PAM Pileg 2014

???????????????????????????????Sukabumi – Senkom Mitra Polri Kabupaten Sukabumi menurunkan sebanyak 41 personil untuk membantu pengamanan pemilihan  anggota legislatif yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada hari Rabu (9/04/2014) yang lalu. Bagi seluruh anggota senkom, giat ini bukanlah hal yang baru karena seluruh anggota senkom sudah pernah juga ikut serta dalam pengamanan pemilihan kepala daerah Jawa Barat pada bulan Februari tahun 2013 yang lalu.

Bersama-sama aparat kepolisian yang dibantu dengan satuan linmas anggota senkom disebar di 13 titik pos pengamanan yang strategis, mulai dari ujung sebelah barat yaitu kecamatan Cicurug sampai wilayah selatan di Palabuan Ratu. Hal ini juga merupakan komitmen seluruh anggota senkom di Kabupaten Sukabumi yang telah mendapatkan arahan secara langsung dari bupati sukabumi H. Sukmawijaya pada acara apel seluruh ormas/OKP yang ada di Sukabumi beberapa waktu yang lalu di alun-alun Palabuan Ratu. Arahan agar terciptanya pemilu damai menuju Indonesia yang lebih baik ini diwujudkan oleh anggota Senkom Mitra Polri dengan terjun langusng melaksanakan pengamanan pemilihan anggota legislatif pada tahun ini.

Seminggu sebelumnya seluruh anggota Senkom Kabupaten Sukabumi di berikan pemantapan oleh Ketua Pengkab Senkom Mitra Polri Sukabumi, H. Suridi. Dalam cara pemantapan tersebut H. Suridi mengingatkan agar seluruh anggota Senkom yang ada di Sukabumi bisa ikut serta dalam pengamanan pemilihan anggota legislatif ini juga agar tidak lupa untuk ikut dalam proses pencoblosan dan dilarang keras untuk golput atau tidak memilih. Instruksi ini benar-benar dilaksanakan oleh anggota senkom dengan berbagai cara. Sebagian ada yang mencoblos di pagi hari bahkan ada yang termasuk orang pertama yang mencoblos. Sebagian lagi ada yang membawa surat dari TPS setempat anggota senkom untuk mencoblos di tempat tugas pengamanan pileg ini.

Momen pengaman pemilihan anggota legislatif ini juga ternyata dimanfaatkan beberapa anggota senkom untuk merapat kepada jajaran polsek tempat giat pengamanan dilaksanakan. Di polsek Nagrak misalnya, anggota senkom yang merapat disana mendapatkan sambutan yang hangat langsung dari kapolsek nagrak Ujang Rohim. Dalam arahannya Senkom di Nagrak diharapkan menjadi contoh yang baik bagi ormas yang lain agar bisa memanfaatkan teknologi untuk komunikasi. Karena managemen komunikasi sangat penting dalam menciptakan organisasi yang sehat

Dalam audiensi tersebut kapolsek juga diperkenalkan dengan teknologi yang dimiliki oleh anggota senkom yaitu eQSO dan aplikasi HT “Zello” yang sama-sama dapat dimanfaatkan untuk saling melaporkan situasi di lingkungan anggota senkom. Hal ini sangat berguna untuk menjaga kamtibmas dilingkungan masing-masing. Dan kapolsek pun sangat terkesan dengan aplikasi dan pemanfaatan teknologi yang dilakukan oleh senkom. Teknologi ini pun dimanfaatkan oleh senkom untuk saling memberikan informasi di tempat pam pileg anggota senkom. Terutama Aplikasib “Zello” yang memang dapat memanfaatkan telepon genggam yang dimiliki anggota senkom sehingga dapat saling melaporkan situasi di lingkungan masing-masing agar tercipta situasi yang aman dan tertib.

