari konvensional ke digital.

Meskipun masyarakat pengguna internet belum mayoritas, tetapi sebagian besar kita, terutama kaum muda, adalah user yang aktif dan interaktif. Maka, tidak heran Indonesia sering jadi trending topic di twitter. Tidak aneh beberapa kasus hukum yang “berbau” politik bisa tuntas karena tekanan jutaan facebookers. Tidak kaget juga kalau masyarakat Indonesia sempat berang pada Menkominfo Tifatul Sembiring ketika Blackberry akan diblokir.

Indonesia memang telah mengalami perubahan yang hebat. Teknologi telah menjadi gaya hidup yang sulit dipisahkan dari masyarakat Indonesia. Pesan makanan kaki lima bisa pakai SMS, lapor pada Presiden SBY juga bisa lewat SMS. Teknologi telah mengubah wajah Indonesia. Kalau diperhatikan, sekarang ini terutama para kaum muda kita, yang berada di gang-gang sempit atau di sudut desa yang jauh dari kota pun memiliki handphone atau Blackberry. Sambil membajak di sawah, atau matun pari –membersihkan rumput yang mengganggu tanaman padi– mereka nggembol (mengantongi) hape. Teknologi bukan barang tersier (mewah) lagi. Namun, perlahan jadi barang primer. Kamu muda masa kini, sulit hidup tanpa teknologi. Mereka akan lebih was-was ketinggalan hape ketimbang dompet. Mereka lupa waktu karena chatting di BB, update status, atau berkicau di twitter.

Indonesia memang telah terkena gejala euforia teknologi! Coba perhatikan, ketika seseorang bertemu dengan teman lama atau kenalan baru, yang mereka katakana pertama kali adalah Pin BB atau nomor HP, “Nomor PIN lo berape?” Coba bandingkan dengan kondisi tahun 80-an, ketika surat pos masih Berjaya dan kartu lebaran menjadi ajang sakral ketika hari raya tiba. Sekarang, masyarakat Indonesia bisa menggunakan teknologi modern. Mudah dan efisien.

Lalu apa sisi manfaat dan mudharatnya bagi kita?
Apa sikap bijak kita menghadapi fenomena ini?

Dari berbagai diskusi, beberapa pengamat mengatakan bahwa perubahan gaya hidup ini dianggap terlalu berlebihan atau kebablasan. Masyarakat kita telah kehilangan daya produktivitasnya akibat facebook, twitter, dan BB. Penelitian mengafirmasi hal ini dengan menunjukkan data serupa bahwa produktivitas bisa turun karena teknologi. Namun, di sisi lain, bisa membuat otak cerdas. Pertanyaannya, mana yang lebih dekat dengan masyarakat kita, penurunan produktivitas kah, atau kecerdasan otak?
Kekhawatiran utama perubahan gaya hidup kaum muda ini adalah perilaku sosial. Orang duduk berdekatan kenapa justru bersapa lewat BB? Semua digantikan dengan BB. Padahal, kedekatan emosional tidak terasa. Ini yang menjadi soal. Tidak selamanya keep in touch lewat teknologi membantu kedekatan. Justru dalam beberapa hal, kerenggangan relasi akibat teknologi sering didapati.

Kita harus bijak, adil, dan berimbang menghadapi fenomena ini. Penggunaan teknologi harus bermanfaat. Sekiranya tidak berproduktif, kurangi waktu bergelut dengan teknologi. Rasakan sekitar Anda. Jadilah manusia seutuhnya dengan berinteraksi langsung. Perubahan gaya hidup segala sesuatunya ditentukan oleh penampilan. Di sini kita tidak sedang membicarakan kerapihan. Tapi berbicara tentang jejeran merk dan pengkelasan terselubung yang muncul dari dalam merk tersebut.

Be cool atau keren di kalangan kaum muda saat ini juga bukan pembicaraan sempit tentang kain apa yang membungkus tubuh mereka, tetapi berkembang kepada sikap perilaku yang lebih sempit (behavior) dan pergaulan yang lebih luas (peer group). Selain bergumul dengan istilah cantik, putih, tampan, tidak jerawatan, seksi, tidak gemuk, kosmetis, mereka juga bangga atau merasa keren jika memakai merk-merk terkenal.

Mereka merasa pede dan keren jika memakai parfum terkenal semacam United Color of Benneton, makan Pasta di Pizza Hut, bergaya Hip-hop dengan lobang kalung berdiameter besar, memakai body piercing di tempat-tempat aneh di sekujur tubuhnya. Dan adalah keren jika mereka berkirim SMS, atau saling foto dengan Ponsel terbaru. Membuat sebisa mungkin seseorang harus keren, dan oleh karena itu ada yang menjadi rujukan tentang dari mana keren itu berasal, di manakah sang adiluhung dalam hal keren-keren? Digodok di manakah hal-hal yang berindikasikan keren itu? Siapakah pawang keren?

Semua pertanyaan itu disediakan jawabannya oleh media. Dorongan untuk keren menggejala ketika seseorang ingin diperhatikan oleh orang lain. Harga diri mereka adalah harga diri yang disyahkan oleh citra dalam media. Sebagai contoh di Kanada, para anak muda menikmati tayangan media massa dan mengalami efek negatif pada harga diri mereka akibat keterbukaan oleh citra media. Mayoritas partisipan menyatakan rasa tidak puas mereka dan membandingkan diri mereka secara negative terhadap citra-citra kecantikan yang digambarkan dalam media.

