Bangun Citra dengan Komunikasi Interpersonal

educ

KOMUNIKASI Interpersonal adalah adanya komunikasi secara langsung atau face-to-face communication pada waktu dan tempat yang sama (Lievrouw, 2008). Setiap manusia butuh berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari kodrat manusia yang tak bisa hidup sendiri.

Komunikasi interpersonal ini terkadang mendapatkan sandungan. Tapi dengan teknik komunikasi yang baik, batu sandungan itu bisa disingkirkan dengan tanpa menambah masalah. Meminjam slogan Pegadaian ‘Memecahkan masalah tanpa masalah’, itulah yang selalu diharapkan dalam hubungannya dengan komunikasi interpersonal ini.

Komunikasi antarpribadi dikatakan sebagai komunikasi yang sangat potensial. Karena dianggap sebagai komunikasi yang paling lengkap dan paling sempurna. Yang mampu menjalankan fungsi instrumental seperti kelima panca indera, sehingga mampu memainkan emosi si komunikan.

Untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam komunikasi interpersonal ada ketrampilan yang perlu diasah, diantaranya adalah kompetensi komunikasi dan teknik persuasi.

Agar komunikasi interpesonal ini sukses, Lievrouw (2008) menyebutkan bahwa seorang komunikator harus memiliki kemampuan atau kompetensi komunikasi (communication competence). Beberapa hal yang hendaknya diketahui oleh para pelaku yang terlibat dalam percakapan yang menyangkut kemampuan komunikasi tersebut, adalah:

• Tahu bagaimana memulai dan mengakhiri pembicaraan.
• Tahu bagaimana membuat orang lain paham maksud dari pembicaraan.
• Tahu bagaimana merespon pernyataan orang lain.
• Tahu bagaimana menjadi sensitif dalam merespon apa yang sedang menjadi perhatian lawan bicara.
• Bagaimana mengambil alih pembicaraan atau bagaimana menjadi pendengar yang baik.

Lebih lanjut Lievrouw mengatakan bahwa rasa malu atau malas untuk melakukan komunikasi interpersonal disebut communication apprehension (ketakutan komunikasi). Ketakutan tersebut mungkin berasal dari rasa rendah diri karena berasal dari kalangan ekonomi atau latar belakang pendidikan yang tidak sama dengan lawan bicara. Untuk mengatasi hal ini, sering-seringlah berlatih berkomunikasi dengan banyak orang dari banyak kalangan.

Berikutnya adalah teknik persuasi. Lievrouw juga mengatakan bahwa agar dalam komunikasi interpersonal meraih tujuan yang diinginkan, para komunikator perlu mengetahui tentang teknik persuasi. Misalnya, tidak membicarakan hal-hal yang dianggap tabu kecuali hanya dengan orang-orang tertentu; Tidak melemparkan lelucon yang mengandung SARA; Memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk mengutarakan pendapatnya; Bisa mengatur intonasi suara; Menggunakan bahasa tubuh yang tidak berlebihan; Paham kondisi lawan bicara; dan tahu tempat dan waktu.

Sementara, untuk membangun citra diri dalam sebuah komunikasi interpersonal, dibutuhkan yang namanya konsep diri. Konsep diri merupakan ujung tombak dari sebuah komunikasi interpersonal, yaitu yakin pada kemampuan diri dalam mengatasi sebuah masalah; Merasa percaya diri setara dengan orang lain; Menerima pujian tanpa sungkan; Sebaliknya, menerima kritikan secara dewasa; Menyadari, bahwa tiap orang memiliki perasaan berbeda; Mengakui, bahwa setiap perilaku, sikap dan keinginan yang ada pada dirinya, tidak semuanya dilisensi masyarakat; Dan terakhir adalah mampu menjaga, merawat dan memperbaiki diri dalam intelektual diri dan emosi, serta bersedia mengubah demi kemajuan diri.

