Ibu

Semua diawali dari sebuah proses membesarkan anak dimana anak sangat tergantung dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan yang tidak pernah bisa dipenuhi orang lain. Cara Ibu memenuhi kebutuhan atau tidak memenuhi kebutuhan anak akan mempengaruhi anak tersebut sampai dewasa. Jika perlakuan ibu dalam membesarkan anak tidak sempurna, tidak memenuhi kebutuhan secara emosional, dan penuh dengan ketidaknyamanan dalam membesarkan anaknya, sangat mempengaruhi kehidupan anak tersebut sampai dengan dewasa.

Hampir semua anak mengasihi ibunya, namun ada hal yang mengganjal dan menjadi masalah dengannya. Ada sebagian orang menyimpan kenangan-kenangan buruk masa lalu yang masih menghantui dirinya saat ini, dan ada pula sebagian orang yang mengalami kesulitan-kesulitan dalam berhubungan dengan seorang ibu. Mungkin ada pertanyaan-pertanyaan yang menggelitik hati tentang perlakuannya dulu. Bagaimana saya bisa memiliki hubungan yang baik dengan ibu saya sendiri, sedangkan terlebih dahulu dia bersikap kasar dengan saya.

Apakah masalah-masalah dalam pekerjaan dan hubungan yang saya alami saat ini terpengaruh dari cara ibu saya membesarkan saya?. Apa yang benar dan apa yang salah dalam cara saya membesarkan anak, dan bagaimana keterkaitan antara masa kecil saya dengan kehidupan saat ini serta bagaimanakah cara yang terbaik untuk membesarkan anak saya saat ini?.

Ada sebagian orang yang sekian lama hidup dalam pergumulan berat berkaitan dengan ibu, karena mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan berkaitan dengan cara dibesarkan oeh ibunya, dengan segala kebaikan dan keburukannya. Ada juga sebagian orang yang melihat banyak mukjizat terjadi bagi mereka yang melihat itu sebagai suatu pelajaran, pemulihan diri, bagaimana memaafkan dan bagaimana mengasihi dan sekarang memiliki hubungan yang lebih berbuah dan berarti dengan ibunya dan akhirnya juga hubungannya dengan orang lain.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dan sekian banyak lagi pertanyaan pertanyaan lainya bukanlah suatu sikap yang tidak positif terhadap seorang Ibu. Allah telah menetapkan keistimewaan pada diri seorang ibu “Hormati ibumu, ibumu, ibumu, baru bapakmu” (Al-Hadist) dan kita diwajibkan untuk tetap menghormati orangtua hingga akhir hayat mereka. Adakalanya terdapat sesuatu perlakuan yang kurang menyenangkan walaupun demikian wajib untuk tetap menghormatinya.

Pada akhirnya menyelesaikan permasalahan dengan seorang ibu, dan bertanggung jawab untuk mengampuni serta memulihkan diri sekaligus menerima bahwa pengalaman hidup tersebut adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus kita pahami dan kita terima apa adanya secara ikhlas serta bertanggung jawab.

Ibu, atau ditinggalkan!

Kedudukan seorang ibu dalam keluarga sangatlah strategis dan mulia, khususnya dalam membangun pribadi-pribadi yang dipercayakan Allah kepada masing-masing keluarga. Namun demikian ada sebagian perempuan yang menyepelekan peran ibu dalam membangun keluarga, terutama dalam membesarkan anak-anak dan mengelola rumah tangganya. Jika direnungkan pekerjaan dan tanggung jawab yang biasa dilakukan oleh ibu, membuatnya menjadi suatu daftar pekerjaan yang panjang, maka barulah disadari betapa banyak tugas yang dikerjakan ibu dan betapa besarnya pengorbanan yang dilakukannya.

Jika disusun daftar “job description” dan “responsibility” yang dapat dilakukan oleh seorang yang bekerja dengan jabatan seorang ibu? Maka hasilnya adalah “luar biasa” kehebatan seorang perempuan yang diciptakan Allah untuk memegang tanggung jawab ini sebagai seorang ibu?

Itulah salah satu penyebab rendahnya kualitas anak usia dini saat ini, disamping pengabaian peran ibu sebagai pendidik pertama dalam keluarga. Saat ini, banyak para ibu yang tidak memahami perannya sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Ada ibu yang mempunyai waktu tetapi tidak mengetahui cara mendidik anak, ada juga ibu yang tidak mempunyai waktu untuk mendidik anak-anaknya karena tuntutan pekerjaan, urusan keluarga, serta aktivitas-aktivitas yang tidak perlu lainnya semua ini disebabkan oleh ketidaksadaran akan perannya sebagai pendidik pertama dan utama.

