Bentuk Karakter Profesional Religius, Mahasiswa LDII Lampung Gelar Gathering CAI

LDIILampung.com – Tidak dapat terelakkan bahwa pemuda merupakan tulang punggung berlangsungnya eksistensi suatu negara. Menilik dunia pendidikan, pemuda dengan strata tertinggi adalah mahasiswa.

Untuk itu dibutuhkan pembinaan khusus bagi mahasiswa, tidak hanya ahli dan pakar dalam ilmu pengetahuan. Namun dilengkapi dengan kefahaman dan akhlak yang tinggi.

Tak terkecuali kumpulan mahasiswa binaan DPW LDII Lampung, Forum Mahasiswa Islam. Mensupport terbentuknya karakter pemuda seperti diatas, maka FMI mengadakan Cinta Alam Indonesia bagi seluruh anggotanya bertempat di Bumi Perkemahan Wan Abdurrahman, Pesawaran, Lampung (28/12).

Menguatkan karakter keagamaan, Ust. Tohirin Abdullah anggota tim Dakwah DPW LDII Lampung menjabarkan pentingnya berjuang dengan apa yang dimiliki.

“Alloh mengqodar seseorang dengan berbagai kelebihan. Ada yang diqodar menjadi pengusaha, pejabat, guru, petani hingga peternak. Mari kita optimalkan anugerah tersebut untuk berjuang dalam agama Allah,” ujar Tohirin.

Tohirin juga mengajak peserta untuk senantiasa sabar dalam menjalankan aktivitas dakwah. “Orang iman yang bergaul dengan kesabaran dikalangan manusia itu mendapatkan pahala yang lebih besar dibandingkan dengan orang iman yang tidak sabar atas menyakitinya manusia kepada dirinya,” jelas Tohirin menyitir HR Ibnu Majah Juz 2 No 1338.

Ustadz yang mengajar di Ponpes Nurul Huda Lampung ini juga mengingatkan kepada mahasiswa FMI untuk senantisa zuhud kepada Allah.

“Pemuda yang meninggalkan kelezatan dunia dan mengahabiskan masa mudanya untuk taat pada Allah, pahalanya seperti 72 orang yang jujur. Hal ini berarti derjat pemuda tersebut seperti sebagian malaikatnya Allah,” ungkap Tohirin seperti dijelaskan dalam HR Abu Nu’aim Juz 4 No 139.

Selain sisi keagamaan, mahasiwa juga diminta untuk ahli dalam menjalankan roda organisasi. Menguatkan hal ini Sekretaris DPW LDII Lampung, Ir Heri Sensustadi mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan kekompakkan.

“Mari terus ingat dan praktikan enam tabiat luhur yang harus dimiliki pemuda menuju insan profesional religius. Rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanah dan mujhid muzhid,” tegas Heri.

Masuk pada materi outbond, ada yang unik dalam outbond kali ini. Jika biasanya instruksi games diberikan oleh instruktur. Pada outbond FMI, instruktur hanya menjelaskan satu kali, selanjutnya dijelaskan oleh kelompok yang sebelumnya telah diberikan. Sehingga dapat melatih peserta menyampaikan ilmu selengkap dan sebaik mungkin.

“Jika biasanya petunjuk games disampaikan oleh tutor, maka dalam pelaksanaan kali ini peserta dilatih untuk turut menyampaikan. Hal ini akan melatih keabsahan penyampaian keilmuan,” ungkap Ridwan Saifudin, ST Trainer Outbond.
Menguatkan karakter dan kecintaan terhadap bangsa, Ridwan menyetelkan video mengenai “Menjadi Indonesia”. Didalamnya bercerita cerita petuah inspiratif dari beberapa tokoh Indonesia. Diantarnya juara tinju dunia Chris John dan Menteri Perikanan Susi Pujiastuti.

Tidak sekolah bukan akhir dari segalanya, saya selalu punya keyakinan jika kita ingin mengubah sesuatu pasti akan ada jalan,” ujar Susi yang menjadi menteri hanya berpredikat lulusan SMP.

Menutup acara Ridwan menjabarkan “Harmony of Life”. Menggugah mimpi sukses dunia dan akhirot, dimulai dengan membuka apa itu impian.

