Pembekalan Pemahaman P4GN

narkoba15

Untuk membentengi generasi muda dari bahaya Narkoba, di Aula Ponpes Wali Barokah Kota Kediri diadakan kegiatan Pembekalan Pemahaman P4GN (Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba) yang diikuti oleh ± 1.000 santriwan-santriwati calon da’i-da’iyah dari berbagai penjuru nusantara. Acara ini terselenggara atas kerja sama antara BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Kediri dengan Ponpes Wali Barokah.

Mengawali acara tersebut, Ketua Ponpes Wali Barokah Kota Kediri Drs. H. Sunarto, M.Si memberikan sambutan & apresiasi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BNN Kota Kediri atas partisipasi & peran aktif yang telah diberikan selama ini, khususnya untuk Ponpes Wali Barokah”, kata Drs. H. Sunarto, M.Si.

Berkenan hadir sekaligus memberikan sambutan adalah AKBP Lilik Dewi Indarwati, AmK,SH,MM selaku Kepala BNN Kota Kediri. Dimana dalam inti sambutannya beliau menyampaikan bahwa “Kerjasama dengan Ponpes Walibarokah akan terus ditingkatkan dan dipertahankan mengingat tanggung jawab P4GN tidak hanya milik BNN Kota Kediri namun juga tanggung jawab semua lapisan masyarakat Kota Kediri, maka mari kita terus bersinergi untuk terus melakukan aksi nyata dalam memerangi narkoba”.

Sebelum dimulai acara inti, dilakukan penyerahan cindera mata berupa plakat & buku-CD perangkat pembekalan P4GN untuk para santri, yang diserahkan langsung oleh Kepala BNN Kota Kediri kepada Ketua Ponpes Wali Barokah. Tidak ketinggalan dari Ponpes Wali Barokah juga memberikan cindera mata untuk BNN Kota Kediri.

Memasuki inti acara, disampaikan beberapa materi. Beragamnya materi yang akan disampaikan diimbangi dengan banyaknya narasumber berkompeten yang dihadirkan langsung oleh BNN Kota Kediri, diantaranya seperti : AKP DN.Indrawati, SH selaku Kasi Pencegahan, dr.Pungky Setyawati selaku tenaga ahli dibidang medis, Kompol Drs.Gigih Swasana selaku Kasi Pemberantasan, Tri Wulandari, SKM selaku Kasubbag Tata Usaha.

Keseluruh materi disampaikan secara estafet oleh para narasumber, yang mana keseluruhan materi tampak sangat menarik, interaktif serta aktual sehingga membuat seluruh peserta termotivasi untuk mengikuti kegiatan tersebut dari awal hingga akhir. Teknik penyampaian materi juga tidak hanya satu arah melainkan dua arah di mana peserta dilibatkan langsung untuk menyampaikan opini serta memberikan masukannya secara terbuka terkait program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

Kegiatan semakin menarik dan seru ketika banyaknya opini serta masukan positif dari para santri, salah satunya mereka menyampaikan “Sesuatu yang besar pasti ada penyokongnya, seperti halnya peredaran gelap narkoba pasti ada mafia besar di balik itu semua, apakah BNN bisa bekerja sendiri untuk memberantasnya?”. Pertanyaan tersebut langsung dijawab secara lugas oleh Kompol Drs.Gigih Swasana bahwa “BNN tidak bisa bekerja sendiri melainkan butuh kerjasama serta peran serta dari masyarakat luas, maka informasi sekecil apapun terkait peredaran gelap narkoba sangat berarti bagi BNN”.

Memasuki akhir acara ditayangkan sebuah slide/video untuk memotivasi para santri, dan acara ditutup dengan seruan untuk para santri, yaitu: HIDUP SEHAT BERPRESTASI TANPA NARKOBA, KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA!

Advertisements

Silaturrahim Pengurus Harian DPD LDII Kabupaten Kediri ke Kantor Kemenag

kediri14

Pada kesempatan tersebut diterima langsung oleh kakankemenag Kab. Kediri Drs. H. Suryat, M.Pd.I dan kasubag TU, Drs. H. Hamam Tantowi, M.Pd.I, di ruang kerjanya, dari LDII yang hadir ketua DPD LDII, dr.H. Agus Sukisno, Sekretaris, H. Anang Yusuf, S.TP., M.Kes, Bendahara, H. Abd.Karim dan Pengasuh pondok Ummul Quran, KH. Fiqlul Khoir, Ust. Ahmad, Pengasuh pondok Blawe, Purnomo.

Pertemuan tersebut membahas kerja sama dan pembinaan dari pemerintah pada ormas LDII pada kegiatan mendatang, pertemuan berjalan lancar dan kekeluargaan untuk membina hubungan yang sudah baik agar tetap berjalan sesuai harapan semua pihak. Pada kesempatan tersebut diberikan kenang-kenangan dari LDII kepada Kakankemenag Kabupaten Kediri, berupa Vandel dan majalah Nuansa.