LDII Padang gelar Camping CAI Permata XXXV 2014

padang

PADANG – DPD LDII Padang sukses menggelar Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI), yang dilaksanakan di Puncak Anai – Malibu Anai, Sicincin, Sumatera Barat.

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, yang dimulai pada 5 September 2014 – 6 September 2014 bertempat di Masjid Miftahul Huda, Lb. Minturun, Padang, dan berakhir pada 7 September 2014 di Puncak Anai – Malibu Anai, Sicincin, Sumatera Barat. Kegiatan ini diikuti 160 peserta yang berasal perwakilan 8 Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kota Padang. Kegiatan yang mengambil perkemahan ini mengambil tema “Mewujudkan Generasi Muda yang Profesional Religius di Era Modern”. Secara resmi kegiatan dibuka Jumat (6/9/2014). Sambutan pertama disampaikan oleh bapak dewan penasehat, H.M.Hayan.

“Diharapkan dengan adanya Camping CAI yang rutin kita adakan setiap tahunnya ini diibaratkan seperti charger yang dapat mengecas keimanan dan kefahaman generasi penerus (generus) LDII sehingga dapat mencapai Tri Sukses generus, yakni menjadi generus yang alim/faqih, berahlakul karimah dan mandiri,” ujarnya. “Walaupun dengan persiapan yang sangat singkat dan sempat tertunda karena persoalan teknis, acara ini dapat terlaksana dengan baik,” terang Hayan.

Selain pemberian materi berupa makalah, peserta juga digembleng secara mental melalui sejumlah permainan. Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Lil Huda, menyatakan tujuan diadakan perkemahan Cinta Alam Indonesia (CAI) oleh LDII Padang kali ini selain pembekalan berupa pembacaan makalah, juga memberikan motivasi kepada para generasi muda untuk tetap semangat dalam berusaha mengembangkan potensi diri yang ada pada masing-masing peserta.

Sejumlah game yang menarik dalam outbound disisipkan disela-sela acara juga memberikan semangat dan pengertian tentang arti pentingnya kerjasama yang baik dalam setiap kegiatan. Acara yang dibuka secara resmi oleh Lil Huda tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar. Hal ini bisa dilihat dari persiapan panitia acara yang matang. Ketersediaan fasilitas pendukung perkemahan seperti tenda peleton dan MCK menjadi fokus perhatian. Menariknya acara tersebut menyedot sejumlah pengunjung yang ikut memadati area disekitar bumi perkemahan tersebut. (SA)

LDII Bali Gelar Sosialisasi Paham Radikal Bagi Generasi Muda

Pada tanggal 3 s/d 5 September yang lalu DPD LDII Karangasem menghadiri acara Sosialisasi Paham Radikal Bagi Generasi Muda Tahun 2014 yang diadakan oleh Badan Kesbangpol Provinsi Bali bekerja sama dengan FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme). Acara tersebut dihadiri oleh 50 peserta meliputi perwakilan generasi muda dari Kab/Kota Se-Provinsi Bali.

Dibuka oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali (Drs. I Gede Putu Jaya Suartama, M.Si) dilanjutkan penyampaian materi tentang Kebijakan Pemerintah Provinsi Bali Dalam Mencegah Berkembangnya Paham Radikal dan Terorisme, yaitu: Memantapkan aktualisasi Ideologi Pancasila ; Meningkatkan Peran Forum Koordinasi Deteksi Dini Masyarakat (FKDM) ; Meningkatkan Peran Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) ; Memasyarkatkan Pendidikan Wawasan Kebangsaan ; Memantapkan Peran Forum Pembauran Kebangsaan ; Memantapkan Peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Pemateri lain dalam acara tersebut diantaranya: Direktur Pencegahan Deputi 1 BNPT (Brigjen Pol Antam Novambar) ; Pembinaan Ketertiban Dan Penyuluhan Ditbinmas Polda Bali (AKBP I Gst. Bagus Hengki, B.A.,SH,S.Pd,MH.) ; Kasi Intel Korem 163 (Irwan Setiawan) ; Pengurus FKPT Bali (I Wayan Gede Suyatartha,SE,MBA) ; serta Akademisi Prof. I Nyoman Sirtha.

Dalam acara tersebut menghasilkan beberapa rumusan salah satu diantaranya adalah: Dalam rangka pencegahan Paham Radikal dan terorisme maka harus dilakukan penanganan, pengawasan dan optimalisasi kerjasama Kementerian atau lembaga terkait Pemerintah Daerah dengan melibatkan keikutsertaan masyarakat, yang pada akhirnya membawa kedamaian dan keamanan bangsa Indonesia dan Bali pada khususnya.

LDII Sulsel Gelar Training Perbankan Syariah

 

sulsel14

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan mengadakan kerjasama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Makassar. Kerjasama tersebut terwujud dalam kegiatan short training pengenalan produk perbankan syariah. Pelatihan berlangsung di Gedung PT BSM, Consumer Financing Business Centre (CFBC), Jalan Jendral Ahmad Yani No. 3, Makassar, Sabtu (26/4/2014).

