Masjid Cipto Mulyo, Pengging: Untuk Menciptakan Kemuliaan Dunia Akhirat

masjid_pengging

BERIBADAH di suatu tempat yang memiliki nilai sejarah adalah suatu kenikmatan tersendiri. Demikian juga ketika beribadah di Masjid Cipto Mulyo, Anda akan merasakan suasana yang berbeda dibandingkan beribadah di masjid-masjid biasa. Selain itu, suasananya yang sejuk karena berada di tengah-tengah lokasi sumber mata air menjadikan masjid ini nyaman untuk tempat beribadah.
Masjid Cipto Mulyo terletak di Jalan Raya Pengging, Desa Dukuh, Kelurahan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Lokasi Masjid Cipto Mulyo terletak sekitar 1,5 kilometer dari Jalan Raya Solo-Semarang dan berjarak sekitar 15 kilometer dari Kota Boyolali atau sekitar 17 kilometer dari Kota Surakarta. Akses menuju ke lokasi ini cukup mudah karena dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. Kawasan ini juga dapat dicapai melalui jalur udara dengan tujuan Bandara Internasional Adi Sumarmo, Surakarta.

Masjid Cipto Mulyo adalah salah satu masjid bersejarah di Boyolali, Jawa Tengah, tepatnya berada di Kawasan Wisata Pengging. Dulu, kawasan ini merupakan tempat pemandian keluarga Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sri Paduka Susuhunan Pakubuwono X. Di tempat ini, keluarga raja sering menghabiskan waktu untuk bersantai. Oleh karena itu, Pakubuwono X merasa perlu membangun tempat jujugan (peristirahatan) sekaligus tempat beribadah sesuai siraman (mandi).
Pada Selasa, 24 Jumadil Akhir 1838 Hijriah atau tepatnya tahun 1905 Masehi, Sri Paduka Pakubuwono X mendirikan sebuah masjid yang diberi nama Masjid Cipto Mulyo, yang berarti menciptakan kemuliaan di dunia dan akhirat. Nama masjid ini cukup unik karena menggunakan bahasa Jawa yang berbeda dari kebanyakan masjid yang memakai bahasa Arab.

Selain namanya yang unik, bangunan Masjid Cipto Mulyo juga menampilkan desain Jawa kuno yaitu berbentuk limasan dan menyerupai pendopo. Masjid ini memiliki 5 pintu utama yang semuanya terletak di bagian depan bangunan masjid. Di atas setiap pintu diberi ukiran-ukiran yang disisipkan tulisan “P.B. X” sebagai tanda bahwa masjid itu dibangun pada masa pemerintahannya. Tulisan seperti ini juga terlihat jelas pada bagian atas gerbang serambi yang berada di depan masjid.

Pada bagian atas gerbang serambi tersebut juga terdapat tulisan aksara Jawa Kuno yang bertuliskan “Adegipun Masjid Cipto Mulyo, Selasa Pon, Kaping 24 Jumadil Akhir 1838 Hijrah”. Selain itu, juga terdapat sebuah beduk berukuran besar yang diletakkan di sisi kanan serambi masjid. Sementara di tengah-tengah serambi terdapat sebuah tanda arah mata angin yang berfungsi sebagai penunjuk arah kiblat. Jarum penunjuk arah kiblat ini sengaja dipasang oleh Departemen Agama Wilayah Jawa Tengah karena posisi bangunan masjid ini memang miring sekitar 24° ke utara arah kiblat. Oleh karena itu, shaf di dalam masjid ini harus dibuat miring mengikuti arah kiblat. Kesalahan posisi bangunan masjid ini kiemungkinan terjadi karena arsitek pembangunan masjid adalah orang Belanda.

Masjid Cipto Mulyo sudah beberapa kali direvonasi, namun hanya bagian atap dan lantainya saja diganti. Sementara bagian dalam masjid, termasuk pilar dan tiangnya yang terbuat dari kayu jati tidak diganti karena masih kuat. Demikian pula dengan posisi arah bangunan masjid yang miring tetap dipertahankan atas instruksi dari pihak Keraton Surakarta. Hingga saat ini, masjid bersejarah ini masih berdiri kokoh di Kawasan Wisata Pengging. //**

Advertisements

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor DPD LDII Gresik

gresikjul13

Hari Minggu, 17 Februari 2013 jam 10 pagi merupakan salah satu hari yang paling bersejarah bagi DPD LDII Kab. Gresik, karena harapan Pengurus DPD LDII dapat memulai merealisasikan harapan warganya untuk mempunyai Kantor atau gedung yang representatif. Hari itu Pembangunan gedung DPD LDII Kab. Gresik diawali dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Gresik DR. SAMBARI HALIM RADIANTO, hadir dalam acara peletakan batu pertama tersebut: Ketua DPW LDII Jawa Timur CRISWANTO SANTOSO, Kabag Humas Kab Gresik, Kepala Dinas PU Kab. Gresik, MUI kab. Gresik, Seluruh Dewan Penasehat LDII Kab. Gresik, Para Ulama dan Tokoh masarakat setempat, Muspika setempat, Pengurus Pleno DPD LDII Kab. Gresik beserta Undangan.

Bupati Gresik SAMHARI dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi–tingginya kepada seluruh jajaran LDII kab. Gresik yang selama ini telah mendukung program–program Pemerintah Daerah dan mengharap kerjasama selama ini terus ditingkatkan untuk kemajuan Gresik yang lebih baik.

Selanjutnya dalam sambutannya, Ketua DPD LDII H. ABD. MUIZ ZUHRI, menerangkan bahwa Pembangunan Gedung ini adalah dalam rangka melaksanakan amanat hasil MUSDA ke 5 tahun 2010 yaitu untuk mendukung kelancaran kegiatan–kegiatan serta dalam rangka upaya penguatan lembagamaka diperlukan sarana yang memadai dan representatif. Pembangunan Gedung ini berdiri diatas tanah seluas 1200 M2 dengan bangunan 2 lantai terdiri  masing-masing lantai 500 M2 dan sisanya tambahan bangunan untuk area Aula, taman, dan parkir.

Gedung ini didirikan di pinggir jalan protokol strategis Jl. DR Wahidin tepat berseberangan dengan kantor PU Kabupaten Gresik, dan hanya 300 m dari Kantor Bupati. Tidak tanggung-tanggung, pembangunan ini sesuai perhitungan akan menelan biaya tidak kurang dari 5 Milyar rupiah.

FAJAR, SH. Humas Panitia Pembangunan, disela-sela mendampingi Ketua DPD Abd, MUIZ  menjelaskan bahwa biaya pembangunan sebesar itu dimulai penggaliannya sudah sangat lama dan program pembangunan tersebut dikuatkan lagi dari hasil MUSDA LDII th. 2005 yang memberikan amanat untuk itu. Biaya terkumpul murni Swadaya, Donatur, Shodaqoh, bantuan para Agnia, dan sumbangan yang tidak mengikat. Dan Pembangunan ini akan ditargetkan InsyaAllah selesai dalam waktu satu tahun.