Daurah Sunan Ibnu Majah Juz 3

Lampung

LDII Tulangbawang Adakan Daurah Sunan Ibnu Majah Juz 3

tulangbawang

Masjid AT-TAQWA,desa TRI tunggal jaya,kecamatan Banjar Margo, kabupaten Tulangbawang Lampung, penuh sesak dipadati jamaah,Minggu( 20/1/2014).

Mesjid jami’ yang berada dalam kompleks pesantren miftahurrosyidin tersebut dipadati ratusan peserta pengajian hadist Sunan Ibni Majah jilid 3, yang diantaranya merupakan warga korban banjir Rawapitu, Menggala Tulangbawang dan sekitarnya.

Ladang, persawahan dan rumah-rumah yang terendam banjir, tidak menghalangi niat serta tekad warga dalam menuntut ilmu. “Saya ini sudah tidak punya apa-apa lagi, Mas! semuanya sudah habis ditenggelamkan banjir, semua harta benda saya boleh hilang asalkan kesempatan mendapatkan ilmu agama tidak ikut hilang,” ucap seorang peserta pengajian kepada kami(rizal putra milda).

Pengajian dan pengkhataman hadist Ibnu Majah jilid III, yang dirangkaikan dengan peresmian kantor DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kabupaten Tulangbawang dibuka langsung Kepala Kantor Kementerian Agama, kabupaten Tulangbawang, Drs H Karwito MM. Dalam sambutannya, Karwito memberikan apresiasi yang sebesar-sebesarnya kepada warga Tulangbawang yang tetap semangat menghadiri dan mengikuti pengajian akbar tersebut.

“Saya terharu dan bangga kepada seluruh warga Tulangbawang, yang tetap mengikuti pengajian yang sekaligus merupakan khataman hadist Ibni Majah ini, padahal sebagian besar warga dalam keadaan tertimpa musibah banjir, mudah-mudahan dengan pengajian serta doa kita ini, bencana yang terjadi di Tulangbawang khususnya, dan seluruh Nusantara pada umumnya, segera berakhir,” harap Karwito.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD-LDII) Kabupaten Tulangbawang, Rofik Ridwan SH kepada kami(rizal) mengatakan, kegiatan pengajian dan pengkhataman hadist Ibnu Majah jilid III itu diikuti sebanyak 150 orang peserta, merupakan warga dari 10 kecamatan sekabupaten Tulangbawang serta agar sesampainya di wilayah masing2 agar segera menyampaikan hadis ibnu majah jilid 3 ini kepada seluruh warga masyarakat.

Ikut hadir dalam acara pengajian dan doa bersama itu, ketua MUI Kabupaten Tulangbawang, GP Anshor, beberapa orang perwakilan dari Nakhdathul Ulama, Muhamadiyah, serta perwakilan pengurus pondok pesantren yang ada di Tulangbawang. Pengajian yang dijadwalkan akan berlangsung selama 10 hari itu, dihadiri pula kepala Kampung Rawapitu, dan kepala PPN Tulangbawang.(created by rizal putra milda)

Bandung

Pembukaan Daurah Hadits Besar Ibnu Majah Juz 3

baleendah

BALEENDAH | Bertempat di Masjid Baitul A’mal, Baleendah Kabupaten Bandung pada minggu, 16 Februari 2014 PC LDII Kec. Baleendah mengadakan acara pembukaan “Khataman Hadist Sunan Ibnu Majah Jilid 3” yang seterusnya akan diselenggarakan sampai dengan tanggal 26 Februari 2014. Acara Pembukaan asrama tersebut secara resmi dibuka oleh Drs. H. Aep Ahmad Muslim Msi selaku Camat Baleendah.

Selain dihadiri oleh bapak Camat Baleendah, para pejabat muspika setempat juga turut hadir dalam pembukaan asrama tersebut, diantaranya dari Polsek Baleendah diwakili oleh Aipda H. Iing, kemudian Ketua MUI Drs. H. Muhammad Ridwan, perwakilan dari Danramil Pelda Asep Hidayat, Ketua PK. Kecamatan Baleendah Wawan Candra, Kepala Kelurahan Baleendah Eko, Ketua RW 2 dari RT 1 – RT 8.

Dalam khataman asrama Ibnu Majah jilid 3 ini LDII Kab. Bandung membuat slogan “MELALUI KHATAMAN HADISTS IBNU MAJAH JILID 3 Kita tingkatkan Pemahaman Agama Sekaligus Mewujudkan Insan yang Profesional dan Religius”.

Selaku Ketua Pelaksana Asrama IM3 (Ibnu Majah 3) Bp. Asep Budiman memberikan arahan pada seluruh umat islam terutama warga LDII, agar bisa menjadi manusia yang profesional dan religius, salah satunya yaitu dengan cara mengaji dan mengamalkan hadist Sunan Ibnu Majah ini.