Giat pengamanan pemilihan anggota legislatif yang dilaksanakan sejak pagi hari sampai menjelang magrib ini diakhiri dengan laporan giat masing-masing anggota dengan memanfaatkan Zello. Secara umum dilaporkan bahwa lalu lintas pada hari pesta rakyat pemilihan anggota legislatif  tahun 2014 ini sangat lengang dan pileg berjalan dengan aman dan tertib dalam cuaca yang cerah berawan sejak pagi hari sampai malam hari di seluruh wilayah Kab. Sukabumi. Kamtibmas yang telah tercipta ini harus sangat di pelihara oleh seluruh warga sukabumi sehingga dengan pemilihan anggota legislatif ini bisa menciptakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai harga mati.(Andrianto/03)

MUI: Uang Dipegang LDII, Aman!

MUI

Uang adalah harta yang menggiurkan. Hampir segala hal memerlukan uang, dan tidak sedikit uang mengakibatkan banyaknya orang tertangkap dan di penjara oleh penegak hukum karena Uang.

Namun dengan kefahaman agama dan keyakinan yang kuat, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Buya KH.Ubaidillah Abdul Jalil.MA, mepercayakan Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pondok Gede Muhammad Taufik, sebagai Bendahara Panitia, setiap adanya acara MUI di Pondok Gede.

“Pokoknya kalau ada acara LDII bendaharanya aman deh, nih pak Haji Taufik orangnya, kalau sama dia uang tidak kurang, malah ada saldo, ada untung. Kalau sebelumnya nggak tau deh, kurang aja.” Ujar Ustad lulusan S2, Universitas AL-Azhar Cairo, Mesir, saat memberikan nasehat kepada jama’ah PC LDII saat malam I’tikaf di Masjid Rahmatullah Pondok Gede, di awal sepuluh malam terakhir dibulan Ramadhan.

Dikesempatan yang sama Anggota DPRD Kota Bekasi Sanwani Sa’adi, berharap LDII bisa saling mengisi dan memberikan masukan yang positif dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota dewan.

“Ini kali pertama saya ke masjid Rahmatullah, namun saya berharap, pak Ustad Kusno (Mubaliq masjid Rahmatullah, Red*) dan pengurus masjid Rahmatullah lainnya bisa main kerumah saya, saya tunggu nanti pas Lebaran ya, bantu saya untuk masukan-masukan demi kebaikan umat, khususnya di Bekasi.” Ujar Anggota dewan yang diusung dari salah satu partai Islam di Bekasi, Jawa Barat.

Acara yang dikemas santai ini, dihadiri pula perwakilan Depag, Pengurus harian MUI Pondok Gede, Ketua RT/RW, Bimas Polsek Pondok Gede, dan beberapa tokoh masyarakat setempat, yang berakhir hingga pukul 03.00 WIB dilanjutkan dengan makan saur bersama. (Aan)

LDII Tabalong Adakan Seminar Ekonomi Syariah

tabalong

SEMINAR SEHARI EKONOMI SYARIAH
Mencari Barokah dengan Menghindari Riba

Tanjung, Kontras
MUI hanya bisa memberikan fatwa terkait dengan haramnya riba, sebab secara umum Indonesia sudah menganut sistem ekonomi yang ribawi, sehingga sulit kita untuk bebas dari riba secara 100 persen, yang bisa dilakukan oleh umat Islam hanya menghindarinya sejauh-jauhnya.

“Jujur saja, jika kita berbicara bagaimana pengelolaan ekonomi syariah tentu sangat sulit, sebab selain sistem kita sudah menganut sistem ribawi juga pemahaman tentang riba itu sendiri dikalangan umat masih sangat minim,” papar KH.Rasyidi,Lc ketua MUI Tabalong dalam seminar sehari yang diadakan LDII Tabalong di Komplek Tabalong Islamic Center beberapa waktu lalu.

Minimnya pemahaman tentang riba menjadi tanggung jawab kita semua yang bergerak di bidang dakwah salah satunya adalah LDII untuk memberikan pemahaman tentang riba kepada umat dan apa yang sudah dilakukan seperti saat ini menurut Rasyidi sebagai salah satu upaya memberikan pemahaman kepada umat.

“ini penting sekali dan sebisanya dilakukan terus menerus sehingga tertanam kuat di umat untuk menghindari riba”tandasnya.

MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang riba dan sekarang ada Bank syariah jadi wajib hukumnya menabung di Bank Syariah untuk terhindar dari riba.