Sebuah konsep diri menjadi faktor utama sebuah pribadi yang cukup menentukan di dalam komunikasi interpersonal, yakni: niat, kemauan, membuka wawasan, percaya diri, serta selektivitas. Demikian, semoga bermanfaat. //**

Family Gathering dan Festival Anak Shalih LDII Cilegon

banten14

Guna Meningkatkan kerukunan dan kekompakan serta kerjasama yang baik antara warga LDII serta pembinaan terhadap generasi muda, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Cilegon mengadakan kegiatan Family Gathering dan Festival Anak Soleh. Hadir dalam kegiatan Family Gathering dan Festival Anak Soleh yang bertema “Wujudkan 6 Thobiat luhur (Jujur, Amanah, Hemat, Rukun, Kompak, Kerjasama yang baik) dalam Keluarga”, Anggota DPRD Kota Cilegon Drs. H. Supriyanto MS, Sekretaris DPW LDII Provinsi Banten Ir. Abdul Aziz, Ketua DPD LDII Kota Cilegon Ir. H. Noor Yudono, MM, Ketua Pelaksana Ali Yulianto, SKM, Tamu Undangan dan Tokoh Masyarakat lainnya.

“Tema kegiatan ini kami tetapkan dengan latar belakang mendukung program kerja LDII untuk membentuk Insan yang Profesional Religius, yaitu SDM yang Profesional atau Ahli di bidang keterampilannya serta memiliki kefahaman agama yang kuat dengan didukung sifat Jujur, Amanah, Hemat, Rukun, Kompak dan Kerjasama yang Baik,” ujar Ali Yulianto, SKM Ketua Pelaksana Kegiatan.

Ketua DPD LDII Kota Cilegon, Ir. H. Noor Yudono dalam sambutannya menyampaikan “Kegiatan Family Gathering dan Festival Anak Soleh ini merupakan kegiatan pembinaan terhadap warga LDII dan khususnya generasi muda usia dini, dimana kondisi zaman saat ini begitu mengkuatirkan dan sebagai mana didalam hadist berbunyi ‘tidak akan datang suatu tahun melainkan lebih buruk dari pada tahun sebelumnya’, maka dari itu dipandang perlu dibekali agar memiliki sifat-sifat kearifan lokal, dan LDII memiliki kearifan lokal yang disebut 6 Thobiat luhur yaitu; Jujur, Amanah, Hemat, Rukun, Kompak dan Kerjasama yang baik. Sehingga dengan ini diharapakan dapat membawa anak-anak kita menjadi Anak yang soleh/solihat dan menjadi generasi penerus yang baik untuk Negara kita./**

Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

bali14

Dalam rangka meningkatkan wawasan kebangsaan dan bela Negara pemuda LDII, pengurus DPD LDII Kab. Karangasem bersama dengan KODIM 1623 Karangasem mengadakan acara “Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara“. Kegiatan yang berlangsung di aula kegiatan DPD LDII Kab. Karangasem dihadiri oleh 61 pemuda-pemudi LDII dan dibuka oleh Ketua DPD LDII Kab. Karangasem, Sunaryo.

Hadir sebagai narasumber Kapt.Inf. Bambang Edy (Perwira Seksi Teritorial) dari KODIM 1623 Karangasem. Pada kesempatan tersebut narasumber menyampaiakn apresiasi yang tinggi terhadap LDII Kab. Karangasem karena LDII merupakan ormas yang pertama kali mengadakan acara semacam ini. Dalam acara tersebut disampaikan pentingnya 4 pilar kebangsaan untuk meningkatkan rasa nasionalisme demi keutuhan NKRI. Di akhir acara seluruh peserta menyanyikan lagu Padamu Negeri./**

Peningkatan Komunikasi Demi Memelihara Sikap Empati Antar Umat Beragama

fdg_mar14

Jakarta – Prof. DR. KH. Ahmad Syafii Mufid Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta memberikan materi dalam acara Focus Group Discussion (FGD), dengan tema “Kerukunan Umat Beragama dalam Kerangka Integrasi Bangsa” dikantor DPP LDII Jl. Arteri Tentara Pelajar No. 28 Senayan, sabtu (22/3/2014).

Ahmad Syafi’i Mufid mengatakan, kerukunan antar umat beragama dibangun antara lain untuk mencegah konflik sosial dan bisa mengancam integrasi bangsa.