Apabila hal ini terus berlangsung maka besar kemungkinannya generasi bangsa ini untuk selanjutnya akan memiliki kualitas diri yang rendah. Eksploitasi anak, gaya hidup yang hedonis, pengendalian emosi yang kacau serta kenakalan-kenakalan lainnya dari anak dan remaja mengakibatkan mentalitas yang rendah dan menjadi mudah stres. Mereka tidak akan mempunyai tujuan hidup yang ideal, dan yang paling mengkhawatirkan adalah apa jadinya bangsa ini kelak dikemudian hari.

Doroty Law Nolte dalam puisinya Children learn what they live, menggambarkan bahwa seorang anak belajar dari kehidupannya. Itu sebabnya, jika anak dibesarkan oleh seorang pembantu, maka proses tumbuh kembang mereka pun akan dipengaruhi pula oleh sikap dan perilaku sang pembantu.

Tidak keliru kalau pada saat ini banyak keluarga terhormat yang memiliki anak dengan sikap dan perilaku yang identik dengan pembantu rumah tangganya. Atas dasar itu, barangkali kita semua akan sepakat apabila peran ibu, disamping tentunya pula peran bapak, akan sangat besar artinya dalam memelihara tumbuh kembang anak. Atas dasar itu pula, kita juga akan sepakat bahwa peran penting dan mulia itu tidak begitu saja dapat digantikan dengan kehadiran orang lain. Hal inilah yang menjadi penting dan harus diperhatikan untuk dijadikan suatu bahan kajian sekaligus renungan bagi kita semua.

Belajar Trik Sulap Matematika

matematikaTrik sulap matematika merupakan trik sulap yang menggunakan ilmu matematika.

Ada yang berupa prediksi, hitung cepat, dan sebagainya. Dengan menggunakan sulap matematika (math magic), seseorang dapat bermain sulap layaknya dapat memprediksi angka tertentu, menghitung cepat, membaca pikiran, dan sebagainya, yang ternyata itu hanyalah trik matematika.

MATEMATIKA dibuat jadi permainan sulap? Mengapa tidak. Selain menghibur sulap ini juga bisa membuat orang, utamanya pelajar, untuk mengubah persepsi mereka ternyata matematika tidak semata bikin kepala puyeng tujuh turunan, tetapi bisa juga menyenangkan plus menghibur.

Di bawah ini adalah salah satu dari beberapa sulap matematika yang penulis kuasai. Haqqul yaqiin, siapa yang mau mempelajarinya insya Allah bisa mempraktekkannya dengan cepat. Cara bermainnya sebagai berikut:

• Mintalah seorang teman untuk menulis tiga, empat, lima digit angka yang dia suka, tetapi harus dirahasiakan. Misalkan dia menulis tiga digit: 456.
• Setelah itu mintalah teman anda untuk menjumlahkan angka tersebut. Berarti: 4+5+6=15.
• Hasil penjumlahan kemudian dikurangkan dengan angka semula. Jadi: 456-15=441. Sekali lagi teman anda tidak boleh menyebutkan hasil dari pengurangan tersebut.
• Kemudian suruh dia memberi tanda pada satu angka sebagai angka rahasia. Misalkan angka 441, yang dia rahasiakan adalah angka 1 (satu).
• Seterusnya tanyakan kepada teman anda, berapa jumlah angka yang tidak dia rahasiakan…. berarti 4+4= 8.
• Setelah disebutkan, dalam hitungan detik anda dengan jitu bisa menebak, bahwa angka yang dia rahasiakan adalah angka 1 (satu). Hehe. Mau tahu rahasianya?

Rumusnya adalah “angka 9 dan kelipatannya”. Artinya, angka rumus kita harus lebih besar dari jumlah yang disebutkan oleh teman kita. Misal dari contoh tadi, angka rahasianya pasti 1 (satu) karena dia menyebut angka 8 (9-8=1). Akan tetapi kalau jumlah angkanya 11, maka angka rahasianya pasti 7 (tujuh), karena 18 – 11 = 7. Angka 18 adalah kelipatan dari 9 (semblan). Demikian seterusnya. Gampang toh!?

Di bawah ini kumpulan trik sulap matematika yang bisa pembaca coba praktekkan. Siapa tahu bisa jadi sarana mencari nafkah.