“Islam sendiri tidak memberikan toleransi pada praktek riba, sangsinya pun berat jika orang sudah tahu riba namun tetap nekat melakukan riba, “Masalah Riba dalam Islam adalah masalah besar, sebab dosanya dalam melakukan riba sangat besar dan konsekuensinya dimasukan kedalam neraka” papar Ustz Suprianto, S.AP pembicara dari LDII Tabalong.

Untuk itu Ia mengatakan perlunya pemahaman tentang riba oleh umat secara detail Ia menjelaskan tentang transaksi yang masuk dalam hukum riba dan bagaimana menghindarinya.

Ekonomi ribawi sangat merugikan umat sebaliknya dengan ekonomi yang berbasis syariah akan menguntungkan bagi umat, Urainya sambil memaparkan perbedaan antara ekonomi syariah dengan ekonomi ribawi.

“menghindari riba membuat hidup kita jadi barokah”pungkasnya.

Kepala Pimpinan Cabang BSM Tanjung Muhammad Endri Dzul Fikri, menjelaskan perlunya memerangi riba, “yang terbaik saat ini kita harusnya terlibat untuk memerangi ekonomi yang ribawi, yaitu melawan sistem tersebut dengan menghidupkan sistem-sistem yang syari’ah,” ujarnya.

“Indonesia memang termasuk negara yang lambat dalam melaksanakan sistem syariah dari perbankkan, sehingga saat ini tidak banyak orang yang tahu sistem tersebut, sekarang tersebar Bank Syariah itu memudahkan umat keluar dari praktek riba,” terangnya.

Seminar yang diikuti ratusan orang itu berlangsung hangat dan penuh keakraban terlebih lagi antusiasme peserta yang tinggi untuk terus bertanya tentang riba.(noer alle)

Komunikasi dapat Wujudkan Harmonisasi antar Umat Beragama

DPD LDII Kab. Karimun

HARMONISASI serta kedamaian hubungan antarumat beragama dapat meningkatkan daya saing Kabupaten Karimun sebagai daerah tujuan investasi. “Kalau tidak ada damai, Karimun tidak akan berdaya saing dalam menarik investasi. Sebaliknya, kalau damai, maka daya saing Karimun akan semakin kuat,” kata salah seorang tokoh agama dalam acara Temu Tokoh Agama di Kab. Karimun beberapa waktu silam.

Ketua MUI Kabupaten Karimun yang juga Ketua FKUB Kabupaten Karimun, H. Azhar Hasyim, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan, bahwa peranan FKUB sangat dominan dalam menciptakan suasana hubungan antarumat yang harmonis dan penuh kedamaian.

“Adanya gesekan-gesekan kecil yang terkadang terjadi di beberapa tempat, berkat komunikasi para tokoh agama semuanya dapat diselesaikan dengan baik tanpa memunculkan konflik seperti di daerah lain. Ini semua berkat kebersamaan semua pemeluk dan tokoh agama dalam FKUB,” ucapnya.

Kepada NUANSA dan H. Aprilzal (Ketua LDII Karimun) ketika kami melakukan audiensi beberapa waktu lalu, H. Azhar Hasyim mengatakan bahwa FKUB Kabupaten Karimun adalah forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk mewujudkan kerukunan dan kesejahteraan masyarakat kabupaten karimun.

Dijelaskannya, bahwa untuk menjaga Karimun tetap kondusif, FKUB Kabupaten Karimun mempunyai banyak tugas. Pertama, melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat; Kedua, menampung aspirasi ormas-ormas keagamaan dan masyarakat; Ketiga, menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan bupati Karimun; Keempat, melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan umat beragama; Kelima, membentuk sektariat bersama; dan Keenam, melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Bupati Karimun.

Menurut H. Azhar Hasyim, masing-masing tokoh agama selain berusaha menciptakan dan menjaga kerukunan antar umat beragama juga harus bisa menciptakan dan menjaga kerukunan intern umat beragama.

“Jadi masing-masing tokoh agama harus menjaga kerukunan internal agamanya, karena permasalahan internal umat beragama bukan menjadi kewenangan FKUB, jadi masing-masing tokoh agama harus bisa menjaga dan menciptakan kerukunan internal di agamanya karena FKUB tidak bisa masuk jika ada permasalahan di internal agama,” jelasnya.

