LDII-Polda Sulsel Siap MoU Dai Kamtibmas

MAKASSAR – Tidak hanya berfokus berdakwah secara lisan (dakwah bil lisan), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) juga mengembangkan dakwah dengan perbuatan (dakwah bil hal). Sehubungan dengan hal tersebut, LDII diberbagai wilayah di Indonesia telah melakukan langkah strategis.

“Kita (LDII) berbicara soal go green, bicara ekonomi syariah, pemberdayaan masyarakat pesisir di Bantaeng, dan mangrove di Kendari. Go green, kita sudah canangkan secara nasional,” kata Ketua DPP LDII Hidayat Nahwi Rasul saat bertemu Kapolda Sulsel, Irjenpol Drs Anton Setiadji SH MH di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 16, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/1/2015).

Menurut Hidayat, bagi LDII, menanam pohon adalah suatu amal jariah. Orang islam yang menanam pohon, lanjut Hidayat, lalu buahnya dimakan oleh binatang atau manusia, maka itu menjadi ladang jariah. Meskipun yang menanamnya telah meninggal dunia, pahala tetap mengalir.

Hidayat menambahkan, LDII juga berpartisipasi dan bekerjasama menciptakan suasana yang kondusif ditengah masyarakat. “Dalam suasana tertib sosial dan keamanan itu, justeru tempat lahirnya manusia-manusia berkualitas,” ujarnya.

Disamping itu, soal mewujudkan keamanan dan ketertertiban masyarakat, kata Hidayat, bukanlah tanggungjawab polri semata. Akan tetapi juga tanggung jawab masyarakat.

Dilain pihak, Kapolda Sulsel Anton Setiadji memaparkan persepsi masyarakat terhadap institusi kepolisian. Selama ini, kata Anton, masyarakat masih menganggap negatif terhadap aparat.

“Kalau aura negatif dikeluarkan terus, jadinya negatif. Makanya saya selalu mengajak agar kita selalu positive thinking,” kata Anton.
Namun, Anton berusaha keras untuk memperbaiki institusi yang ia pimpin.

“Saya tidak ingin merubah mindset masyarakat tentang polisi. Tetapi, saya ingin merubah polisi dengan baik,” kata mantan Kadiv Hukum Polri tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW LDII Sulsel Dr Sukardi Weda dalam kesempatan yang sama memaparkan rencana Musyawarah Wilayah (Muswil) yang akan LDII Sulsel gelar. Sukardi menjelaskan, LDII Sulsel akan melaksanakan Muswil pada 28-29 Maret 2015 di Hotel Singgasana Makassar.

“Di dalam Muswil nanti tema yang kami angkat adalah LDII sebagai Learning Organization Berkontribusi untuk Mewujudkan Indonesia yang Semakin Bermartabat,” imbuh Sukardi. Dalam Muswil ke VI tersebut, LDII Sulsel mengangkat 4 kluster.

Kluster pertama yang LDII angkat, jelas Sukardi, perihal bela negara dan wawasan kebangsaan. Kluster kedua, keamanan dan ketertiban masyarakat. Kluster ketiga mencakup pendidikan, peradaban, dan ipteks. Sedangkan kluster keempat berkenaan dengan produktivitas dan entrepreneurship.

“Keempat kluster ini menjadi roh dari Muswil,” tutur dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) tersebut.

Sehubungan dengan kluster keamanan dan ketertiban masyarakat, kata Sukardi, LDII Sulsel mengusulkan kerjasama dengan Polda dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU). Sebelumnya, Kapolda Sulsel telah mencanangkan 9 program unggulan yang salah satunya ialah “Program Kampung Kamtibmas”.

“Kami berharap, ada sinergitas antara “Dai Kamtibmas” yang LDII lakukan dengan Kampung Kamtibmas dari Polda,” ujar Sukardi.