1. Trik Tebak Angka

• Pikirkan salah satu angka antara 1-10.
• Kalikan dengan 2.
• Tambah dengan angka yang dipilih tadi.
• Bagi dengan angka yang dipilih tadi.
• Hasilnya pasti 3.
• Triknya: (2a + a): a. Huruf “a” adalah angka yang dipilih.

2. Trik Prediksi 1089

• Buat prediksi yang bertuliskan angka 1089.
• Suruh orang untuk memilih 3 digit angka.
• Suruh balik angkanya.
• Lalu hitung selisih kedua angka tersebut. Dikurangkan.
• Suruh balik angkanya. Lalu tambahkan.
• Tunjukkan prediksi Anda yang bertuliskan angka 1089. Kereeen.
• Triknya: Misalkan angka yang dipilih adalah 125, dibalik menjadi 521. Selisih 521-125=396. Angka 396 dibalik menjadi 693. Kemudian 396 + 693 = 1.089.

3. Trik Prediksi Angka 73

• Buat prediksi yang bertuliskan 73.
• Suruh orang untuk memikirkan 4 digit angka.
• Berikan orang tersebut sebuah kalkulator.
• Suruh untuk memasukkan 4 digit angka yang dipilih tadi di kalkulator dengan mengetikkannya sebanyak 2 kali. Misal angka yang dipilih adalah 1234, maka masukkan angka 12341234 pada kalkulator.
• Suruh untuk membaginya dengan 137. Berarti: 12.341.234 : 137 = 90.082.
• Angka 90.082 suruh untuk membaginya lagi dengan 4 digit angka yang pertama kali dipilih. Berarti: 90.082 : 1.234 = 73.

4. Menebak tanggal lahir.

• Siapkan sebuah kalkulator.
• Mintalah relawan mengalikan tanggal lahirnya dengan 5. Contoh 9 x 5 = 45.
• Tambahkan dengan angka 6, menjadi 45 + 6 = 51.
• Kalikan dengan angka 4, menjadi 51 x 4 = 204.
• Tambahkan dengan angka 9, menjadi 204 + 9 = 213.
• Kalikan dengan angka 5, menjadi 213 x 5 = 1065.
• Tambahkan dengan bulan lahir, menjadi 1065 + 8 = 1073.
• Mintalah agar relawan tersebut untuk mengatakan hasilnya, yaitu 1073.
• Tanpa di ketahui oleh relawan tersebut, kurangilah 1073 dengan angka 165, sehingga menjadi = 908.
• Nah, tanggal lahirnya dengan hasil ahkir 908 adalah tanggal 9 bulan 08.
• Jika dalam perhitungannya ada 4 digit angka, berarti 2 digit angka adalah tanggal, dan 2 digit angka di belakang adalah bulan lahirnya.

5. Tebak umur sederhana

• Sediakan kalkulator, alat tulis (Spidol), dan sebuah kertas HVS.
• Perhatian, permainan ini digunakan untuk usia antara 10 hingga 19 tahun.
• Mintalah seseorang menuliskan umurnya pada sebuah kertas, misalkan 18 tahun.
• Sesudah itu tambahkan dengan angka 90, menjadi 18 + 90 = 108.
• Jumlahkan hasilnya menjadi satuan, sehingga menjadi 1 + 0 + 8 = 9.
• Mintalah relawan tersebut untuk memberikan hasil jawabannya.
• Kemudian secara diam-diam tambahkan dengan angka 9, sehingga menjadi 9 + 9 = 18.

6. Menebak uang saku

Misalkan seorang penonton berumur 20 tahun, kemudian dia mempunyai uang di dompetnya sebesar 50.000 rupiah. Kita menulisnya tanpa ribuan, misalnya 50.000 kita cukup tulis 50 saja.

• Tuliskan umur penonton (20 tahun), kemudian kalikan dengan 4 (20 x 4 = 80).
• Tambahkan dengan 10 (80 + 10 = 90).
• Kalikan dengan 25 (90 x 25 = 2250).
• Kurangi dengan jumlah hari dalam setahun (2250 – 365 = 1885).
• Tambahkan dengan uang yang ada sekarang (1885 + 50 = 1935).
• Tambahkan dengan 115 (1935 + 115 = 2050)

Setelah penonton selesai melakukan rangkaian tersebut, kemudian tanyakanlah hasil akhirnya. Hasil ini dijamin tidak akan salah kecuali penonton yang salah dalam menghitung. Bilangan pada digit ribuan dan ratusan itu menunjukan bahwa umur dia, sedangkan dua bilangan pada digit puluhan dan digit satuan akan menunjukkan uang saku salah satu penonton dalam ribuan.