Sependapat dengan H. Azhar Hasyim, Ketua LDII Karimun H. Aprilzal kepada NUANSA mengatakan bahwa Karimun sudah sejak dulu penuh kedamaian. Masyarakat yang terdiri atas berbagai agama, suku dan ras hidup rukun di tengah keanekaragaman. “Perdamaian ibarat merajut kain berwarna-warni yang memperlihatkan keindahan di tengah perbedaan,” ujarnya.

H. Aprilzal adalah tokoh pemuda di Kab. Karimun. Selain sebagai Ketua DPD LDII Kab. Karimun, beliau juga adalah Ketua KNPI Karimun, Anggota Bidang Litbang MUI Kab. Karimun, Direktur Eksekutif KADIN, dan Sekretaris Gapensi. Dalam kepengurusan FKUB Karimun periode sebelumnya, H. Aprilzal juga masuk dalam jajaran kepengurusan. //**

karimun

Ketua LDII Kab. Karimun H. Aprilzal menyerahkan Majalah NUANSA kepada Ketua MUI/Ketua FKUB Kab. Karimun H. Azhar Hasyim.

Hadits Qudsi

Diasuh oleh : Ustadz Aceng Karimullah

Assalaamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Ustadz, alhamdulillaah dalam umur saya yang mulai “kepala 4” sekarang ini, saya mulai tertarik untuk membaca bacaan-bacaan tentang agama Islam.

Nah, ketika saya membaca rubrik tentang agama Islam di koran-koran atau majalah umum, seringkali saya menjumpai rujukan hadits yang ditulis sebagai firman Alloh.Yang menjadi pertanyaan saya: Bukankah hadits itu adalah sabda Nabi Muhammad SAW ? Bukankah firman Alloh itu adanya dalam kitab suci al-Quran ?

Mohon Ustadz bisa menjelaskannya kepada saya. Maklumlah Ustadz, saya bukan jebolan pesantren. Atas kesediaan Ustadz memenuhi permohonan saya maka saya ucapkan terima kasih.

Wassalaamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Red One – Sum.Sel.

Wa ‘alaikumus-salaam warohmatullohi wabarokatuh.

Pertama perlu kita ketahui bahwa Alloh itu Maha Berkehendak. Kalau dalam “SifatDuapuluh” kita kenal sebagai sifat “Iradat”. Kalau dalam al-Quran, diantaranya dalam surah al-Buruuj ayat 16 difirmankan sebagai:

فَعَّالٌ۬ لِّمَا يُرِيدُ

Alloh selalu melaksanakan apa yang menjadi kehendak-Nya”.

(QS. Al Buruuj ayat 16)

Tidak ada satu pihak pun yang bisa menghalangi kehendak Alloh. Jadi kalau pun Alloh berkehendak untuk menyampaikan firman-Nya kepada Nabi Muhammad di luar al-Quran, itu adalah hak prerogative-Nya, dan tidak ada yang berhak untuk protes.

Sdr. Red One, memang cukup banyak hadits yang disampaikan oleh Nabi Muhammad yang diawali dengan frasa “Alloh telah berfirman”.

Hadits yang demikian itu disebut dengan “Hadits Qudsi”. Dengan kata lain, hadits Qudsi adalah hadits yang adalah firman Alloh. Atau, bisa juga dikatakan bahwa hadits Qudsi adalah firman Alloh yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW di luar al-Quran. Sedangkan hadits yang semata-mata disampaikan sebagai sabda Nabi Muhammad SAW disebut sebagai Hadits Nabawi.

Jadi kalau kita mau tinjau perbedaan antara hadits Qudsi dan hadits Nabawi adalah sebagai berikut:

•    Hadits Qudsi adalah firman Alloh yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW kemudian beliau menyampaikannya kepada para shahabat dengan susunan kata-kata beliau sendiri. Dengan kata lain, hadits Qudsi itu materinya/pengertiannya dari Alloh sedangkan redaksinya/susunan kata-katanya dari Nabi Muhammad SAW.