Lalu bagaimana jika media itu melakukan hegemoni pemahaman tentang keren? Apakah keren itu itu sesuatu yang berbau Barat, setengah Barat, setidaknya Barat, atau harus Barat habis-abisan, meskipun tercantum istilah MTV 100% Indonesia? Apa yang ada di otak mereka jika keren adalah tentang bagaimana jeans belel dikategorikan macho, tentang pemberian cokelat valentine pada 14 Februari setiap tahunnya, tentang trik berkata-kata dengan teman sebaya, dan percampuran antara bahasa lokal dengan bahasa asal MTV yakni bahasa Inggris.

Perubahan gaya hidup ini dengan demikian telah sangat mantap mengikis citra yang tercipta oleh lingkungan tempat individu berasal, citra yang dinegosiasikan individu dengan budaya asalnya sendiri, citra turunan yang diajarkan secara tradisional melalui hubungan dalam keluarga inti dan masyarakat yang lebih luas. Be cool atau merasa keren dalam kategori yang lain telah pula mengikis peranan fisik dan mental seorang warga negara kepada negara dan bangsanya sendiri. Negara boleh meminta citra, tapi media yang menentukannya. Bagi kaum muda, menjadi keren merupakan bagian dari penonjolan diri untuk daya tarik personal. Jika dibandingkan dengan kelompok masyarakat lain, kaum muda memang memiliki karakter khusus. Dalam masyarakat industri modern kaum muda merupakan kelompok yang berada dalam periode transisi – dari anak-anak yang amat bergantung – menuju masa dewasa yang mandiri.

Berkat keadaan ekonomi yang membaik, kaum muda cenderung mengembangkan budaya dengan karakteristik-karakteristik tertentu. Pertama, mereka memiliki budaya yang mementingkan waktu untuk bersenang-senang dan bersantai daripada bekerja. Kedua, hubungan sosial kaum muda banyak dilakukan dalam suatu kelompok bermain dengan rasa kolektivitas tinggi. Ketiga, budaya kaum muda selalu berhubungan dengan gaya (style).

Sekali lagi, kita dituntut untuk lebih bijak, adil, dan berimbang menghadapi perubahan gaya hidup ini. Penggunaan teknologi harus bermanfaat. Sekiranya tidak berproduktif, kita harus berani mengurangi waktu bergelut dengan berbagai teknologi. Jadilah manusia seutuhnya dengan berinteraksi langsung terhadap sesama. Jadi lebih keren jika kita bisa bijak dalam menggunakan teknologi. //**

Tika Bisono

Gadget sering Mendikte Perilaku Penggunanya

PERANGKAT -perangkat elektronika berteknologi canggih (gadget) seperti ponsel pintar (smartphone) dan tablet seringkali justru mampu mendikte perilaku para penggunanya, bukan pengguna yang mengatur pemakaian perangkat mereka, demikian disampaikan Psikolog Tika Bisono dalam sebuah seminar beberapa waktu lalu. “Para pemilik ponsel pintar menjadi tidak bebas untuk memilih kapan menggunakan alat mereka,” kata Tika.

Tika menyontohkan ketidakbebasan para pengguna ponsel pintar dari perangkat mereka terlihat ketika mereka sangat tertekan saat lupa membawa ponsel pintarnya. “Atau orang-orang yang tidak bisa jauh dari ponsel pintar mereka meski saat tidur,” katanya.
Psikolog sekaligus penyanyi itu menambahkan gegar budaya (cultural shock) masyarakat Indonesia terhadap perangkat-perangkat teknologi canggih telah merambah usia muda, termasuk anak-anak dan remaja. Misalnya remaja yang setiap lima menit ganti status (di perangkat) mereka. Mereka di mana, masih apa. “Itu malah seperti memberitahu penjahat posisi mereka,” kata Tika.

Dalam sebuah forum berjudul “Galau Gadget” pada salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia, Tika mengatakan bahwa hampir seluruh masyarakat Indonesia telah sepenuhnya dikendalikan oleh teknologi, salah satunya adalah smartphone dan netbook yang bisa dibawa ke mana saja.

Kemampuan praktis yang dimiliki alat-alat teknologi tersebut tidak hanya membuat masyarakat merasa terbantu secara praktik, tapi juga lebih dari itu. Kebanyakan manusia sudah bergantung pada berbagai alat teknologi sehingga ada istilah “tidak bisa hidup tanpa handphone” bagi seseorang yang sudah memegang gaya hidup tersebut.

Hal ini juga turut memperlihatkan kepada kita bahwa interaksi manusia dan komputer tidak lagi menampilkan sisi baik (dampak baik) terhadap kehidupan manusia, tapi juga menampilkan sisi negatif yang mampu mengubah total cara pandang dan cara hidup manusia pada umumnya.

Jika sebelumnya manusia harus saling bertatap muka demi saling mengenal, maka zaman modern ini konsep “tatap muka” sudah tidak lagi menjadi sebuah kewajiban yang berlaku bagi interaksi sosial sesama manusia. Interaksi manusia dengan manusia telah digantikan menjadi interaksi manusia dan komputer yang secara lembut menjajah wilayah social kehidupan sehari-hari manusia.