Dari contoh diatas, dari hasil akhirnya adalah 2050. Maka angka 20 menunjukkan umur, dan 50 adalah uang saku yang dibawanya senilai 50.000 rupiah. Peringatan, trik ini berlaku untuk uang dengan nominal dibawah 100.000 rupiah. /**

LDII Lampung Tebar 52 Ribu Bingkisan Daging Qurban

Ketua Umum MUI Prov. Lampung (Drs. H. Mawardi,AS), didampingi wakil ketua DPW LDII dan wanhat, saat memberikan bingkisan daging kurban secara simbolis kepada anak yatim dan tuna netra, pada acara tebar daging kurban DPW LDII Prov. Lmapung, 5 Oktober 2014

Bandar Lampung – Idul Adha 1435 H/2014, warga LDII se-Provinsi Lampung telah berhasil menyembelih lebih dari 900 ekor sapi dan 800 ekor kambing. Mewujudkan esensi penyembelihan, LDII Lampung mengemas qurban tersebut dalam bentuk bingkisan untuk disebar menjadi 52.613 paket daging qurban.

Hal ini berdasarkan laporan dari Sekretaris DPW LDII Provinsi Lampung Drs Heri Sensustadi saat ditemui pada seremonial pelepasan Tebar Qurban di Masjid Hizbullah, Labuhan Dalam, Bandar Lampung (05/10).

Ketua DPW LDII Provinsi Lampung H Kusnardi, MSc.Agr mengatakan besarnya jumlah hewan yang berhasil diqurbankan dikarenakan atas kesadaran warga dalam memahami pahala yang akan diperoleh. Selain itu, warga juga memiliki kesungguhan untuk menabung qurban dari jauh-jauh hari.

“Alhamdulillah, jumlah hewan yang diqurbankan setiap tahun semakin meningkat. Hal ini dikarenakan kami secara optimal telah mempersiapkan semuanya dari jauh hari. Juga terus digemborkan pahala yang akan diperoleh bagi yang mampu melaksanakan dan akibatnya jika mampu tetapi tidak mau melaksanakan,” ujar Kusnardi.

Dibandingkan 1434 H, secara nominal pengaplikasian qurban kali ini memang mengalami peningkatan. Tahun lalu total qurban warga LDII Lampung sejumlah 13,84 milliar, adapun tahun ini naik menjadi 16,3 milliar.

Kusnardi menambahkan pelaksanaan pemotongan hewan qurban dilaksanakan serentak mulai dari tingkat Dewan Perwakilan Wilayah, Dewan Perwakilan Daerah, Pimpinan Cabang hingga Pimpinan Anak Cabang LDII se-Provinsi Lampung.

H. Narso, S.Sos, M.Si, Dewan Penasehat DPW LDII Lampung mengungkapkan pelaksanaan qurban dapat meningkatkan kesalehan agama dan sosial.

“Secara keagamaan mampu melaksanakan ibadah qurban berarti menyambung hubungan manusia dengan Allah. Selanjutnya dari aspek sosial qurban memiliki dimensi kemanusiaan yang tergambar secara jelas dari tebar paket daging yang dilaksanakan. Hal ini akan mengajarkan kepekaan sosial, kepedulian dan rasa saling menyayangi pada sesama manusia,” ungkap Narso saat memberikan pengarahan penyembelihan hewan qurban.

Semua ini seperti apa yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dengan Nabi Ismail AS. Selain menjadi contoh pengorbanan, apa yang dilakukan Nabi Ibrahim menjadi teladan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hubungan kedua ayah dan anak ini menjadi contoh keharmonisan, saling menghargai, rasa demokratis dan kedisiplinan sehingga akan menumbuhkan kedamaian dan kesejukan.

DPD LDII Kota Ternate Selenggarakan Qurban Bersama Warga

ternate14

Ternate (5/10/14) – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( DPD LDII ) Kota Ternate melaksanakan qurban di halaman Sekretariat DPD LDII Kota Ternate di Gamayou, Kelurahan Makasar Barat, Kota Ternate, pada hari Minggu (5 Oktober 2014). Menurut Ketua Panitia Qurban, Muhammad Nurdin Solekhan, S.ST, kegiatan ini melibatkan warga di lingkungan sekitar Sekretariat DPD LDII Kota Ternate, Ketua Rt 04 / Rw 04 Kelurahan Makasar Barat dan para pengurus DPD LDII Kota Ternate.

