LDII, ICMI, Pemda Bantaeng Gelar FGD Masyakarat Pesisir

Bantaeng14MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM – LDII, ICMI, dan Pemda Bantaeng menggelar Focus Group Discusion FGD, di Balai Diklat Kehutanan Makassar, di Sudiang Raya Makassar, Jumat (29/8/2014).

Acara ini membahas tentang pentingnya mengoptimalkan sumberdaya laut bagi masyarakat yang hidup dipesisir. Diskusi ini bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua umum DPP LDII Ir. Prasetyo sunaryo, Ketua Bidang Agribisnis LDII dr. Ir Sobar Wiganda, Perwakilan Pemda Bantaeng Dimiati Nongfa, dan perwakilan ICMI Dr. A. Tamzil Msi, serta pendamping.

Sekadar diketahui, hasil dari diskusi ini akan dikembangkan dan dilanjutkan dalam suatu seminar nasiional yang rencana digelar di Bantaeng pada 26 sampai 28 September, yang diikuti oleh Perwakilan Pemda, LDII, LSM, Mahasiswa, dan Masyarakat, yang berasal dari tiga provinsi diantaranya, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Advertisements

Amaltea F Firdauzi, “Mahasiswi Terbang” untuk Menerangi Dunia

“Mimpi hari ini adalah kenyataan di hari esok”

alma2Berkeliling dunia boleh jadi impian masyarakat era modern. Namun akan lebih bermakna jika mimpi tersebut dikombinasikan dengan label “Kejarlah akhirotmu, maka dunia akan mengikutinya”.

Sudah bisa dipastikan bahwa misi perubahan membawa dunia menjadi lebih baik akan terpatri dalam hati. Inilah Amaltea Fatimah Firdauzi, dara cantik ini baru saja pulang dari Jepang untuk memberikan kontribusinya dalam konferensi Hokkaido Indonesian Student Asosiation Scientific Meeting.

Bukan hanya sekedar menikmati Japanese Winter, namun mahasiswi kelahiran jogja ini membawa dua buah ide karya ilmiah berjudul Effectiveness of Moringa Seeds (Moringa Oleifera) in the lower levels of turbidity, iron and manganese in water flocculation process at Makassar dan Starfruit as an alternative source of electrical energy.

Putri pasangan Ir H Agus Lahya, ST, MSi dan Hj Wiwik Umi Pratiwi ini adalah satu-satunya mahasiswa di Wilayah Indonesia Timur dari 120 peserta Indonesia yang menjadi peserta konferensi internasional. Amaltea mengikuti dua kategori karya ilmiah yakni Lingkungan dan Energi.

“Disana saya mempresentasikan hasil penelitian saya mengenai biji buah kelor yang mampu menjernihkan air keruh dengan mengurangi zat besi dan mangan dari air yang diaplikasikan di Kota Makassar,” ujarnya.

Dara yang pernah menjadi Delegasi Indonesia dalam Global Peace Volunter Indonesia-Malaysia-Philippines tersebut menjelaskan ekstrak biji buah kelor jika dicampur dengan air keruh, mampu menyerap zat-zat besi dan mangan yang ada pada air karena biji buah kelor mengandung senyawa benzyl isochyanate. Sehingga, air bisa jernih kembali dan layak diminum.

alma3Kita tentu memiliki kekhawatiran masalah energi dimasa depan dengan keterbatasan cadangan minyak bumi. Namun, putera bangsa tak diam disini. Indonesia punya Ricky Elson yang sedang mengembangkan kincir angin untuk pembangkit listrik tenaga angin. Bahkan notabene kincir tersebut menjadi yang terbaik di dunia untuk kelas 500 watt peak.

Begitu pula dengan generasi yang dimiliki LDII, wanita yang menjadi Koordinator Kepenulisan KOGNITIF Kepemudaan LDII Makassar ini turut menyumbangkan pemikirannya mengenai energi dengan Belimbing Wuluh sebagai sumber alternatif. Amaltea mengatakan dua puluh biji belimbing wuluh mampu menghasilkan energi listrik sebesar tiga volt atau setara dengan satu buah baterai kering.

Semuanya ini tentu saja diperoleh bukan dengan jalan yang mudah, namun penuh perjuangan. Selalu mengutamakan ibadah pada Alloh, dan ukhronya Thea mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga sekaligus dapat menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat bagi dunia.

Selain Jepang, Thea juga sudah “Terbang” ke banyak negara lainnya, diantaranya Malaysia, Filipina dan Singapura. Kesemuanya itu dalam usaha menyumbangkan pemikiran nya untuk dunia atas nama bangsa Indonesia.

Lantas apa sebenarnya motivasi besar dara yang memiliki hobi memasak ini rela menghabiskan waktunya untuk terbang ke berbagai penjuru Indonesia bahkan dunia?

alma1“Intinya sih aku termotivasi dari namaku, “Amaltea” itu artinya bintang dalam bahasa Italia. Orang tua ku memberikan nama itu dengan harapan aku bisa menjadi bintang dalam keluargaku. Bintang yang bersinar dalam gelap malam, dari situlah aku berusaha menjadi yang terbaik untuk keluargaku. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW : Namailah anakmu dengan nama-nama yang baik karena sesungguhnya nama adalah sebuah doa,” ujar Thea.