Tidak ada lagi saling tegur sapa dengan menghadapkan senyum pada tetangga, tapi senyum-senyum sendiri di hadapan komputer dan alat teknologi lainnya sudah dianggap lumrah bagi manusia modern. Para pengguna ‘gadget’ yang telah kecanduan, menurut Tika, dapat diberi sejumlah terapi agar mengetahui bagaimana memposisikan ‘gadget’ selayaknya.

“Pertama dengan ‘cognitive therapy’ seperti konseling. Jika ada gejala adiktif, dapat memakai hypnotis atau ‘behaviour therapy’ yaitu dengan memberi tugas-tugas lain sehingga perhatian tidak lagi pada ‘gadget’,” kata Tika. Tika mengatakan perilaku remaja yang telah terdikte ‘gadget’ juga dapat terlihat dari isi pesan-pesan yang bersifat personal di media jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. //**

Manfaat dan Mudharat Jejaring Sosial

KEMAJUAN teknologi yang begitu pesat membuat situs jejaring sosial (Facebook, Twitter, blog [wordpress, multiply], Linkedln, Friendster, MySpace) menjadi topik utama perbincangan di semua kalangan, baik profesional, pendidikan maupun siswa. Dengan fitur-fitur yang ditawarkan, situs-situs ini berhasil menarik minat masyarakat dunia. Antusiasme diperlihatkan dengan makin meningkatnya pengguna akun situs jejaring sosial tersebut dari hari ke hari. Bagaikan pisau bermata dua, akun tersebut juga mempunyai sisi positif dan negative. Apa saja?

Manfaat dan keuntungan situs jejaring sosial:

1. Memudahkan orang dari segala penjuru dunia saling berhubungan
Adakah teman atau keluarga yang sudah bertahun-tahun tidak pernah bertemu dengan Anda? Bingung ke mana mencari karena kehilangan kontak alamat dan nomor telepon. Nah, di sinilah manfaat positif situs jejaring sosial bisa Anda dapatkan. Tinggal memasukkan nama dan Anda bisa bertemu di dunia maya (tentu dengan syarat orang yang Anda cari mempunyai akun di jejaring yang sama dengan Anda). Atau barangkali Anda ingin berkomunikasi dengan biaya murah dengan teman, relasi, dan saudara Anda? Situs-situs ini pun bisa Anda manfaatkan. Cukup mengakses internet, aktifkan akun dan Anda pun siap menyapa orang-orang yang ingin Anda sapa. Mudah dan murah, bukan?

2. Penyebaran informasi menjadi lebih cepat
Berita politik, sosial budaya, informasi penting seperti kelahiran, kematian, dan apa pun itu sekarang dengan mudah dan cepat bisa Anda peroleh lewat situs jejaring sosial. Bahkan kecepatan berita di situs-situs ini agar bisa dibaca publik lebih cepat daripada media cetak atau elektronik. Anda pun bisa mengakses situsnya lewat handphone.

3. Terbentuknya komunitas-komunitas yang sesuai dengan minat dan hobi
Apapun hobi Anda, tinggal pilih dan masuk menjadi anggota komunitas tersebut. Anda bisa memperbanyak jaringan pertemanan dengan orang dengan hobi dan tujuan yang sama. Banyak ilmu yang bisa Anda peroleh asal Anda rajin menyimak dan aktif terlibat diskusi.

4. Sarana bisnis dan promosi

Jaringan pertemanan yang mencapai ratusan bahkan ribuan orang bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan bisnis Anda. Gunakan fitu-fitur yang disediakan dan manfaatkan semaksimal mungkin situs jejaring ini untuk bisnis dan promosi. Jaga kepercayaan pelanggan agar bisnis Anda bisa bertahan, bahkan makin berkembang.

Sisi mudharat situs jejaring sosial:

1. Privacy terganggu
Niat awal Anda membuat akun jejaring sosial mungkin sekadar ingin tahu atau ingin menjalin tali silahturahim dengan kawan lama. Untuk memudahkan mencari teman Anda pun, Anda berinisiatif memasukkan foto-foto pribadi bahkan keluarga, termasuk foto pasangan dan anak-anak.

Awalnya Anda tidak punya pikiran macam-macam. Tapi tahukah Anda bahwa dengan terlalu mengumbar data dan foto pribadi, secara tidak langsung kehidupan pribadi menjadi terganggu. Anda tiba-tiba mendapat telepon atau email dari seseorang yang tidak dikenal. Mengajak berkenalan, pura-pura mengajak berbisnis, bahkan yang lebih parah ikut berkomentar negatif tentang Anda di situs tersebut. Ini tentu sangat mengganggu, bukan?

2. Tidak ada batasan dalam pergaulan
Saat berinteraksi dengan masyarakat secara langsung, biasanya kita sudah mempunyai bekal etika dan norma apa saja yang berlaku serta menjadi panduan dalam bergaul. Namun, etika dan norma itu terkadang tidak berlaku di dunia maya. Etika bergaul antara lelaki dan perempuan pun terkadang dilanggar.

Bermula dari sekadar sapa, berlanjut saling curhat, dan berakhir dengan hubungan terlarang. Tidak ada rasa malu walau masing-masing sudah punya pasangan. Tidak ada rasa tanggung jawab moral padahal di belakang ada anak-anak. Ketika akhirnya terjadi bencana, akhirnya toh diri sendiri yang rugi.

