Remaja Berbisnis, Kenapa Tidak?

kidsWIRAUSAHA bukan hanya pengetahuan yang bisa dituntut oleh mereka yang sudah dewasa, tetapi bisa juga diajarkan kepada remaja agar menjadi bagian dunianya sejak dini. Bedanya, pengetahuan bisnis yang dituntut oleh orang dewasa salah satunya sebagai alasan memperbaiki ekonomi dan menghasilkan uang secara langsung. Sedangkan untuk remaja lebih pada pembelajaran dan membentuk kepribadiannya dari modul pembelajaran yang diajarkan oleh guru dan orang tua.

Mengapa pengetahuan bisnis dan wirausaha menjadi penting diajarkan sejak dini? Jawabannya tidak lain agar menjadi pengetahuan yang bermanfaat untuk bekal masa depannya kelak. Menumbuhkan jiwa wirausahawan sejak dini membuat tumbuhnya pribadi kreatif dan kaya akan inovasi dalam menghadapi rintangan dan tantangan hidup.

Berikut 10 ide bisnis terbaik yang dapat membuat remaja bisa mendapatkan pendapatan dan membuka jalan menjadi salah satu pengusaha di masa mendatang, seperti dilansir situs SiliconIndia.

1. Tugas layanan antar

Pada era globalisasi yang bergerak cepat ini, waktu menjadi faktor penting bagi setiap orang. Terkadang seseorang membutuhkan jasa antar untuk sesuatu yang mereka butuhkan karena tak memiliki waktu mengambilnya sendiri. Kondisi ini bisa menjadi ide bagi remaja untuk menjalankan bisnis pelayanan antar barang atau hal lain. Anda dapat memulai dengan memberikan pelayanan antar barang-barang kecil seperti alat tulis, bahan makanan, dan lainnya. Lokasi bisnis bisa dimulai dari lingkungan sekitar. Pada akhirnya dari jasa ini akan ada pemasukan lumayan bagi kantong jika semuanya berjalan dengan baik. Bahkan ini bisa menjadi sumber yang baik dari pendapatan masa depan.

2. Konsultan media sosial

Dunia digital bukan hal aneh lagi saat ini. Internet menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Sebagian besar pengguna internet terdiri dari para remaja. Daripada membuang-buang waktu dalam mencari sesuatu, orang-orang sekarang lebih memilih untuk memiliki daftar apa yang mereka cari di internet. Para remaja bisa memanfaatkan ini sebagai sumber pendapatan mereka. Dengan membuat sebuah halaman hasil pencarian yang terbaik, misalkan untuk restoran, pusat perbelanjaan, taman terdekat atau nomor kontak dari layanan taksi, dan lainnya melalui pemasaran lewat media sosial.

3. Pengajar komputer

Orangtua zaman sekarang lebih peduli tentang bagaimana anak-anaknya bisa berkembang di masa depan. Komputer menjadi salah satu pertimbangan orang tua bagi anak-anaknya. Anda bisa memberikan bantuan kepada orang tua yang ingin anak-anaknya pandai atau sekedar mengetahui dasar-dasar komputer. Dengan memberikan pengajaran komputer akan ada tambahan uang saku dan juga dapat menghasilkan ide kewirausahaan di masa depan.

4. Penitipan bayi

Di hampir semua kantor, jumlah karyawan perempuan meningkat dari hari ke hari dan hampir setara dengan karyawan laki-laki. Nah, dengan peningkatan jumlah ibu yang bekerja, kemungkinan pekerjaan menjaga anak ikutan tumbuh. Penjaga bayi adalah cara yang paling cocok bagi remaja mendapatkan penghasilan. Kesabaran adalah hal yang paling dibutuhkan untuk melangkah ke usaha penitipan bayi tersebut.

5. Tukang angkut dan pengemasan barang

Pindah ke rumah baru selalu terdengar baik untuk sebagian besar orang. Tapi ketika datang untuk berkemas barang-barang rumah tangga, orang mulai malas melakukannya. Pengepakan dan memindahkan barang juga bisa menjadi salah satu cara termudah remaja untuk menjadi pengusaha. Memiliki sekelompok teman akan lebih bermanfaat dalam hal ini, untuk bekerjasama membuka usaha pemindahan barang.

6. Pekerja Lepas

Sebagian besar remaja suka menghabiskan waktu mereka di internet. Apakah itu jejaring sosial atau menemukan beberapa jawaban untuk tugas mereka. Pilihan bantuan melalui internet. Pekerja lepas dapat bermanfaat bagi para remaja untuk mendapatkan jumlah tambahan ketika menggunakan internet untuk berbagai alasan lain. Menulis konten, mempertahankan data-base, fotografi, editing, dan lainnya adalah berbagai bidang di mana pekerjaan lepas dapat dilakukan.

