JRI Ikut Ramaikan Stand Bazoka di Bogor

rame_jri

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan upaya pembinaan sekaligus mengembangkan potensi, minat, bakat dan kreatifitas generasi muda PPG (Penggerak Pembina Generus) dan Muda-Mudi Daerah Bogor Selatan mengadakan kegiatan Bazar Expo dan Kreativitas Anak Muda dengan tema “Membentuk Generasi Muda yang Mandiri, Aktif dan Kreatif” (BAZOKA) pada tanggal 10 November 2013 lalu.

Bertempat di pelataran Pondok Pesantren Budi Agung Kota Bogor, Jejalah Optimal Komunitas Adventure Motorcycle Riders Indonesia (JRI) mendapatkan undangan istimewa untuk dapat hadir meramaikan serta mengisi stand expo di bazar BAZOKA tersebut. Hadir dengan full team, JRI mengusung tema “Safety riding berkendara dan STOP Berikan Kunci Kendaraan Roda Dua Anda Kepada Anak Dibawah Umur”.

bazoka_posterDalam kesempatan ini JRI mendisplay motor Bajaj Pulsar 220 modifikasi kepunyaan Bro Jabir JRI Jakarta yang menggunakan alat-alat perlengkapan untuk riding adventure seperti GPS, changer handphone built-in, pannier tank, dum/tenda untuk adventure di alam, tank bag, dan sebagainya. Hal ini dimaksudkan untuk membuat rekan-rekan yang tertarik dengan dunia motor agar bergabung ke JRI.

Acara BAZOKA 2013 yang diresmikan oleh Bapak Ir. H.M. AZRIN, M.Si selaku Asisten Administrasi Kemasyarakatan dan Pembangunan Setda Kota Bogor diawali dengan jalan sehat 5 KM mengelilingi Pondok Pesantren Budi Agung dan diakhiri dengan berkeliling ke stand-stand expo serta stand makanan minuman. Dan ketika Bapak Azrin berkunjung ke stand JRI, kesempatan ini tidak kami sia-siakan dengan menjelaskan mengenai produk-produk keselamatan berkendara seperti sarung tangan, jaket dan safety shoes yang senantiasa dipergunakan saat mengendarai kendaraan bermotor.

Dalam kesempatan yang istimewa ini, JRI membagi-bagikan stiker “Pelopor Keselamatan Berkendara” dan stiker “Doa Naik Kendaraan” kepada para pengunjung stand yang hadir. Alhamdulillah acara berlangsung dengan aman selamat lancar dan barokah yang diakhiri dengan foto bersama antara JRI dan Panitia BAZOKA 2013 serta penyerahan plakat dan kaos JRI.//** (Fajar)

Advertisements

JRI Gelar Safety Riding Course

JRI_course

Demi menambah pengetahuan dan pengalaman soal keamanan berkendara, brader n sista dari Jelajah Optimal Komunitas Adventure Motorcycle Riders Indonesia (JRI) menggelar safetey riding course untuk anggota mereka bradsis. Banyak dari mereka yang tertarik dan semangat untuk ikut pelatihan ini.

TEORI DAN PRAKTEK

Terhitung ada sekitar 50 riders dari JRI chapter Jakarta, Tangerang, Bekasi, Karawang, Lampung dan juga dari Semarang untuk ikutan safety riding course yang digelar di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Pelatihan safety riding ini sendiri dikomandani oleh instruktur dari Jakarta Road Survival (JRS), yaitu brader Andry Berlianto.

“Bicara safety riding bukan hanya saat lakukan safety di jalan. Namun persiapannya itu mulai sebelum kita berkendara, seperti mengecek motor seberapa sering kita cek spion, rem dan lainnya termasuk apa yang kita kenakan untuk melindungi badan kita yang rentan sekali dan paling berbahaya dibanding kendaraan lainnya,” jelas brader Andry saat pembukaan pelatihan Safety Riding Course.

Andry gak sekadar ngasih teori ke para peserta safety riding course ini bradsis, doi juga ngasih praktik langsung apa yang dia omongin. Mulai dari nurunin standar motor, cara pake klakson, lampu sein, sampe pake rem sesuai fungsinya.

“Ada beberapa perbedaan posisi duduk nyaman dari motor batangan, bebek dan matik, nah peserta harus tahu khusus posisi duduk matik harus salah satu dudukan kaki maju sedikit untuk meraih keseimbangan saat berkendara” jelas Andry saat praktek langsung.

Fajar Nurul Nurilahi selaku ketua panitia pelaksana juga nambahin, “Kegiatan ini dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan bagi riders JRI tentang safety riding, sehingga kelak bisa memperaktikkan apa yang bisa didapat pada pelatihan singkat ini termasuk menjadi pelopor keselamatan berlalu-lintas di jalan.”