3. Etika berbicara dan berpendapat terkadang dilanggar
Menjadi pusat perhatian orang memang bisa membuat seseorang bangga. Namun apa artinya bila pusat perhatian itu didapat dengan cara yang kurang bijak. Berbicara dan mengeluarkan pendapat tetap harus ada etikanya walau itu di dunia maya sekalipun.

Dahulukan orang lain untuk berbicara dan tunggu dia menyelesaikan pendapatnya, baru Anda bisa berbicara. Jangan mentang-mentang tidak bertatap muka, lantas Anda pun bisa senaknya menggunakan kata-kata yang kasar. Ingat, apa yang Anda tulis di situs jejaring sosial itu mewakili pribadi Anda dan dibaca ribuan orang.

4. Sosialisasi berkurang
Aktivitas yang kian padat, jalan macet, dan tuntutan hidup yang semakin tinggi, terkadang membuat orang enggan melakukan aktivitas lain setelah sampai di rumah. Akibat rasa malas tersebut, orang cenderung mengalihkan kebutuhan bersosialisainya pada internet dan situs jejaring sosial adalah solusinya.

Memang Anda bisa mempunyai teman banyak, bahkan ribuan, namun tahukah Anda terasa ada yang berbeda jika Anda betul-betul bersosialisi secara nyata? Ada rasa bahagia, kedekatan secara emosional, dan rasa saling membutuhkan, bukan hanya sekadar berbentuk tulisan.

5. Kecanduan internet
Ketika internet belum secanggih sekarang, komputer hanya digunakan sebagai sarana untuk mempermudah pekerjaan. Namun ketika makin berkembang, internet menjadi barang wajib. Tiada hari tanpa membuka akun situs jejaring sosial seolah menjadi motto hidup masyarakat, terutama di daerah perkotaan.

Situs yang dibuat untuk ajang pergaulan akhirnya bagai pedang bermata dua. Di satu sisi dibutuhkan, namun di sisi lain membelenggu manusia. Waktu terbuang percuma, kegiatan yang tertunda karena sibuk membuka akun dan saling chat, bahkan terkadang lupa makan dan ibadah.

6. Kehidupan pribadi menjadi konsumsi publik
Ketika menulis status di wall atau mengunduh foto-foto pribadi, berarti Anda harus siap-siap menerima komentar, baik yang setuju atau tidak setuju, suka atau tidak suka. Semua data pribadi Anda, keluarga, dan apa yang Anda lakukan menjadi sesuatu yang bukan sifatnya pribadi lagi. Semua terpapar di depan mata orang dan tidak bisa Anda tutup-tutupi lagi. Karena itu Anda harus selektif, mana yang boleh di posting dan mana yang tidak. Jangan sampai semua berbalik menjadi bumerang bagi Anda dan keluarga.

7. Aksi pornografi
Era keterbukaan juga membawa dampak negatif bagi keluarga, utamanya anak-anak. Bahaya pornografi, intaian pengidap pedofilia semakin lama membuat orangtua khawatir. Bermula dari ajakan untuk berteman, kemudian saling tukar telepon, bertemu di satu tempat. Anak-anak yang belum paham tentang dunia luar percaya begitu saja ketika bujuk rayu mulai diucapkan. Akhirnya hal-hal yang tidak diinginkan pun menimpa anak-anak.  //**

Memanfaatkan Internet untuk Mencari Rejeki

BANYAK cara yang bisa dilakukan untuk mencari uang di internet. Cara-cara tersebut perlu dipadukan dengan mengasah kemampuan marketing internet Anda. Hal terpenting dalam mengelola bisnis adalah soal pemasaran alias marketing. Namun begitu ternyata internet juga menyajikan banyak ruang dan celah yang mudah untuk para penggunanya dapat meraup banyak penghasilan melalui dunia maya. Beberapa model mencari penghasilan melalui teknologi internet antara lain adalah :

• Kerja online

Kerja online dapat berupa menulis artikel online atau mengelola website online. Banyak situs yang membutuhkan para pekerja online misalnya sebagai penulis artikel atau pengelola jejaring sosial atau pun blog dan situs. Untuk menulis artikel online biasanya kebanyakan situs menghendaki tulisan dalam bahasa Inggris, namun ada juga yang berbahasa Indonesia. Bagi para penulis sangat tepat memanfaatkan kesempatan ini. Sementara bagi mereka pecinta desain grafis atau web desainer, bisa mencari peluang sebagai pengelola web atau blog. Untuk mengetahui lowongan seperti ini tentu saja anda harus seringkali menjelajah dunia maya di internet sampai akhirnya memperoleh kesempatan yang tepat.

• Bisnis investasi online

Ada banyak model investasi online. Anda harus memilih dan meyakini bisnis mana yang akan Anda pilih. Carilah pengelola bisnis investasi yang dapat dipercaya, sistem investasi yang jelas dan terlihat memiliki modal yang kuat. Berhati-hatilah dan usahakan seselektif mungkin dalam memilih, sebab investasi yang Anda jalani ini bersifat online, bisa jadi perusahaan dan pemilik modalnya fiktif belaka. Ini memang salah satu resiko besar berbisnis di internet, karena tidak bisa melihat secara langsung bentuk fisik dan kredibilitas perusahaan itu sendiri.

