Kegiatan Awal Tahun ala LDII Madiun

Remaja LDII Kecamatan Manguharjo Madiun Kota mengadakan pengajian semalam suntuk dengan tema “BENTENGI GENERASI MUDA DARI NARKOBA DAN FAHAM RADIKAL” pada 31 Desember 2014 lalu. Acara ini juga menghadirkan dua narasumber dari Kepolisian Polresta Madiun Kota dan dari unsur TNI Kodim 0803 Madiun.

AKP. Sigit Siswadi S.Sos selaku Kasat Bimas Polresta Madiun menekankan kepada jajaran LDII se wilayah Kecamatan Manguharjo agar bekerjasama dengan aparat kepolisian dalam rangka memberantas berkembangnya narkoba dan obat adaftif lainnya. “ Sebagai generasi muda jangan sampai berurusan dengan polisi karena urusan hukum, dampaknya kalau kalian mau melamar kerja nanti perlu SKCK, di situ jejak kalian direkam,” papar Sigit.

Sementara, Kapten Jayadi, Danramil Kecamatan Manguharjo memberikan materi tentang wawasan kebangsaan dan bela Negara. Jayadi wanti wanti agar generasi muda LDII jangan sampai terpengaruh oleh ajakan ISIS yang ingin mendirikan Negara berdasarkan Kekholifahan. Diajak berjihad di Syuriah dan Irak.

Ketua PC LDII Kecamatan Manguharjo Madiun Kota, H. Mukarom Zakarya, ST mengatakan, bahwa kegiatan ini digelar rutin setiap tahun. Tujuannya untuk memberikan pembelajaran kepada generasi muda agar dapat memanfaatkan momentum pergantian tahun sebagai saat yang tepat untuk merefleksikan diri.

Advertisements

Berita Daerah

Makassar

Bakti Sosial di Pantai Akkarena

pemuda_makassar

Kebersihan lingkungan sudah selayaknya mendapat perhatian dari segenap lapisan masyarakat. Inilah yang menjadi motivasi Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) PC Tamalate untuk mengadakan bakti sosial. Untuk itu, pada Minggu (17/11/2013) mereka menggelar kegiatan pembersihan area Pantai Akkarena, Makassar. Jumlah peserta yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut mencapai 80 puluhan orang lebih.

Terlebih dahulu sebelum terjun ke lapangan, panitia membagi peserta menjadi 10 kelompok. Setelah dibagi menjadi 10 kelompok, peserta bakti sosial lalu mendapat pengarahan dari panitia. Hingga akhirnya mereka diberi kebebasan untuk terjun langsung ke lapangan. Peserta tampak bersemangat untuk mengumpulkan dan memilah sampah organik dan anorganik. Setelah memilah sampah organik dan anorganik, peserta menyatukan sampah tersebut untuk selanjutnya dibuang pada tempat pembuangan sampah yang tersedia. Kelompok yang paling banyak mengumpulkan sampah dengan durasi waktu tercepat, panita memberikan hadiah. Selain mengumpulkan sampah, pemuda LDII juga menggelar berbagai games. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kerjasama, kerukunan dan kekompakan diantara sesama pemuda LDII.

Salah seorang pemuda LDII Makassar, Abdillah, SE menyatakan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan ini. “Gerakan yang dilaksakanan oleh pemuda LDII ini sebagai wujud cinta kebersihan lingkungan. Saya merasa bangga dan salut atas suksesnya kegiatan bakti sosial ini. Saya berharap kedepannya dapat lebih baik lagi. Semoga kegiatan seperti ini dapat dijadikan sebagai contoh dan sumber inspirasi oleh masyarakat, khususnya warga Kota Makassar”, ungkap Abdillah.

Pengajian Akbar Menyambut Tahun Baru Islam 1435 H

makassar14

DPD LDII Kota Makassar mengadakan pengajian akbar dalam rangka Tahun Baru Islam 1435 H pada tanggal 10 November 2013. Ketua DPD Kota Makassar menuturkan bahwa kegiatan pengajian rutin LDII Kota Makassar dilaksanakan satu kali dalam sebulan berlangsung pada dua tempat di Kota Makassar yaitu di masjid Roudhotul Jannah Daya dan Masjid Nurul Huda Gunungsari.

Walikota terpilih Periode 2014-2019 Ir. Moh.Ramdhan Pomanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi positif terhadap kegiatan pegajian yang dilaksanakan oleh LDII dan berharap agar

LDII mendukung program unggulan “Makassar dua kali tambah baik”.