“Mungkin nanti akan ada JRI Safety Riding Course kembali karena antuasiasme para peserta dari Jabodetabek maupun chapter lainnya untuk melakukan hal yang sama, sehingga anggota JRI lebih santun dalam berkendara ke depannya,” tambah Fajar.

Sukses terus buat seluruh chapter dan anggota JRI. Ditunggu pelatihan singkat safety riding lainnya

Halal Bi Halal Komunitas JRI

JRI_2013

Sabtu, 24 Agustus 2013, Komunitas Jokam Riders Indonesia (JRI) mengadakan acara halal bi halal dengan sesama pehobi sepeda motor. Komunitas pemotor yang berbasis remaja masjid dari berbagai wilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya ini berkumpul sekaligus ber-silaturrahim dengan anggota lama maupun baru, di MONAS Jakarta Pusat.

Tepat pukul 22.00 WIB acara dibuka oleh Sdr. Fajar selaku Ketua JRI Pusat. Dilanjutkan dengan acara perkenalan dan ramah tamah dengan sesama pehobi sepeda motor dari berbagai wilayah yang hadir semisal dari JRI Wilayah Jabodetabek, Banten, Karawang, dan beberapa personal yang tidak mewakili chapter JRI mana pun.

Total peserta yang hadir pada acara ini tercatat sebanyak 60 orang. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyambangi kediaman salah seorang rekan JRI yang juga pehobi motor asal Plumpang Jaya, Jakarta Utara yang baru-baru ini wafat akibat kecelakaan tunggal di daerah Salemba, Jakarta Pusat.//** (G)

‘Trip Suci’ Jokam Riders Indonesia Chapter Padang

JRI_Padang

“Jas Merah… Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah” – pesan Ir. Soekarno, Presiden Pertama RI

Jokam Riders Indonesia (JRI), sebagai salah satu komunitas pemotor di kalangan pemuda LDII yang telah memiliki chapter di berbagai kota di Indonesia, rupanya tidak salah jika mengusung jargon “WE ARE RELIGIOUS RIDERS” (Pemotor yang Taat Beragama).

Dengan tekad kuat untuk mengerti lebih dalam sejarah perkembangan Islam, khususnya perkembangan LDII di ranah Minang Sumatera Barat, bulan Ramadhan lalu JRI Chapter Padang yang dimotori oleh brother Agus, Ari, dan Rofiq memulai napak tilasnya dengan menyambangi Bapak H. Tojhin yang bertempat tinggal di Kota Bukittinggi, diteruskan dengan menyambangi Bapak H. Yunus di Kota Payakumbuh, dan terakhir Bapak H. Mursalin di Kota Lintau sebelum balik ke tempat asal mereka, Kota Padang, meski sepanjang perjalanan tidak sedikit masalah yang menghadang ‘Sacred Trip’ anggota JRI Chapter Padang ini.

Uniknya, kegiatan napak tilas 3 (tiga) anggota JRI Chapter Padang ini dilakukan siang hingga malam hari pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Ibarat pepatah, sambil menyelam minum air, mereka bertiga berniat i’tikaf di kota-kota narasumber tersebut sembari menggali lebih dalam secara langsung mengenai akar sejarah perkembangan dakwah Quran dan Hadits yang dipelopori oleh para saksi sejarah hingga akhirnya LDII dapat bertumbuh kembang sebagaimana saat ini di ranah Minang.

Para pemuda ini mengerti bahwa mereka (baca: nara sumber) yang mereka datangi adalah benar-benar pelaku sejarah yang telah malang melintang menghadapi tempaan fisik dan mental yang berat di masa lalu, tatkala LDII masih belum diterima luas oleh masyarakat Minang akibat stigma aliran sesat, Islam sempalan (neo-khawarij), atau akibat prejudis (prasangka).

Menurut salah satu anggota JRI Chapter Padang, kegiatan ini diilhami oleh ‘nasehat abadi’ salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Salman al Farisi, yang kala itu mengatakan bahwa manusia akan tetap dalam kebaikan selama generasi muda mau belajar kepada generasi tua, dan generasi tua mau mengajari generasi muda.. al hadits. Maka sebelum semua terlambat, Ramadhan lalu mereka bergegas melakukan napak tilas dan wawancara heart-to-heart dengan orang-orang yang mereka anggap sangat mengerti seluk beluk sejarah perkembangan dakwah al Quran dan Hadits, khususnya di ranah Minang Sumater Barat.