7. Pembuat Lilin

Saat ini, tidak hanya selama festival, namun lilin telah menjadi salah satu item dekoratif yang paling dipuja dalam acara pertemuan dan lainnya. Pembuatan lilin tidak memerlukan pelatihan yang ketat dan dapat dilakukan dalam sebuah ruangan kecil. Para remaja dapat memilih untuk membuat lilin di kamar atau di halaman belakang. Jadilah mereka seorang pengusaha lilin.

8. Petugas perawatan

Siapa yang tidak suka bunga atau yang tidak ingin memiliki halaman bersih di depan rumah mereka? Jawaban atas pertanyaan ini adalah ‘tidak ada’. Semua orang ingin rumah, apartemen atau bungalow miliknya tampil cantik dan menarik. Tetapi untuk melakukan hal tersebut adalah pekerjaan yang sulit bagi beberapa orang. Memberikan perawatan dapat membantu remaja untuk menjadi pengusaha. Bahkan hal ini dapat membantu mereka untuk memiliki masa depan yang mapan di hari mendatang.

9. Penjaga hewan

Hewan menambah keakraban dan juga membawa sukacita dalam setiap keluarga. Kucing salah satu hewan peliharaan yang paling disukai. Tak cukup sebagai pelengkap kebahagiaan. Ada kewajiban yang harus dilakukan terhadap hewan tersebut, seperti pemeriksaan ke dokter, atau hal lain. Para remaja, yang memiliki kelembutan dan menyayangi hewan peliharaan, dapat membuat usaha perawatan hewan.

10. Pembuat Perhiasan

Perhiasan menjadi pelengkap wanita tampil cantik. Sebab itu perhiasan adalah salah satu karakteristik penting dari perempuan. Remaja, yang memiliki sedikit rasa seni dan kerajinan dapat dengan mudah membuat perhiasan tersebut. Pada awalnya, bantuan orang tua mungkin diperlukan. Namun seiring dengan waktu dan pengalaman, mereka bisa menjadi desainer independen dan bisa menjadi pengusaha perhiasan sendiri.//**

Advertisements

Gadget Sering Mendikte Perilaku Penggunanya

gajetsPERANGKAT perangkat elektronika berteknologi canggih (gadget) seperti ponsel pintar (smartphone) dan tablet seringkali justru mampu mendikte perilaku para penggunanya, bukan pengguna yang mengatur pemakaian perangkat mereka. Para pemilik ponsel pintar menjadi tidak bebas untuk memilih kapan menggunakan alat mereka.

Ketidak-bebasan para pengguna ponsel pintar dari perangkat mereka terlihat ketika mereka sangat tertekan saat lupa membawa ponsel pintarnya. Atau orang-orang yang tidak bisa jauh dari ponsel pintar mereka meski saat tidur.

Rangga Radityaputra, Psikolog yang sehari-harinya bekerja sebagai konsultan SDM dan terapis di berbagai tempat, kepada NUANSA mengatakan, “Frekuensi penggunaan perangkat teknologi canggih yang semakin meningkat, saat ini sudah merambah ke generasi muda di Indonesia, termasuk anak-anak dan remaja. Mereka dapat mengakses berbagai aplikasi sosial media melalui gadget yang mereka miliki. Hal ini menimbulkan kecenderungan untuk menjadikan akun sosial media mereka sebagai tempat untuk mencurahkan isi pikiran dan hati mereka. Seperti dengan berganti-ganti status yang isinya curhat tentang masalah pribadi. Hal ini dapat mengarahkan mereka untuk lebih memilih interaksi di dunia maya dibandingkan dengan berkomunikasi langsung dengan orang lain disekitarnya seperti kakak/adik ataupun teman dekat.” paparnya.

Kemampuan yang dimiliki alat-alat teknologi tidak hanya membuat kita merasa terbantu secara praktis, tapi juga lebih dari itu. Kita sudah cukup bergantung pada berbagai alat teknologi sehingga kadang tercetus istilah “tidak bisa hidup tanpa handphone”.

Hal ini juga turut memperlihatkan kepada kita bahwa interaksi manusia dan komputer tidak hanya menampilkan sisi positif (dampak baik) terhadap kehidupan manusia, tapi juga menampilkan sisi negatif yang mampu mengubah cara pandang dan cara hidup manusia pada umumnya.

Jika sebelumnya manusia harus saling bertatap muka demi saling mengenal, maka zaman modern ini konsep “tatap muka” sudah tidak menjadi sebuah kewajiban yang berlaku bagi interaksi sosial sesama manusia. Interaksi manusia dengan manusia telah digantikan menjadi interaksi manusia dan komputer yang seringkali tidak kita sadari dapat mengurangi interaksi kita secara langsung dengan orang-orang terdekat yang ada di disekitar kita (misalnya antara orang tua dan anak di rumah masing-masing sibuk dengan gadget-nya).