•    Adapun hadits Nabawi, materi/pengertian dan susunan kata-katanya berasal dari Nabi Muhammad SAW sendiri.

Salah satu contoh hadits Qudsi adalah: Rasulullah Nabi Muhammad SAW telah bersabda bahwa Alloh ta’ala telah berfirman:  “Aku sebagaimana prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika dia berdzikir mengingat-Ku, dan jika dia mengingat-Ku dalam sendirian maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku sendiri, dan jika dia mengingat-Ku dalam sebuah kelompok/perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari kelompoknya tersebut, dan jika dia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta, dan jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya satu depa, dan jika dia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”. (HR  Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah).

Adapun perbedaan antara al-Quran dan hadits Qudsi adalah bahwa di dalam sholat, setelah kita membaca surah al-Fatihah, (kalau dalam sholat wajib, pada rakaat pertama dan rakaat yang ke-dua), kita bisa membaca surah lain dari al-Quran. Namun untuk hal ini kita tidak boleh membaca hadits Qudsi. Jadi meskipun hadits Qudsi itu firman Alloh juga, tapi tidak boleh dipakai sebagai bacaan di dalam sholat.

Perbedaan selanjutnya antara al-Quran dan hadits Qudsi adalah:

Membaca al-Quran termasuk suatu ibadah yang utama, berdasar:

•    Sabda Rosululloh SAW: Alloh telah berfirman: “Barangsiapa yang disibukkan untuk membaca al-Quran ketimbang berdzikir atau berdoa maka Aku akan member lebih kepada yang membaca al-Quran  ketimbang yang Aku berikan kepada orang yang berdoa”. (HR At-Tirmidzi).

•    Sabda Rosululloh SAW: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Alloh maka baginya (akan mendapat) kebaikan yang nilainya sepuluh. Aku tidak mengatakan bahwa “Alif Laam Miim” itu satu huruf, tetapi “Alif” sendiri satu huruf, “Laam” sendiri satu huruf, “Miim” sendiri satu huruf”.  (HR At-Tirmidzi juga).

Dan banyak lagi hadits yang menerangkan tentang keutamaan al-Quran. Keutamaan-keutamaan ini (seperti halnya nilai 10 pahala untuk setiap huruf) itu berlaku untuk yang membaca al-Quran dan tidak termasuk untuk yang membaca hadits Qudsi. Tapi bukan berarti bahwa membaca hadits Qudsi tidak ada pahalanya, karena untuk setiap ibadah/kebaikan yang kita kerjakan dengan tulus ikhlas karena Alloh maka Alloh akan menjanjikan pahala, sebagaimana firman-Nya:

مَنۡ عَمِلَ صَـٰلِحً۬ا فَلِنَفۡسِهِۦ‌ۖ وَمَنۡ أَسَآءَ فَعَلَيۡہَا‌ۖ

Barangsiapa yang berbuat suatu kebaikan maka (pahalanya) bagi dirinya sendiri”.

(QS al-Jaatsiyah ayat 15).

Demikian yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan anda.

Walloohul-musta’aan, walaa haula walaa quwwata illaa billaah.

Wassalaamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Kisah Nabi Ayyub [2]

H. Dave Ariant Yusuf W., Spd.I, CSPS
Dept. Pendidikan Agama dan Dakwah DPP LDII

Nabi Ayyub adalah satu manusia pilihan dari sejumlah manusia pilihan yang mulia. Allah telah menceritakan dalam kitabNya dan memujinya dengan berbagai sifat yang terpuji secara umum dan sifat sabar atas ujian secara khusus. Tetapi Iblis kesal mendengar kata-kata pujian untuk seorang keturunan Adam yang ia telah bersumpah akan menyesatkannya ketika ia dikeluarkan dari surga karenanya. Ia tidak rela melihat anak cucu Adam menjadi seorang mukmin yang baik, ahli ibadah yang tekun dan melakukan amal sholeh sesuai dengan perintah dan petunjuk Allah.