Alhamdulillah banyak sekali hikmah yang bisa kami peroleh dalam kegiatan napak tilas ini. Hal tersebut kami rasa penting, mengingat hal ini diharapkan menjadi pelecut semangat kami para generasi muda untuk lebih bersemangat lagi memperjuangkan dakwah al Quran dan Hadits di masa datang, khususnya di ranah Minang ini,” ucap bro Ari Akhabun seraya menutup perbincangan. Keep on Rolling and Keep it Safe Brothers!. //**(G)

Hindari SMS-an Saat Berkendara

get_home_safely

oleh: Fajar Nuzul Nurilahi

Siang itu panas dan menyengat, bubaran anak-anak sekolah pun dimulai sesaat setelah bel tanda sekolah usai berbunyi. Ratusan anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) pun berlarian sambil menyeringai menuju parkiran sekolahnya. Ya, mudah ditebak, ratusan anak-anak SMP yang belum memiliki SIM C itu pun mulai memanaskan motornya masing-masing. Tidak ada helm yang menggantung di motor, tidak ada spion standar pabrik yang terpasang dan lampu rem yang tidak berfungsi saat pedal rem diinjak. Hanya kunci motor dan nyali yang kuat untuk menunggangi kuda besi bermesin 110 cc tersebut. Budi (bukan nama sebenarnya) pun tidak urung kalah dengan rekan-rekan sebayanya, starter motor 4 tak kesayangannya pun ditekan untuk niat kembali ke rumah yang berjarak tak lebih dari 4 kilometer.

Tak jauh dari gerbang sekolah, handphone BB-nya pun berbunyi, nada BBM diterima. Tanpa basa basi, Budi pun langsung merogoh BB kesayangannya dari saku celana. “Tak..tik..tuk..” diketikkannya pula balasan BBM yang ternyata dari sahabat kentalnya. Matanya pun tertuju ke layar handphone yang baru saja dibelikan ibunya minggu kemarin saat berulang tahun ke 15.

Baru saja beberapa huruf alphabet mampu diketikkannya, suara mendecit ban mobil terasa begitu dekat di telinga Budi, “Arrrgghhhhh… brak !!” Budi pun tak sadarkan diri, darah deras mengalir dari balik topi siswa SMP kelas 8 tersebut.

Kejadian diatas mengingatkan kita bahwa tata cara keselamatan berkendara terabaikan. Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebutkan sepanjang tahun 2010 lalu saja terdapat 6.000 kasus kecelakaan, dimana 135 kasus akibat sedang menggunakan ponsel.

“Akibat sedang bertelepon, SMS, BBM atau yang lainnya, konsentrasi pengemudi berkurang,” ujar Dirlantas Polda Metro, Kombes Pol Royke Lumowa. Guna menekan angka kecelakaan akibat menggunakan ponsel, pihaknya menindak atau menilang pengendara yang menggunakan ponsel saat mengendarai mobil atau sepeda motor. “Hal ini harus kita lakukan karena menelpon sambil  menyetir sangat membahayakan keselamatan bagi pengemudi itu sendiri dan juga pengguna lalu lintas lainnya,” ujarnya.

Sedangkan angka kecelakaan sepeda motor di jalan raya menembus angka 111.015 kasus pada 2012, berkurang 27 persen dibanding 2011 sebanyak 151.591 kasus.”Dalam satu jam, ada tiga orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas,” kata Kepala Korps Lalu Lintas Polisi Republik Indonesia Irjen (pol) drs. Pudji Hartanto, MM dalam seminar ‘Road Safety’ yang diselenggarakan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia di Jakarta pada Senin (25/2/2013).

Di tahun 2012, khusus di kawasan Polda Metro Jaya, anak-anak di bawah usia 16 tahun yang menjadi pelaku kecelakaan lalu lintas jalan melonjak drastis. Bila pada 2011 baru 40 kasus, tahun 2012 menjadi 104 kasus. Artinya, melonjak 160% Sangat memprihatinkan. Sebagai pelaku kecelakaan bisa dimaknai bahwa mereka adalah para pengendara kendaraan bermotor. Artinya, mereka bisa melenggang berkendara di jalan raya tanpa intervensi berarti dari lingkungan sekitar. Peran para orang tua membendung anak-anaknya bersepeda motor di jalan raya patut dipertanyakan.

Karenanya, janganlah berbangga hati apabila anak-anak kita yang notabene masih dibawah usia kepemilikan SIM C dapat mengendarai sepeda motor hasil pelatihan orangtua sejak kecil. Berikanlah pendidikan dan pengertian kepada anak-anak kita bahwa keselamatan dan kedewasaan berkendara layak diprioritaskan. Jangan berikan kunci motor anda pada mereka. Terlebih bagi anak-anak kita yang terlanjur diberikan fasilitas seperti handphone dan gadget lainnya. Texting while riding? Better Not! Ride Safe Ride Smart!

[dikutip dari berbagai sumber]

Penulis adalah KETUA UMUM
Jelajah Optimal Komunitas Adventure Motorcycle–Riders–Indonesia
(Jokam Rider Indonesia)

(P) 0856-16269203/0896-52651093
(E) fajarnuzulnurilahi@gmail.com