Kapolda Sulsel menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas niat dan maksud LDII tersebut. (*)

Advertisements

LDII Sulsel Gelar Training Perbankan Syariah

 

sulsel14

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan mengadakan kerjasama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Makassar. Kerjasama tersebut terwujud dalam kegiatan short training pengenalan produk perbankan syariah. Pelatihan berlangsung di Gedung PT BSM, Consumer Financing Business Centre (CFBC), Jalan Jendral Ahmad Yani No. 3, Makassar, Sabtu (26/4/2014).

Pelatihan yang dikuti oleh muballigh-muballighot dan warga LDII itu dibuka oleh Indrian Aryanto, Branch Manager BSM Makassar. Materi pengenalan produk perbankan syariah sendiri dibawakan oleh Andi Muh. Amrin selaku Kepala Cabang Pembantu (KCP) Panakkukang.

Dalam paparannya, Aryanto menjelaskan, perbankan syariah itu menarik perhatian banyak orang. “Disatu sisi banyak yang mendukung. Disisi lain banyak pula yang memandang sinis,” ujarnya.

“Mengapa perbankan syariah? Karena iman, karena nasrum minalloh, alfalah, kemaslahatan,” ungkapnya.

Menurut Aryanto, syarat transaksi islam itu ada 5. “Pastikan barangnya ada. Ada yang jual dan ada yang beli. Ada harganya. Ada akad dan ada doa,” ucapnya dengan logat Betawi yang kental.

Empat materi pokok menjadi bahan presentasi dan diskusi. Pertama, jejak praktek perbankan dalam masyarakat islam. Kedua, skema operasional perbankan. Ketiga, transaksi perbankan syariah. Keempat, produk dan akad perbankan syariah.

Peserta training ini nantinya akan menjadi corong yang memperkenalkan produk syariah kepada masyarakat luas.

Sebelumnya, LDII Sulsel telah mengadakan seminar ekonomi syariah dengan menggandeng BSM sebagai partner. Dalam seminar tersebut telah dicanangkan gerakan menabung yang bertagline Gerakan Menabung Syariah/** (Gemesy)

Ketua MUI Sulsel Ikuti Itikaf Ramadhan

baco15

MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH, melalui sambutan tertulisanya, secara resmi membuka pelaksanaan i’tikaf Bulan Ramadan 1435 Hijriyah Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se-Sulsel. Pembukaan I’tikaf berlangsung di Masjid Roudhotul Jannah, Jalan Berua Raya No. 13, Kompleks Sikamaseang, Kel. Paccerakkang, Kec. Biringkanaya, Daya, Makassar, Jumat (18/7/2014) malam.

Hadir membacakan sambutan Gubernur, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel, Drs. H. Sidik Salam, M.Si. Juga hadir Asisten bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Ir. H. Syaiful Saleh, M.Si yang mewakili Walikota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan Pomanto.

Pengurus LDII Sulsel yang tampak mengikuti I’tikaf diantaranya, Wanhat DPW LDII Sulsel, Drs. Hidayat Nahwi Rasul, M.Si, Ketua DPW LDII Sulsel, Prof. Dr. Haryanto, M.Pd, Sekretaris LDII Sulsel, Drs. Suyitno Widodo dan jajaran pengurus yang lain.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, Dr. HC. KH. AGH. Sanusi Baco, Lc memberikan tausyiah Ramadan kepada ratusan warga LDII yang hadir.

Menurut Syahrul Yasin Limpo dalam sambutan tertulisnya, momentum Ramadan yang sarat dengan berkah serta penuh maghfirah dan ampunan ini tentunya sangatlah berharga sebab dapat menjadi wahana dalam melakukan evaluasi diri. ”Di Bulan Ramadan ini pulalah kesempatan yang baik untuk merenung dan merefleksikan diri, bagaimana kita seharusnya menjaga dan membebaskan diri dari berbagai penyakit keduniaan,” terangnya.