• Mengelola bisnis pribadi secara online

Jika Anda mempunyai skill dan keahlian tertentu, sudah saatnya Anda memanfaatkan internet sebagai cara Anda menjual skill yang Anda minati. Sebutlah misalnya Anda jago menulis, jago desain grafis, jago kaligrafi, jago fotografi dan sebagainya, Anda bisa memulai membuka kursus online di internet. Buatlah konsep rancangan bisnis yang menjual. Internet adalah dunia global yang dapat diakses dimana saja. Maka peluang dan kesempatan Anda sejatinya jauh lebih besar di dunia maya ketimbang alam nyata.

• Memasarkan secara online bisnis offline

Jika Anda telah memiliki sebuah usaha bisnis yang Anda kelola di dunia nyata, maka marketing yang lebih luas lagi akan bisa Anda peroleh melalui dunia maya. Keberadaan layanan blog, jejaring sosial dan sebagainya merupakan fasilitas gratis yang dapat menunjang bisnis pemasaran Anda di dunia nyata. //**

Memahami Perbedaan Prinsip Antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional

Oleh : Ibnu Anwaruddin, SH., Angg. dept. KIM DPP LDII

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” QS. Ali Imron: 130

Berbicara mengenai perbankan syariah sebenarnya tidak lengkap tanpa mengurai bagaimana sejarah, tujuan penerapan prinsip syariah, batasan-batasan prinsip syariah, jenis produk pembiayaan syariah, ketentuan hukum, Dewan Pengawas Syariah dll. Namun untuk mengawali rubrik syariah ini penulis tidak akan akan memaparkan secara keseluruhan mengenai hal-hal tersebut di atas, namun lebih kepada pokok permasalahan mengenai perbedaan yang mendasar antara prinsip syariah dengan prinsip konvensional.

Sebelum membicarakan beberapa perbedaan sistem bank Islam dengan sistem bank konvensional, perlu diberikan suatu penjelasan perbedaan antara bagi hasil dan pemberian bunga dalam bidang perniagaan, khususnya dalam operasional bank. Selama 4 tahun mengabdi pada sebuah bank yang beroperasional secara syariah, penulis banyak menemukan kesalahan pemahaman di kalangan banyak orang yang menganggap bahwa bagi hasil tidak ada bedanya dengan pemberian / pengambilan bunga, untuk dapat memahami perbedaan yang sangat mendasar tersebut terlebih dahulu harus dipahami hal-hal sebagai berikut :

a.   Dasar perniagaan adalah untuk mencari keuntungan karena itu setiap pemilik modal mengharapkan setiap uang yang dikeluarkan akan mendapatkan keuntungan, ini sesuai dengan kaedah fiqh, yaitu : pembayaran/pembiayaan dibalas dengan ganjaran. Karena itu Islam menggalakkan umatnya untuk berdagang.

b.   Dalam pandangan Islam, uang yang disimpan tanpa digunakan tidak akan bertambah, justru jumlahnya semakin menurun dari tahun ke tahun, karena ia wajib membayar zakat sebanyak 2,5% pertahun hingga sampai dibawah nisab (batas minimal jumlah harta yang wajib dikeluarkan). Karena itu Islam mengakui konsep bunga yang diperoleh seseorang jika menyimpan uangnya di bank misalnya dan dianggap riba, kecuali jika bank itu diberikan kekuasaan untuk memakai uang tersebut. Lalu jika bank mendapat keuntungan, maka dibagi dengan orang tersebut berdasarkan berapa persen dari untung yang didapat, bukan berapa persen dari uang yang disimpan. Maka jumlah yang diterima dari bank itu dianggap sebagai untung.

c.   Islam tidak mengakui bunga dalam pembayaran hutang, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, yang artinya bahwa setiap hutang yang membawa keuntungan material bagi si pemberi hutang adalah riba.

d.   Tujuan Islam mengharamkan riba selain karena mengandung unsur penindasan, riba juga merupakan sistem yang hanya mengutamakan kepentingan individu saja tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat, padahal Islam lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dari pada individu.

Secara singkat perbedaan-perbedaan antara bunga dengan bagi hasil dapat terlihat pada tabel di berikut :

No.

Bunga

Bagi Hasil

1. Penentuan bunga dibuat sewaktu perjanjian tanpa berdasarkan kepada untung/rugi. Penentuan bagi hasil dibuat sewaktu perjanjian dengan berdasarkan kepada untung/rugi.
2. Jumlah persen bunga berdasarkan jumlah uang (modal) yang ada. Jumlah nisbah bagi hasil berdasarkan jumlah keuntungan yang telah dicapai.
3. Pembayaran bunga tetap seperti perjanjian tanpa diambil pertimbangan apakah proyek yang dilaksanakan pihak kedua untung atau rugi. Bagi hasil tergantung pada hasil proyek. Jika proyek tidak mendapat keuntungan atau mengalami kerugian, maka resikonya ditanggung kedua belah pihak.
4. Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat walaupun jumlah keuntungan berlipat ganda. Jumlah pemberian hasil keuntungan meningkat sesuai dengan peningkatan keuntungan yang didapat.
5. Pengambilan/pembayaran bunga adalah haram. Penerimaan/pembagian keuntungan adalah halal

Perbedaan pokok antara sistem bank Konvensional dengan sistem bank Islam secara ringkas dapat dilihat dari 4 (empat) aspek seperti terlihat pada tabel berikut ini :

No

Perbedaan Aspek

Bank

Islam

Bank Konvensional

1 Falsafah Tidak berdasarkan atas bunga, spekulasi dan ketidakjelasan Berdasarkan atas bunga
2 Operasional –  Dana masyarakat berupa titipan dan investasi yang baru akan mendapatkan hasil juka diusahakan terlebih dahulu- Penyaluran pada sektor usaha yang halal dan menguntungkan – Dana masyarakat berupa simpanan yang harus dibayar bunganya pada saat jatuh tempo- Penyaluran pada sektor yang menguntungkan, aspek halal tidak menjadi pertimbangan utama
3 Sosial Dinyatakan secara eksplisit dan tegas yang tertuang dalam Visi & Misi perusahaan Tidak tersirat secara tegas
4 Organisasi Harus memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS). Tidak memiliki Dewan Pengawas Syariah.