Modal dasar manusia, pikiran dan badan yang sehat serta waktu. Kita optimalkan penggunaannya untuk menggapai impian.
“Jika kita gambarkan, ada ilustrasi pemuda galau naik taksi. Jika sedang galau, ketika ditanya tujuan maka pemuda tersebut akan berkata kemana saja. Hal ini memperlihatkan tidak adanya tujuan yang pasti,” ungkap Ridwan.

Berbeda dengan pemuda yang memiliki tujuan, atau dalam istilah nyata memiliki impian. Dengan adanya impian maka dream akan berfungsi seperti kompas kehidupan dan pemusat sumber daya.

Menjelaskan dream, Ridwan mengajak peserta membuat impian dengan bertahap. Negasinya, semakin tidak realistis impian maka akan semakin besar waktu tenaga yang dikeluarkan (FF/Lines Lampung).

Advertisements

Lokakarya Wawasan Kebangsaan DPD LDII Kabupaten Lampung Utara

lampung14

Kotabumi – Lembaga Dakwah Islam Indonesia merupakan organisasi kemasyarakatan keagamaan yang menghimpun bagian dari potensi bangsa merasa terpanggil dalam penguatan wawasan kebangsaan, pengelolaan kebhinnekaan, bersatu padu menjaga kebhinnekaan sebagai kekayaan dan modal dasar dalam pencapaian tujuan nasional.

Untuk itu LDII bersama dengan PC NU Kabupaten Lampung Utara mengadakan Lokakarya Wawasan Kebangsaan untuk menguatkan rasa kebangsaan dan menangkal radikalisme di Indonesia. Acara ini digelar di Taruka Conventional Hall, Kotabumi pada 29 Oktober 2014.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dewan Penasehat DPW LDII Lampung, H Hidayat Habibullah, S.Pdi. Sekretaris DPW LDII Lampung Ir Heri Sensustadi, Bupati Lampung Utara H Agung Ilmu Mangkunegara, S.TP. MH. Ketua MUI, Kakemenag, Kakesbangpol, Forkopimda dan Kepemudaan perwakilan LDII dan NU.

Melihat kondisi bangsa yang sudah terkontaminasi budaya luar, Bupati Lampung Utara H Agung Ilmu Mangkunegara, S.TP. MH dalam sambutannya sangat mendukung Lokakarya Wawasan Kebangsaan yang digelar dalam menguatkan wawasan kebangsaan serta memfilter efek negatif dari teknologi dan budaya yang masuk.

“Boleh budaya dan teknologi dari luar masuk, namun kita harus memiliki filter. Pertama dapat membuat hancur, disisi lain dapat membuat maju negara ini. Secara tidak langsung acara ini dapat menjadi pagar dan filter bagi kita bagaimana generasi penerus kedepan nanti,” ujar Agung.

Melihat momentum yang ada, baru saja usai Hari Sumpah Pemuda dan peringantan Proklamasi Kemerdekaan maka Agung menilai acara ini adalah momentum yang sangat tepat.
“Saya apresiasi tinggi, kebersamaan dan kerjasama yang dilakukan oleh NU dan LDII dalam hal penguatan kebangsaan umat. Dan ini adalah momentum yang tepat, setelah kita peringati Hari Proklamasi dan Hari Sumpah Pemuda,” ungkap Agung.

Kapolres Lampung Utara, yang dalam kesempatan ini diwakilkan oleh Ajun Komisaris Polisi Andik memaparkan bahwa Polri dan Ormas memiliki satu tujuan dalam memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

“Persatuan dan kesatuan bangsa dan pembangunan nasional dapat terwujud apabila adanya kerjasama antara pihak ormas, polri dan seluruh instansi serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibnas, khususnya diwilayah Lampung Utara,” tegas Andik.

Kapolres juga memesankan beberapa hal yang harus cepat ditangani karena dapat menimbulkan gejolak yang besar di masyarakat. Diantaranya ideologi islam ortodoks, kurangnya komunikasi dalam lingkungan bermasyarakat, egoisme kelompok dan isu yang sesat menyesatkan.

Menutup materi sesi satu Kapolres mengajak seluruh elemen untuk menangani Kamtibnas di Kabupaten Lampung Utara.

“Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat dengan cara berkomunikasi aktif, bergotong royng dan bersilaturahmi. Mari jalin kersama antar umat beragama, taati hukum yang berlaku dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan jaringan terorisme yang tidak menutup kemungkinan akan berkembang diwilayah Kabupaten Lampung Utara,” ujar Andik.

Drs Murni Rizal, M.Si Kakesbangpol menyarankan agar masyarakat tidak manja dan mandiri agar dapat memiliki karakter dalam menghadapi menurunkan karakter bangsa.
“Pada 2015 akan kami prioritaskan LDII bersama dengan NU untuk mendapatkan pendidikan wawasan kebangsaan dalam bentuk seminar, lokakarya dan outbond serta pembinaan berkala,” ungkap Rizal.

Rizal juga mengajak semua pihak untuk mengelola masjid dengan manajemen profesional. Pemuda juga agar diajak untuk mengelola desa, diutamakan dalam pembinaan mental.
“Pembangunan mental ini akan lebih mengena dibandingkan hanya sekedar pembangunan fisik. Sehingga anak muda akan lebih memiliki rasa tanggung jawab terhadap komitmen yang dibuat dan pada akhirnya kemajuan bangsa bukan hal yang mustahil,” ujar Rizal.

Menutup acara Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Lampung Utara Drs H Budi Cipto Utomo atas merebaknya isu ISIS agar masyarakat memahami paham radikalisme bertentangan dengan agama islam.

“Dengan melaksanakan ajaran Islam secara kaffah, maka paham radikalisme dapat hilang dengan sendirinya,” tutup Budi (Fredy/Rizqy-Lines).

LDII Lampung Tebar 52 Ribu Bingkisan Daging Qurban

Ketua Umum MUI Prov. Lampung (Drs. H. Mawardi,AS), didampingi wakil ketua DPW LDII dan wanhat, saat memberikan bingkisan daging kurban secara simbolis kepada anak yatim dan tuna netra, pada acara tebar daging kurban DPW LDII Prov. Lmapung, 5 Oktober 2014

Bandar Lampung – Idul Adha 1435 H/2014, warga LDII se-Provinsi Lampung telah berhasil menyembelih lebih dari 900 ekor sapi dan 800 ekor kambing. Mewujudkan esensi penyembelihan, LDII Lampung mengemas qurban tersebut dalam bentuk bingkisan untuk disebar menjadi 52.613 paket daging qurban.

Hal ini berdasarkan laporan dari Sekretaris DPW LDII Provinsi Lampung Drs Heri Sensustadi saat ditemui pada seremonial pelepasan Tebar Qurban di Masjid Hizbullah, Labuhan Dalam, Bandar Lampung (05/10).

Ketua DPW LDII Provinsi Lampung H Kusnardi, MSc.Agr mengatakan besarnya jumlah hewan yang berhasil diqurbankan dikarenakan atas kesadaran warga dalam memahami pahala yang akan diperoleh. Selain itu, warga juga memiliki kesungguhan untuk menabung qurban dari jauh-jauh hari.

“Alhamdulillah, jumlah hewan yang diqurbankan setiap tahun semakin meningkat. Hal ini dikarenakan kami secara optimal telah mempersiapkan semuanya dari jauh hari. Juga terus digemborkan pahala yang akan diperoleh bagi yang mampu melaksanakan dan akibatnya jika mampu tetapi tidak mau melaksanakan,” ujar Kusnardi.

Dibandingkan 1434 H, secara nominal pengaplikasian qurban kali ini memang mengalami peningkatan. Tahun lalu total qurban warga LDII Lampung sejumlah 13,84 milliar, adapun tahun ini naik menjadi 16,3 milliar.

Kusnardi menambahkan pelaksanaan pemotongan hewan qurban dilaksanakan serentak mulai dari tingkat Dewan Perwakilan Wilayah, Dewan Perwakilan Daerah, Pimpinan Cabang hingga Pimpinan Anak Cabang LDII se-Provinsi Lampung.

H. Narso, S.Sos, M.Si, Dewan Penasehat DPW LDII Lampung mengungkapkan pelaksanaan qurban dapat meningkatkan kesalehan agama dan sosial.

“Secara keagamaan mampu melaksanakan ibadah qurban berarti menyambung hubungan manusia dengan Allah. Selanjutnya dari aspek sosial qurban memiliki dimensi kemanusiaan yang tergambar secara jelas dari tebar paket daging yang dilaksanakan. Hal ini akan mengajarkan kepekaan sosial, kepedulian dan rasa saling menyayangi pada sesama manusia,” ungkap Narso saat memberikan pengarahan penyembelihan hewan qurban.

