Berita LDII Kalimantan Barat

WISATA GENERUS

kayong15

KAYONG UTARA – Untuk mempererat tali shilaturrohim antargenerus LDII, pengurus DPD LDII Kabupaten Kayong Utara bekerja sama dengan DPD LDII Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat mengadakan kegiatan wisata generus di pantai Pulau Datok. Kegiatan ini diikuti 100 orang remaja dan 25 orang pendamping.

Pantai Pulau Datok termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), tepatnya di Desa Sutra Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara (KKU) Provinsi Kalimantan Barat.

Peserta sangat antusias bermain beregu mengangkat bola plastik dengan tali rafia dan mengangkat tongkat dengan jari yang dipandu oleh Heri Santoso dan Hajisin, S.Pd.I. Selain menyenangkan menurut ketua DPD LDII Kabupaten Ketapang, Tunggono, S.Pd., M.M.Pd. , dua macam permainan ini untuk melatih kerukunan dan kekompakan.

Setelah selesai melakukan permainan, acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ust. Yahya Adi Sunaryo dan sholat berjamaah dengan beralaskan terpal di bawah pohon nyamplung yang rindang. Ketua DPD LDII KKU, Suprianto mengharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan kembali pada liburan akhir tahun pelajaran mendatang.

FESTIVAL GENERUS SOLEH

ketapang15

KETAPANG – Pada tanggal 27 Mei 2014 DPD LDII Kabupaten Ketapang menyelenggarakan Festival Generus Soleh. Kegiatan ini digelar di halaman masjid Baiturrohman Ketapang dan diikuti oleh 50 orang peserta. Mengingat kondisi geografis kabupaten Ketapang yang sangat luas, selain di kota Ketapang festival ini akan diselenggarakan di dua tempat lagi, yaitu di Kecamatan Tumbang Titi (80 km dari Ketapang) dan di Kecamatan Singkup (150 km dari Ketapang).

Jenis lomba yang diadakan yaitu tilawati al-Quran, adzan (khusus peserta pria), dan ceramah. Peserta sangat antusias dalam mengikuti perlombaan tersebut. Hadirin terpukau oleh penampilan teater remaja PAC LDII Kelurahan Sukaharja yang mengisahkan Joko Tarub dalam acara selingan.

“Tujuan kegiatan ini bukan untuk mencari sang juara tetapi untuk membangkitkan semangat pembinaan generus di Kabupaten Ketapang”, ungkap ketua DPD LDII Kabupaten Ketapang, Tunggono, S.Pd., M.M.Pd. dalam sambutannya./** (Tunggono)

Advertisements

Muhasabah Awal Tahun

Pergantian tahun biasanya dirayakan dengan pesta, hura-hura, foya-foya. Tetapi ada yang unik dan berbeda dengan DPD LDII Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Segenap pengurus mengadakan kegiatan yang lebih bermakna jauh dari hura-hura, yaitu dengan mengadakan perkemahan akhir tahun yang dipusatkan di Sedadap Kabupaten Nunukan, kegiatan ini berlangsung dari tanggal 31 Desember 2014 s/d 2 Januari 2015.

Perkemahan akhir tahun yang diadakan DPD LDII Kabupaten Nunukn ini diisi dengan berbagai kegiatan dan materi yang padat diantaranya adalah, pendalaman dan pemahaman arti dan tujuan hidup di dunia, tantangan akhir zaman, pengkajian Tafsir Al-qur’an dan Al-hadits, serta nasihat-nasihat dari ulama’. Hadir dalam acara tersebut dari MUI Kabupaten Nunukan, KEMENAG, FUI, anggota DPRD , serta tokoh masyarakat.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 peserta remaja LDII sekabupaten Nunukan – Kalimantan utara, menurut Ustadz Bayu Zainudin kegitan seperti ini merupakan aksi nyata sumbangsih LDII dalam membentuk generasi bangsa yang profesional & religius yang tahan banting dalam zaman akhir dan jauh dari perbuaatan dosa, hura-hura, dan narkoba. Tema yang diambil tahun ini adalah “Menciptakan generasi penerus yang alim faqih, berakhlakul karimah dan mandiri menuju insan yang profesional religius”

Semoga pergantian tahun selalu di sambut dengan intropeksi diri, merenungkan sisa umur, seberapa banyak bekal yang sudah disiapkan?. Tahun berganti bukan umur yang bertambah tapi justru berkurang dan mendekati pada kematian./** (Edo Abdillah)

Banyak Mengaji Dapat Menjaga Kerukunan Umat Beragama

KH Abdul Muthalib, Ketua MUI Kabupaten Kapuas, Kalteng:
Banyak Mengaji Dapat Menjaga Kerukunan Umat Beragama

muthalibBHINEKA Tunggal Ika merupakan semboyan Bumi Pertiwi yang menyatakan keanekaragaman masyarakat, sosial, budaya, agama dan lain sebagainya. Suatu konflik, baik yang bersifat vertikal ataupun horizontal akan dekat kehadirannya dalam suatu keanekaragaman. Konflik mempunyai sisi negatif yang kental dan seyogyanya harus dihindari sejauh mungkin. Dengan konflik, huru-hara, kerusuhan serta kehancuran di muka bumi ini akan semakin menjadi-jadi. Untuk mengatasi dan menangkal terjadinya konflik vertikal maupun horizontal itu dibutuhkan toleransi yang mungkin akan datang sebagai obat dan solusi.

Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam rangka pemeliharaan kerukuan umat beragama sangat dibutuhkan terutama dalam pencerahan mentradisikan sikap terbuka dan jujur dalam relasi antar umat beragama.

Kerukunan umat beragama adalah hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya.

Kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Meskipun sampai sejauh ini Kabupaten Kapuas belum ditemui adanya konflik atau pertentangan antar umat beragama, akan tetapi perlu bagi kita untuk waspada dan meningkatkan kedinamisan antara sesama, menjaga, memelihara kerukunan umat beragama, serta saling bekerjasama dalam pembangunan daerah, bangsa dan Negara.

Ketua MUI Kabupaten Kapuas KH Abdul Muthalib mengajak seluruh umat agar menjaga dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan dan dalam membangun daerah. “Sesama muslim agar saling membantu,” ajak Guru Thalib, panggilan akrab KH Abdul Muthalib.

Dalam kesempatan membuka secara resmi Khataman Hadits Sunan Ibnu Majjah III di Masjid LDII Kabupaten Kapuas belum lama ini, Guru Thalib kembali menegaskan bahwa salah satu cara menjaga kerukunan umat beragama adalah dengan mendalam ilmu agama yang dianutnya.

“Salah satunya adalah seperti yang sedang kita lakukan saat ini. Dengan banyak mengaji, banyak mempelajari ilmu agama secara mendalam, kita harapkan kerukunan umat beragama di Kabupaten Kapuas khususnya, dan Kalimantan Tengah secara umum bisa semakin kondusif,” papar KH Abdul Muthalib.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kab. Kapuas Kalteng, H. Subagio, SST, kepada Nuansa mengatakan bahwa kerukunan adalah perbuatan hati mulia yang tidak ada unek-unek jelek, iri hati kepada sesamanya. Rukun adalah sifat saling mengasihi, bantu-membantu dalam kebaikan, tolong menolong, saling menguatkan dan saling mendoakan yang baik.

Subagio menjelaskan, bahwa untuk mewujudkan kerukunan yang diidamkan ini LDII telah membuat lima rumusan atau syarat-syarat yang harus ditetapi, yaitu (1) Menerampilkan berbicara yang baik, enak didengar, sopan santun, pahit madu; (2) Berwatak jujur, bisa percaya dan bisa dipercaya; (3) Banyak sabar, keporo ngalah, rebutan ngalah, mengalah untuk mulia dan menang; (4) Tidak merusak sesama manusia, baik terhadap dirinya, harta miliknya, hak asasinya maupun kehormatannya; dan (5) Saling memperhatikan dan saling menjaga perasaan./**

Halal Bi Halal LDII Kalbar

kalbar15

Pada tanggal 8 Agustus 2014 Polda Kalimantan Barat melaksanakan Halal Bi Halal yang dihadiri para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Perwakilan Pemuda dan Mahasiswa di Provinsi Kalimantan Barat.

Pada sambutannya Kapolda Kalbar Brigjen Polisi Arief Sulistyanto menyampaikan pentingnya silaturahmi yang terjalin antar umat beragama dan masyarakat di Kalimantan Barat, terutama menghadapi isu-isu yang berkembang belakangan ini. Dengan terjalinnya silaturahmi maka terjalin pula komunikasi yang baik dalam memelihara Kamtibmas di lingkungan masyarakat.

Sehubungan dengan maraknya gerakan yang menamakan dirinya ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria), dalam acara ini pula seluruh Tokoh Masyarakat yang hadir bersepakat untuk menyampaikan seruan kepada seluruh warga masyarakat Kalimantan Barat bahwa ISIS merupakan gerakan yang bertentangan dengan kaidah-kaidah Islamiyah dan agama-agama yang berlaku di Indonesia serta tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kerukunan, toleransi dan persatuan serta kesatuan umat. Gerakan ini dinilai mengancam keutuhan dan keselamatan masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Seruan dan pernyataan ini dituangkan dalam sebuah Pernyataan Sikap, yang ditandatangani oleh seluruh Tokoh Masyarakat yang hadir. Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Kalimantan Barat sebagai salah satu ormas yang diundang dan dihadiri langsung oleh Ketua DPW LDII Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Mulyadi Safwan, MMA turut menandatangani pernyataan sikap tersebut, sebagai perwakilan dan cerminan sikap warga LDII yang mendukung penuh langkah-langkah pemerintah dalam menjaga dan memelihara Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.