“Alhamdulillah tahun ini kita warga LDII Kota Ternate bisa Qurban 6 ekor sapi dan 1 ekor kambing, Marilah kita rayakan idul adha tahun ini, dengan mentaati sunnah nabi Ibrahim AS dan kita tingkatkan solidaritas sesama umat”, ujar Nurdin.

Acara qurban dimulai dengan pengarahan pembagian tugas dan mekanisme pembagian daging kurban. “Kami sudah melaksanakan qurban dari tahun ke tahun, rata-rata sekitar 150 bungkus dibagikan untuk warga sekitar dan warga LDII Kota Ternate. Sapi ini Shodaqoh dari warga LDII seperti Pak Zaini berjumlah satu sapi dan sebagian sapi dan kambing dari warga LDII Kota Ternate” ujar Nurdin.

Acara penyembelihan hewan Qurban juga diikuti ibu-ibu dan anak-anak yang dilanjutkan makan siang bersama termasuk masyarakat sekitar yang ikut dalam pelaksanan penyembelihan dan diakhiri pembagian daging Qurban.

Colosseum

oleh: H. Teddy Suratmadji

Colosseum adalah sebuah amphitheater terbesar di dunia yang terletak di kota Roma, Itali. Sebuah tempat hiburan berdarah-darah pertarungan hidup-mati para gladiator, dan hiburan perburuan manusia oleh binatang buas. Sebuah bangunan yang menyimpan sejarah yang erat kaitannya dengan 2 kenabian agama samawi: Isa dan Muhammad.

Muhammad diangkat menjadi Nabi pada usia 40 tahun dan wafat pada usia 63 tahun. Artinya, Muhammad menyebarkan Islam selama 23 tahun. Sedangkan Isa, sejak masih dalam gendongan Maryam sudah berkata ”Innii ‘abdullooh aataaniyal kitaaba waja’alanii nabiyyan – Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab dan Dia menjadikan aku seorang Nabi” (QS XVIII:30). Isa diangkat ke langit pada usia 30 tahun.

Colosseum didirikan tahun 70 M oleh Kaisar Romawi Vespasian. Artinya sekitar 40an tahun setelah Isa diangkat ke langit. Karena Muhammad lahir tahun 573 M, maka Colosseum sudah berumur 500an tahun pada saat Muhammad lahir. Artinya, sampai Muhammad diangkat Nabi, maka para pengikut Isa adalah orang-orang Iman. Dalam catatan sejarah, pertarungan gladiator berlangsung sampai tahun 435 dan perburuan binatang buas sampai tahun 523. Colosseum dialih-fungsikan di akhir abad ke-6 Masehi.

Berkesempatan berkunjung ke Colosseum, membuat perasaan menjadi campur aduk. Mixed feeling.

colo

Pertama, Colosseum adalah bangunan simbol super power zaman dulu. Kekaisaran yang berkuasa begitu lama 27 SM s/d 476 M (Kekaisaran Barat) dan 330 M s/d 1453 M (Kekisaran Timur). Karena menguasai wilayah yang sangat luas di Eropa, Afrika dan Asia dalam waktu yang sangat lama, maka pengaruh Romawi begitu kuat mempengaruhi agama, bahasa, filsafat, hukum, dan pemerintahan yang kemudian lebih menyebar lagi ke seluruh dunia ketika Eropa menjadi bangsa penjajah dunia.

Kedua, Kekaisaran Romawi dijadikan nama sebuah surat dalam Al-Quran. “Ghulibatir Ruum. Fii adnal ardli wa hum min ba’di gholabihim sayaghlibuun – Telah dikalahkan bangsa Romawi. Di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudahnya. Dan di hari kemenangan itu bergembiralah orang-orang yang beriman” (QS XXX:2-4). Kekaisaran Romawi akhirnya jatuh tahun 1453 M oleh pasukan yang dikomandoi seorang pemuda Muslim bernama Al-Fatih. Bukti tidak ada kekekalan di dunia ini.

Ketiga, perhatikan lukisan karya Jean-Léon Gérôme berjudul The Christian Martyrs’ Last Prayer. Jika menelusuri timeline, Colosseum berfungsi sebagai arena jagal manusia berlangsung antara tahun 70 s/d 523 M saat Muhammad belum lahir. Artinya, saat itu penganut Injil adalah orang-orang Iman sebagaimana orang-orang Iman penganut Al-Quran masa kini.