Semua ini seperti apa yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dengan Nabi Ismail AS. Selain menjadi contoh pengorbanan, apa yang dilakukan Nabi Ibrahim menjadi teladan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hubungan kedua ayah dan anak ini menjadi contoh keharmonisan, saling menghargai, rasa demokratis dan kedisiplinan sehingga akan menumbuhkan kedamaian dan kesejukan.

LDII Lampung Gelar Lokakarya Wawasan Kebangsaan

lampung14

DPW LDII Lampung selenggarakan Lokakakarya Wawasan Kebangsaan hari rabu, 27 Agustus 2014, di Begadang Resto Conventional Hall yang dibuka oleh Ka. Bankesbangpol (Drs. Qodratul Ihwan,MM) mewakili Gubernur Lampung hadir juga Forkopimda, ormas Islam tokoh agama, kabid Penais kanwil Kemenag, diikuti oleh 100 peserta dari kab/kota se- Provinsi Lampung demikian kata Heri sensustadi ketua panitia.

Globalisasi, keterbukaan informasi dan pesatnya kemajuan ekonomi memberikan dualisme efek. Sisi lain memberikan dampak positif, disisi lain ternyata menjadikan indikasi lunturnya wawasan kebangsaan akibat budaya asing. Melihat fenomena ini, LDII merasa terpanggil dalam mengkondisikan warganya demi mendukung tetap tegaknya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan pendidikan wawasan kebangsaan.

“Apabila hal ini tidak segera kita tangani, saya khawatir rasa nasionalisme rakyat Indonesia menjadi luntur. Jika sudah demikian maka warga akan cenderung tidak peduli terhadap bangsanya dan rasa kebanggaan tidak dimiliki lagi,” menghadirkan pembicara Kapolda, Danrem 043 Gatam, Kemenang, MUI dan Kesbang sendiri ujar Ir H Kusnardi, M.Agr.Sc Ketua DPW LDII Provinsi Lampung.dalam laporannya.

Menguatkan pernyataan Kusnardi, Ketua Umum DPP LDII, KH Abdullah Syam, M.Sc, APU menuturkan bahwa pengamalan pancasila dan UUD 1945 harus menjadi cara pandang warga Indonesia.

“Pancasila menjadi Azas AD/ART LDII, hal ini dikarenakan pancasila tidak bertentangan dengan ajaran islam. Begitupula dengan Indonesia yang menerapkan Pancasila dalam rangka mengayomi semua golongan,” ungkap Abdullah Syam.

Dalam paparannya Abdullah Syam juga menuturkan terimakasih kepada Kesbangpol atas support dan dukungannya sebagai salah satu tim sukses Lokakarya Kebangsaan yang digelar Rabu ini.

Drs Qudrotul Ihwan, MM Kepala Kesbangpol Provinsi Lampung yang mewakili Gubernur Lampung menyatakan apresiasi dan dukungannya atas penyelenggaraan acara ini.

“Hal ini memperlihatkan LDII aktif memberikan kontribusi dalam mencegah gerakan radikalisme yang sedikit merebak akhir-akhir ini,” ujar Ihwan.

Wawasan kebangsaan pada implementasinya harus berpedoman pada empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kini, selain merasuk pada hal fisik, keamanan masyarakat telah terusik pula pada hal multidimensi. Terutama dari media sosial, maraknya terorisme, narkoba dan beragam kejahatan lainnya.

Mengakhiri sambutannya, “Untuk mencegah dan menangani fenomena tersebut maka ini semua menjadi tugas kita bersama. Termasuk LDII Provinsi Lampung. Sinergi yang baik antara pemerintah dan ormas dengan dukungan penuh dari elemen masyarakat akan melahirkan nilai positif rasa cinta tanah air dan bangsa ,” ungkap Ihwan./** (Heri Sensus)

LDII dan MUI Peduli Posko Mudik 1435 H

Keterangan: Ketua DPW LDII (Ir.H. Kusnardi, M.Agr.Ec) dan Ketum MUI (Drs.H. Mawardi, AS) saat memberikan bingkisan di Posko Baruna Panjang, 24 Juli 2014

Bandar Lampung – Sebagai wujud kepedulian dan kesetiakawanan sosial Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bersama MUI Prov. Lampung memberikan bingkisan kepada posko mudik lebaran tahun 2014 dilakukan serentak kemaren 24 Juli 2014, dengan 22 posko yang tersebar di Prov. Lampung dengan lima wilayah pemberian (wilayah barat 5 posko, wilayah tengah 5 posko, wilayah selatan-timur 5 posko, wilayah Tengah-timur 6 posko, wilayah bandar Lampung 1 posko) demikian sekretaris DPW LDII Heri Sensustadi.