Tabel di atas hanyalah sebagian kecil konsep produk pembiayaan syariah yang berprinsip pada system bagi hasil, masih banyak lagi produk pembiayaan yang berbasis jual beli (bai’), sewa (ijarah), gadai (rahn) dll. Dan dari table tersebut hendaknya kita dapat membaca dan memahami perbedaan yang sangat mendasar antara bunga dan bagi hasil atau perbedaan prinsip antara bank syariah dan bank konvensional. Namun tentu tidak menutup kemungkinan bahwa masih banyak yang meragukan apakah prinsip syariah tersebut benar-benar dapat dijalankan secara utuh, bukan karena kepentingan untuk menjaring pasar semata tanpa memperhatikan kemaslahatan usaha yang dijalankan.

Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang berdiri pada tahun 1991 merupakan bank pertama di Indonesia yang murni menerapkan prinsip-prinsip syariah, baik dari segi permodalan maupun dari kegiatan usaha yang dijalankan. Kemudian setelah itu bermunculan bank yang turut mengaplikasikan operasionalnya secara syariah, diantaranya; Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, Bank Niaga Syariah, BRI Syariah, Bank Syariah IFI dll.

Saat ini belum semua bank syariah merupakan bank yang murni berdiri sendiri tanpa keterkaitan dengan bank induk atau bank konvensionalnya. Masih ada beberapa bank syariah yang merupakan unit usaha dari bank konvensional, yang mana notabene permodalan unit syariah tersebut pada dasarnya berasal dari bank konvensional atau bank induknya, sehingga masih ada mata rantai yang tidak terputus antara syariah dan konvensional. Selain itu, ada juga bank yang melakukan konversi dari konvensional menjadi syariah, hal mana patut dipertanyakan mengenai asset dan permodalan yang sebelumnya berasal dari hasil usaha konvensional.

Fenomena ini tentu membuat gamang tidak sedikit muslim yang ingin berinvestasi atau melakukan kegiatan usaha yang memerlukan layanan perbankan. Namun kita juga tentu tidak ingin terus-menerus terjebak dalam kegiatan riba dengan melakukan transaksi di bank konvensional yang terus membelenggu masyarakat muslim di Indonesia khususnya. Bebas murni dari riba mungkin tidak semudah yang kita bayangkan karena praktik konvensional telah berjalan ratusan tahun lalu, sedangkan praktik syariah di Indonesia belum genap dua dasa warsa. Paling tidak saat ini kita harus berupaya meminimalisir penggunaan bank konvensional dan beralih ke bank syariah agar iklim investasi syariah terus meningkat dan praktik syariah dapat terus memasyarakat.

Selain untuk memenuhi keinginan umat Islam untuk berhubungan dengan lembaga perbankan yang bebas bunga, bank Islam tentu diharapkan dapat menghasilkan keuntungan dan keselarasan dengan aspek moralitas Islam yang melandasi operasionalnya. Pendirian Bank Islam juga mempunyai tujuan khusus, yang selaras dengan tujuan LDII yang telah dijabarkan dalam rekomendasi Munas VI 2005 dan diperkuat dengan Rakernas LDII 2007 tentang pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Hal tersebut diantaranya ;

1.Menyediakan lembaga keuangan perbankan sebagai sarana meningkatkan kualitas kehidupan sosial ekonomi masyarakat muslim.
2.Menggalang partisipasi masyarakat banyak dalam proses pembangunan terutama dalam bidang ekonomi syariah.
3.Mengembangkan lembaga perbankan dan sistem perbankan yang sehat berdasarkan efisiensi dan partisipasi masyarakat dalam menggalakkan usaha-usaha ekonomi masyarakat dengan memperluas jaringan lembaga-lembaga keuangan syariah hingga ke daerah-daerah terpencil.

Dewan Pengawas Syariah

Selain beberapa perbedaan prinsip operasional di atas, salah satu ciri yang membedakan antara bank Islam dengan bank konvensional adalah keharusan adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS) pada Bank Islam. DPS bertugas mengawasi segala aktivitas bank agar selalu sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Dengan kata lain DPS bertanggung jawab atas produk dan jasa yang ditawarkan kepada masyarakat agar sesuai dengan prinsip syariah; investasi atau proyek yang ditangani oleh bank harus juga sesuai dengan prinsip syariah, dan tentu saja bank itu harus di-manage sesuai dengan prinsip syariah.

