Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor DPD LDII Gresik

gresikjul13

Hari Minggu, 17 Februari 2013 jam 10 pagi merupakan salah satu hari yang paling bersejarah bagi DPD LDII Kab. Gresik, karena harapan Pengurus DPD LDII dapat memulai merealisasikan harapan warganya untuk mempunyai Kantor atau gedung yang representatif. Hari itu Pembangunan gedung DPD LDII Kab. Gresik diawali dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Gresik DR. SAMBARI HALIM RADIANTO, hadir dalam acara peletakan batu pertama tersebut: Ketua DPW LDII Jawa Timur CRISWANTO SANTOSO, Kabag Humas Kab Gresik, Kepala Dinas PU Kab. Gresik, MUI kab. Gresik, Seluruh Dewan Penasehat LDII Kab. Gresik, Para Ulama dan Tokoh masarakat setempat, Muspika setempat, Pengurus Pleno DPD LDII Kab. Gresik beserta Undangan.

Bupati Gresik SAMHARI dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi–tingginya kepada seluruh jajaran LDII kab. Gresik yang selama ini telah mendukung program–program Pemerintah Daerah dan mengharap kerjasama selama ini terus ditingkatkan untuk kemajuan Gresik yang lebih baik.

Selanjutnya dalam sambutannya, Ketua DPD LDII H. ABD. MUIZ ZUHRI, menerangkan bahwa Pembangunan Gedung ini adalah dalam rangka melaksanakan amanat hasil MUSDA ke 5 tahun 2010 yaitu untuk mendukung kelancaran kegiatan–kegiatan serta dalam rangka upaya penguatan lembagamaka diperlukan sarana yang memadai dan representatif. Pembangunan Gedung ini berdiri diatas tanah seluas 1200 M2 dengan bangunan 2 lantai terdiri  masing-masing lantai 500 M2 dan sisanya tambahan bangunan untuk area Aula, taman, dan parkir.

Gedung ini didirikan di pinggir jalan protokol strategis Jl. DR Wahidin tepat berseberangan dengan kantor PU Kabupaten Gresik, dan hanya 300 m dari Kantor Bupati. Tidak tanggung-tanggung, pembangunan ini sesuai perhitungan akan menelan biaya tidak kurang dari 5 Milyar rupiah.

FAJAR, SH. Humas Panitia Pembangunan, disela-sela mendampingi Ketua DPD Abd, MUIZ  menjelaskan bahwa biaya pembangunan sebesar itu dimulai penggaliannya sudah sangat lama dan program pembangunan tersebut dikuatkan lagi dari hasil MUSDA LDII th. 2005 yang memberikan amanat untuk itu. Biaya terkumpul murni Swadaya, Donatur, Shodaqoh, bantuan para Agnia, dan sumbangan yang tidak mengikat. Dan Pembangunan ini akan ditargetkan InsyaAllah selesai dalam waktu satu tahun.

Advertisements

Permata CAI ke-33 Menjadi Contoh dalam Kerukunan Umat Beragama

Laporan: Arifin Rusdi

Wonosalam (NOL) – CAI (Cinta Alam Indonesia) Jombang, bekerja sama dengan Pondok Pesantren Gadingmangu Perak menyelenggarakan kegiatan bertajuk Perkemahan Akhir tahun Ajaran Permata CAI ke-33 tahun 2012.

Bertempat di bumi perkemahan Kosambiwojo Wonosalam Jombang, helatan ini berlangsung dari tanggal 2-5 Juli 2012 yang kemudian dilanjutkan di daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Revitalisasi kepemudaan yang meliputi revitalisasi visi, misi, pemikiran, cita-cita, organisasi, kepemimpinan, dan aktualisasi aksi, adalah ikhtiar merekonstruksi kembali eksistensi pemuda dalam membangkitkan semangat pemuda agar punya jiwa kemandirian, entrepreneurship, ketrampilan yang berdaya saing global yang berkualitas dan tentu bersendikan ideologi bangsa yang bersandar pada Alquran dan Sunnah Rosul.

Berlandaskan hal diatas, seperti taun sebelumnya, CAI (Cinta Alam Indonesia), tahun ini  menyelenggarakan kegiatan bertajuk Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) yang ke-33. Dengan mengusung Motto Pemuda Beriman, Kecil Terbina, Muda Berkarya, Hidup Bersahaja, Berkeluarga Bahagia, Tua Sejahtera, Mati Masuk Surga.