Benar saja, jika kita memiliki niat bersih, menjadi bintang dalam keluarga, menerangi gelap malam. Bukan tidak mungkin dengan kesungguhan mengembangkan penelitian belimbing wuluh, maka arti dari sebuah nama sebagai bintang untuk menerangi dunia bukan hanya mimpi belaka.
“Mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok,” kata Thea.

Tambahan lagi, meskipun belum menyelesaikan pendidikan sarjananya di UNHAS, Amaltea telah mendapatkan gelar S.IMarEST dari Institut Marine Enginering Science and Technology London. Bukah tidak mudah mendapatkan gelar keprofesian tersebut, karena Thea harus berjuang lolos test dalam Training yang digelar di Institut Teknologi Surabaya pada 2012 lalu (Frediansyah Firdaus/Lines).

Berita Daerah

Makassar

Bakti Sosial di Pantai Akkarena

pemuda_makassar

Kebersihan lingkungan sudah selayaknya mendapat perhatian dari segenap lapisan masyarakat. Inilah yang menjadi motivasi Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) PC Tamalate untuk mengadakan bakti sosial. Untuk itu, pada Minggu (17/11/2013) mereka menggelar kegiatan pembersihan area Pantai Akkarena, Makassar. Jumlah peserta yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut mencapai 80 puluhan orang lebih.

Terlebih dahulu sebelum terjun ke lapangan, panitia membagi peserta menjadi 10 kelompok. Setelah dibagi menjadi 10 kelompok, peserta bakti sosial lalu mendapat pengarahan dari panitia. Hingga akhirnya mereka diberi kebebasan untuk terjun langsung ke lapangan. Peserta tampak bersemangat untuk mengumpulkan dan memilah sampah organik dan anorganik. Setelah memilah sampah organik dan anorganik, peserta menyatukan sampah tersebut untuk selanjutnya dibuang pada tempat pembuangan sampah yang tersedia. Kelompok yang paling banyak mengumpulkan sampah dengan durasi waktu tercepat, panita memberikan hadiah. Selain mengumpulkan sampah, pemuda LDII juga menggelar berbagai games. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kerjasama, kerukunan dan kekompakan diantara sesama pemuda LDII.

Salah seorang pemuda LDII Makassar, Abdillah, SE menyatakan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan ini. “Gerakan yang dilaksakanan oleh pemuda LDII ini sebagai wujud cinta kebersihan lingkungan. Saya merasa bangga dan salut atas suksesnya kegiatan bakti sosial ini. Saya berharap kedepannya dapat lebih baik lagi. Semoga kegiatan seperti ini dapat dijadikan sebagai contoh dan sumber inspirasi oleh masyarakat, khususnya warga Kota Makassar”, ungkap Abdillah.

Pengajian Akbar Menyambut Tahun Baru Islam 1435 H

makassar14

DPD LDII Kota Makassar mengadakan pengajian akbar dalam rangka Tahun Baru Islam 1435 H pada tanggal 10 November 2013. Ketua DPD Kota Makassar menuturkan bahwa kegiatan pengajian rutin LDII Kota Makassar dilaksanakan satu kali dalam sebulan berlangsung pada dua tempat di Kota Makassar yaitu di masjid Roudhotul Jannah Daya dan Masjid Nurul Huda Gunungsari.

Walikota terpilih Periode 2014-2019 Ir. Moh.Ramdhan Pomanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi positif terhadap kegiatan pegajian yang dilaksanakan oleh LDII dan berharap agar

LDII mendukung program unggulan “Makassar dua kali tambah baik”.

Tausiah dibawakan oleh Ketua MUI Kota Makassar Dr. K.H. Mustamin Arsyad, LC, MA. Dalam ceramahnya, menghimbau agar seluruh ormas Islam saling bersinergi untuk kemajuan dan kebesaran umat Islam dan tidak saling menyalahkan.

Bangka Belitung

LDII Legal, Professional, Membantu Ummat dan Pemerintah

manggar

MANGGAR (7/11).Data terkini ormas menurut catatan Kemendagri sebayak 139.957 ormas, diantaranya tercatat di Kemendagri sebanyak 65.577 ormas, Kemensos 25.405 ormas, Kemenkumham 48.866 ormas, Kemenlu 108 ormas. Sedangkan di Kabupaten Beltim terdata 101 ormas terdaftar 26 ormas.