Secara umum anggota pengawas syariah tentulah harus merupakan orang yang memiliki otoritas di bidang syariah. Mekanisme penentuan anggota Dewan Pengawas Syariah berbeda pada setiap negara. Pada beberapa negara yang sudah mengatur secara sentral keberadaan dan operasional bank Islam, seperti Malaysia, Mesir, Jordania, Kuwait, Pakistan, Indonesia; mekanismenya telah diatur dalam undang-undang atau peraturan negra. Filosofi dari mekanisme ini adalah untuk menjaga independensi Dewan Pengawas Syariah.

Di Indonesia, otoritas masalah keagamaan di bawah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kebingungan di kalangan umat akibat banyak dan beragamnya DPS. MUI sebagai payung dari lembaga dan organisasi keislaman di Indonesia menganggap perlu dibentuknya suatu dewan syariah yang bersifat nasional dan membawahi seluruh lembaga keuangan. Pada bulan Juli 1997 dalam acara Lokakarya Reksadana Syariah dihasilkan rekomendasi pembentukan Dewan Syariah Nasional (DSN). Lembaga ini didirikan pada tahun yang sama dan merupakan badan otonom MUI yang diketuai secara eks-oficio oleh Ketua MUI. Sedangkan untuk kegiatan sehari-hari DSN dilaksanakan oleh Badan Pelaksana Harian DSN. Bagi perusahaan yang akan membuka bank Islam atau lembaga keuangan syariah lainnya, mereka harus mengajukan rekomendasi anggota DPS kepada DSN. Saat ini, Dewan Syariah Nasional di Ketuai oleh KH. Ma’ruf Amin, salah satu Ketua MUI Pusat yang cukup produktif menulis berbagai buku mengenai ekonomi syariah.

Berdasarkan laporan dari DPS pada masing-masing lembaga keuangan syariah, DSN dapat memberikan teguran jika lembaga yang bersangkutan menyimpang dari garis panduan yang telah ditetapkan. Jika lembaga yang bersangkutan tidak mengindahkan teguran yang diberikan, DSN dapat mengajukan rekomendasi kepada lembaga yang memiliki otoritas, seperti Bank Indonesia dan Departemen Keuangan untuk memberikan sanksi.

Sumber penulisan :
1. DR. Syafiie Antonio, Bank Syariah dari Teori ke Praktek.
2. Dr. Ir. H. M. Amin Azis, Mengembangkan Bank Islam di Indonesia.
3. Artikel Khusus, “Bank Menurut Konsep Syariah Islam”, Majalah Mimbar Ulama, MUI.
4. Tim Pengembangan Perbankan Syariah Institut Bankir Indonesia.

Pupuk Organik Untuk Produksi Pertanian

Meskipun kandungan haranya rendah, penggunaan pupuk organik semakin meningkat seiring dengan maraknya pertanian organik. Jerami dan pupuk kandang merupakan sumber pupuk organik yang biasa dimanfaatkan petani.

PUPUK organik adalah pupuk yang berasal dari sisa-sisa tanaman, hewan atau manusia seperti pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos, baik yang berbentuk cair maupun padat. Pupuk organik bersifat bulky dengan kandungan hara makro dan mikro rendah sehingga perlu diberikan dalam jumlah banyak. Manfaat utama pupuk organik adalah dapat memperbaiki kesuburan kimia, fisik dan biologis tanah, selain sebagai sumber hara bagi tanaman.

Pupuk organik dapat dibuat dari berbagai jenis bahan, antara lain sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, sabut kelapa), serbuk gergaji, kotoran hewan, limbah media jamur, limbah pasar, limbah rumah tangga dan limbah pabrik, serta pupuk hijau. Karena bahan dasar pembuatan pupuk organik bervariasi, kualitas pupuk yang dihasilkan juga beragam sesuai dengan kualitas bahan asalnya. Pemakaian pupuk organik terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga perlu ada regulasi atau peraturan mengenai persyaratan yang harus dipenuhi oleh pupuk organik agar memberikan manfaat maksimal bagi pertumbuhan tanaman dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Pupuk organik dapat diaplikasikan dalam bentuk bahan segar atau kompos. Pemakaian pupuk organik segar memerlukan jumlah yang banyak, sulit dalam penempatannya, serta waktu dekomposisinya relatif lama. Namun dalam beberapa hal, cara ini justru sangat bermanfaat untuk konservasi tanah dan air yaitu sebagai mulsa penutup tanah. Pupuk organik yang telah dikomposkan relatif lebih kecil volumenya dan mempunyai kematangan tertentu sehingga sumber hara mudah tersedia bagi tanaman.

Pembuatan pupuk organik dengan cara dikomposkan banyak dilakukan oleh industri skala besar karena minimnya tenaga kerja di pedesaan. Hanya sedikit petani yang dapat memproduksi kompos untuk memenuhi kebutuhannya. Sebagian petani membeli kompos dari pabrik lokal atau impor. Pengomposan antara lain bertujuan untuk menghasilkan pupuk organik dengan porositas, kepadatan serta kandungan air tertentu, menyederhanakan komponen bahan dasar yang mudah didekomposisi, membunuh patogen seperti E. coli dan Salmonella, serta memineralisasi hara untuk pertumbuhan tanaman.

Akhir-akhir ini, dengan maraknya produk pertanian organik, perhatian petani terhadap pupuk organik semakin meningkat. Permintaan produk atau pangan organik terutama sayuran dan buah-buahan organik cenderung meningkat. Oleh karena itu pemanfaatan pupuk organik baik berupa kompos, pupuk kandang atau bentuk lainnya perlu didukung dan dipromosikan lebih intensif.