Maka Insya Allah yang nampak dalam lukisan itu adalah ahli-ahli sorga pengikut Injil asli sebelum kelahiran Muhammad, yang harus membayar keimanannya dengan nyawa. Sebagian disalib dan dibakar dengan api kecil supaya lama merasakan siksanya. Sebagian lagi, orang-orang lemah, diumpankan kepada singa dan harimau yang sengaja dibuat lapar terlebih dahulu dengan tidak diberi makan sekian lama, agar supaya lebih buas lagi memangsa orang-orang Iman. Orang-orang Iman terdahulu, harus menebus sorganya dengan nyawa. Asyiah, Masitoh, Zakariya, dll.

Bagaimana dengan kita? Cukup dengan ta’at perintah Allah yang ada di dalam Al-Quran dan perintah Rosul yang ada di dalam Al-Hadits. Itupun dengan mastatho’na – semampunya. Perintah agama yang kuat untuk dikerjakan, silahkan dikerjakan. Jika tidak kuat, jangan dipaksakan, tetapi juga jangan malah membenci perintahnya. Kemudian diniati akan mengerjakan manakala sudah kuat. Plus ta’at kepada Pemerintah yang sah yang selama ini telah menjamin kebebasan kehidupan beragama.

Ingin mati syahid ada do’a dan caranya. Tanpa harus tersiksa seperti dalam lukisan Colosseum. Tanpa harus ke Afrika mengumpankan diri untuk disantap harimau, atau berperang mencari mati menjadi tentara Irak-Suriah.

Fa aina tadzhabuun?/**

Jual Beli Tanah di Bawah Tangan

Negara kita adalah negara yang menjunjung tinggi hukum sebagai landasan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, sehingga apabila hukum tersebut bisa tegak dan tegas maka rakyat akan merasakan, terlindungi dan merasa aman dalam kehidupan sehari-harinya. akan tetapi sebelum hukum positif tersebut terbentuk karena kedaulatan Negara Republik Indonesia, kita mengenal yang namanya hukum adat, mengapa demikian karena secara geografis dan secara kultur, bangsa Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau yang secara otomatis akan mempunyai beragam adat dan budaya, sehingga dalam hal ini Negara Indonesia tetap mengharhagai hukum adat yang lazim dan tidak bertentangan dengan undang-undang atau hukum positif dalam menjalankan transaksi atau perbuatan hukum lainnya.

Pada kesempatan ini kami akan memberikan wawasan mengenai jual beli tanah yang dilakukan secara sederhana atau dibawa tangan. Pada prinsipnya Penguasaan dan pengaturan serta penyelenggaraan penggunaan tanah oleh Negara diarahkan pemanfaatannya untuk kepentingan seluruh rakyat dengan tujuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. adapun yang dimaksud dengan pengertian tanah secara hukum: Tanah adalah permukaan bumi, yang dalam penggunaannya meliputi juga sebagian tubuh bumi yang ada dibawahnya dan sebagian dari ruang yang ada diatasnya.

Dalam artikel ini kami akan memberikan wawasan tentang jual beli tanah yang dilakukan secara sederhana atau lebih dikenal jual beli dibawah tangan, yang dimaksud jual beli dibawah tangan adalah jual beli yang dilakukan olek dua belah pihak yaitu Penjual dan Pembeli, didalam transaksi jual beli tersebut kedua belah pihak hanya mengadakan perjanjian dan kesepakatan yang sederhana mengenai obyek tanah yang akan dijual dan harga serta cara pembayarannya. nah apakah jual beli tanah semacam ini dapat dianggap sah secara hukum atau tidak.

Kita kupas permasalahan tersebut dengan menggunakan contoh kasus sebaga berikut:

Adalah seorang yang bernama Hery mempunyai sebidang tanah yang mempunyai luas 2000 M2 dan diatasnya berdiri sebuah bangunan rumah permanen seluas 1000 M2, yang tertuang dalam Sertifikat Hak Milik No. 345 atas nama Hery;

Sedangkan dalam bisnisnya Hery membutuhkan biaya yang cukup besar, maka dijual lah tanah yang dimilkinya tersebut kepada seorang Pembeli yang bernama Solikin, dengan harga yang telah disepakati yaitu sebesar Rp. 1.000.000.000,- (satu milyard rupiah);

Oleh karena Solikin tidak mempeunyai uang sebesar itu, maka cara pembyarannya disepakati dengan menggunakan cara angsuran, yaitu uang muka 50 % dan sisanya di angsur selama 1 (satu) tahun, maka kedua balah Pihak tersebut telah sepakat dan setuju walaupun jual beli tersebut tidak disaksikan oleh kepala desa atau prangkatnya, mereka tetap melaksanakan dengan rasa jujur dan saling percaya mempercayai antara Pihak Penjual dan Pembeli yaitu antara Hery dengan Solikin;