“Bagaimanapun, keberadaan ormas merupakan elemen penting bagi masa depan NKRI. Bukan tak mungkin ke depan antara ormas dan pemerintah memungkinkan untuk saling bekerja sama dan memberi keuntungan. Kejelasan peran dan posisi pemerintah yang mewakili otoritas Negara jelas sangat dibutuhkan untuk tetap menjamin bahwa keberadaan ormas tidak berpotensi merugikan, apalagi membahayakan kenyamanan kehidupan publik. Iklim yang semakin demikratis mendorong lahirnya ormas dalam berbagai jenis kegiatan dan tingkatan. Dengan adanya regulasi yang lebih ketat dalam penerimaan ormas, diharapkan ormas yang lahir dari masyarakat kelak bisa menjadi bagian dari masyarakat serta bersama dengan pemerintah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Bukan malah menjadi musuh bagi kelompok atau ormas lain, bahkan memusuhi pemerintah. Ormas sebagai salah satu bagian dari masyarakat sudah sepatutnya menempatkan diri di garda terdepan dalam menyatukan berbagai elemen masyarakat tersebut dalam bingkai NKRI”.

Hal tersebut disampaikan oleh Kakan Kesbangpol Zikril, S.S selaku narasumber pada Musda II DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kab. Beltim yang berlangsung di Bukit Samak Manggar, 7 November 2013. Yang mengambil Tema Kedudukan dan Peran Ormas Dalam Wadah NKRI berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Musda dibuka secara resmi oleh Bupati Beltim yang diwakili staf ahli bidang Pemerintahan Drs. Burhanudin.

Menurut Zikril, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesi yang berdasarkan Pancasila.

LDII merupakan salah satu ormas keagamaan yang Legal Konstitusional seperti Organisasi lainnya dijamin dan dilindungi oleh hukum tata Negara. LDII berperan membantu pemerintah dan umat menjalankan syariat/ peribadatan agama mengembangkan toleransi, kerukunan intern LDII dan Islam, antar umat berbeda agama, dan antara umat beragama dengan pemerintah (Tri Kerukunan Hidup Umat Beragama).

Zikril juga mengharapkan agar LDII dan ormas lainnya melaksanakan kewajiban seperti menjaga persatuan dan kesatuan, partisipasi pembangunan serta ikut menghindari/ menanggulangi konflik. LDII juga berhak atas pengakuan publik dan perlindungan Negara terhadap eksistensinya. Selain Kakan Kesbangpol para pembicara juga menyampaikan materinya yaitu: Bapak Insanul Karim dari Polres Beltim dan Bapak Haji Ahmad Syafeei.

Jawa Timur

Bojonegoro

bojonegoro

Untuk mengevaluasi sejauh mana penyerapan anak terhadap kurikulum yang telah dirumuskan oleh PPG Kabupaten Bojonegoro, maka pada liburan 1 Muharom 1435 H PC LDII kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, mengadakan cerdas cermat di masjid Al Islah desa Pohbogo kecamatan Balen. Peserta terdiri dari TPA/TPQ binaan PPG Kabupaten Bojonegoro dengan jumlah pengunjung kuarng lebih 354 orang.

Peserta didominasi oleh anak – anak usia 6 – 12 tahun. Peserta sangat antusias dalam menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diberikan oleh dewan juri yang terdiri dari Ust. Arif Jamali, Ust. A. Marwanto dan Ust. Fauzi. Acara ini diharapkan mampu memacu semangat dan motivasi belajar generus LDII di masa yang akan datang.

Kompetisi Futsal Caberawit

cabemakassarjun13

Penggerak Pembina Generus (PPG) Kota Makassar terus menerus membina generasi mudanya. Tak hanya melalui kegiatan pembinaan baca tulis Alquran. Melainkan juga melalui kegiatan olahraga. Inilah yang baru saja dilakukan oleh pengurus PPG Kota Makassar.

Untuk mengisi masa liburan sekolah para pelajar, Bidang Seni dan Olahraga PPG Kota Makassar mengadakan kompetisi futsal antar PAC/PC. Jumlah peserta yang bertanding mencapai 8 team. Terdiri dari dua kelompok usia yaitu usia 10 dan 12 tahun.

Pertandingan berlangsung pada Rabu, 26 Desember 2012. Pertandingan mengambil tempat di Lapangan Sentral Futsal yang berlokasi di Jalan Kumala. Lomba berlangsung seharian penuh. Mulai pagi hingga sore hari.

Salah seorang pengurus PPG Bidang Seni dan Olahraga, Drs. Haroen PM mengatakan kompetisi ini dimaksudkan untuk menjaga generasi LDII dari pengaruh negatif yang ada diluar. Selain itu, untuk membina kerukunan dan kekompakan diantara sesama generus. Secara tidak langsung ajang ini pun dimaksudkan sebagai ajang seleksi bakat. Kemampuan anak dalam mengolah kulit bundar dapat dilihat sejak dini.

Disamping itu, Haroen mengingatkan ajang kompetisi ini tak sampai mengalahkan semangat anak dalam mencari ilmu agama. Jadi antara mengaji dan berolahraga harus berjalan seirama, paparnya.

Salah seorang pemain yang baru saja mengikuti pertandingan, Zulkifli  dari PS Manggarupi mengatakan kesenangannya. “Saya senang bisa ikut lomba ini karena  baru saja mencetak dua buah gol.”