Menurut Ketua DPW LDII Ir. H. Kusnardi, M.Agr.Ec menjelaskan yang melatarbelakangi kegiatan DPW LDII pelaksanaan kebijakan organisasi yaitu “Peningkatan Peran sosial Kemasyarakatan”, semangat rasa kepedulian dan kesetiakawanan sosial di bulan romadhon 1435 H, bahwa polisi, senkom mitra polri, dan relawan yang bertugas di posko mudik, melaksanakan tugas yang sangat mulia, bertugas siang malam mengatur arus mudik maupun arus balik, sehingga para pemudik dapat nyaman, aman dan lancar diperjalanan sehingga dapat berkumpul dengan keluarganya dalam merayakan hari raya idul fitri 1435 H.

Adapun posko mudik Lap. Baruna panjang, posko Wates, simpang propau, simpang rarem Lampung Utara, Posko selamat dating Way kanan, Gedung tataan, pringsewu, talang Padang, Kota Agung, Semaka, posko Bakahuni, Pasir sakti, , simpang way kambas, posko pekalongan di Lamtim, simpang Indo Lampung, unit dua, posko mulyo asri, simpang PU tubabar, metro, dll.

Sementara Ketum MUI Lampung (Drs. Mawardi AS) saat memberikan bingkisan menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada LDII yang peduli terhadap sesama umat, kegiatan ini sangat mulia tentunya dapat menginspirasi kepada ormas keagamaan lainnya

Kegiatan peduli posko mudik ini, adalah rangkaian kegiatan Dpw LDII yang sebelumnya juga memberikan santunan dan bingkisan lebaran kepada guru ngaji, kaum duafa, anak yatim./** (Heri Sensus)

LDII Gelar I’tikaf 1435 H Bersama MUI


Keterangan gambar: Foto bersama ketua DPW LDII (Ir.H. Kusnardi, MAgr.Ec) dengan Sekretaris MUI Lampung, Sekretaris MUI Lampung Tengah dan pengurus organisasi lainnya.

Bandar Lampung – DPW LDII bersama dengan Majelis Ulama Indonesia Provinsi dan Pemerintah Daerah Lampung Tengah, beberapa hari yang lalu tepatnya, 18 Juli 2014 selenggarakan i’tikaf bersama, dengan mengambil tema “Peningkatan pemahaman Al Qur’an secara kaffah mewujudkan SDM yang Profesional religious menuju Lampung yang Damai dan Sejahtera.

Kali pertama pembukaan i’tikaf se provinsi Lampung yang dipusatkan di Lampung Tengah, juga membagikan santunan kepada kaum dhuafa’, guru ngaji/mubaligh dan anak yatim piatu,” ujar Birman S.Pd ketua pelaksana kegiatan.

Dihadapan Wakil Bupati dan Sekretaris MUI Lampung yang turut hadir, Ketua DPW LDII Lampung Ir. H Kusnardi, M.Sc.Agr mengatakan bahwa pada hari ini tepat malam pertama dalam sepuluh malam terakhir di Bulan romadhon, kegiatan I’tikaf ini juga serentak diselenggarakan di seluruh masjid yang dikelola oleh LDII se- provinsi Lampung , sebagai upaya untuk berfastabikul khoirot, mengharapkan syafaatnya untuk keberhasilan kita dunia akhirot.

Kita semua berharap agar kualitas pemahaman kepada Al-Quran secara kaffah bukan hanya sebuah hayalan belaka, demi mewujudkan insan profesional religius dan berakhlakul karimah, juga berharap warga LDII dapat menjaga keamanan lingkungan”, lanjut Kusnardi.