Lebih Jauh, dalam sambutannya, Syahrul mengajak warga LDII menyemarakkan Bulan Ramadan.”Semarakkanlah bulan yang penuh ampunan ini melalui pencerahan-pencerahan yang islami, agar umat menyadari dan memahami sepenuhnya tujuan mulia dari pelaksanaan ibadah puasa,” ajak Syahrul.

Selanjutnya, Syahrul mengapresiasi pengurus DPW LDII yang telah memfasilitasi pelaksanaan i’tikaf Ramadan. ”Kepada seluruh Dewan Pimpinan Wilayah LDII, saya berterima kasih atas peran sertanya dalam memberi pencerahan kepada masyarakat dalam mengubah masyarakat menjadi islamis, mengikis berbagai penyimpangan dan penyakit masyarakat yang selama ini mengalami keterbelakangan dan keterpurukan,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Makassar, Ir. H. Moh. Ramdhan Pomanto turut menyampaikan sambutannya. ”Mudah-mudahan 10 hari terkahir yang akan datang, Allah SWT memberikan kekuatan dan kesabaran kepada kita semua untuk dapat menuntaskan ibadah puasa kita, sehingga kita termasuk orang-orang yang meningkat derajat ketakwaannya terhadap Allah SWT,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Walikota Makassar mengapresiasi perhelatan itikaf warga LDII. ”Diantara yang dilakukan oleh Rosulullah SAW pada 10 (hari) terakhir Ramadan adalah i’tikaf di masjid, seperti yang dilaksankaan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) selama ini,” imbuhnya.

”Saya berharap mudah-mudahan Ramadan tahun ini bisa kita maskimalkan sebaik mungkin sehingga nantinya kita bisa keluar dari bulan ini bagaikan bayi yang baru lahir tanpa dosa sedikitpun. Untuk mencapai hal tersebut, ada Lima kunci sukses yang harus dicapai, yaitu sukses puasanya, sukses shalat malamnya, sukses baca Alqurannya, sukses itikafnya dan sukses zakat fitrahnya, lanjut walikota Makassar itu,” tambahnya.

Sementara itu, dalam tausyiahnya, KH. Sanusi Baco menyampaikan pentingnya doa ibu terhadap anaknya. Sanusi bercerita, ia pernah bertemu dengan seorang ibu yang memiliki 14 orang anak. Terdiri dari 7 orang laki-laki dan 7 perempuan. Dari ke-14 orang anak tersebut, 1 orang meraih gelar doktor, 1 orang menjadi dokter, 5 orang meraih master dan 7 orang menjadi sarjana.

Sanusi pun bertanya, apa resepnya? Ibu tersebut memberi jawaban. ”Saya hampir setiap malam, ketika semua orang sudah nyenyak, saya bangun untuk ruku dan sujud mendoakan anak saya,” ucapnya menirukan ibu yang ia temui.

Disaat bersamaan, Ketua LDII Sulsel, Prof. Dr. Haryanto, M.Pd memberikan kenang-kenangan berupa Hadis Sunan Ibnu Maajah kepada KH Sanusi Baco(*).

Pelantikan Pokja ICT Sulawesi Utara

sultrajul13

Acara ini dihadiri oleh petinggi Sulawesi tenggara dari Gubernur Sulawesi Tenggara diwakili Karo Kesra Pemprov Sultra, Dir Bimas Polda Sultra, Ketua MUI Sultra, Depag Sultra dan Dosen dari Unhalu.

Selanjutnya pada hari kedua yaitu pada tanggal 17 Maret 2013 dilakukan kegiatan Workshop dengan materi berupa pelatihan membuat blog/website bagi para peserta. Diharapkan dari kegiatan ini tiap-tiap peserta mampu membuat sendiri blog/website di daerahnya masing-masing sehingga mampu menciptakan informasi-informasi yang positif sebagai media dakwah dan pencerahan masyarakat.