Saling tegur sapa dengan menghadapkan senyum pada tetangga semakin berkurang, sedangkan sibuk sendiri di hadapan komputer dan alat teknologi lainnya sudah dianggap lumrah di masyarakat modern.

Tatap muka dan interaksi langsung dengan manusia merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan sebagai seorang manusia. Dengan adanya tatap muka, kita mampu melihat ekspresiĀ  dari lawan bicara, mampu merasakan apa yang dialami oleh orang lain, mampu “berkomunikasi secara penuh” karena aspek – aspek non verbal (bahasa tubuh, intonasi suara, volume suara,) juga saling berkomunikasi.

Oleh karena itu, pentingnya self awareness (kesadaran diri) merupakan suatu keharusan bagi para pengguna gadget. Kita perlu berhenti sejenak dan berpikir tentang mengapa kita menggunakan gadget tersebut. Apakah hanya menggunakannya untuk berkomunikasi? Atau untuk menggunakan aplikasi dan fitur tertentu? Menggunakan kamera canggih yang ada di dalamnya? Atau hanya untuk ikut tren? Buat apa kita menggunakannya? Sejauh mana gadget tersebut bermanfaat untuk diri kita? Pertanyaan – pertanyaan tersebut perlu kita tanyakan kepada diri kita sendiri sehingga penggunaan gadget tersebut “tidak melampaui batas”.

Cara paling mudah untuk mengecek sejauh mana “ketergantungan” kita dengan gadget adalah dengan latihan yang ringan. Cobalah untuk tidak menggunakan gadget kita selama 2-3 jam. Setelah itu, apa yang dirasakan? Apakah terasa tidak nyaman? Apakah ada perasaan yang mengganggu? Apakah kita merasa kurang nyaman tidak mengutarakan perasaan kita di gadget (dengan cara ganti status, dll)? Mengapa kita lebih nyaman menumpahkan perasaan kita di gadget yang kita miliki dibandingkan berbagi dengan orang – orang terdekat kita?

Apabila kita merasa “ketergantungan” dengan gadget kita, ada baiknya kita berbagi (sharing) dengan orang yang cukup ahli dalam memberikan penanganan terhadap “ketergantungan”. Dengan bantuan dari para ahli, kita akan dibantu bersama – sama untuk menemukan inti permasalahannya. Bisa saja bahwa gadget hanya sebuah pelarian dari suatu akar masalah yang memang tidak kita sadari./**

image courtesy of pixelclique.net

Joke: Siri Jawa App

Just For Fun.

Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling dasar. Tanpanya kita akan menemui kesulitan bahkan salah pengertian yang bisa mengakibatkan perpecahan. Dampak besar ini sangat dipahami rekan-rekan AIDA (Australian of Islamic Dawa Association) yang kudu ‘menginstall’ App SIRI JAWA (Kamus Basa Jawa) di gadget masing-masing, mengingat banyaknya guru mengaji disana yang masih memegang budaya berbahasa Jawa. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat tayangan berikut ini:

video kiriman: Faz Fakhiyardi (FazzGoy)

Wildan, Remaja LDII Top Skor di Turnamen Manchester United Premier Cup 2013

wildan

SSB Saswco Bandung akan menjadi wakil dari Asia Tenggara tampil di Global Final turnamen Manchester United Premier Cup (MUPC) 2013.

SSB Saswco menjadi tim yang memastikan lolos setelah di babak final mengalahkan wakil dari Thailand 7-6 lewat adu penalti setelah di waktu normal menyudahi pertandingan dengan skor 1-1.

Berkat keberhasilan tersebut, pemain dari SSB Saswco akan bertanding melawan 19 wakil lain dari seluruh penjuru dunia di Trafford Training Centre, Carrington, Manchester, Britania Raya pada 5-9 Agustus 2013.

Di Manchester, Indonesia akan menjadi salah satu dari empat wakil Asia yang berlaga. Tiga wakil lainnya berasal dari Cina, Jepang dan Korea.

SSB Saswco nantinya akan bersaing melawan tim dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Argentina, Brasil, Meksiko, Cili, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, Prancis, Australia/Selandia Baru dan tim tuan rumah, Manchester United U-15.

Tak hanya menjadi yang terbaik se-Asia Tenggara, Indonesia yang diwakili SSB Saswco juga menempatkan pemain mereka di jajaran peraih penghargaan individual.

Muhammad Wildan RN menjadi pemain yang dinobatkan sebagai topskor setelah mencetak empat gol. Sementara Gian Zola Nasrullah dipilih sebagai MVP turnamen tersebut.

sumber: goal.com