Dengan kesepakatan tersebut maka kedua belah pihak telah terikat dengan perjanjian dan merupakan hukum bagi Hery dan Solikin, maka Solikin membayar uang muka sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) pada tanggal 5 Januari 2012, dan diberikan kwitansi tanda terima pembayaran tersebut, adapun sisanya akan di angsur sesuai dengan kesepakatan selama 1(satu) tahun;

Pada tempo selanjutnya Solikin, telah membayar dua bulan angsuran masing-masing bulan setiap bulannya sebesar Rp. 50.000.000,- (limapiluh juta rupiah) dan telah diberikan kwitansi sebagai tanda terima oleh Hery;

Akan tetapi pada bulan ketiga Hery telah meminta kepada Solikin untuk melunasi jual beli tersebut dikarenakan Hery membutuhkan dana cepat, sehingga Solikin merasa keberatan dan tidak sanggup;

Karena saking butuhnya maka, Hery menawarkan tanah yang telah dijualnya tersebut kepada orang lain, mendengar hal tersebut maka Solikin, menggugat ke pengadilan terhadap perbuatan yang dilakukan oleh Hery tersebut;

Bahwa dari kasus di atas, jual beli tersebut adalah sah secara hukum walaupun dengan cara yang sangat sederhana atau di bawah tangan, sebab:

1. Bahwa dalam perjanjian jual beli cicilan/angsuran maka jual beli dianggap telah terjadi jika secara nyata telah ada cicilan/angsuran, dan dalam hal ini telah dilakukan 2 (dua) kali angsuran, bahkan telah ada kesepakatan pelunasan, namun kemudian ditolak oleh Penjual, masalah ini diperkuat oleh Putusan Mahkamah Agung tanggal 14 April 1973 No.123/Sip/ 1973 yang menyatakan : “jual beli tanah menurut kq hukum adat, tidak dapatnya pembeli melunasi sisa harga pada waktu yang dijanjikan, tidak dapat dijadikan alasan untuk pembatalan jual beli, yang dapat menuntut sisa uang tersebut;

2. Bahwa walaupun dalam melaksanakan transaksi jual beli tersebut tidak dilakukan dihadapan Kepala Desa ataupun perangkat Desa, maka perbuatan hukum yang dilakukan oleh Para Pihak adalah sah dan mengikat bagi pembuatnya, hal ini dilandasi oleh Putusan Mahkamah Agung tanggal 13 Desember 1958 Reg. No. 4K/Sip/1958 yang menyebutkan: “ikut sertanya Kepala Desa bukan syarat sahnya jual beli”.

3. Bahwa pengertian “tunai” atau “kontan” dalam Hukum Adat, bukan dalam arti “dibayar lunas”. Tunai menurut Hukum Adat, bahwa suatu perbuatan hukum telah selesai dengan suatu tindakan konkrit tertentu. Salah satu bentuk tindakan konkrit yang lazim adalah panjer atau uang muka, atau voorschot;

4. Bahwa dalam kasus ini niat baik dari Solikin sebagai pembeli yang beritikad baik harus dilindungi oleh undang-undang, dan pada sisi lain Penjual dalam hal ini adalah Hery yang beritikad tidak baik dapat dijadikan bukti sebagai telah melakukan perbuatan wanprestasi;

Dengan demikian. hukum akan tetap melindungi Masyarakat. dalam melakukan perbuatan hukum jual beli tanah walaupun cara yang dilakukan tersebut sangat sederhana dan mudah, sehingga bagi masyarakat yang telah melakukan atau pernah melakukan transaksi jual beli tanah pada masa lalu yang masih belum bisa memenuhi syarat dan prosedur perundangan yang berlaku di Negara kita, tidak perlu takut dan hak-hak nya masih tetap melekat padanya.

Jumuah Mubarakah

Pas libur imlek tahun ini, saya dapat hadiah istimewa.Tidak hanya saya bisa jumatan bareng anak saya, yang mengasyikkan, tapi lebih dari itu. Bertemu orang yang mau berbagi dalam kebenaran dan kesabaran. Selesai jumatan, diguyurlah sebuah pituah yang menentramkan sekaligus menghentak dari seseorang yang belum saya kenal.