Pelatihan yang dikuti oleh muballigh-muballighot dan warga LDII itu dibuka oleh Indrian Aryanto, Branch Manager BSM Makassar. Materi pengenalan produk perbankan syariah sendiri dibawakan oleh Andi Muh. Amrin selaku Kepala Cabang Pembantu (KCP) Panakkukang.

Dalam paparannya, Aryanto menjelaskan, perbankan syariah itu menarik perhatian banyak orang. “Disatu sisi banyak yang mendukung. Disisi lain banyak pula yang memandang sinis,” ujarnya.

“Mengapa perbankan syariah? Karena iman, karena nasrum minalloh, alfalah, kemaslahatan,” ungkapnya.

Menurut Aryanto, syarat transaksi islam itu ada 5. “Pastikan barangnya ada. Ada yang jual dan ada yang beli. Ada harganya. Ada akad dan ada doa,” ucapnya dengan logat Betawi yang kental.

Empat materi pokok menjadi bahan presentasi dan diskusi. Pertama, jejak praktek perbankan dalam masyarakat islam. Kedua, skema operasional perbankan. Ketiga, transaksi perbankan syariah. Keempat, produk dan akad perbankan syariah.

Peserta training ini nantinya akan menjadi corong yang memperkenalkan produk syariah kepada masyarakat luas.

Sebelumnya, LDII Sulsel telah mengadakan seminar ekonomi syariah dengan menggandeng BSM sebagai partner. Dalam seminar tersebut telah dicanangkan gerakan menabung yang bertagline Gerakan Menabung Syariah/** (Gemesy)

Silaturrahim Pengurus Harian DPD LDII Kabupaten Kediri ke Kantor Kemenag

kediri14

Pada kesempatan tersebut diterima langsung oleh kakankemenag Kab. Kediri Drs. H. Suryat, M.Pd.I dan kasubag TU, Drs. H. Hamam Tantowi, M.Pd.I, di ruang kerjanya, dari LDII yang hadir ketua DPD LDII, dr.H. Agus Sukisno, Sekretaris, H. Anang Yusuf, S.TP., M.Kes, Bendahara, H. Abd.Karim dan Pengasuh pondok Ummul Quran, KH. Fiqlul Khoir, Ust. Ahmad, Pengasuh pondok Blawe, Purnomo.

Pertemuan tersebut membahas kerja sama dan pembinaan dari pemerintah pada ormas LDII pada kegiatan mendatang, pertemuan berjalan lancar dan kekeluargaan untuk membina hubungan yang sudah baik agar tetap berjalan sesuai harapan semua pihak. Pada kesempatan tersebut diberikan kenang-kenangan dari LDII kepada Kakankemenag Kabupaten Kediri, berupa Vandel dan majalah Nuansa.

LDII, ICMI, Pemda Bantaeng Gelar FGD Masyakarat Pesisir

Bantaeng14MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM – LDII, ICMI, dan Pemda Bantaeng menggelar Focus Group Discusion FGD, di Balai Diklat Kehutanan Makassar, di Sudiang Raya Makassar, Jumat (29/8/2014).

Acara ini membahas tentang pentingnya mengoptimalkan sumberdaya laut bagi masyarakat yang hidup dipesisir. Diskusi ini bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua umum DPP LDII Ir. Prasetyo sunaryo, Ketua Bidang Agribisnis LDII dr. Ir Sobar Wiganda, Perwakilan Pemda Bantaeng Dimiati Nongfa, dan perwakilan ICMI Dr. A. Tamzil Msi, serta pendamping.

Sekadar diketahui, hasil dari diskusi ini akan dikembangkan dan dilanjutkan dalam suatu seminar nasiional yang rencana digelar di Bantaeng pada 26 sampai 28 September, yang diikuti oleh Perwakilan Pemda, LDII, LSM, Mahasiswa, dan Masyarakat, yang berasal dari tiga provinsi diantaranya, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Wakil Bupati Aceh Tengah Buka Perkemahan CAI 2014

takengon14

Takengon – DPD LDII Kabupaten Aceh Tengah pada hari Sabtu 30/08/2014 menggelar acara Perkemahan Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia tahun 2014 yang ke 35, yang diadakan di Desa Kala Pegasing, Takengon.

Dalam acara tersebut turut dihadiri tamu undangan dari pejabat setempat diantaranya wakil Bupati Aceh Tengah Drs. Khairul Asmara, Kapolres Aceh Tengah dan pejabat setempat lainnya.

Acara dibuka dan diresmikan langsung oleh wakil Bupati Aceh Tengah Drs. Khairul Asmara sebagai perwakilan pejabat Kabupaten yang sebetulnya akan dibuka langsung oleh Bupati Aceh Tengah, karena ada urusan dinas di luar kota sehingga Bupati memberi mandat kepada wakilnya untuk menghadiri sekaligus membuka acara tersebut.