Advertisements

Kakanwil Kemenag Buka Daurah Hadits Sunan Ibnu Majah Juz 3

lampung_feb14

Bandar Lampung 10 Februari 2014, Kakanwil Kemenag membuka khataman Hadist Sunan Ibnu Majjah yang diselenggarakann oleh DPW LDII Lampung dengan MUI Provinsi Lampung pada tanggal 10 Februari 2014 di Masjid Hizbullah Labuhan Dalam Tanjung Senang, Bandar Lampung.

“Acara ini mengundang para pemangku wewenang, para tokoh masyarakat, dll,” kata Heri Sensustadi sekretaris panitia sekaligus sek DPW LDII. Hadir dalam acara tersebut Kakanwil Kemenag Drs. H. Abdurrahman Harun, M.Ag, Kabag TU Kemenag Drs. H Suhaili), Kabid Urais H. Johan Yusuf, Kabid Haji Drs. H. Lukman Nur Hakim, Kabid Kopontren H. Muharam Ibrahim, Ketua MUI Lampung Drs. H. Mawardi,AS, Sekretaris MUI Drs. H. Mansyuri Ismail, Kasi Bintal Korem 043 Kapten Gunawan, Aiptu Arifin memakili kapolda, Ketua MUI Kota Bandar Lampung, Ketua MUI Kecamatan Tanjung senang, tokoh masyarakat, tokoh agama, Uspika, Lurah Labuhan Dalam, yang dihadiri 300 warga Ldii dan masyarakat sekitarnya.

Ketua DPW LDII Lampung Kusnardi menyatakan pengajian khataman hadist sunan Ibnu Majjah ini merupakan kerjasama antar DPW LDII dengan MUI Provinsi Lampung dengan mengambil tema “Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Allah SWT, SDM yang Profesional Religius Untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Menuju Lampung Damai dan Sejahtera”.

Para juru dakwah LDII yang telah mengkhatamkan hadits Ibni Majjah Juz 3 ini memiliki kewajiban, untuk menyebarkannya di tingkat DPD Kabupaten/kota yang selanjutnya dilaksanakan di masing-masing masjid yang dikelola LDII, sampai dengan tingkat PAC (Pimpinan Anak cabang) se-Provinsi Lampung.

Pengkajian hadist sunan Ibnu Majjah ini merupakan hadist terakhir dari enam hadist besar, dengan tujuan agar dapat menjalankan agama secara kaffah, memperkokoh persatuan dan kesatuan (Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniah dan Ukhuwah Basyariah) menuju Lampung damai dan sejahtera.

Ketua MUI Lampung KH Mawardi AS dalam sambutannya mengatakan untuk meraih hidup bahagia di dunia dan akhirat, maka berpegang teguhlah pada Al quran dan Hadist, sebagai sumber inspirasi dan motivasi dalam menjalankan hidup dan kehidupan di dunia, untuk kemaslahatan umat

Kakanwil Kemenag Drs. H. Abdurrahman Harun, M.Ag mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh DPW LDII dengan MUI Provinsi Lampung. Menurut Abdurrahman dengan mengkaji hadist sunan Ibnu Majjah ini dapat meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

“Semakin banyak hadist yang dikaji tentunya semakin lengkap perbendaharan ilmu sehingga dapat memberikan pencerahan pada warga masyarakat yang lainnya, berpikir lebih terbuka, inspiratif, jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, yang menjurus perbuatan anarkis,” ujar Abdurrahman.

Abdurrahman mengharapkan kegiatan ini menjadi wahana meningkatkan silaturrohim, ukhuwah, kerukunan dan kebersamaan sehingga terwujudnya kehidupan masyarakat damai dan sejahtera, khususnya di Provinsi Lampung terutama dalam kehidupan bermasyarakat ,berbangsa, dan bernegara dengan menitik beratkan kepada pembangunan SDM professional religious, pembangunan karakter bangsa. (Heri Sensustandi)

MUI Hadiri Pembukaan Pesantren Kilat Hadits Besar Ibnu Majah Kota Mataram

mataram2

Bertepatan dengan dimulainya kegiatan khataman hadits Ibnu Maajah juz 3 yang diselenggarakan oleh DPD LDII Kota Mataram NTB, Ketua MUI Kota Mataram, Drs. T. Muchtar, memberikan tausyiah sekaligus secara resmi membuka kegiatan yang akan berlangsung dari tanggal 9-13 Februari 2014 di masjid Uswatun Hasanah Kekalik Jaya, Mataram.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh mubaligh/mubalighoh di Kota Mataram serta warga LDII di Kota Mataram dan sekitarnya. Pada kesempatan itu, Ketua MUI Kota Mataram menyampaikan beberapa kemajuan dan perkembangan ldii di Kota Mataram. “Bagi kami, LDII sudah menjadi mitra,” ungkapnya. Ketua LDII Kota Mataram yang Muh. Fawzi, S.Ag, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Ketua MUI Kota Mataram./**

Wali Kota Padang: “Asrama Hadits oleh LDII Adalah Cara Mencintai Allah SWT”

padang2014

Wk Ketua DPRD Prov Sumbar

Padang – DPD LDII Kota Padang mengundang 400 juru dakwah untuk mengkhatamkan hadits Ibni Majjah juz 3. Yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai syariah dan fiqih Islam. Program ini sekaligus melaksanakan program kerja DPD LDII Padang, untuk meningkatkan kualitas juru dakwah.