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (Surah Al-Jumu’ah : 9-10)

Orangnya sepantaran saya. Berperawakan sedang dengan penampilan bisaa.Tanpa peci, rambut pendek-cepak. Gaya bicara sedang-sedang saja. Tidak menggebu-gebu, menunjukkan usianya yang telah matang. Sinar matanya teduh, dan terkesan pendiam. Sungguh yang disampaikan benar-benar sejuk dan menyentuh. Tersentuh mata batin saya, tergugah emosi saya menyadari apa yang dikatakannya. Dalam dan menantang. Yang disampaikan hanya satu ayat yaitu Surat Al-Hijr:99, Allah berfirman: “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang yakin (mati) kepadamu.”

Hal pertama yang disampaikan adalah kenapa kata yaqin di ayat itu dimaknai mati? Kemudian ia menguraikan panjang lebar atsar-atsar yang mendasarinya secara runut dan rinci. Baik secara terminologi maupun tanasubul-ayat (hubungan antar ayat). Semangat mendengarkannya, hingga kami faham kenapa yaqin diartikan mati.Jarang mendapat ‘hadiah’ yang seperti ini. Mungkin juga karena momentnya, bisa juga.Yang jelas begitu terasa.

Secara terminologi yakin adalah sebentuk keimanan yang berhasil tidaknya dibatasi oleh waktu dan kematian. Ada kalanya hamba bisa menjumpai apa yang diyakini ini ketika masih hidup, namun ada juga sampai mati belum kesampaian. Ada juga hal –hal yang diyakini itu memang hanya bisa dijumpai setelah kematian.

Nah, demikian juga dalam konteks beribadah, ada surga, ada neraka, ada alam qubur, itu hanya bisa diketahui setelah mati .Oleh karena itu yakin dalam beribadah ukuran (batas waktu) nya adalah mati.

Ayat Al-Hijr: 99 menurut Ibnu Katsir berhubungan dengan surat al-Muddatsir ayat 42-47 yang artinya: “Apakah yang memasukkan kamu yang ke dalam neraka saqor?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang yang mengerjakan sholat, dan kami tidak memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil bersama orang-orang yang membicarakannya dan kami mendustakan hari pembalasan hingga datang kepada kami kematian.” Jadi, “Wa’bud Rabbaka” adalah melakukan semua ibadah baik ibadah yang bersifat privasi seperti sholat, puasa dll, juga ibadah yang bersifat maslahat publik seperti memberi makan orang miskin, tidak menggunjing aib sesama maupun yang berhubungan dengan keimanan hati seperti meyakini hari akhir.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”(Q.S ali-Imran, 3:102)

“Terkadang Kami perlihatkan kepadamu (wahai Muhammad) sebahagian dari azab yang Kami janjikan untuk mereka (yang ingkar) atau Kami wafatkan kamu sebelum melihatnya, maka tidaklah menjadi hal, karena tanggunganmu hanyalah menyampaikan hukum-hukum yang Kami turunkan kepadamu dan urusan Kami menghitung dan membalas amal mereka.” (Ar-ra’d: 40)

Nah, yang lebih menarik lagi adalah sasaran tembak dari ayat ini. Dengan cerdik, Pak Iqsal membidik pendengarnya dengan kemerosotan umat akhir-akhir ini. “Sekarang kita lihat, kalau Anda itu pada yakin, kenapa ngaji aras-arasen? ibadah malas-malasan?. Seringkah Anda doa di sepertiga malam yang akhir?. Katanya yakin Allah turun ke langit dunia, kenapa tidak bangun malam?”… dan banyak lagi hal-hal sederhana yang menjadi refleksi kami dari nasehat ayat itu. Malu menyadarinya dan tersipu menghadapinya.

Setengah jam berlalu tanpa terasa. Dan rasanya ingin lebih dan lebih. Jiwa ini, yang memang kering dan haus nasehat seperti ketagihan; minta lagi dan lagi. Sayang, dengan permintaan maaf yang dalam, Pak Iqsal mengakhiri nasehatnya. Dan mempersilahkan para jamaah jumuah mubarakah menggali potensi diri masing-masing untuk menemukan keyakinan diri; berlomba dalam kebaikan dan keimanan. Dia undur diri.

Di akhir nasehat saya bertanya ke teman sebelah; “Siapa dia?”

“Pak Iqsal ,” jawabnya.

Oh, ternyata saya masih punya Pak Iqsal, sebuah mutiara terpendam yang selama ini tidak pernah muncul kepermukaan. Alhamdulillah ya Allah, Engkau pertemukan kami dengan hikmah-Mu lewat dia.