“Bapak Bupati mohon maaf tidak bisa hadir disini, oleh karena itu saya mewakili Bapak Bupati, beliau menitip pesan kepada saya untuk para peserta hadir, beliau mengucapkan Assalamualaikum” ujar Khairul Asmara saat membuka acara CAI.

“Saya sangat senang dan bangga dengan diadakannya acara ini, karena ternyata kiprah LDII tidak hanya sibuk urusan ngaji saja, tetapi LDII juga mengajak pemuda dan pemudi untuk peduli dan cinta terhadap alam dan lingkungan di sekitarnya”. lanjut Khairul.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 200 orang peserta. Acara berlangsung selama 2 hari, tema pada acara tersebut yaitu “Mari Wujudkan 5B, Berilmu, Bergerak, Beramal, Berbagi dan Beraksi.

Disela-sela penutupan acara, Khairul Asmara memberi tanda apresiasi terhadap terselengaranya CAI tersebut berupa pemberian bibit pohon sengon untuk ditanam disekitar lokasi perkemahan.

Selain mengusung tema diatas tentang kepedulian terhadap alam dan lingkungan, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti ceramah agama, mengaji dan kegiatan religius lainnya. Dengan memiliki tujuan agar pemuda dan pemudi memiliki karakter manusia yang berilmu agama (Faham Agama), berakhlak mulia dan hidup mandiri.

LDII Lampung Gelar Lokakarya Wawasan Kebangsaan

lampung14

DPW LDII Lampung selenggarakan Lokakakarya Wawasan Kebangsaan hari rabu, 27 Agustus 2014, di Begadang Resto Conventional Hall yang dibuka oleh Ka. Bankesbangpol (Drs. Qodratul Ihwan,MM) mewakili Gubernur Lampung hadir juga Forkopimda, ormas Islam tokoh agama, kabid Penais kanwil Kemenag, diikuti oleh 100 peserta dari kab/kota se- Provinsi Lampung demikian kata Heri sensustadi ketua panitia.

Globalisasi, keterbukaan informasi dan pesatnya kemajuan ekonomi memberikan dualisme efek. Sisi lain memberikan dampak positif, disisi lain ternyata menjadikan indikasi lunturnya wawasan kebangsaan akibat budaya asing. Melihat fenomena ini, LDII merasa terpanggil dalam mengkondisikan warganya demi mendukung tetap tegaknya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan pendidikan wawasan kebangsaan.

“Apabila hal ini tidak segera kita tangani, saya khawatir rasa nasionalisme rakyat Indonesia menjadi luntur. Jika sudah demikian maka warga akan cenderung tidak peduli terhadap bangsanya dan rasa kebanggaan tidak dimiliki lagi,” menghadirkan pembicara Kapolda, Danrem 043 Gatam, Kemenang, MUI dan Kesbang sendiri ujar Ir H Kusnardi, M.Agr.Sc Ketua DPW LDII Provinsi Lampung.dalam laporannya.

Menguatkan pernyataan Kusnardi, Ketua Umum DPP LDII, KH Abdullah Syam, M.Sc, APU menuturkan bahwa pengamalan pancasila dan UUD 1945 harus menjadi cara pandang warga Indonesia.

“Pancasila menjadi Azas AD/ART LDII, hal ini dikarenakan pancasila tidak bertentangan dengan ajaran islam. Begitupula dengan Indonesia yang menerapkan Pancasila dalam rangka mengayomi semua golongan,” ungkap Abdullah Syam.

Dalam paparannya Abdullah Syam juga menuturkan terimakasih kepada Kesbangpol atas support dan dukungannya sebagai salah satu tim sukses Lokakarya Kebangsaan yang digelar Rabu ini.

Drs Qudrotul Ihwan, MM Kepala Kesbangpol Provinsi Lampung yang mewakili Gubernur Lampung menyatakan apresiasi dan dukungannya atas penyelenggaraan acara ini.

“Hal ini memperlihatkan LDII aktif memberikan kontribusi dalam mencegah gerakan radikalisme yang sedikit merebak akhir-akhir ini,” ujar Ihwan.

Wawasan kebangsaan pada implementasinya harus berpedoman pada empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kini, selain merasuk pada hal fisik, keamanan masyarakat telah terusik pula pada hal multidimensi. Terutama dari media sosial, maraknya terorisme, narkoba dan beragam kejahatan lainnya.

Mengakhiri sambutannya, “Untuk mencegah dan menangani fenomena tersebut maka ini semua menjadi tugas kita bersama. Termasuk LDII Provinsi Lampung. Sinergi yang baik antara pemerintah dan ormas dengan dukungan penuh dari elemen masyarakat akan melahirkan nilai positif rasa cinta tanah air dan bangsa ,” ungkap Ihwan./** (Heri Sensus)