Perkemahan akhir tahun ajaran yang diikuti oleh sekitar 1.800 peserta dari siswa siswi dan alumni Pondok Gading Mangu  yang telah menyebar  keseluruh Indonesia hingga negeri tetangga semisal Malaysia, Singapura, Australia, dan lain lain ini dikunjungi oleh hampir 25.000 pengunjung selama acara berlangsung.

Makna kegiatan ini menurut Didik Tondo Susila SH, MSi, selaku ketua panitia, dalam laporan pada pembukaannya mengatakan bahwa perlunya pemuda digembleng agar mereka terbentuk menjadi insan yang berjiwa Pancasilais, bebas narkoba, terbebas dari asap rokok sehingga nantinya mampu menjadi pelanjut tongkat estafet bangsa indoesia yang adil, sejahtera, beradab sesuai dengan cita-cita para leluhur.

“Sebagai calon pemimpin bangsa, Generasi  Muda harus menjadi insan yang Pancasilais, terbebas dari Narkoba, terbebas dari segala hal yang mengakibatkan rusaknya mental spiritual, sehingga mampu melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa dengan baik, sehingga bisa membawa bangsa ini kearah yang lebih baik yang bisa berkeadilan, sejahtera, beradab dan bermartabat sebagaimaan yang dicita-citakan oleh para leluhur pendiri bangsa ini”, ujar Didik.

Khusus bagi para Santri, Pelajar, dan Mahasiswa PP Gadingmangu, perkemahan ini  adalah ajang untuk mengisi liburan  aktivitas belajar baik sekolah, pondok maupun kampus agar liburannya punya makna yang positif, dan bermanfaat.

Perkemahan  yang mengambil thema “kekeluargaan, kerukunan, cinta kasih sesama dan lingkungan,”arahannya kemudian adalah membentuk karakter pemuda yang sehat, dinamis, demokratis, sehingga  bagi para peserta setelah kegiatan ini akan tumbuh berkembang menjadi insan yang professional-religious.

Sedangkan bagi masyarakat sekitar, kegiatan perkemahan CAI ini memiliki dampak positif, terutama bagi roda perekonomian, terbukti  dengan adanya 170 stand Pasar secara tradisional walau hanya temporer.

Pada perkemahan Permata CAI yang ke 33 tahun 2012 ini juga diselenggarakan berbagai macam acara seperti pembagian sembako, gelar budaya santri, pameran promosi UKM/IKM Santri, ceramah, diskusi Workshop yang bermaterikan seputar pemuda dan persoalanya.

Pembukaan permata CAI tahun ini terasa sangat luar biasa karena dihadiri seluruh Muspida Kabupaten Jombang, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0814, Ketua Pengadilan Negeri, Kajari, Dan satrad 222 Kabuh, Ketua FKUB, Ketua FKMJ, PC INTI, Persatuan Gereja, PHBI Hindu Darma, Persatuan istri Anggota DPRD Jombang, Tokoh masyarakat seperti dari NU dan Muhammadiyah, hingga Muspika Wonosalam, dan Muspika sekitar. Hadir pula dari ketua DPW LDII Jawa Timur H. Criswanto Santoso.

Sementara Pembukaannya sendiri dibuka oleh Gubernur Jawa Timur yang diwakilkan kepada Ketua Bakorwil Bojonegoro, yang sekaligus membacakan sambutan Gubernur Soekarwo.

Sementara itu Wakil Bupati Jombang Widjono Soeparno saat berikan sambutan mengatakan event seperti ini wajib dipertahankan karena telah menjadi tradisi tahunan yang efeknya tentu Jombang sebagai Kota Santri layak dijadikan contoh dalam kerukunan umat beragama disamping tak kalah pentingnya karena para pesertanya mayoritas para pemuda maka harapanya para tunas-tunas bangsa ini wajib diarahkan ,dibekali ketrampilan, membangkitkan jiwa enterpleanur agar kelak setelah dewasa menjadi manusia mandiri yang teguh tangguh, dalam kehidupan keseharian mengedepankan akhlakul karimah.

Dr. Idris MSi, Ketua Bakorwil Bojonegoro yang mewakili Gubernur Jawa Timur  setelah membacakan sambutan Gubernur mengungkapkan “Jombang merupakan kota komplit, dimana banyak melahirkan tokoh-tokoh Kaliber Internasional, oleh karena itu kegiatan ini kedepannya dapat melahirkan tokoh andal”, tegasnya.

Bupati Jombang Soyanto yang tidak sempat menghadiri pada saat pembukaan Permata CAI tahun ini, menyempatkan hadir pada penutupan yang sekaligus secara resmi menutup acara tersebut./**

arifin.rusdi@gmail.com