Peran Pupuk Organik

Pupuk organik atau bahan organik merupakan sumber nitrogen tanah yang utama, serta berperan cukup besar dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah serta lingkungan. Di dalam tanah, pupuk organik akan dirombak oleh organisme menjadi humus atau bahan organik tanah.

Bahan organik berfungsi sebagai “pengikat” butiran primer tanah menjadi butiran sekunder dalam pembentukan agregat yang mantap. Keadaan ini berpengaruh besar pada porositas, penyimpanan dan penyediaan air serta aerasi dan temperatur tanah. Bahan organik dengan C/N tinggi seperti jerami dan sekam memberikan pengaruh yang lebih besar pada perubahan sifat-sifat fisik tanah dibanding bahan organik yang telah terdekomposisi seperti kompos.

Meskipun mengandung unsur hara yang rendah, bahan organik penting dalam: (1) menyediakan hara makro dan mikro seperti Zn, Cu, Mo, Co, Ca, Mg, dan Si, (2) meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah, serta (3) dapat bereaksi dengan ion logam untuk membentuk senyawa kompleks, sehingga ion logam yang meracuni tanaman atau menghambat penyediaan hara seperti Al, Fe dan Mn dapat dikurangi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lahan pertanian di Indonesia, baik lahan kering maupun lahan sawah, mempunyai kandungan bahan organik tanah yang rendah (<2%). Oleh karena itu penggunaan bahan organik untuk memperbaiki produktivitas lahan perlu digalakkan.

Potensi Produksi Pupuk Organik di Indonesia

Jerami Padi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jerami 5 t/ha secara nyata dapat meningkatkan produksi padi dan mampu mensubstitusi pupuk KCl 50 kg/ha. Apabila jerami dikomposkan terlebih dahulu, takaran anjuran kompos jerami adalah 2 /ha. Penyusutan dari jerami segar menjadi kompos berkisar 40-50%.

Berdasarkan data luas panen padi sawah tahun 2002 sekitar 10,4 juta hektar dengan produksi jerami 5 t/ha, maka jerami segar yang tersedia sebesar 52,36 juta ton. Namun demikian, tidak semua jerami dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk organik, karena jerami digunakan pula sebagai pakan ternak, media jamur, bahan baku kertas dan sebagainya. Apabila jerami dikomposkan, sebagai konsekuensinya akan memerlukan waktu lebih lama, membutuhkan tempat pengomposan, dan menambah biaya produksi.

Apabila diasumsikan semua produksi jerami segar dapat dipakai untuk pupuk organik maka lahan yang dapat dipupuk jerami segar dengan takaran 5 t/ha mencapai 10,4 juta hektar, atau 15,7 juta hektar apabila jerami dikomposkan. Pengangkutan sekitar 50% jerami ke luar lahan akan menurunkan luas lahan sawah yang dipupuk hingga setengahnya.

Kotoran Ternak

Dari berbagai jenis kotoran ternak, umumnya petani lebih menyukai kotoran ayam, karena kandungan nitrogennya lebih tinggi dibandingkan kotoran ternak lain. Kotoran sapi biasanya digunakan dengan dicampur bahan lain dan dikomposkan. Ternak sapi dewasa, kuda, dan kerbau dapat memproduksi kotoran rata-rata 3 kg/hari, kambing dan domba 0,5 kg/hari, dan ayam 200 g/hari. Apabila kotoran tersebut dikomposkan maka akan terjadi penyusutan sekitar 50%. Berdasarkan data populasi ternak pada tahun 2002 maka dalam kurun waktu satu tahun dapat diproduksi kotoran ternak basah 57,88 juta ton. Apabila kotoran tersebut dikomposkan dapat diproduksi sekitar 29 juta ton kompos per tahun.

Apabila kompos tersebut dimanfaatkan sebagai sumber pupuk organik untuk tanaman pangan, maka untuk setiap musim tanam tersedia sekitar 14,5 juta ton kompos pupuk kandang. Dengan asumsi takaran pupuk organik sekitar 2 t/ha, makan luas lahan yang dapat dipupuk mencapai 7,25 juta hektar.

Kebutuhan Pupuk Organik

Dengan berpedoman pada luas total lahan pertanian 24,2 juta hektar, yang terdiri atas lahan sawah 7,8 juta hektar dan lahan kering untuk pengembangan tanaman pangan 16,4 juta hektar, maka pupuk organik yang dibutuhkan sekitar 48,4 juta ton dengan takaran anjuran 2 t/ha. Potensi ketersediaan pupuk organik yang berasal dari jerami dan pupuk kandang masing-masing adalah 15,708 dan 28,932 juta ton atau total 44,640 juta ton. Nilai ini mendekati jumlah kebutuhan pupuk organik untuk tanaman pangan.

Dalam kenyataannya, pupuk organik digunakan untuk berbagai komoditas terutama sayuran. Pupuk organik yang umum digunakan petani sayuran adalah kotoran ternak terutama ayam dengan takaran 20-40 t/ha. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pupuk organik, Anda dapat menghubungi Balai Penelitian Tanah, Jalan Ir. H. Juanda No. 98, Bogor 16123, Telepon : (0251) 321608, Faksimile : (0251) 321608, E-mail: soil-fertility@indo.net.id.  //** Oleh: Dr. Ariyanto Harsono SpAK