Iblis pun berusaha menggoyahkan iman Nabi Ayyub dengan cara menghancurkan harta kekayaan Nabi Ayyub. Akan tetapi usaha Iblis itu sia-sia. Walaupun Nabi Ayyub jatuh miskin ia tetap bersyukur kepada Allah dan semakin mendekatkan diri kepadaNya.

Iblis kemudian pergi bersama para sekutunya menuju tempat tinggal putra putra Nabi Ayyub, sebuah gedung yang penuh dengan kemewahan dan kemegahan. Lalu digoyangkanlah gedung itu hingga roboh berantakan menimpa seluruh penghuninya. Setelah itu Iblis bergegas mendatangi Nabi Ayyub di rumahnya, menyerupai salah seorang teman Nabi Ayyub, yang datang menyampaikan berita dan menyatakan turut berduka cita atas musibah yang menimpa putra-putranya. Iblis yang menyerupai temannya itu berkata kepada Nabi Ayyub,

“Hai Ayyub, sudahkah engkau mendengar kabar putra-putramu yang mati tertimbun reruntuhan gedung yang roboh akibat gempa bumi? Rupanya Allah tidak menerima ibadahmu selama ini dan tidak melindungimu sebagai balasan bagi amal sholeh dan rukuk sujudmu siang dan malam”
Mendengar perkataan Iblis, menangislah Nabi Ayyub seraya berkata, “Allahlah yang memberi dan Dia pulalah yang mengambil kembali. Segala puji bagiNya, Tuhan yang Maha Pemberi dan Maha Pencabut”.

Lalu Iblis keluar meninggalkan Nabi Ayyub dalam keadaan bersujud dan bermunajat. Iblis makin kesal dan marah pada dirinya sendiri karena gagal lagi membujuk dan menghasut Nabi Ayyub.

Selanjutnya Iblis memerintahkan kepada para sekutunya agar menaburkan benih-benih penyakit ke dalam tubuh Nabi Ayyub. Benih-benih penyakit yang ditaburkan itu segera berpengaruh pada kesehatan Nabi Ayyub, sehingga ia menderita berbagai penyakit, demam, batuk dan lain-lain hingga menyabkan badannya makin lama makin kurus, tenaganya makin lemah, wajahnya menjadi pucat dan muncul bintik-bintik di kulitnya. Bintik-bintik itu lama kelamaan menjadi luka bernanah dan menebarkan aroma yang tidak sedap. Luka bernanah itu mulai menjalari sekujur tubuh Nabi Ayyub, bau busuk pun memenuhi ruangan dimana Nabi Ayyub terbaring lemah tak berdaya. Siapapun yang berada di dekat Nabi Ayyub pasti tidak tahan dengan bau busuk yang keluar dari luka-luka di tubuhnya. Ditambah lagi berita yang tersebar bahwa penyakit Nabi Ayyub dapat menular dengan sangat cepat kepada orang-orang yang mendekatinya. Akibatnya Nabi Ayyub mulai dijauhi oleh teman-teman dekatnya bahkan oleh orang-orang sekampungnya. Ia menjadi terasing dari pergaulan dan hanya istrinya yang tetap setia mendampingi, merawat dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, melayani segala keperluannya tanpa mengeluh atau menampakkan kekesalan hati atas penyakit yang diderita suaminya.

Iblis terus memperhatikan Nabi Ayyub. Dalam keadaan yang sudah sangat parah itu Nabi Ayyub tidak meninggalkan kebiasaannya, ia tetap beribadah dan berdzikir. Bila Nabi Ayyub merasakan sakit di sekujur tubuhnya, ia tidak pernah mengeluh maupun mengaduh, tetapi hanya nama Allah yang selalu ia sebut. Kalimat permohonan ampunan dan perlindungan Allah selalu menghiasai bibirnya. Iblis semakin kesal melihat ketabahan hati Nabi Ayyub menanggung derita, serta kesabarannya menerima berbagai musibah dan ujian. Iblis kehabisan akal dan tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan untuk mencapai tujuannya merusak akidah dan iman Nabi Ayyub. Ia lalu meminta pendapat kepada para sekutunya, apa yang harus dilakukan lagi untuk menyesatkan Nabi Ayyub setelah segala usahanya tidak membuahkan hasil.