Kusnardi menyampaikan pada acara ini LDII memberikan santunan kepada 625 anak yatim, duafa’ dan memberikan bingkisan hari raya kepada 790 orang mubaligh/ghot, ucapan terima kasih kepada Wakil Bupati yang telah memberikan bantuan pengerasan jalan menuju Gedung serba guna LDII, Rumah Makan Minang Asri yang mempercayakan LDII untuk membagikan bingkisaan lebaran dan panitia penyelenggara.

Sebagai lembaga yang memayungi organisasi keagamaan, Sekretaris MUI Lampung Drs. H. Mansyuri Ismail mengajak kepada LDII agar bisa selalu mengajak kepada kebajikan dan amar makruf. mampu membangun umat melalui semangat berlomba-lomba dalam kebaikan

“Saya juga sangat salut melihat warga LDII yang secara terorganisir mampu memanage sedemikian rupa sehingga di masjid-masjid level PAC serentak mengadakan pengajian dan i’tikaf bersama demi mendapatkan Lailatul Qodar agar kita dapat menjadi orang yang bertaqwa,”ungkap Mansyuri Ismail.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Dr. Ir. Mustofa, MH sangat mensyukuri dengan apa yang LDII lakukan.
“Saya sangat bangga dan terkesan dengan keberadaan LDII. LDII ini kompak dan peduli, semoga kedepan LDII bisa semakin baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Mustopa.

Melihat gairah dari LDII Mustopa berjanji akan memberikan bantuan pembangunan dengan nominal minimal 50 juta rupiah. Hal ini untuk mendukung warga LDII yang memang mobile dalam berdakwah dan membangun umat.

Diakhir sambutannya dihadapan warga LDII dan wartawan yang hadir, berkaitan dengan pengumuman pemenang pemilu presiden, Wakil Bupati Lampung tengah mengingatkan agar LDII tidak terprovokasi.
“Apapun hasilnya nanti, kita terima dengan bijak hasil kerja pemilu. Sekarang mari kita berpikir positif dan konsen menjalankan ibadah ramadhan,” ujar Mustafa./** (Heri Sensus)

Bupati Way Kanan Jariahkan Rp200 juta untuk Pembangunan Ponpes LDII

waykanan

Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Prov.Lampung melalui Wakil ketua Drs. Antoni Prawira Negara merasa bergembira atas kehadiran Bupati Way Kanan dalam acara pengajian Al Hadist Sunan Ibnu Majah, sholat Jum’at bersama di Masjid LDII sekaligus memberikan bantuan dana untuk pembangunan Ponpes LDII.

“Kami merasa gembira atas kepedulian dan dukungan Pemerintah khususnya Bupati Waykanan terhadap Organisasi LDII terutama dalam Pembangunan Pondok Pesantren di Waykanan ini” ungkap Antoni

Bupati Waykanan Lampung H. Bustami Zainudin, S.Pd., MH. memberikan jariah berupa bantuan dana sebesar Rp200juta untuk pembangunan Pondok Pesantren LDII di Talang Barokah kecamatan Gunung Labuhan Waykanan, Jumat (13/05).

Adapun bantuan tersebut digunakan untuk membangun asrama santri pondok pesantren, sekaligus menjadi salah satu program Bupati sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dalam aspek pendidikan akhlaq (SDM), terutama dibidang keagamaan.

“Semoga bantuan dana ini dapat digunakan untuk pembangunan Pondok Pesantren serta bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah yang harus disalurkan, ini menjadi visi misi kami dalam kehidupan religius Waykanan, setiap tahun ada 14 pondok yang kita bantu.” paparnya

Selain bantuan ini, beliaupun membuka diri memberikan kesempatan kepada semua Warga Waykanan ketika membutuhkan bantuan sebagai keperluan tempat ibadah (masjid) seperti keramik, atap dan lain-lain.

Program Bupati Waykanan lainnya, memberikan apresiasi kepada guru ngaji dalam meningkatkan kesejahteraan mereka, kepada ulama untuk dapat ibadah ke tanah suci, pengadaan alat pertanian dan perijinan pengelolaan hutan kepada warga serta bantuan kepada keluarga meninggal dunia.
Hadir dalam kesempatan ini, pejabat Pemda Way kanan, Ka kemenag, Camat , kepala kampung Talang Barokah. (Rizky Febri Saputra)