“Saat ini FKUB telah berdiri di seluruh provinsi dan lebih dari 500 kabupaten dan kota. Sekarang FKUB telah menjadi bagian dari institusi yang mengintegrasikan bangsa lewat peran edukasi, advokasi, dan silaturahmi antar tokoh agama,” imbuhya.

Ketua Umum DPP LDII, Prof Dr Abdullah Syam MSc dalam sambutannya menyampaikan cara diskusi tersebut merupakan bagian dari salah satu materi untuk dipersiapkan pada Rapimnas LDII yang akan diselenggarakan pada tanggal 13–15 Mei 2014 mendatang.

Dalam Rapimnas nanti akan dibahas berbagai materi yang nantinya akan disampaikan kepada para calon presiden sebagai salah satu kontribusi dan aspirasi dari LDII, katanya.

Hadir sebagai pembicara Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (DKI Jakarta) Prof Dr Ahmad Syafi’i Mufid, Ketua DPP LDII bidang Pendidikan Agama Dakwah, Ir Chriswanto Santoso MSc, dosen Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, Pdt Dr Martin Lukito Sinaga, dan Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Bachtiar M Nurhadi.

Ketua DPP LDII, Chriswanto Santoso, antara lain menyampaikan kendala antar-umat beragama dan proses terbentuknya ukhuwah.

“Tugas besar kita adalah bagaimana membangun komunikasi antar umat beragama dan memelihara sikap empati dengan sesama sejak dini karena dasar manusia diciptakan dengan sikap empatinya,” katanya.

Sementara itu, Pdt Dr Martin Lukito Sinaga dari perwakilan PGI mengatakan, ada pengerasan identitas karena rasa cemas akibat terpaan keras dunia modern. Sebaiknya, di dunia modern ini, agama tidak lagi diperlukan untuk melegitimasi politik suatu bangsa.

FGD itu dihadiri berbagai perwakilan antara lain dari Walubi, PITI, PGI serta ormas keagamaan berjalan dengan suasana kekeluargaan dan kondusif.//**

sumber: fkub.org

Persinas ASAD Raih Juara Umum III Turnamen Selekda IPSI Kab. OKU

asad_oku

Belum lama ini tepatnya pada tanggal 28 s/d 29 September 2013 Perguruan Pencak Silat Nasional (PERSINAS) ASAD Kabupaten Ogan Komering Ulu mengikuti Turnamen Selekda IPSI Kab. OKU yang diadakan di Gedung Olahraga (GOR) Baturaja. Dalam kata sambutannya Ketua IPSI OKU, Jefriansyah, mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk mencari atlet berbakat dan memiliki kemampuan bertanding yang baik dan akan mewakili IPSI OKU di Kejuaraan Daerah (KEJURDA) IPSI Tingkat Provinsi di Palembang.

Kegiatan Selekda IPSI tahun ini diikuti oleh 7 (tujuh) Perguruan yaitu: PSHT, TAPAK SUCI, PERSINAS ASAD, PERISAI DIRI, HIMMSI, PERISAI MANDIRI, dan AL-AMIN. Acara pertandingan dilaksanakan selama 2 (dua) hari yang diikuti sebanyak 72 atlet dari tujuh perguruan Pencak Silat se-kab. OKU.

Persinas ASAD sendiri mengirimkan atlet pencak silatnya sebanyak 12 (dua belas) pesilat. Adapun dari hasil pertandingan tersebut diperoleh pemenang sebagai berikut:

JUARA UMUM I – PSHT
JUARA UMUM II – TAPAK SUCI
JUARA UMUM III – PERSINAS ASAD (1 Emas, 1 Perak, dan 1 Perunggu).

Acara berjalan dengan lancar dan tertib, dilanjutkan dengan penutupan sekaligus pembagian trofi kepada para pemenang oleh Wakil Ketua IPSI Kab. OKU Dwi Joko Handoyo, SH.