Acara yang berlangsung mulai 30 Januari hingga 8 Februari 2014, diikuti oleh perwakilan PC dan PAC se-Kota Padang. Selama penyelenggaraan, para tokoh agama dan masyarakat bergantian memberi pembekalan dan wawasan kepada peserta.

“Salah satu tujuan kegiatan asrama adalah mengenalkan syariat serta fiqih Islam, dan akhlaq Rasulullah SAW kepada para juru dakwah, khususnya generasi muda. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program kerja DPD LDII Kota Padang terkait peningkatan kualitas juru dakwah,” ujar Ketua DPD LDII Kota Padang Ir Bastari Badal.

Hadits Sunan Ibnu Majjah merupakan hadits ke-6 yang dikhatamkan para juru dakwah LDII Kota Padang. Sebelumnya, selama bertahun-tahun mereka telah mengkaji dan mengkhatamkan Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Nasa’i, dan Sunan Tirmidzi. Dalam proses transfer ilmu dengan sistem sorokan itu, para dewan guru menggunakan kitab syarah hadist.

Kegiatan dibuka oleh Ketua DPW LDII Provinsi Sumatera Barat Prof DR Jamsari, yang menekankan bahwa mempelajari dan mengkaji alhadist adala salah satu program dari LDII, dalam memberikan pehamanan tentang beragama. Tujuannya agar umat Islam dapat memahami agama dan menjadi lebih cerdas dalam urusan dunia dan akhirat, atau yang lebih dikenal dengan mewujudkan insan “profesional religius”. LDII juga memiliki program pengajian rutin yang dilakukan tiga kali dalam seminggu. Di dalam pengajian tingkat PAC itulah, hadist Ibni Majjah juga diajarkan. Artinya kegiatan ini berkesinambungan, dari DPP hingga tingkat PAC LDII.

Transfer ilmu agama kian mudah karena warga LDII memiliki pengajian rutin. Di setiap masjid dan mushala yang dikelola LDII, juga diselenggarakan kegiatan pengajian muda-mudi, pengajian remaja, dan caberawit (Taman Pendidikan Alquran/TPA) secara berkala dan berkesinambungan. Kegiatan berkesesuaian dengan program Kembali Ke Surau dari Pemkot Padang.

Dalam sesi materi hari kelima hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, yang diwakili Kasubag TU Kemenag Kota Padang H. Irwan, M.Ag yang memberikan nasehat agamat bertema “Peran Da’i/Daiyat Dalam Mewujudkan Kemaslahatan Umat”.

Menurut Irwan masyarakat Sumatera Barat merupakan masyarakat yang heterogen. Maka ulama berperan penting sebab ulama berperan;

1. Menjadi pelita di tengah masyarakat
2. Sebagai motivator di tengah masyarakat
3. Pengayom di tengah masyarakat
4. Sebagai contoh di tengah masyarakat
5. Menjaga kerukunan.

Kegiatan di hari keenam, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Trianda Farhan, ST.MT menyampaikan pembekalan. Dia memberikan apresiasi kepada LDII, yang turut andil dalam pembangunan SDM Kota Padang guna mewujudkan insan religius.

Trianda Farhan yang juga Ketua DPW PKS Sumbar menyatakan bahwa secara kultur dan nilai keagamaan LDII dan PKS dapat bekerja sama untuk memajukan umat Islam di Sumatera Barat. Farhan berharap semua unsur dan kegitan-kegiatan diharapkan saling bersinergi, sehingga masyarakat diharapkan semakin kuat dan secara bersama-sama saling mendekatkan diri Kepada Allah SWT, untuk menghadapi dunia dan akhirat. Farhan juga mengharapkan pengajian seperti ini dapat diperluas ke seluruh masjid-masjid yang ada di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.

Dalam pembekalan Wakil Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah pada kegiatan hari keenam menegaskan, apa yang dilakukan warga LDII adalalah satu bentuk kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. “Pengajian yang telah dilaksanakan ini diharapkan dapat menjadi suatu tambahan pengetahuan, sehinggan dapat mengimplementasaikan Alquran dan Alhadits sehingga kita dapat selamat dunia dan akhirat. Mudah-mudahan dari usaha yang telah kita lakukan sekarang ini menjadikan kita orang yang selalu berada di jalan yang lurus,” ujar Mahyeldi.

“Saya yakin selama 10 hari ini dalam penghataman Hadist Sunan Ibnu Majah jilid 3 merupakan salah satu bentuk ikhtiar dalam menjalani jalan yang lurus,” ungkap Mahyeldi. Di akhir acara, Mahyeldi berharap bagi masyarakat terutama pemuda yang mengikuti acara ini, dapat mengamalkan dan menekuni Alquran dan Alhaditst. Para juru dakwah, tak hanya memberikan ceramah namun dapat mewujudkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Alquran dalam masyarakat. (LINES)