Tausiah dibawakan oleh Ketua MUI Kota Makassar Dr. K.H. Mustamin Arsyad, LC, MA. Dalam ceramahnya, menghimbau agar seluruh ormas Islam saling bersinergi untuk kemajuan dan kebesaran umat Islam dan tidak saling menyalahkan.

Bangka Belitung

LDII Legal, Professional, Membantu Ummat dan Pemerintah

manggar

MANGGAR (7/11).Data terkini ormas menurut catatan Kemendagri sebayak 139.957 ormas, diantaranya tercatat di Kemendagri sebanyak 65.577 ormas, Kemensos 25.405 ormas, Kemenkumham 48.866 ormas, Kemenlu 108 ormas. Sedangkan di Kabupaten Beltim terdata 101 ormas terdaftar 26 ormas.

“Bagaimanapun, keberadaan ormas merupakan elemen penting bagi masa depan NKRI. Bukan tak mungkin ke depan antara ormas dan pemerintah memungkinkan untuk saling bekerja sama dan memberi keuntungan. Kejelasan peran dan posisi pemerintah yang mewakili otoritas Negara jelas sangat dibutuhkan untuk tetap menjamin bahwa keberadaan ormas tidak berpotensi merugikan, apalagi membahayakan kenyamanan kehidupan publik. Iklim yang semakin demikratis mendorong lahirnya ormas dalam berbagai jenis kegiatan dan tingkatan. Dengan adanya regulasi yang lebih ketat dalam penerimaan ormas, diharapkan ormas yang lahir dari masyarakat kelak bisa menjadi bagian dari masyarakat serta bersama dengan pemerintah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Bukan malah menjadi musuh bagi kelompok atau ormas lain, bahkan memusuhi pemerintah. Ormas sebagai salah satu bagian dari masyarakat sudah sepatutnya menempatkan diri di garda terdepan dalam menyatukan berbagai elemen masyarakat tersebut dalam bingkai NKRI”.

Hal tersebut disampaikan oleh Kakan Kesbangpol Zikril, S.S selaku narasumber pada Musda II DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kab. Beltim yang berlangsung di Bukit Samak Manggar, 7 November 2013. Yang mengambil Tema Kedudukan dan Peran Ormas Dalam Wadah NKRI berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Musda dibuka secara resmi oleh Bupati Beltim yang diwakili staf ahli bidang Pemerintahan Drs. Burhanudin.

Menurut Zikril, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesi yang berdasarkan Pancasila.

LDII merupakan salah satu ormas keagamaan yang Legal Konstitusional seperti Organisasi lainnya dijamin dan dilindungi oleh hukum tata Negara. LDII berperan membantu pemerintah dan umat menjalankan syariat/ peribadatan agama mengembangkan toleransi, kerukunan intern LDII dan Islam, antar umat berbeda agama, dan antara umat beragama dengan pemerintah (Tri Kerukunan Hidup Umat Beragama).

Zikril juga mengharapkan agar LDII dan ormas lainnya melaksanakan kewajiban seperti menjaga persatuan dan kesatuan, partisipasi pembangunan serta ikut menghindari/ menanggulangi konflik. LDII juga berhak atas pengakuan publik dan perlindungan Negara terhadap eksistensinya. Selain Kakan Kesbangpol para pembicara juga menyampaikan materinya yaitu: Bapak Insanul Karim dari Polres Beltim dan Bapak Haji Ahmad Syafeei.

Jawa Timur

Bojonegoro

bojonegoro

Untuk mengevaluasi sejauh mana penyerapan anak terhadap kurikulum yang telah dirumuskan oleh PPG Kabupaten Bojonegoro, maka pada liburan 1 Muharom 1435 H PC LDII kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, mengadakan cerdas cermat di masjid Al Islah desa Pohbogo kecamatan Balen. Peserta terdiri dari TPA/TPQ binaan PPG Kabupaten Bojonegoro dengan jumlah pengunjung kuarng lebih 354 orang.

Peserta didominasi oleh anak – anak usia 6 – 12 tahun. Peserta sangat antusias dalam menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diberikan oleh dewan juri yang terdiri dari Ust. Arif Jamali, Ust. A. Marwanto dan Ust. Fauzi. Acara ini diharapkan mampu memacu semangat dan motivasi belajar generus LDII di masa yang akan datang.