DPW LDII Lampung Adakan Diklat ICT dan Citizen Journalism

ict_lampung14

Bandar Lampung – DPW LDII Provinsi Lampung sukses mengadakan kegiatan “Pendidikan dan Pelatihan ICT dan Citizen Journalism”. Kegiatan ini dihelat di Gedung Serbaguna DPW LDII Lampung, Tanjung Senen, pada Sabtu-Minggu, 21-22 Maret 2014 lalu. Hadir pada acara ini Ketua Umum DPP LDII, KH. Abdullah Syam, MSc, Ketua MUI Provinsi Lampung, KH. Mawardi AS, Kadis Kominfo Provinsi Lampung, Sutoto, SH, MH sebagai pemateri sekaligus pembuka acara, dan beberapa tokoh masyarakat lain.

Dalam kesempatan ini, Kadis Kominfo Provinsi Lampung, Sutoto, SH, MH secara resmi memberikan 1 unit mobil internet kepada DPW LDII Provinsi Lampung untuk menunjang kegiatan sosialisasi internet sehat yang selama ini telah dilakukan oleh DPW LDII Provinsi Lampung.

mobil_internet_lampung

Kegiatan yang diikuti lebih dari 80 blogger se-Provinsi Lampung ini bertema “Pemanfaatan Internet Sehat, Kreatif, dan Produktif Mewujudkan SDM Profesional Relijius untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa”. Hadir sebagai keynote speakers: Yulia (Kasi Pemb. Telematika), Moh. Said Hasibuan (relawan TIK Lampung), dan H. Hidayat Nahwi Rasul (Ketua DPP LDII).

Adapun maksud dan tujuan diadakannya Diklat ICT ini adalah untuk membentuk relawan ICT LDII Provinsi Lampung yang siap ditugaskan menjadi ‘citizen journalist’ demi menghiasi dunia maya dengan hal-hal yang positif.//** (TG)

KH. Abdullah Syam: Ikhtilaf itu Bukan Ekslusif

kh_asBandar Lampung – Jumat, 21 Maret 2014, DPW LDII Bandar Lampung mengadakan kegiatan konsolidasi yang memfokuskan pada pembangunan sumber daya manusia di bidang ICT & Citizen Journalism. Acara ini dimaksudkan agar LDII sebagai lembaga dakwah, turut berpartisipasi dalam membangun citra Islam yang baik dan toleran di mata dunia. Karena pada hakikatnya Islam merupakan agama yang mengajarkan umatnya agar menjadi umat yang santun dan terhormat.

Seiring perjalanan zaman, Islam mengalami perkembangan yang sangat signifikan terutama di bidang fiqih. Namun perbedaan cara pandang dalam Islam masih dapat dibenarkan selama tidak merusak tatanan akidah. Indonesia sebagai negara multi ras, etnis, maupun kepercayaan, memandang perlunya saling menghargai diantara sesama pemeluk agama dan keyakinan. Sikap ini didasari kesadaran bahwa negara kesatuan Republik Indonesia bukanlah sebuah negara yang mengadopsi undang-undang dari sebuah kitab suci salah satu agama.

KH. Abdullah Syam, Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), yang turut menjadi pembicara pada acara tersebut mengemukakan bahwa warga LDII wajib menyadari pentingnya arti kerukunan dan kekompakan. Kerukunan dan kekompakan yang dibangun tidak saja hanya kepada sesama warga LDII, namun lebih luas juga mesti dibangun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Semua warga masyarakat, termasuk warga LDII harus menyadari bahwa segala peri kehidupan yang berkembang di masyarakat memiliki sisi perbedaan. Namun perbedaan-perbedaan ini tidak boleh dianggap sebagai ekslusifitas. Dalam Islam hal demikian itu disebut ‘ikhtilaf’. Semua orang wajib menghormati ikhtilaf (perbedaan cara pandang, red). Semisal warga LDII yang tidak mengucap ‘usholli’ dalam salatnya, harus dihormati oleh para muslimin yang melafalkan niatnya ketika berdiri untuk salat. Sebaliknya, warga LDII pun wajib tasamuh (toleransi) kepada umat Islam lain yang mempunyai keyakinan bahwa ucapan niat itu wajib dibaca sebelum salat”, terangnya.

Acara konsolidasi ini masih berlangsung hingga Sabtu, 22 Maret 2014 dan insya Allah akan dihadiri oleh beberapa tokoh agama dan masyarakat setempat.//** (TG)