Iblis bertanya kepada para sekutunya, “Di manakah kepandaian tipu daya kalian? Yang selama ini tidak pernah sia-sia dan selalu berhasil menyebar benih was-was dan keraguan ke dalam hati manusia?

Salah satu sekutu Iblis menjawab, “Engkau telah berhasil mengeluarkan Adam dari surga, dari arah mana Engkau mendatangi Adam?”

“Owh.. Dari istrinya, iya dari Hawa maksudmu?” jawab Iblis.

“Iya, datangi ia melalui istrinya, gunakan siasat itu Ayyub, hembuskan racunmu ke telinga istrinya yang sudah tampak lelah merawatnya, namun masih tetap patuh dan setia” jawab sekutu Iblis.

“Tepat! ,hanya tinggal itu satu satunya jalan yang belum aku coba. Pasti kali ini degan cara menghasut istrinya aku akan berhasil” jawab Iblis
Dengan rencana barunya pergilah iblis mendatangi istri Nabi Ayyub, menyamar sebagai teman suaminya. Ia berkata kepada istri Nabi Ayyub, “Apa kabar dan bagaimana keadaan suamimu saat ini?”

“Itu dia terbaring menderita kesakitan, namun mulutnya tidak pernah berhenti berdzikir menyebut nama Allah. Ia benar-benar sudah keadaan parah, mati tidak, hidup pun tidak”

Kata-kata istri Nabi Ayyub itu menimbulkan harapan bagi Iblis bahwa kali ini ia akan berhasil. Maka diingatkanlah istri Nabi Ayyub akan masa mudanya di mana ia hidup dengan suaminya dalam keadaan sehat, bahagia dan makmur. Diingatkannya pula kenang-kenangan dan kemesraan masa lalu bersama Nabi Ayyub.

Kemudian keluarlah Iblis dari rumah Nabi Ayyub meninggalkan istri Nabi Ayyub duduk termenung seorang diri, mengenang masa lalunya, masa kejayaan suaminya dan kesejahteraaan hidupnya, membanding-bandingkannya dengan masa di mana berbagai penderitaan dan musibah dialaminya, yang berawal dengan musnahnya kekayaan dan harta benda, disusul dengan kematian putranya, lalu diikuti oleh penyakit suaminya yang parah dan sangat menjemukan itu. Isteri Nabi Ayyub merasa kesepian berada di rumah sendirian bersama suaminya yang terbaring sakit. Tidak ada sahabat maupun kerabat, semua menjauhi mereka karena takut tertular penyakit Nabi Ayyub.

Istri Nabi Ayyub menarik nafas panjang mendatangi suaminya seraya berbisik, “Wahai suamiku, sampai kapan Engkau tersika oleh Tuhanmu ini? Dimana kekayaanmu, putra-putramu, sahabat-sahabatmu dan tetangga-tetanggamu? Oh, Alangkah indahnya masa lalu kita, usia muda, badan sehat, kebahagiaan dan kesejahteraan hidup selalu kita rasakan bersama keluarga. Akankah terulang kembali masa yang manis itu? Mohonlah wahai suamiku kepada Allah, agar kita dibebaskan dari segala penderitaan dan musibah yang berkepanjangan ini”

Berkatalah Nabi Ayyub menjawab keluhan istrinya itu, “Wahai istriku, Engkau menangisi kebahagiaan dan kesejahteraan masa lalu, menangisi anak-anak kita yang telah meninggal diambil oleh Allah dan engkau minta aku memohon kepada Allah agar kita dibebaskan dari kesengsaraan dan penderitaaan yang kita alami saat ini. Aku hendak bertanya kepadamu, berapa lama kita tidak menikmati masa hidup yang mewah, makmur dan sejahtera itu?”,
Istrinya menjawab “Delapan puluh tahun”

“Lalu berapa lama kita telah hidup dalam penderitaan ini?” tanya Nabi Ayyub

“Tujuh tahun” jawab sang istri

Nabi Ayyub melanjutkan perkataannya, “Aku malu, memohon kepada Allah agar membebaskan kita dari kesengsaraan dan penderitaan yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan masa kejayaan yang telah Allah kurniakan pada kita…..”

[bersambung]